
Aku menatap wajah budhe Retno yang nampak bingung , " Nduk kamu yakin mau ngasih 10 juta ke Lusi ? " .
" Ngge budhe " .
" Tapi uang itu terlalu banyak nduk apa ndak sebaiknya di sedekahin aja ke masjid daripada buat dia ? " .
Aku menghirup napas panjang dan kemudian menghempaskannya . " Budhe uang ini sudah setara sama sandiwara nya Lusi selama ini " .
" Maksud nya nduk ? " . Budhe Retno masih bingung dengan yang akan akublakukan .
" Itu hadiah untuk nya budhe , Firma tau kalau Lusi ndak akan menyerah dia pasti akan terus meminta dengan yang di anggap hak nya , budhe .. Budhe tenang aja ya nanti budhe akan paham sendiri dengan yang Firma mqksudkan " .
" Kamu menyimpan dendam pada nya nduk ? " .
" Mboten budhe , ini hanya cara Firma mencari hiburan " .
" Hiburan ? , haduh nduk budhe ini sudah tua sudah ndak mampu maen tebak - tebakan " . Budhe Retno menggelengkan kepalanya .
Pola pikir manusia memang tidak bisa di sama rata kan , dengan aku memberi Lusi uang 10 juta karena aku punya pemikiran yang beda dengan yang orang lain pikirkan .
" Mana bu uang nya ? " . Ponsel ku bergetar tanda ada pesan masuk .
" Kamu ke sini aja Lus " . Balas ku
" Apa bu Firma berniat menjebak ku ? '' .
" Ya sudah kalau kamu menolak nya , masih banyak yang mau nerima " . Aku sengaja mempermainkan Lusi , Aku tahu kalau Lusi tidak mungkin melepaskan uang 10 juta ini .
°°°°°°°
TRAGEDI USG
Agus dan Lusi mendatangi dokter kandungan di klinik keluarga Boy untuk memeriksakan kandungan Lusi .
Mereka melakukan observasi dulu dengan perawat sebelum menunggu giliran di panggil oleh dokter kandungan .
" Kamu senang dek ? " . Tanya Agus yang melihat Lusi sedari tadi tersenyum .
" Yaa mudah - mudahan saja anakku terlahir sehat sebab aku kurang istiraht mas bahkan malam pun masih harua penuhi kemauan ibu mu yang suka nyuruh - nyuruh itu . Masih mending ikut bu Firma , kerjaanku cuma masak dan bersih - bersih itu juga aku dapat gajian dan selalu pegang uang sedangkan di rumah ibu mu aku gak dapatkan apa - apa " .
" Yang sabar ya dek kita sedang di uji " .
" Bukan di uji mas tapi sengaja di bikin hidup susah " .
Saat mereka melihat - lihat brosur pintu masuk dokter kandungan terbuka .
" Itu kan Agus suami Firma tapi siapa perempuan di sebelah nya ? " . Boy keluar dari pintu nasuk dokter . Keluarga Boy adalah pemilik klinik yang Agus dan Lusi datangi , Boy baru saja mengunjungi kakak perempuannya .
" Mas Agus ? " .
" Eh Boy , kamu di sini ? " . Jawab Agus yang di iringi senyuman Lusi yang ingin menunjukkan senyum termanis nya .
" Iya saya antar kakak saya tadi , mas Agus sendiri ? " .
__ADS_1
" Eh anu , ini saya antar juga " .
Lusi menarik tangannya dari lengan Agus dan mengulurkan nya pada Boy untuk berjabat tangan .
" Kenalkan saya istri mas Agus , kami di sini untuk melihat bayi kami " . Lusi dengan lancarnya memperkenalkan diri pada Boy .
Boy hanya menganggukkan kepala nya , " Oh ya mas , Firma apa kabar nya ? " . Tanya Boy kemudian .
" Fi Firma .. " . Agus terbata - bata menjawabnya .
" Oh dia sudah cerai sama mas Agus , ya karena dia gak mau hamil lagi maka nya di ceraikan oleh mas Agus " . Lusi memberi jawaban seolah tanpa beban .
" Oh begitu ya , terima kasih oh ya mas Agus berarti saya punya kesempatan dongbuntuk dekati Firma ? " . Boy menyunggingkan senyum penuh kemenangan .
" Kenapa dekati dia yang lebih tua dari ku ? " . Lusi tidak terima jika Boy yang dari penampilan tampak rapi dan tentu nya berduit mendekati Firma , dia iri dengan Firma kenapa semua laki - laki kaya mendekatinya .
Agus dan Boy sama - sama terkejut dengan jawaban Lusi . Tapi Boy tidak bisa menjawab lagi sebab nama Lusi sudah di panggil masuk di ruangan kakak nya yang telah menjadi dokter kandungan .
