Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 43 Membawa Laki - Laki Ke Rumah


__ADS_3

" Ya nama nya kalau sesuatu di dapat dari yang tidak halal pasti ndak akan berkah toh nduk " .


" Tapi saya rasanya masih belum percaya kalau rumah tangga saya ternyata ndak dapat restu ibu mertua " .


" Rina itu juga bukan anak biologis dek Samiun , semua saudara banyak yang tau " .


" Anak angkat gitu budhe " .


" Bukan melainkan anak dek Imah dengan salah satu pamong desa , dulu pernah di gugurkan tapi kuasaNya Gusti Allah nduk anak itu di biarkan tetap hidup dan untung nya sehat wal afiat " .


" Saya ndak menyangka nya budhe kalau ibu mertua saya bisa melakukan itu " .


" Ya begitu lah nduk hidup ada saja cerita nya yang penting kamu hati - hati , oya budhe baru ingat sebetul nya apa yang membuat mu pingsan kemarin , apa kamu melihat sesuatu yang menakutkan ? " .


" Sebentar budhe saya coba mengingat nya dulu " . Sembari mengingat - ingat mata Firma tidak sengaja melihat foto yang familiar bagi nya . Dia terkejut kenapa ada foto orang itu di rumah bu Retno .


" Budhe kemarin waktu semua ke makam mengantar jenazah mbah , saya dengar ada suara di dalam rumah , tentu mengundang rasa penasaran saya yang akhirnya membuat saya mendengar sesuatu , di aana saya melihat ada ibu mertua saya dengan perempuan lebih tua dari saya " .


" Apa yang mereka katakan nduk ? " .


Kalau gitu kamu masuk dan ambil sekarang , gak akan ada yang menyadarinya asal kita segera bergerak ! . " Itu yang ibu nya mas Agus ucapkan budhe , setelah nya saya ndak tau saya pilih kembali ke ruang tamu sebab takut ketauan " . Firma menceritakan yang dia ingat .


" Kalung seperti yang kamu pake memang ada dua nduk hanya beda bentuk saja , yang satu nya di pegang almarhum mbah kalian yang meninggal kemarin , tapi budhe juga belum tau kalung nya di amanah kan ke siapa " .


" Nduk ingat pesan budhe jangan pernah lepas kalung itu , sebab kalung itu yang bisa menjaga mu termasuk anak mu Angkasa " . Bu Retno mengulang kembali kekhawatiran nya .


" Ngge budhe mudah - mudahan saya ndak pernah lepas kalung ini " .


" Dek Imah termasuk orang yang bisa menghalalkan segala cara , budhe harap kamu selalu waspada , salah satu korban nya adalah Agus " .


" Tapi mas Agus kan anak nya sendiri budhe ? " .


" Betul tapi Agus bukanlah anak yang di harapkan lahir , dia sangat membenci Agus saat dia lahir , karena Agus di anggap penyebab dirinya ndak bisa cerai dengan suami nya " .


" Maaf budhe kenapa harus cerai ? " .


" Alasan salah satunya ya ndak bisa nafkahi itu nduk " .


" Tapi bapak kan kerja budhe ? " .


" Ndak tau nduk budhe sendiri juga bingung , tapi budhe lega sudah memberitahu mu , selama Agus masih di pengaruhi ibu nya , selama itu juga Agus hanya akan ikuti apa kata ibu nya " .


" Tapi mas Agus kan punya anak istri budhe masa begitu terus ? " .


" Kalau pengaruh itu belum hilang ya begitu terus nduk , sekarang keputusan ada di kamu itu saja " .

__ADS_1


" Orang tua saya akan malu budhe kalau saya bercerai " .


" Budhe hanya bisa mendoakan mu saja nduk " .


" Budhe maaf saya pulang dulu ya , nanti sore mas Agus ajak kami balik ke Surabaya , besok malam dia ada lembur kerja katanya " .


" Biar di antar saja ya nduk , itu anak mu juga masih tidur " .


" Ndak usah budhe matur nuwun saya jalan aja sambil liat - liat kebun " .


" Ya udah tapi ingat pesan budhe ya nduk , satu lagi jangan sampai kalung itu di ambil ibu mertua kamu " .


" Ngge budhe matur nuwun " .


Di jalan menuju rumah mertua nya ada banyak rumah berderet dan beberapa nya ada penghuninya yang sedang beraktifitas di depan rumah , mereka semua di sapa nya oleh Firma .


" Monggo mbah ... " . Sapa Firma .


