
"Istriku memang cantik , tapi masih polos belum bisa layani aku , namanya laki - laki aku pengen istriku lebih hot lagi diatas ranjang , kalau kamu gimana ? Sudah sangat berpengalaman kan tentunya ?" .
"Kamu sama suamimu sudah ke dokter tes kesuburan Li ?" .
"Kamu masih sama Li dengan yang dulu , malam ini aku berangkat ya biar tengah malam sudah nyampe rumahmu ?" .
"Gampang , dia masih anak kecil kalau aku bilang keluar kota untuk urusan kerjaan pasti dipercaya" .
Tanpa Agus sadari ada sepasang telinga yang sedari tadi mendengar dia bicara ., Firma istrinya yang sudah mendengarkan tapi sayang tidak mendengar suara lawan bicara Agus karena tidak di aktifkan pengeras suaranya .
Firma mencoba mengingat panggilan Li itu , dia akan tanyakan ke adik iparnya besok pikirnya .
"Assalamu'alaikum Rin , kamu sudah akan berangkat ke sekolah ?" . Firma menelepon Rina adik iparnya lebih tepatnya adik Agus .
"Waalaikumsalam , masih nanti mbak aku masuk siang , ada apa mbak ?" . Tanya Rina penasaran .
"Hmmm ... Kamu kenal temannya mas Agus yang perempuan gak ?" . Tanya Firma berhati - hati .
"Ooh ..mbak Liya ? , kenal mbak bahkan kami semua kenal mbak Liya , mbak Liya itu man .. anu mbak maksudku mbak Liya itu dulu teman mas Agus waktu masih sekolah" . Rina menjawab dengan kikuk karena nyaris keceplosan .
"Oalah .. Gak papa kok Rin , aku cuma tanya aja soalnya ada nomer baru masuk suara perempuan tapi terputus kaya' nya sinyal kurang bagus di sana" . Jawab Rina tenang .
"Iya mbak , mbak Liya itu anaknya orang kaya sawah dan ladangnya luas , kemarin mbak Liya main kesini ngasih ibu uang , ngasih aku juga buat saku sekolah . mas Agus belum tau mbak kalau mbak Liya telpon ya ?" .
"Ini baru mau diberitahu kok , oya Rin .. Rumah teman mas Agus di sebelah mana ya ?" . Firma menghela nafasnya kasar .
"Jauh mbak beda kecamatan dari sini .. Apa mbak mau ngobrol sama ibu mumpung ibu ada di sini" . Rina menawarkan .
"Boleh .." . Jawab Firma mulai memikirkan rencana .
"Assalamu'alaikum bu , gimana kabar ibu ?" . Dengan sangat ramah Firma menyapa ibu mertuanya .
"Waalaikumsalam , iya Fir Alhamdulillah sehat , kamu tumben telpon pagi - pagi ada apa ?" . Tanya bu Imah .
__ADS_1
Belum sempat Firma menjawab ternyata Rina menjelaskan lebih dulu pada bu Imah .
"Ooh ... Mbak Liya itu orang yang baik Fir , kemarin ibu diberi uang lima ratus ribu , Rina diberi dua ratus ribu , keponakan - keponakanmu masing - masing diberi lima puluh ribu , dia main kesini sama sopirnya bawa mobil For***** , kamu harus main kerumahnya ngucapin terimakasih Fir ..!" . Perintah bu Imah seolah itu wajib dilakukan .
Karena tak mau ambil pusing Firma pun mengiyakan apapun yang diucapkan ibu mertuanya , setelahnya Firma berpamitan karena dia masih harus mencari tahu apa benar suaminya nanti malam akan berangkat ke rumah perempuan bernama Liya yang sepertinya dialah yang diharapkan menjadi menantu oleh ibu mertuanya .
POV. BU IMAH
Apa mungkin Liya dan Agus sudah komunikasi lagi ya ? ..
Tapi baguslah kalau mereka dekat lagi siapa tahu mereka bisa menikah , aku jadi punya kesempatan kaya juga kalau jadi besan orang kaya .. .
Firma memang masih muda lebih cantik juga , Loya kalah jauh kalau dibandingkan dengan Firma , tapi mau bagaimana lagi , jaman sekarang apa - apa pakainya uang .
Bagiku siapapun yang memberi aku banyak uang ya dialah yang akan jadi kebanggaanku .
Uang memang bisa bicara dan mengubah segalanya .