" Pak Agus , siapa ini yang di antar ? " . Tanya dokter kandungan yang juga sudah kenal dengan Agus .
" Iya dok , kenalkan ini Lusi istri kedua saya " .
Dokter kandungan mengernyitkan kening nya . " Kalian sudah berapa lama menikah ? " .
" Sudah hampir setahun dok , Alhamdulillah langsung hamil " .
" Istri pak Agus akan USG kan , silahkan berbaring " .
Dokter kandungan menjelaskan tentang gambar yang muncul di layar dengan detail , bayi nya sehat ya baby girl .
" Istrinya cuma satu , aku sudah bukan bagian dar8 hidup nya loh , tapi kamu tau dari mana Boy , apa mereka USG di klinik keluarga mu ? " .
" Iya " .
" Hahahhaha , beri pelayanan terbaik untuk para pengkhianat itu ya Boy " .
" Pasti , tapi kalau gak salah Lusi itu pembantu kamu kan ? " .
" Iya " .
" Ya sudah aku matikan dulu Fir teleponnya , ada temenku datang " .
" OK , silahkan " .
" Hubungi aku kalau besok ada waktu ya Fir , aku tunggu kabar nya " .
" Siip " . Firma menganggukkan kepala seolah Boy bisa melihat anggukan nya .
Hari ini Firma tidak ada kegiatan apa - apa selain beristirahat saja , sampai akhir nya terdengar suara dering dari ponsel nya .
Kriing kring !!
" Lagi - lagi nomer tak di kenal " .
__ADS_1
Awal nya Firma tidak menghiraukan panggilan telepon tersebut tapi lama - lama dia berpikir mungkin saja itu penting . Firma menerima telepon setelah 4 kali dering .
" Bu Firma , bisa gak kita ketemu , penting ! " . Suara perempuan dari seberang sepertinya ada yang ingin di sampaikan nya .
" Mau apa lagi , saya sudah gak ada hubungan lagi sama kamu " . Firma merasa mood nya rusak seketika setelah mendengar suara perempuan itu .
" Plis bu Firma ini penting ! " .
" OK kamu kesini saja , saya malas keluar " .
" Baiklah bu saya segera kesana " .
Firma mengernyitkan dahi nya , " Kenapa juga dia masih aja hubungi aku , mau ganti nomer gak mungkin kalau gak ganti pasti orang - orang itu akan terus mengusikku " .
Ting tong ! Ting tong !
Bel rumah Firma berbunyi ,Firma mengintip dari jendela siapa yang sudah datang .
" Cepat sekali dia nyampeknya apa dia tinggal di sekitar sini ? " . Gumam Firma dia berjalan dengan santai nya ke arah oagar rumah dan membukanya .
Begitu pagar di buka Lusi buru - buru masuk ingin segera menikmati sejuknya AC .
" Silahkan ! " . Firma mempersilahkan Lusi duduk di teras .
" Kok di sini bu , bukannya di dalam aja ? " .
" Sekarang sudah jam 16.40 kamu punya waktu setengah jam untuk mengutarakan tujuan kamu ! " . Firma memberi ketegasan pada Lusi .
Sebetulnya dia kasihan dengan Lusi apalagi melihat perutnya yang sudah sangat besar .
" Ibu mertua kita kena stroke dia di rawat di rumah sakit kota ini , bu Firma bantu biaya rumah sakit sama pengobatannya '' .
" Kenapa harus saya ? " .
" Bu Firma kan menantu nya ? " .
" Yang jadi menantu nya sekarang kamu , kenapa bukan kamu aja yang biayai ? " .
" Mana mau aku biayai mertua apalagi dia mertua yang pelit dan serakah , sudah tau miskin tapi hobi bergaya hidup mewah " .
" Tapi kamu nikah sama anak nya kan ? " .
" Bu Firma sudah dapat rumah ini juga semua aset kekayaan mas Agus kenapa sedikit saja gak mau keluar uang ? " .
" Aset mas Agus ? Kamu salah semua aset ini milik orang tua ku , orang tua ku membelikannya untukku dan anakku " .
" Tapi mas Agus kan suami bu Firma " .
" Itu dulu , sudah setengah jam lebih silahkan bisa pergi sekarang " .
" Dasar perwmpuan serakah gila harta , kalau sudah jatuh miskin rasain nanti ! " .
Firma mendorong oelan tubuh Lusi supaya berjalan ke arah pagar , setelah nya Firma menutup dan menguncinya .
__ADS_1
Masih terdengar teriakan dan cacian Lusi di luar yang tentu saja mengundang perhatian banyak warga yang masih beraktifitas di luar atau hanya sekedar duduk santai di teras rumah masing - masing .