Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 21 Karangan Bunga


__ADS_3

Nanang tidak juga bergeming dari tempat duduknya , dia ingin tau apa yang terjadi di rumah kontrakan Firma sampai akhirnya terdengar suara ledakan dari arah kanan tempat Nanang duduk .


" Duaarrrrr !!! " . Sekali lagi terdengar suara ledakan namun suaranya lebih besar dari yang sebelumnya .


" Jabang bayik !! , suara apaan sih bikin kaget aja untung gak punya penyakit jantung " . Nanang bergegas mencari sumber suara .


Di ujung jalan ada mobil menabrak pohon nangka yang sudah tua . Banyak orang yang juga keluar menghampiri mobil tersebut .


Dari dalam mobil keluar seorang laki - laki paruh baya dengan susah payah karena kaki yang kiri sepertinya terluka dan susah di gerakkan . Nanang berlari membantu laki - laki tersebut karena takut mobil ada kemungkinan meledak .


" Saya bantu keluar pak , ati - ati kepalanya kebentur " .


" Terima kasih nak , tolong selamatkan dulu tas bapak di belakang , ada berkas sangat penting di dalamnya " .


" Tapi keselamatan bapak juga penting " .


" Bapak gak apa - apa tolong segera di ambil nak tas nya " .


" Baik pak sebentar saya ambil dulu , bapak jangan bergerak biar kaki bapak gak semakin terhimpit " .


Nanang mengambil tas sesuai permintaan bapak itu dan mengalungkannya di bahunya .


" Sudah pak , mari saya bantu biar bapak segera di obati , tadi sudah ada yang menelepon ambulans " .


" Terimakasih ya nak ,, " .


Nanang menggendong tubuh bapak tersebut , badannya memang tidak gemuk tapi dia punya perawakan yang tinggi dan sering melatih otot - otot lengannya jadi tidak susah menggendong bapak yang di perkirakan beratnya 80 kilo itu seorang diri .


" Ambulans sudah datang mas sepertinya sudah bisa di bawa sekalian aja ke sana " . Salah satu warga mengkomando Nanang untuk membawa bapak tersebut ke mobil ambulans yang baru saja tiba .


" Pak .. Maaf saya tidak bisa menemani bapak ke rumah sakit , saya sedang menjaga teman saya yang sedang sakit juga di rumah , apa saya bantu menghubungi keluarga bapak saja ? " .


" Terimakasih nak tidak usah biar pihak rumah sakit nanti yang bantu bapak hubungi istri saya " .


" Baiklah kalau begitu , ini tas bapak ya " .


" Iya terimakasih " .


" Mas tolong nanti di bantu jaga tas bapak ini sebab di dalamnya ada berkas kantor si bapak , jangan sampai hilang loh ya ! " . Nanang berpesan pada perawat laki - laki yang membantu membersihkan luka bapak tersebut .


" Iya mas pasti saya jaga " .


" Makasih , hati - hati jaga baik - baik si bapak , pastikan keluarganya sudah di hubungi " .


perawat yang diajak bicara pun menganggukkan kepalanya , sedangkan bapak korban kecelakaan hanya tersenyum .

__ADS_1


Nanang memandangi mobil yang sudah di beri garis polisi oleh polisi yang entah kapan datangnya .


" Astaga aku kan harus tau keadaan Firma " . Nanang berlari menuju kontrakannya , dia merasa lega karena ternyata lampu kontrakan Firma sudah menyala semua meskipun dia sendiri belum melihat Firma sejak dua hari lalu .


" Tit tit tit tit .. " .


" Astaga .. malah ketiduran di sini , jam berapa ini ? " .


Nanang mengucek matanya yang terasa sangat berat untuk di buka .


" Woy woy woy ... jam 6 gaes , mana belum mandi pula .. ! " .


Sejam kemudian Nanang bersiap berangkat ke kantor sekalipun belum sarapan .


" Mas tanya rumah mbak Firma yang mana ya ? " . Tanya seorang kurir dengan membawa karangan bunga besar .


" Firma siapa mas ? " .


" Cuma Firma aja mas tulisannya " .


" Waduuh di sini ada yang namanya Firma tapi masa iya di kirimi karangan bunga buat orang meninggal gini , coba lihat alamatnya ?? " .


" Ini mas .. " .


" Alamatnya sudah bener sih , gini aja deh mas di taruh di samping rumah saya aja " .


