
" Kamu belum sadar juga , status mu masih jadi istri orang saat kamu berzinah dengan laki - laki lain , harus nya kamu di rajam sampai mati " . Firma terus mengoceh pada ku .
" Dasar perempuan sombong " . Maki ku .
Aku semakin brutal menyerang Firma sampai dia kembali terjungkal membentur meja . Tiba - tiba tangan ku ada yang menghentikan , pak Jaja mencekal tanganku dengan kuat sehingga aku tidak bisa menyerang Firma lagi .
Saat tangan ku di lepas aku bergegas kabur dari rumah Firma .
Sungguh sial niat hati mendapatkan keadilan justru aku yang malah akan di adili .
...*Flashback On*...
" Kemana sih pergi nya laki - laki itu , dari kemarin kok nomer nya enggak bisa di hubungi apa dia mau lari dari tanggung jawab ? " .
Aku begitu kesal yang membuat ku akhir nya nekat mendatangi rumah nya dan bertemu dengan kedua orang tua nya .
Aku benar - benar membulat kan tekad untuk menghampiri lelaki yang juga ayah biologis anak dalam kandungan ku .
Aku tidak peduli dengan resiko yang akan aku hadapi yang jelas aku harus meminta pertanggung jawaban nya saat ini juga .
Usia kandungan ku sudah mendekati hari persalinan , aku jadi makin mudah lapar .
Aku termasuk ibu hamil yang kuat , apapun aku kerjakan sendiri tanpa bantuan siapapun . Beruntung nya Firma sekalipun sudah menjadi janda masih saja banyak yang dekat dengan nya untuk memberi bantuan .
Memikirkan keadaan ku yang sekarang aku semakin lapar , tapi di luar hujan belum reda .Sama seperti ibu hamil pada umum nya aku jiga punya rasa ngidam .
Hampir setiap hari aku mengambil bunga kamboja di depan makam umum desa sebab hanya di sana ada tanaman bunga kamboja .
Tentu saja aku mengambil bunga yang sudah jatuh tapi masih bersih , aku suka wangi bunga nya .
Menunggu hujan tang tak kunjung reda tak lagi mampu membuat ku bisa menahan rasa lapar . Hujan yang masih deras aku terobos untuk membeli makanan di warung .
" Nasi goreng satu pak " .
" Woy antri neng datang terakhir ya ikuti antriannya " . Teriak salah satu pembeli .
" Gitu aja senai gak liat apa kalau aku lagi hamil besar ?! " .
" Bodo ah , yang tua aja juga ngantri kok " .
__ADS_1
Aku malas meladeni suara gak penting itu lagi yang penting aku bisa dapat makanan itu aja .
Pesanan ku telah selesai dan aku segera kembali ke kos an .
Belum jauh aku berjalan , aku melihat kekasih ku berjalan dengan perempuan berhijab berparas cantik yang tentu saja membuat ku langsung emosi .
" Hei baj***** ! , siapa dia , aku sedang hamil kamu malah asik - asik jalan sama cewek lain ? " .
Perempuan itu nampak kebingungan dan melihat wajah kekasih ku untuk menemukan jawaban nya .
" Eh mbak malu dikit kenapa , kalau mau jalan sama laki orang itu selidiki dulu punya istri apa enggak jangan asal mau di ajak jalam aja ! " .
Aku sudah geram melihat mereka berdua .
" Eh Lus , kamu apa - apa an sih , ayo bicara di sana jangan ribut di sini bikin malu aja ! " . Protes kekasih ku membela perempuan itu .
" Enggak ! bicara kan di sini , dia pasti selingkuhan mu kan ? " .
" Kamu sudah gila ? " . Kekasih ku mulai emosi .
" Ini istri kamu ? " . Perempuan itu mulai bicara .
" Maaf mbak aku gak ada hubungan apa - apa sama dia , dia hanya temen kuliah ku dan satu lagi jangan pernah menyebut ****** ke sembarang orang kalau gak tau kenyataan nya " .
