
" Ya nama nya kalau sesuatu di dapat dari yang tidak halal pasti ndak akan berkah toh nduk " .
" Tapi saya rasanya masih belum percaya kalau rumah tangga saya ternyata ndak dapat restu ibu mertua " .
" Rina itu juga bukan anak biologis dek Samiun , semua saudara banyak yang tau " .
" Anak angkat gitu budhe " .
" Bukan melainkan anak dek Imah dengan salah satu pamong desa , dulu pernah di gugurkan tapi kuasaNya Gusti Allah nduk anak itu di biarkan tetap hidup dan untung nya sehat wal afiat " .
" Saya ndak menyangka nya budhe kalau ibu mertua saya bisa melakukan itu " .
" Ya begitu lah nduk hidup ada saja cerita nya yang penting kamu hati - hati , oya budhe baru ingat sebetul nya apa yang membuat mu pingsan kemarin , apa kamu melihat sesuatu yang menakutkan ? " .
" Sebentar budhe saya coba mengingat nya dulu " . Sembari mengingat - ingat mata Firma tidak sengaja melihat foto yang familiar bagi nya . Dia terkejut kenapa ada foto orang itu di rumah bu Retno .
" Budhe kemarin waktu semua ke makam mengantar jenazah mbah , saya dengar ada suara di dalam rumah , tentu mengundang rasa penasaran saya yang akhirnya membuat saya mendengar sesuatu , di aana saya melihat ada ibu mertua saya dengan perempuan lebih tua dari saya " .
" Apa yang mereka katakan nduk ? " .
Kalau gitu kamu masuk dan ambil sekarang , gak akan ada yang menyadarinya asal kita segera bergerak ! . " Itu yang ibu nya mas Agus ucapkan budhe , setelah nya saya ndak tau saya pilih kembali ke ruang tamu sebab takut ketauan " . Firma menceritakan yang dia ingat .
" Kalung seperti yang kamu pake memang ada dua nduk hanya beda bentuk saja , yang satu nya di pegang almarhum mbah kalian yang meninggal kemarin , tapi budhe juga belum tau kalung nya di amanah kan ke siapa " .
" Nduk ingat pesan budhe jangan pernah lepas kalung itu , sebab kalung itu yang bisa menjaga mu termasuk anak mu Angkasa " . Bu Retno mengulang kembali kekhawatiran nya .
" Ngge budhe mudah - mudahan saya ndak pernah lepas kalung ini " .
" Dek Imah termasuk orang yang bisa menghalalkan segala cara , budhe harap kamu selalu waspada , salah satu korban nya adalah Agus " .
" Tapi mas Agus kan anak nya sendiri budhe ? " .
" Betul tapi Agus bukanlah anak yang di harapkan lahir , dia sangat membenci Agus saat dia lahir , karena Agus di anggap penyebab dirinya ndak bisa cerai dengan suami nya " .
" Maaf budhe kenapa harus cerai ? " .
" Alasan salah satunya ya ndak bisa nafkahi itu nduk " .
" Tapi bapak kan kerja budhe ? " .
" Ndak tau nduk budhe sendiri juga bingung , tapi budhe lega sudah memberitahu mu , selama Agus masih di pengaruhi ibu nya , selama itu juga Agus hanya akan ikuti apa kata ibu nya " .
" Tapi mas Agus kan punya anak istri budhe masa begitu terus ? " .
" Kalau pengaruh itu belum hilang ya begitu terus nduk , sekarang keputusan ada di kamu itu saja " .
__ADS_1
" Orang tua saya akan malu budhe kalau saya bercerai " .
" Budhe hanya bisa mendoakan mu saja nduk " .
" Budhe maaf saya pulang dulu ya , nanti sore mas Agus ajak kami balik ke Surabaya , besok malam dia ada lembur kerja katanya " .
" Biar di antar saja ya nduk , itu anak mu juga masih tidur " .
" Ndak usah budhe matur nuwun saya jalan aja sambil liat - liat kebun " .
" Ya udah tapi ingat pesan budhe ya nduk , satu lagi jangan sampai kalung itu di ambil ibu mertua kamu " .
" Ngge budhe matur nuwun " .
Di jalan menuju rumah mertua nya ada banyak rumah berderet dan beberapa nya ada penghuninya yang sedang beraktifitas di depan rumah , mereka semua di sapa nya oleh Firma .
" Monggo mbah ... " . Sapa Firma .
