Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 65 Selamat Jalan


__ADS_3

" Kalian punya hati gak sih , aku jauh - jauh kesini bukan untuk denger ceramah kalian " .


" Beeeeeh berani ngomong tentang hati nurani kayak dirinya punya aja , bahkan tata krama aja gak punya " . Budhe semakin ngegas saking kesalnya .


" Ayolah bu Allah melangkahkan kaki ku ke sini berarti memang bu Firma yang di takdirkan membeli " .


" Ada apa ini kok rame - rame , oh rupanya pengemis tadi pura - pura pergi terus diam - diam masuk kesini lagi " . Tiba - tiba ada satpam komplek menghampiri .


" Awas kamu ya Fir , aku akan buat perhitungan kalau kamu gak segera ngasih uang 800 juta itu ke aku ! " . Lusi menuding - nuding wajah ku saat tangan pak satpam akan menariknya .


" Ayo , aku juga akan melaporkan kamu dengan pasal berlapis , pasal perzinahan , masuk rumah orang tanpa ijin , membuat keonaran juga " .


Lusi melotot sambil terus berteriak mengancam ku , untung pak satpam sigap jadi segera membawa keluar Lusi supaya tidak membuat keributan lagi .


Akibat ulah nya jadi banyak pasang mata yang melihat ke arah kami ,mungkin dalam hati mereka penuh tanda tanya dengan apa yang sebenarnya terjadi .


Selesai belanja Firma berjalan ke arah kebun di belakang rumah , tempat favorit ibu nya akhir - akhir ini .


Bu Imah tampak tenang dengan mata terpejam , seperti biasa nya bu Imah pasti ketiduran di kursi roda nya kalau sudah terkena udara sejuk di kebun .


Rina membawa masuk ibunya dan membaringkannya di kasur , setelah nya dia tinggalkan untuk membuat sarapan kesukaan ibu nya yakni bubur ayam .


Membuat bubur ayam adalah pengalaman pertama bagi Rina tapi dia berusaha untuk bisa memasak demi ibunya .


Selesai masak Rina membangunkan ibunya dengan memijat kaki nya seperti yang diajarkan ahli syaraf di aplikasi merah .


Tapi anehnya bu Imah tidak memberikan respon apapun , biasanya kalau Rina memijat pasti ibu nya menggerakkan kaki nya meskipun pelan .


Rina melihat mata ibu nya yang masih terpejam dengan tenang nya . Tidak seperti biasa nya ibu nya tidur dalam waktu yang lama biasa nya ibu nya kalau tidur sebentar - sebentar pasti terbangun , entah untuk minum atau untuk buang air kecil .


Ada rasa takut dalam hati Rina . " Bu .. Ayo bangun dulu sarapan " .


Bu Imah masih terdiam . Rina menepuk pelan pipi ibu nya , ibu nya tetap tidak menunjukkan gerakan apapun .


" Bu bangun dulu aku ambilkan makan " . Akhirnya bu Imah mengedipkan matanya .


" Rin ambilkan ibu minum " . Rina merasa senang dia bergegas ke dapur mengambilkan ibu nya makan dan minum .


" Tara .. Bubur kesukaan ibu datang , maaf ya bu kalau tidak seenak bubur yang biasa kita beli " .


Bu Imah tersenyum meskipun senyumnya seperti di paksakan .

__ADS_1


Pelan - pelan dan hati - hati Rina menyuapi ibu nya . Harus dengan sabar yang ekstra merawat orang sakit itu . Seringkali setiap sesuap makan sudah belepotan kemana - mana .


Kebahagiaan menyelimuti hati Rina karena bubur buatannya sudah di makan habis oleh ibu nya .


" Waaaah ... Ibu pinter sudah abis ini bubur nya " . Rina berbicara seolah di hadapannya adalah anak kecil .


" Tunggu sebentar lagi ya bu baru boleh minum obat , ibu tunggu dulu ya Rina mau taruh mangkok dulu di dapur " .


Rina kembali masuk kedalam kamar dengan membawa lap bersih dan air hangat untuk menyeka wajah ibu nya .


