
Jam 4 sore hujan turun sangat deras padahal ini bukanlah musim hujan , Firma segera menutup kios sebelum hempasan air hujan karena angin semakin mengenai buku - buku yang tanpa sampul plastik .
" Kepalaku kok sakit banget , hujan kapan berhentinya kalau deras begini .. ? " . Firma bergumam sendiri sambil memijat kepalanya sendiri yang dirasa pusing .
Jam 8 malam akhirnya Firma bisa pulang ke rumah kontrakannya , sesampainya yang dia saksikan sungguh memilukan hatinya . Suami yang sudah seharusnya memperhatikannya , menanyakan keberadaannya sebab belum pulang dari jam biasanya sama sekali tak berusaha menghubunginya bahkan saat ini justru asyik menonton televisi sambil menghubungi seseorang yang sudah bisa di duga kalau itu Liya masa lalu Agus yang muncul kembali setelah mendengar Agus telah menikah .
" Perempuan itu kenapa dulu memilih menikah dengan laki - laki lain kalau sekarang malah berniat merusak rumah tangga laki - laki yang dulu sudah ditinggalkannya " . Firma membatin , dia tak punya keberanian untuk memprotes dihadapan suaminya .
Sejak dia tiba di rumah sampai Firma bangun tengah malam , sepertinya Agus memang belum mematikan sambungan teleponnya . Firma merasa hubungan Liya dengan suaminya bukanlah hubungan biasa yang mengatasnamakan pertemanan .
" Brakkk !!! "
Agus yang tadinya cuek akhirnya bergegas menuju sumber suara . Di Sana dijumpainya Firma terbaring di dapur di depan lemari es . Agus panik sampai tidak sadar melempar ponselnya ke sembarang arah padahal masih terhubung dengan Liya sejak sore yang memang belum terputus .
Agus keluar rumah berusaha mencari siapapun yang lampu dalam rumahnya masih menyala , akhirnya dia menemukan satu rumah yang sepertinya penghuninya belum tidur .
" Assalamu'alaikum .. Assalamu'alaikum . "
" Wa'alaikum salam .. " . Jawab seorang bapak dari dalam rumah .
" Mas siapa mau mencari siapa ? " . Tanyanya .
" Maaf pak apa ada yang bisa menolong istri saya , dia tiba - tiba pingsan " . Agus menjelaskan dengan nafas yang tersengal - sengal karena capek berlari - lari .
" Kebetulan anak saya seorang bidan biar anak saya yang membantu , sebentar saya panggilkan dulu , dia juga baru pulang "
" Syukurlah .. Terimakasih pak ! ” .
" Ini mas anak saya , mari saya temani juga biar tidak ada fitnah , kali saja tenaga saya juga dibutuhkan nanti " .
" iya pak silahkan .. " .
" Nama mas siapa kok bapak baru lihat ? " .
" Saya Agus pak , saya warga baru yang tinggal di rumah kontrakan bu Romlah " .
Bapak dan anak tersebut hanya saling berpandangan dan menganggukkan kepalanya .
" Maaf mas , istri mas Agus pingsan karena kecapekan mungkin kelelahan bekerja , yang kedua selamat mas sebentar lagi akan jadi seorang ayah " . Ujar anak si bapak yang berprofesi sebagai bidan di rumah sakit umum itu .
__ADS_1
Agus terperangah tidak percaya kalau dia akan memiliki anak secepat itu . Bagaimana mungkin dia segera punya anak dari Firma kalau hatinya saja masih mengarah ke Liya bukan Firma .
" Mas kok melamun , ini kami mau pulang , istrinya dijaga baik - baik mas kandungannya .. ! " . Si bapak mengejutkan Agus yang masih bingung .
" I.. Iya pak pasti saya jaga " .
" Baiklah kami pulang dulu mas , jangan lupa pintu dan jendela dikunci , di desa ini kurang aman kalau malam ! " .
" Terimakasih pak , mbak sudah menolong istri saya " .
Bapak dan anak itu mengangguk hampir berbarengan kemudian melangkah keluar rumah kontrakan Agus untuk segera pulang karena memang sudah sangat larut malam .
Agus memperhatikan wajah istrinya , dia baru sadari kalau istrinya terlihat lebih kurus dibanding saat dia menikahinya . Firma yang masih pulas tertidur sejak sadar dari pingsannya memang tampak sangat lelah , bukan hanya wajahnya yang pucat tapi bibir dan jari - jari tangannya juga terlihat pucat , dia kecapekan juga kedinginan secara bersamaan .
" Kenapa kamu hamil Fir , aku belum siap punya anak denganmu , saat ini aku hanya ingin menikmati hubunganku dengan Liya yang dulu sempat terputus " . Agus berbicara lirih tapi ternyata telah didengar Firma yang kebetulan sudah terbangun dari tidur pulasnya karena ingin ke kamar mandi buang air kecil .
Firma tetap bangun dan berpura - pura tidak mendengar ucapan Agus tadi . Agus gelagapan dan merasa takut Firma mendengarnya , dia memperhatikan istrinya itu berjalan keluar kamar menuju arah dapur yang memang ada kamar mandi di sana .
