Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 67 Pov. Lusi


__ADS_3

" Kamu belum sadar juga , status mu masih jadi istri orang saat kamu berzinah dengan laki - laki lain , harus nya kamu di rajam sampai mati " . Firma terus mengoceh pada ku .


" Dasar perempuan sombong " . Maki ku .


Aku semakin brutal menyerang Firma sampai dia kembali terjungkal membentur meja . Tiba - tiba tangan ku ada yang menghentikan , pak Jaja mencekal tanganku dengan kuat sehingga aku tidak bisa menyerang Firma lagi .


Saat tangan ku di lepas aku bergegas kabur dari rumah Firma .


Sungguh sial niat hati mendapatkan keadilan justru aku yang malah akan di adili .


...*Flashback On*...


" Kemana sih pergi nya laki - laki itu , dari kemarin kok nomer nya enggak bisa di hubungi apa dia mau lari dari tanggung jawab ? " .


Aku begitu kesal yang membuat ku akhir nya nekat mendatangi rumah nya dan bertemu dengan kedua orang tua nya .


Aku benar - benar membulat kan tekad untuk menghampiri lelaki yang juga ayah biologis anak dalam kandungan ku .


Aku tidak peduli dengan resiko yang akan aku hadapi yang jelas aku harus meminta pertanggung jawaban nya saat ini juga .


Usia kandungan ku sudah mendekati hari persalinan , aku jadi makin mudah lapar .


Aku termasuk ibu hamil yang kuat , apapun aku kerjakan sendiri tanpa bantuan siapapun . Beruntung nya Firma sekalipun sudah menjadi janda masih saja banyak yang dekat dengan nya untuk memberi bantuan .


Memikirkan keadaan ku yang sekarang aku semakin lapar , tapi di luar hujan belum reda .Sama seperti ibu hamil pada umum nya aku jiga punya rasa ngidam .


Hampir setiap hari aku mengambil bunga kamboja di depan makam umum desa sebab hanya di sana ada tanaman bunga kamboja .


Tentu saja aku mengambil bunga yang sudah jatuh tapi masih bersih , aku suka wangi bunga nya .


Menunggu hujan tang tak kunjung reda tak lagi mampu membuat ku bisa menahan rasa lapar . Hujan yang masih deras aku terobos untuk membeli makanan di warung .


" Nasi goreng satu pak " .


" Woy antri neng datang terakhir ya ikuti antriannya " . Teriak salah satu pembeli .


" Gitu aja senai gak liat apa kalau aku lagi hamil besar ?! " .


" Bodo ah , yang tua aja juga ngantri kok " .

__ADS_1


Aku malas meladeni suara gak penting itu lagi yang penting aku bisa dapat makanan itu aja .


Pesanan ku telah selesai dan aku segera kembali ke kos an .


Belum jauh aku berjalan , aku melihat kekasih ku berjalan dengan perempuan berhijab berparas cantik yang tentu saja membuat ku langsung emosi .


" Hei baj***** ! , siapa dia , aku sedang hamil kamu malah asik - asik jalan sama cewek lain ? " .


Perempuan itu nampak kebingungan dan melihat wajah kekasih ku untuk menemukan jawaban nya .


" Eh mbak malu dikit kenapa , kalau mau jalan sama laki orang itu selidiki dulu punya istri apa enggak jangan asal mau di ajak jalam aja ! " .


Aku sudah geram melihat mereka berdua .


" Eh Lus , kamu apa - apa an sih , ayo bicara di sana jangan ribut di sini bikin malu aja ! " . Protes kekasih ku membela perempuan itu .


" Enggak ! bicara kan di sini , dia pasti selingkuhan mu kan ? " .


" Kamu sudah gila ? " . Kekasih ku mulai emosi .


" Ini istri kamu ? " . Perempuan itu mulai bicara .


" Maaf mbak aku gak ada hubungan apa - apa sama dia , dia hanya temen kuliah ku dan satu lagi jangan pernah menyebut ****** ke sembarang orang kalau gak tau kenyataan nya " .