" Rina bersihkan dulu ya bu " . Bu Imah hanya melirik seperti tidak kuat membuka mata .


" Ibu ngantuk banget ya , tapi jangan bubu dulu ibu belum minum obat " .


Belum selesai Rina membuka plastik obat , ibu nya sudah memejamkan mata kembali .


" Ibu capek ya sampe ngantuk berat gitu " .


Bu Imah hanya bernafas dengan ritme nafas yang cepat , Rina ketakutan segera dia menghubungi teman ojek Agus karena ponsel Agus sudah di jual untuk kebutuhan sehari - hari .


" Mas , maaf mas Agus ada di situ ? " .


" Iya Rin ada apa ? " .


" OK OK " . Sambungan telepon segera terputus .


Beberapa menit kemudian Agus datang bersama teman - teman nya .


" Mas , nafas ibu kok kayak gitu aku takut " .


Agus mendekati ibu nya , mata bu Imah membuka dan menutup kemudian mengejang dan mulut nya mengeluarkan busa .


Tangan bu Imah yang semula kaku menjadi lemas .


" Inalillahi wa inna ilaihi Raji'un " . Agus mengucapkan kalimat istirja' dengan sedikit berteriak saking syok nya .


" I ibu kenapa mas ? " .


" Ibu sudah gak ada Rin kita harus ikhlas " .


" Ibu cuma pingsan mas , ayo bu bangun jangan tinggalin Rina , ayo bu buka mata nya " .

__ADS_1


Agus mengusap bahu adiknya , teman - teman Agus sudah sigap dengan memberitahukan kepada pak RT setempat dan mengabari pak mudin desa tersebut .


Jika rejeki telah habis dan amalan telah usai , berarti seseorang telah mati .


Seseorang tidak mungkin mati sampai sempurna rejekinya dan berakhir segala amalannya .


" Mas , ibu tadi makan bubur yang aku masak kan , makannya juga lahap mas "


" Alhamdulillah berarti itu jatah terakhir rejeki ibu " .


" Tapi kenapa ibu tidak menepati janji nya mas , kata ibu akan poto bersama saat wisuda ku nanti " .


" Rin , kamu harus sabar dan bisa menerima kenyataan bahwa takdir itu Kuasa Illahi , kita tidak bisa menolak atau merencanakannya , suatu saat kita juga pasti mengalami nya jadi kuatkan diri mu " .


" Bapak gimana mas ? " .


" Mas akan mengabarinya , kamu tenangkan diri dulu ya , mas juga akan mengabari saudara yang lain nya " .


" Telepon aja mas saudara - saudara , aku gak mau sendirian " .


" Kalau gitu mas pinjam ponsel nya ya " .


Rina mengeluarkan ponsel nya dan memberikannya pada Agus .


Agus menghubungi beberapa saudara nya yang terakhir bapak nya .


Pak Samiun memilih keluar dari rumah nya sendiri karena merasa tidak betah dengan perilaku istri nya bahkan saat pak Samiun menolak Agus menikahi Lusi , justru bu Imah malah meminta di ceraikan oleh pak Samiun .


Akhir nya pak Samiun memilih pergi karena sempat di usir juga oleh bu Imah .


Tidak ada yang tahu di mana pak Samiun tinggal sampai akhir nya sebulan lalu Agus tidak sengaja melihat bapak nya di sebuah warung kopi , diam - diam Agus mengikuti bapak nya yang ternyata tinggal di rumah kecil di tengah ladang jagung milik keluarga pak Samiun .


" Rin , mas jemput bapak dulu ya , bapak harus tahu " .


" Mas sudah tahu bapak di mana ? " .


" Iya , mas harus jemput bapak untuk bertemu ibu terakhir kalinya " .


" Hati - hati ya mas " .


Agus meminta tolong teman - teman nya untuk membantu menyiapkan perlengkapan pemakaman ibu nya dan apa - apa saja nanti nya yang akan di butuhkan .

__ADS_1


Sedangkan dia sendiri akan segera menjemput bapak nya sebab hanya dia saja yang tahu di mana bapak nya selama ini tinggal .


__ADS_2