" Monggo monggo nduk dari mana ? " . Jawab yang di sapa .


" Dari rumah budhe Retno mbah , ini mau pulang " .


" Sampean anak nya siapa tho nduk mbah kok gak pernah lihat ? " .


" Agus anak nya siapa nduk ? " .


" Anak nya pak Samiun , bu Imah " .


" Walah nduk kok eman sampean jadi menantu mereka " .


" Maaf mbah kenapa ? "


" Mbah lihat sampean itu orang baik tapi kok jadi menantu mereka " .


" Sudah jodoh saya mbah , maaf mbah saya pulang dulu takut di cari , tadi kelamaan main di rumah budhe Retno " .


" Monggo nduk ati - ati ! " .


" Ngge mbah " . Firma pun berlalu sembari mengusap kepala anak nya yang masih tertidur pulas .


Sesampai nya di rumah terdengar suara tertawa bu Imah dan saudara yang lain , " Seperti nya ada tamu " . Firma bertanya dalam hati .


" Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam " .

__ADS_1


" Kamu dari mana kok baru pulang , Agus juga gitu keluar dari tadi mau di suruh aja kok hilang juga " .


" Saya tadi maen ke rumah budhe Retno bu , ini di bawain kue nagasari , tadi belajar buat ini bu " . sambil menunjukkan kue yang dia bawa , untung nya dia berpikir dengan cepat .


" Oya Fir kenalin ini pacar nya Rina " .


Laki - laki yang di tunjuk ibu mengulur kan tangan nya dan Firma pun menyambut baik .


" Sudah mbak jangan lama - lama jabat tangan nya , ini calon suami aku loh mbak , nanti juga jadi adik ipar mbak " . Rina terdengar agak sewot , sedangkan laki - laki itu tersenyum pada Firma dan seperti memiliki niat yang di sembunyikan .


" Oya ibu tadi belum selesai tanya , kalian kenal di mana ? " . Tanya ibu melanjut kan obrolan mereka .


" Di bis bu seminggu lalu " . Jawab laki - laki itu .


" Oo .. terus kapan orang tua kamu akan ke sini melamar ? " . Tanya bu Imah yang mengejutkan laki - laki itu .


" Nan nanti bu saya akan tanya kan dulu ke pakde saya sebab saya sudah tidak punya bapak hanya tinggal ibu saya saja " .


" Alamat rumah mu bener di tetangga sebelah ? " .


" Iya bu , itu di gang depan dekat jalan raya itu juga rumah budhe saya " .


" Oo gitu ya , ya sudah ibu mau ke kondangan dulu , Fir sudah kamu telepon Agus ? " .


" Sudah bu pulang nanti jam 4 baru nyampe rumah , dia di rumah temen nya jauh katanya " .


" Sekarang aja masih jam 2 , ya sudah ibu mau berangkat sama bulek mu saja kalau gitu , Rin ajak makan itu mas mu ! " .


" Iya nanti mau beli mie ayam di luar kok bu , boleh keluar ya ? " . Jawab Rina .


" Iya tapi jangan malam - malam pulang nya " .


Sepeninggal bu Imah , Firma bergegas masuk ke kamar menidurkan anak nya entah berapa lama dia tertidur samar - samar dia mendengar suara orang ber bisik - bisik .


Sesaat kemudian Firma teringat kalau di rumah tidak ada orang , dia takut ada orang jahat yang masuk ke dalam rumah . " Mmmm ... ! " . Suara itu terdengar lagi . Firma menajamkan telinga nya , suara itu semakin keras .


" Ganti posisi yank ! " . Suara laki - laki mengomando seseorang .


" Eeenak banget yank , lebih cepat lagi keburu ibu pulang ! " . Bisik suara perempuan tapi tetap masih bisa di dengar oleh Firma .


Suara mereka saling bersahut - sahutan , Firma berjalan pelan - pelan keluar kamar menuju asal suara . Di kamar paling belakang tepat nya kamar di pintu lima , Firma menyaksikan secara langsung Rina adik ipar nya bergumul dengan laki - laki yang di sebut nya calon suami tadi .


Tampak di hadapan nya Rina begitu mendominasi setiap gerakan bahkan bisa di sebut sudah profesional melakukan nya .


" Astaghfirullah dek ! " . Firma berteriak pada mereka berdua , bukan nya berhenti Firma justru semakin mempercepat gerakan nya di atas tubuh laki - laki itu " .

__ADS_1


__ADS_2