" Banyak bac** ! kalau bukan ****** apa ? " .
" Kalau mbak bukan perebut laki orang mbak gak akan pernah menyebut cewe lain kayak gitu , ngaca dulu mbak ! " . Perempuan itu menatap sinis pada ku kemudian pergi meninggal kan kami .
" Eh mana ada maling ngaku , kalau sudah ketauan aja maen kabur ! " . Aku memakinya .
" Gini Lus aku lagi banyak tugas kampus nanti kalau sudah selesai kita bicara di tempat kos kamu " .
" Halah kamu gak mungkin menemui aku , nomer kamu aja gak bisa di hubungi beberapa hari ini , kamu jangan kabur daru tanggung jawab ya , anak yang aku kandung ini darah daging kamu ! " .
Aku tahu kekasih ku sudah mulai terpancing emosi tapi dia masih bisa menekan emosi nya supaya tidak meledak .
" Hape ku hilang saat akan naik bis di terminal , perlu aku tegas kan lagi kalau kita sepakat bahwa aku gak perlu tanggung jawab atas bayi dalam kandungan kamu karena kamu sendiri yang meminta nya seperti itu , kenapa sekarang kamu minta tanggung jawab ku ? .. Asal kamu juga tau kalau cewe tadi itu temen ku yang bantuin aku selesaikan skripsi ku , kalau sampai dia marah dan tidak mau membantu ku , aku pastikan akan bejek - bejek kamu Lus ! " .
" Aku gak mau tau anak ini anak mu jadi kamu yang harus tanggung jawab ! " .
__ADS_1
" Kita sudah sepakat apa kamu lupa ? " .
" Oh kamu mau lari dari tanggung jawab kamu ? " .
Kekasih ku mengacak rambut nya tanda dia sudah mulai frustasi .
" OK aku tunggu kamu di kos an ku kalau malam ini kamu tidak datang kamu tau akibat nya " .
" Semua sudah selesai gak ada yang perlu di bicarakan lagi " . Sergah nya
" Terserah aku tunggu kamu malam oni di kos an ku " .
Selesai mengatakannya aku langsung berlalu meninggalkan nya . Aku yakin dia pasti akan datang menemui ku untuk minta maaf dan mungkin lebih dari itu .
Selama ini dia sangat bucin pada ku dan butuh belaian ku jadi tak mungkin kalau dia tidak akan datang .
Tujuan ku kali ini adalah rumah kedua orang tua kekasih ku , sesampai nya di sana tentu saja aku di tolak oleh mereka .
Bukan Lusi nama nya kalau tidak pandai membuat drama .
Aku menangis memeluk lutut bu Jaja , " Sudahi drama mu katakan apa mau mu ! " . Bu Jaja membentak ku .
" Saya kesini membawa kabar yang entah akan membuat kalian bahagia atau sebalik nya , saya mengandung benih dari putra kalian " .
Pak Jaja hanya diam sedangkan bu Jaja menangis meraung - raung sampai akhir nya terdengar suara motor datang di luar rumah .
" Assalamu .. " . Kekasih ku terkejut melihatku ada di rumah orang tua nya .
" Apa betul Lusi hamil anak kamu le ? " . Tanya pak Jaja .
Kekasih ku menubruk kaki pak Jaja menangis meminta maaf .
" Maaf kan saya pak , bu " .
" Setan apa yang sudah merasuki mu le , kurang apa bapak sama ibu ini mendidik mu dari kecil , Kami sayang - sayang kamu , kami carikan sekolah agama dan pesantren terbaik untuk masa depan mu , kenyataan nya upaya kami sia - sia le " .
" Sa saya minta maaf pak " .
" Sudah ayo segera ke rumah mbak Firma dia yang paling tersakiti , minta maaf yang tulus sama dia " .
__ADS_1
...*Flashback Off*...