°°°°°°°
" Kamu kenapa mondar - mandir di depanku bikin pusing yang lihat aja " . Agus menggerutu pada Nanang yang sudah persis setrikaan kelakuannya .
" Jangan protes aku lagi galau !! " .
" Eh .. Bos !! Firma apa kabar ? " .
" Ngapain tanya - tanya istriku ? " .
" Yaelah .. Cuman nanya , gitu aja bales sewot " .
" Gak penting !! " .
" Ya Udah aku lihat sendiri nanti di tempat kerjanya " .
" Mo ngapain ??! " .
" Mau cari tahu lah Firma baik - baik saja , makin cantik apa makin gak terurus sama kamu ? " .
" Maksudmu ?? " .
__ADS_1
" Kamu pikir aku gak tahu kalau kamu sering telponan sama mantanmu itu ? " .
" Bukan urusanmu !! " .
" Tentu jadi urusanku sekarang sebab kamu diam - diam berkhianat pada Firma yang sudah jelas dialah istri sah mu ! " .
Agus yang tadinya melotot pada Nanang pun seketika menghindarkan pandangannya ke arah lain mendengar kalimat Nanang .
Sebaliknya Nanang semakin memperhatikan Agus yang mulai semakin terbaca sifat aslinya .
" Jangan menyesal kalau Firma sampai terlepas darimu ! " . Nanang sengaja menekankan kalimatnya dengan mendekat di telinga Agus . Nanang sendiri tidak tahu kenapa dia sangat emosi pada Agus yang sudah bermain api dibelakang Firma , padahal dia tidak mengenal Firma secara utuh .
Dia hanya mengenal Firma sebatas tahu bahwa Firma adalah istri dari Agus sahabatnya , tapi entahlah rasa emosi dalam dadanya begitu besar saat tahu Firma di selingkuhi oleh Agus secara terang - terangan bahkan Agus pun tega memberi uang belanja yang sangat minim pada Firma hingga membuat Firma harus mencari uang untuk mencukupi kebutuhan pribadinya .
Pembantu yang bekerja paruh waktu l saja masih mendapatkan uang gajinya , sedangkan Firma yang dari gelap sampai gelap lagi masih harus melayani Agus dengan cuma - cuma .
Nanang juga sering mendengar Firma diperintahkan ini dan itu oleh Agus saat menelepon dirinya .
" Di gaji enggak , seenaknya sendiri memperlakukan istrinya , sekarang malah selingkuh pula " . Nanang berbicara sendiri sambil memukul pintu ruang kerjanya sampai bergetar .
Dia tidak sampai hati mengetahui Firma yang lugu itu menjadi istri Agus dan diperlakukan buruk , merasa kesal dan marah campur aduk jadi satu . Padahal kalau di pikir saudara bukan teman juga bukan , entahlah ada rasa yang beda dalam diri Nanang saat ini . Ingin rasanya dia menghajar Agus yang terlihat merasa tidak bersalah dengan apa yang dilakukannya .
Untuk menghilangkan rasa kesalnya dia memilih berjalan keluar kantor menuju area parkir dan men starter motornya . Untung saja Nanang memiliki predikat yang bagus di kantornya jadi kalaupun dia mendadak pulang lebih awal sudah pasti atasannya memberikan ijin apalagi jika di rumah Nanang juga sering kerja online yang sudah jelas meringankan beban tugas atasannya .
Mata Nanang melihat pada seseorang yang sedang menyapu teras terlihat tampak kurus , pucat dan sepertinya sakit . Ada gurat kesedihan pada wajah perempuan itu , yaa ... Nanang memperhatikan Firma dari kejauhan . Awalnya dia mencari di tempat kerja Firma tapi yang berjaga di kios adalah seorang laki - laki .
Dia melajukan motornya yang tanpa dia sadari justru mengarah ke rumah kontrakan Agus dan Firma . Nanang terus memperhatikannya sampai akhirnya ada yang menepuk bahunya pelan , " Cari kontrakan ya mas ? " . Bu Romlah menegur Nanang .
" Sa saya ... i iya bu apa masih ada yang kosong ya bu ? " . Nanang tergagap hingga kalimat itu yang terlontar .
" Ada mas , tapi bukan di sini kalau di sini cuma ada satu yang paling besar yang di huni neng yang itu ada dua kamar " . Bu Romlah menunjuk ke arah Firma .
" Memangnya kontrakan yang lain dimana bu ? " .
" Itu di seberangnya tapi kamarnya cuma satu mas , kalau masnya mau biar saya bersihkan dulu " .
" Saya mau bu , nanti malam saya tempati bisa bu ? " .
" Waaah siap mas saya bersihkan sekarang , yang rumah hijau di pojokan sana itu rumah saya , mas kesana saja nanti jangan lupa bawa fotocopy kartu keluarga dan ktp ya , biar saya bisa beri laporan ke pak RT " . Bu Romlah menjelaskan .
__ADS_1
" OK bu malam nanti saya tempati ya ... ?" .
" Siap mas ! " .