Bukan tidak tahu kisah Agus dan Liya yang mereka sembunyikan selama ini .
"Gus aku takut kalau ada yang lihat atau dengar kita nanti gimana .. ? . Meskipun berbisik tetap saja suara Liya bisa aku dengar dari samping rumah .
"Rumah sepi gak ada orang , ayo Li aku sudah gak tahan" . Rayu anakku Agus .
Dari lubang dinding kayu aku bisa melihat hasrat mereka berdua sudah tak terbendung .
Entah ibu macam apa aku ini tetap saja aku hanya diam dan menyaksikan tanpa menegur mereka , padahal mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas .
Saat itu aku hanya berharap mereka lakukan yang lebih dan Liya hamil benih anakku supaya anakku Agus bisa menjadi suami Liya yang notabene anak orang kaya itu .
Yaa meskipun aku tau kalau orang tua Liya kaya karena pemuja tuy** .
Semua warga sudah mengetahuinya makanya orang tua Liya diusir dari kampung dan pindah jauh dari kampung ini .
__ADS_1
AKu tak peduli darimana asalnya mereka bisa kaya yang pasti kalau Agus bisa jadi menantu mereka maka aku juga akan ikut menjadi kaya .
Tapi impianku musnah saat itu karena Liya dijodohkan dengan laki - laki lain .
Mendengar Agus dan Liya dekat lagi , aku jadi berharap impianku yang dulu bisa menjadi nyata .
Maafkan aku Fir , hidup butuh banyak uang dan aku bosan menjadi miskin terus ..
°°°°°°°
"Mas , mbak Liya sudah hubungi belum ?" . Rina menelepon kakak keduanya itu .
"Iya .. Sudah kok , memangnya kenapa ?" . Agus menjawab telepon Rina sembari sarapan yang dibuatkan Firma istrinya .
"Mas mau balikan lagi sama mbak Liya ya ?" . Rina tanpa basa basi lagi menanyakan hal yang diluar praduga Agus .
"Kok kamu nanyanya gitu Rin , memangnya menurutmu aku akan balikan lagi gitu ?" .
"Ya kalau aku sih berharapnya begitu , secara mbak Liya itu banyak uangnya , aku sama ibu saja kemarin dikasih uang sama mbak Liya , mas apa gak punya keinginan buat jadiin mbak Liya istri mas ?" .
"Hah ..ngaco kamu Rin !! Sudah sudah aku mau lanjutkan sarapan dulu !" . Agus segera memutuskan sambungan teleponnya kemudian menyimpan ponselnya di saku celana .
"Hmmm ... Yang diucapkan Rina ada betul nya juga , toh aku dan Liya juga sama sama masih memendam rasa" . bathin Agus mulai mendapatkan godaan godaan liarnya .
Dari dapur Firma memperhatikan suaminya yang dari tadi senyum senyum sendiri . Membuat Firma semakin yakin kalau suaminya diam diam merencanakan sesuatu juga dibelakangnya .
Ditempat lain , Liya sibuk merawat tubuhnya untuk menyambut kedatangan Agus , supaya Agus terpesona melihatnya .
Dengan penuh percaya diri dia menjamin bahwa Agus akan dengan mudah kembali padanya setelah mereka bertemu nanti .
"Gus .. Aku butuh belaianmu , aku butuh sensasi gila yang pernah aku dapatkan darimu lagi , Aku merindukan tubuhmu , mungkinkah kamu juga merindukan aku Gus ..." . Liya bergumam di depan cermin yang menunjukkan seluruh tubuhnya .
"Aku akan membuatmu ketagihan dengan tubuhku Gus , aku akan membuatmu hanya mau melakukannya padaku , bahkan dengan istrimu pun akan aku buat kamu tidak bisa menikmatinya , kamu hanya akan menjadi milikku selamanya .." .
__ADS_1
Liya betul betul perempuan liar bahkan dia lupa kalau diapun seorang istri dari suami yang sudah membuatnya menikmati bertumpuk tumpuk uang , istri yang dimanjakan suami dan bahkan untuk sekali saja dia tidak pernah mengambilkan makan untuk suaminya .
Tujuh tahun dia tidak pernah menghubungi Agus pasca pernikahannya , akan tetapi setelah mendengar kabar pernikahan Agus dia justru bersemangat menginginkan Agus kembali dalam pelukannya . Dia ingin segera bertemu dengan Agus .