Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 70 Lamaran


__ADS_3

2 bulan kemudian


Tiing !!


Sebuah pesan masuk di ponsel Firma , pagi ini dia masih ingin bermalas - malasan dan belum ingin membuka mata nya .


Tiing !!


Ponsel Firma sudah memberikan tanda bahwa ada pesan yang masuk lagi .


Tangan Firma meraba meja nakas di samping untuk mengambil ponsel nya .


Mata nya membelalak tak percaya yang dia baca .


" Mas Deni ? " . Firma dan Deni sama - sama menyibukkan diri dengan aktifitas masing - masing hingga dua bulan lama nya mereka tidak saling bertemu dan berkomunikasi .


Pesan pertama ,


{ Fir , InsyaAllah besok malam aku datang ke rumah kamu , tolong jangan pergi kemana - mana ya } .


Pesan kedua ,


{ Tenang aja aku tidak sendirian } .


Firma berpikir , " Tumben - tumbenan mas Deni menyebut diri nya dengan sebutan aku " .


Dia melirik jam di dinding , " Huh sudah jam 7 " . Kebiasaan Firma akhir - akhir ini memang tidur lagi setelah sholat subuh .


Usai mandi dan merapikan tempat tidur , Firma berjalan keluar kamar .


" Bulek , Angkasa sudah bangun ? " . Tanya Firma pada bu Siti ART nya .


" Sudah mbak tadi di teras dan sama budhe Retno " .


" Budhe Retno , kapan datang nya bulek ? " .


" Tadi abis subuh sudah nyampe sini mbak , mau bangunin mbak Firma kasian " .


" Bulek apa yang bisa saya bantu ? " . Tanya Firma .


" Mbak Firma duduk saja cukup temani saya ngobrol di sini " .


" Beneran ndak mau di bantu nih , jarang - jarang loh bibi dapat bantuan dari Firma " .


Bu Siti tertawa , " Justru kalau mbak Firma membantu saya kalau hanya diam di situ " .


" Kok bisa bulek ? " .


" Lha kan bulek kerja di sini kalau mbak Firma bantu saya nanti gimana saya bayar mbak Firma ? " .


" Hahahaha .. ada - ada aja " . Mereka berdua tertawa di dapur yang mengundang bu Retno untuk segera masuk ke dalam rumah ikut dengan asyiknya obrolan Firma dan bu Siti .


" Aduh ... budhe ketinggalan nih " . Bu Retno menarik kursi meja makan di sebelah Firma .


Firma menjabat tangan bu Retno , " Maaf ngge budhe Firma baru bangun " .

__ADS_1


Bu Retno tersenyum , " Kamu sehat nduk ? " .


" Alhamdulillah sehat budhe terlebih sejak ada bulek Siti yang juga rawat Firma dan Angkasa di sini " .


" Mbak Firma bisa aja , lha tugas saya kan memang gini mbak " . Sela bu Siti .


" Budhe di antar siapa ke sini , kok ya ndak bilang - bilang biar saya bisa belanja buat masak besar " .


" Budhe kangen kamu nduk maka nya dari pada ndak bisa tidur ya budhe minta tolong anak budhe buat ngantar ke sini " .


" Budhe apa ndak capek " .


" Ya ndak lah kan budhe tinggal duduk aja kalau ngantuk ya tidur " .


Mereka bertiga bersenda gurau membicarakan apapun yang bosa menghibur hati mereka .


Firma merasa bahagia karena di kelilingi orang - orang yang baik dan selalu menyayanginya .


Keesokan harinya ...


Sesampai nya di rumah Firma melihat ada meja - meja besar tertata rapi di taman bunga nya , taman nya memang tidak luas tapi karena yang menata seperti nya sudah ahli di bidang nya jadi taman bunga kecil nya tampak luas dan indah


Perasaan Firma makin tidak karuan , di tambah dengan hadir nya pak Jaja dan istri nya , serta anak dan menantu ART buyang pernah membantu merapikan taman bunga Firma .


" Eeeh calon pengantin sudah datang tho ' . Budhe memegang pipi Firma


" Eh budhe apaan tho , calon pengantin apa ? " .


" Ceileeee .. kura - kura dalam perahu , malah pura - pura tidak tahu , Ayo kita siap - siap untuk menyambut calon pengantin mu nanti malam " .


