
Keseharian Firma sekarang di tambah antar jemput Angkasa sekolah dan menunggu kios . Dia merasa beruntung memiliki anak seperti Angkasa yang memahami keadaan ibunya . Setiap sepulang dari sekolah Firma mengantar anaknya pulang , setelah mandi dan makan anak semata wayangnya itu pasti tertidur , jika anaknya sudah tidur Firma menyalakan televisi dan menyiapkan mainan di samping tempat tidur .
Tempat tidur juga tidak tinggi sehingga memudahkan anaknya untuk turun sendiri jika sudah bangun . Dia juga akan mainan dan menonton televisi jika dia sudah bangun , pintu kontrakan di kunci dari dalam lewat jendela oleh Firma . Setelah mengecek dapur baru Firma kembali lagi ke kios sampai jam 2 siang .
Firma tidak tega jika anaknya berpanas - panasan di kios yang letaknya tepat di samping jalan raya besar . Dia ingin anaknya tetap bisa istirahat dengan cukup di rumah tanpa harus berpanas - panasan .
" Ibu berangkat dulu sayang , maafin ibu harus ninggalin kamu sendirian di rumah " . Firma berkata dalam hati sembari mengunci pintu . Tentu ada rasa berat dan tidak tega bahkan khawatir , tapi Firma lebih takut lagi resiko besarnya jika mengajak anaknya berada di samping jalan raya .
Sepeninggal Firma dua jam kemudian ada mobil berhenti tepat di depan rumahnya . " Apa bener ini rumahnya ya , harus tanya ke siapa sepi banget di sini tapi alamatnya udah bener deh " . Gumamnya sendiri . Dia kemudian melangkah dan mengetuk pintu rumah .
Tok tok tok ! " Assalamu'alaikum ! "
Tok tok tok ! " Assalamu'alaikum ! " .
" Salam , siapa ? " . Suara anak kecil yang menggemaskan terdengar olehnya .
" Apa bener ini rumah bu Firma ? " .
" Iya tapi ibuku gak mau menerima tamu ! "
" Tapi saya temen ibu kamu , kalau ibumu gak mau menerima tamu apa kamu mau ? " .
" Gak mau ! " .
" Tapi saya kan bertamu nya baik - baik " .
" Kata ibu gak boleh sembarangan menerima tamu , kata ibu banyak orang jahat " .
" Tapi saya kan bukan orang jahat " .
" Gak mau !! " .
" Ya udah gini aja panggil aja saya ini om Badrus , saya temen ibu kamu sekolah dulunya " .
Angkasa tidak menjawab tapi dia mengintip dari balik gorden jendela .
" Jangan takut jagoan , om hanya ingin bertemu ibu kamu " .
" Om mau apa ketemu ibu ? " .
" Om sudah lama gak pernah tau kabar ibumu makanya om ke sini untuk liat keadaannya " .
" Om punya apa ? " .
" Oh ini om punya cokelat , kamu mau ? " .
" Mau tapi kata ibu gak boleh banyak - banyak " .
" Ya udah satu buat sekarang , satu buat besok " .
" Om punya uang ? " .
" Iya ada tapi buat apa ? " .
" Apa boleh minta ? "
__ADS_1
" Kami ingin beli apa , biar om belikan " .
Angkasa menggelengkan kepalanya , " buat ibu " .
" Ibu mu kenapa ? " .
" Ibu kerja cari uang , ibu gak punya uang " .
" Ibu mu kerja ? " .
Angkasa menganggukkan kepalanya lagi sambil sesenggukan .
" Kamu di rumah sama siapa ? " .
" Sendirian " .
" Ibu mu kerja di mana ? " .
" Di jalan , panas , tempatnya kecil " .
" Jangan nangis ya , ini om punya uang " . Badrus mengeluarkan uang pecahan merah sebanyak dua puluh lembar .
" Makasih om ! " .
" Jagoan , om gak bisa berlama - lama di sini om juga mau kembali ke tempat kerja , uangnya om taruh do dalam amplop ini , di simpan yang baik ya , nanti kalau ibu sudah pulang berikan pada ibu " . Badrus memasukkan amplop tersebut lewat jendela .
" Om ke aini lagi ? " .
" Kapan - kapan om ke sini sama teman - teman ibu yang lain , OK ? " .
" Assalamu'alaikum " .
" Salam " .
Angkasa memang anak yang pintar amplop berisi uang yang di beri Badrus tadi di simpannya di kotak mainan .