" Saya kasih tahu nih mas , Firma itu lagi hamil kalau tau dapat bunga ginian terus kaget , terus kenapa - kenapa sama kandungannya apa mas nya mau tanggung jawab ?? " .


" Iya juga sih mas , tapi beneran gak ada yang meninggal ya mas ? " .


" Gak ada mas kalau ada pasti rame itu rumahnya " .


" Kalau gitu makasih ya mas saya taruh di sini aja bunganya " .


Nanang menjawab dengan menautkan ibu jari dengan telunjuknya sebagai jawaban OK .


" Issh telat kan jadinya , mana perut laper juga , Yaa Allah kirimkan lah makanan yang enak untuk mengganjal perut yang laper ini .. " .


" Mas Nanang !! " . Seru bu Romlah dari seberang jalan .


" Apa lagi ini Yaa Allah ... banyak banget ujian hari ini " .


" Mas , untung belum berangkat , ini tadi ibu buat nasi kuning banyak , ada 4 kotak kali aja temen mas Nanang ada yang mau juga " .


" Alhamdulillah ... bu Romlah memang jos gandos pokoknya , love u pull bu , matur nuwun " . Nanang mengucap terima kasih sambil mencium tangan kanan bu Romlah .

__ADS_1


" Berangkat dulu ya bu , saya sudah kesiangan tadi bangunnya " .


" Hati - hati mas Nanang jangan ngebut - ngebut ! " .


Begitulah Nanang sangking bahagianya sampai lupa mengucap salam dan berlalu begitu saja .


Setibanya di kantor tempat Nanang bekerja , pintu kantor ramai betul sudah mirip gerbang sekolah yang di tutup karena banyak murid yang telat .


" Apa - apaan ini ngantri kaya gini ? " .


" Mas Nanang lupa ya kalau hari ini di buka peluang untuk bagian cleaning servis sama sekertaris buat pak Agus ? " . Rekan Nanang berbisik di telinga Nanang saat melihatnya datang kesiangan .


" Sebanyak ini yang mendaftar ? " .


" Untuk bagian cleaning servis di butuhkan 24 orang mas " .


" Kok banyak ? " .


" Iya bos kita kan buka lagi tu kantor baru , jadi nanti semuanya di bawa ke sana " .


" OK terus ini semua aku sendirian yang interview termasuk sekertaris buat Agus ? " .


" Saya bisa bantu mas " .


" Baiklah , semuanya di suruh masuk saja nunggu di lorong gudang belakang biar gak kepanasan , di sana kan ada AC dan banyak kursi " .


" Siap mas ! " .


Nanang menyempatkan diri untuk sarapan dulu karena dia tidak bisa konsentrasi bekerja dalam keadaan perut lapar .


" Semuanya sudah beres mas tinggal lanjut interview nya saja , apa perlu di beri waktu setelah jam istirahat ? " .


" Gak usah sebentar lagi sudah selesai kok , saya tadi bangunnya kesiangan belum sempet sarapan jadinya laper banget " .


" Baik mas kalau gitu saya mau input data sebentar sebab sudah di tunggu bos " .


" OK makasih jangan lupa nanti bantuin saya kalau sudah selesai " .


" Iya mas , siap " .


Nanang sudah merasa cukup makannya meskipun belum habis padahal porsi dia makan lumayan banyak biasanya tapi entah kenapa pagi ini dia merasa tidak berselera makan padahal sebelumnya merasa sangat lapar .


" Grubyak !! " .


" Haduh ... kenapa lagi sih nih kaki pake nyamperin tempat sampah , jadi tumpah deh sampahnya untung cuma sampah kertas " . Gerutu Nanang dia merasa hari ini banyak hal yang membuatnya sangat kesal seolah hari ini adalah hari sial .

__ADS_1


" Maaf mas gak sengaja " . Seorang office boy tanpa sengaja menyenggol lengan Nanang dengan sapu yang dia bawa , sebetulnya bukan salah dia yang sudah berjalan di pinggir tapi Nanang nya yang sibuk dengan pikiran hari sialnya .


Tanpa menjawab Nanang masih dengan kesalnya terus berjalan ke ruangan interview . Sesampainya di sana dia semakin merasa kesal betapa tidak yang datang mengikuti interview 58 orang , sedangkan tugas Nanang yang lainnya masih mengantri untuk segera di kerjakan .


__ADS_2