" Monggo monggo nduk dari mana ? " . Jawab yang di sapa .
" Dari rumah budhe Retno mbah , ini mau pulang " .
" Sampean anak nya siapa tho nduk mbah kok gak pernah lihat ? " .
" Agus anak nya siapa nduk ? " .
" Anak nya pak Samiun , bu Imah " .
" Walah nduk kok eman sampean jadi menantu mereka " .
" Maaf mbah kenapa ? "
" Mbah lihat sampean itu orang baik tapi kok jadi menantu mereka " .
" Sudah jodoh saya mbah , maaf mbah saya pulang dulu takut di cari , tadi kelamaan main di rumah budhe Retno " .
" Monggo nduk ati - ati ! " .
" Ngge mbah " . Firma pun berlalu sembari mengusap kepala anak nya yang masih tertidur pulas .
Sesampai nya di rumah terdengar suara tertawa bu Imah dan saudara yang lain , " Seperti nya ada tamu " . Firma bertanya dalam hati .
" Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam " .
__ADS_1
" Kamu dari mana kok baru pulang , Agus juga gitu keluar dari tadi mau di suruh aja kok hilang juga " .
" Saya tadi maen ke rumah budhe Retno bu , ini di bawain kue nagasari , tadi belajar buat ini bu " . sambil menunjukkan kue yang dia bawa , untung nya dia berpikir dengan cepat .
" Oya Fir kenalin ini pacar nya Rina " .
Laki - laki yang di tunjuk ibu mengulur kan tangan nya dan Firma pun menyambut baik .
" Sudah mbak jangan lama - lama jabat tangan nya , ini calon suami aku loh mbak , nanti juga jadi adik ipar mbak " . Rina terdengar agak sewot , sedangkan laki - laki itu tersenyum pada Firma dan seperti memiliki niat yang di sembunyikan .
" Oya ibu tadi belum selesai tanya , kalian kenal di mana ? " . Tanya ibu melanjut kan obrolan mereka .
" Di bis bu seminggu lalu " . Jawab laki - laki itu .
" Oo .. terus kapan orang tua kamu akan ke sini melamar ? " . Tanya bu Imah yang mengejutkan laki - laki itu .
" Nan nanti bu saya akan tanya kan dulu ke pakde saya sebab saya sudah tidak punya bapak hanya tinggal ibu saya saja " .
" Alamat rumah mu bener di tetangga sebelah ? " .
" Iya bu , itu di gang depan dekat jalan raya itu juga rumah budhe saya " .
" Oo gitu ya , ya sudah ibu mau ke kondangan dulu , Fir sudah kamu telepon Agus ? " .
" Sudah bu pulang nanti jam 4 baru nyampe rumah , dia di rumah temen nya jauh katanya " .
" Sekarang aja masih jam 2 , ya sudah ibu mau berangkat sama bulek mu saja kalau gitu , Rin ajak makan itu mas mu ! " .
" Iya nanti mau beli mie ayam di luar kok bu , boleh keluar ya ? " . Jawab Rina .
" Iya tapi jangan malam - malam pulang nya " .
Sepeninggal bu Imah , Firma bergegas masuk ke kamar menidurkan anak nya entah berapa lama dia tertidur samar - samar dia mendengar suara orang ber bisik - bisik .
Sesaat kemudian Firma teringat kalau di rumah tidak ada orang , dia takut ada orang jahat yang masuk ke dalam rumah . " Mmmm ... ! " . Suara itu terdengar lagi . Firma menajamkan telinga nya , suara itu semakin keras .
" Ganti posisi yank ! " . Suara laki - laki mengomando seseorang .
" Eeenak banget yank , lebih cepat lagi keburu ibu pulang ! " . Bisik suara perempuan tapi tetap masih bisa di dengar oleh Firma .
Suara mereka saling bersahut - sahutan , Firma berjalan pelan - pelan keluar kamar menuju asal suara . Di kamar paling belakang tepat nya kamar di pintu lima , Firma menyaksikan secara langsung Rina adik ipar nya bergumul dengan laki - laki yang di sebut nya calon suami tadi .
Tampak di hadapan nya Rina begitu mendominasi setiap gerakan bahkan bisa di sebut sudah profesional melakukan nya .
" Astaghfirullah dek ! " . Firma berteriak pada mereka berdua , bukan nya berhenti Firma justru semakin mempercepat gerakan nya di atas tubuh laki - laki itu " .
__ADS_1