Seperti biasanya sebelum jam setengah 3 Firma sudah tiba di rumah . Buru - butu dia membuka pintu sebab selain merasa kangen dia juga takut anaknya kenapa - kenapa .
" Assalamu'alaikum " . Firma membiasakan diri mengucapkan salam saat masuk rumah meskipun dia hanya sendirian .
" Salam " . Suara Angkasa menjawab dari dalam kamarnya .
" Sayang , sudah bangun ya , mau maem sekarang ? " . Angkasa menganggukkan kepalanya .
" Sebentar ya ibu cuci tangan dan kaki dulu " . Angkasa mengikuti Firma di belakangnya .
" Ibu capek ? " . Tanya Angkasa .
" Ndak sayang , ibu cuma kangen anak ibu yang lucu dan pinter ini aja " .
" Ibu adek punya uang " .
" Punya uang ? adek kan belum kerja sayang ".
Angkasa berlari kecil menuju kamar sambil mendorong kotak mainannya . Firma masih belum mengerti dia pikir Angkasa hanya mengarang cerita , Firma mengambilkan makanan dan mendudukkan Angkasa di kursi .
__ADS_1
Sambil mengunyah Angkasa terus saja bilang bahwa dia punya uang yang banyak . " Uang adek banyak bu " .
" Oh ya , sayangku ingin beli apa dengan uang itu ? " . Firma masih mengira anaknya membayangkan punya banyak uang .
" Uang buat ibu " .
" Tapi itu kan uangnya adek , adek pengen beli apa ? " .
" Uangnya adek kasih ibu " .
" Kenapa di kasihkan ibu ? " .
" Biar ibu gak capek nyari uang " .
" Ibu ndak capek sayang , ibu senang bisa nyari uang , biar ibu juga bisa bayar sekolah adek , beliin seragam sama sepatu juga " .
Selesai makan Angkasa minta di turunkan dari kursi , dia mengeluarkan semua mainannya dan mengambil amplop yang tadi dia simpan .
" Sayang apa itu ? " . Firma bertanya setelah melihat Angkasa memegang sebuah amplop yang tampak sedikit tebal " .
Angkasa memberikannya pada Firma , " MasyaAllah sayang ini uang siapa ? " .
" Di kasih om Ba ... " . Jelas Angkasa sambil mengingat ingat namanya .
" Om Ba siapa sayang ? " .
" Adek lupa " .
" Ya udah ndak pa pa tapi om Ba itu teman ayah apa ibu ? " .
" Ibu " .
Firma mengingat - ingat temannya yang mana yang bernama Ba tapi susah dalam ingatan Firma dia merasa sudah lupa semua nama teman - temannya .
" Sebaiknya aku simpan di tempat yang aman saja suatu saat jika butuh baru aku akan menggunakannya " . Firma berhati - hati dalam menyimpan dia takut uang itu di temukan oleh Agus suaminya .
Tidak ada satupun teman Firma yang mengetahui bagaimana kabar kehidupan Firma terlebih sejak dia tidak memiliki ponsel lagi . Jangankan teman - temannya bahkan orang tua dan saudara - saudaranya saja jika ingin ngobrol dengan Firma harus lewat ponsel Agus .
Dulu saat masih ada ponsel hampir setiap hari irang tua Firma meneleponnya tapi sejak tidak ada orang tua Firma pun jadi segan jika ingin menelepon Firma takut mengganggu kesibukan Agus atau Agus sedang istirahat .
" Ibu adek mau makan bakso " .
" Iya sayang kita beli ya , tapi pake baju dulu , malu kalau di lihat orang cuma pake ****** ***** gitu " . Angkasa dengan tubuh gemuknya memang sering merasa gerah jadi seringnya hanya menggunakan pakaian dalam saja kalau di dalam rumah .
" Pak bakso " . Kata Angkasa pada penjual bakso keliling langganannya , meskipun tidak setiap hari membeli tapi memang sudah sering Firma membelikannya pada penjual itu .
" Eh mbak Firma , kok gak pernah kelihatan mbak ? " . Sapa tetangga .
" Ngge bu , Angkasa sudah besar sering minta di ajak mainan di dalam " .
" Oya mbak kemarin ada tamu laki - laki tapi mbak Firma nya keluar kayaknya " .
" Saudara saya bu tapi sudah ketemu di jalan , kemarin saya keluar " .
" Gitu ya mbak , ya sudah saya duluan ya mbak , mau beli telur , anak saya yang kecil doyan banget sama telur " .
__ADS_1
" Ngge bu monggo " .