Firma merasa ini tidak baik sekalipun Deni memiliki tujuan yang baik seharusnya dia menanyakan dulu pada Firma tentang keinginan nya .


Firma menghempaskan napas nya dengan kasar .


" Memangnya mas Deni bawa rombongan ya budhe maen ke sini nya ? " .


" Ya jelas tho nduk kamu itu kayak ndak pernah di lamar aja " .


Perasaan Firma sangat kalut , persiapan yang di lakukan budhe nya tidak mungkin di batalkan begitu saja . Jalan satu - satu nya dia harus meminta pertanggung jawaban Deni .


Dengan sekuat hati Firma mencoba menghubungi Deni , dia menarik napas dalam - dalam sampai akhirnya terdengar suara Deni di seberang .


" Assalamu'alaikum Fir " .


Firma hanya bisa terdiam cukup lama .


" Halo Fir , Firma ? .. halo ada apa Fir , kenapa kami diam aja ? " .


" Ha .. halo mas " . Firma menjawab dengan tergagap .


" Jawab dulu dong salam nya " .


Karena debaran hati nya dan kurang fokus pikiran nya Firma sampai lupa menjawab salam yang di ucapkan Deni di awal telepon tadi .


" Wa'alaikum salam mas , maaf " .

__ADS_1


" Nah gitu dong ada baik nya kita saling mendoakan " .


" Mas .. " .


" Ya Fir ? " .


Firma masih terdiam lama .


" Apa betul mas Deni akan melamar saya nanti malam ? " .


" Fir , apa kamu keberatan ? , aku ini sudah menahan diri untuk tidak terlalu memperhatikan mu tapi aku laki - laki normal . Aku tidak bisa lagi terus - terusan gelisah jadi aku harus memiliki mu Fir " .


" Kenapa dadakan mas , kenapa tidak diskusi dengan saya dulu ? " .


" Firma tolong lah tetap diam lah di sana , biar kan aku yang mengejar mu dan ini lah salah satu nya cara ku mengejar mu . Apa kamu keberatan ? " .


Firma semakin merasa bimbang , di satu sisi dia senang ada laki - laki baik melamar nya , di sisi lain dia takut dengan status nya yang akan di gunjing orang lain .


" Saya.. saya yang harus nya bertanya pada mu mas , Apa mas Deni ndak keberatan dengan status saya ? " .


" Kenapa harus keberatan , kecuali status kamu masih menjadi istri orang barulah aku keberatan dan ndak mungkin melamar mu " .


" Tapi mas .. " .


" Terus kalau kamu dengan status yang sekarang aku haram menikahi mu ? . Apalagi kamu dengan status itu sudah melewati masa iddah bahkan sudah setahun " .


" Bukan gitu mas .. " .


" Tolong Fir jangan tolak aku , aku memang egois aku tidak menerima penolakan dari mu " .


Firma masih terdiam dia bingung harus menjawab apa .


' Apapun mau kamu akan aku turuti , kamu mau pernikahan yang bagaimana ? " .


" Saya mau yang sederhana saja mas yang di hadiri kerabat dekat " .


" Baiklah siap , aku pasti turuti mau kamu , tapi Fir .. "


" Apa mas ? " .


" Sampai kapan kamu membatasi diri dengan saya bukan aku ? " .


" Saya eh aku akan membiasakan diri " .


" Terima kasih banyak ya Fir terus lah dengan posisi mu biarkan aku yang mendekat , jangan pernah tinggalkan aku " . Ucap Deni sebelum panggilan di akhiri .


" Budhe .. ' . Firma mencari bu Retno di kamar nya tapi tidak ada , di dapur juga tidak ada .


" Nah ini calon pengantin nya , nduk budhe audah siapkan jasa perawatan tubuh dan wajah kamu jadi ndak perlu keluar rumah , untuk MUA nya nanti sore sudah ke sini " .


" Budhe ngagetin , tapi ini jam 10 pagi budhe " .


" Ya ndak papa tho nduk biar lama juga perawatan kamu , kalau mau tidur juga kan ndak masalah " . Bu Retno mengedipkan mata pada dua perempuan muda di samping nya .


" Budhe , saya belum memberitahu dan meminta restu bapak ibu " .

__ADS_1


" Tenang saja Deni dan keluarganya sudah lebih dulu meminta restu mereka , nanti mereka juga pasti hadir , orang tua kamu kesini sekalian membawa kue - kue yang mereka pesan " .


__ADS_2