" Banyak bac** ! kalau bukan ****** apa ? " .


" Kalau mbak bukan perebut laki orang mbak gak akan pernah menyebut cewe lain kayak gitu , ngaca dulu mbak ! " . Perempuan itu menatap sinis pada ku kemudian pergi meninggal kan kami .


" Eh mana ada maling ngaku , kalau sudah ketauan aja maen kabur ! " . Aku memakinya .


" Gini Lus aku lagi banyak tugas kampus nanti kalau sudah selesai kita bicara di tempat kos kamu " .


" Halah kamu gak mungkin menemui aku , nomer kamu aja gak bisa di hubungi beberapa hari ini , kamu jangan kabur daru tanggung jawab ya , anak yang aku kandung ini darah daging kamu ! " .


Aku tahu kekasih ku sudah mulai terpancing emosi tapi dia masih bisa menekan emosi nya supaya tidak meledak .


" Hape ku hilang saat akan naik bis di terminal , perlu aku tegas kan lagi kalau kita sepakat bahwa aku gak perlu tanggung jawab atas bayi dalam kandungan kamu karena kamu sendiri yang meminta nya seperti itu , kenapa sekarang kamu minta tanggung jawab ku ? .. Asal kamu juga tau kalau cewe tadi itu temen ku yang bantuin aku selesaikan skripsi ku , kalau sampai dia marah dan tidak mau membantu ku , aku pastikan akan bejek - bejek kamu Lus ! " .


" Aku gak mau tau anak ini anak mu jadi kamu yang harus tanggung jawab ! " .

__ADS_1


" Kita sudah sepakat apa kamu lupa ? " .


" Oh kamu mau lari dari tanggung jawab kamu ? " .


Kekasih ku mengacak rambut nya tanda dia sudah mulai frustasi .


" OK aku tunggu kamu di kos an ku kalau malam ini kamu tidak datang kamu tau akibat nya " .


" Semua sudah selesai gak ada yang perlu di bicarakan lagi " . Sergah nya


" Terserah aku tunggu kamu malam oni di kos an ku " .


Selesai mengatakannya aku langsung berlalu meninggalkan nya . Aku yakin dia pasti akan datang menemui ku untuk minta maaf dan mungkin lebih dari itu .


Selama ini dia sangat bucin pada ku dan butuh belaian ku jadi tak mungkin kalau dia tidak akan datang .


Tujuan ku kali ini adalah rumah kedua orang tua kekasih ku , sesampai nya di sana tentu saja aku di tolak oleh mereka .


Bukan Lusi nama nya kalau tidak pandai membuat drama .


Aku menangis memeluk lutut bu Jaja , " Sudahi drama mu katakan apa mau mu ! " . Bu Jaja membentak ku .


" Saya kesini membawa kabar yang entah akan membuat kalian bahagia atau sebalik nya , saya mengandung benih dari putra kalian " .


Pak Jaja hanya diam sedangkan bu Jaja menangis meraung - raung sampai akhir nya terdengar suara motor datang di luar rumah .


" Assalamu .. " . Kekasih ku terkejut melihatku ada di rumah orang tua nya .


" Apa betul Lusi hamil anak kamu le ? " . Tanya pak Jaja .


Kekasih ku menubruk kaki pak Jaja menangis meminta maaf .


" Maaf kan saya pak , bu " .


" Setan apa yang sudah merasuki mu le , kurang apa bapak sama ibu ini mendidik mu dari kecil , Kami sayang - sayang kamu , kami carikan sekolah agama dan pesantren terbaik untuk masa depan mu , kenyataan nya upaya kami sia - sia le " .


" Sa saya minta maaf pak " .


" Sudah ayo segera ke rumah mbak Firma dia yang paling tersakiti , minta maaf yang tulus sama dia " .

__ADS_1


...*Flashback Off*...


__ADS_2