Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 109 Mendapat pertolongan


__ADS_3

Hawa dingin semakin menusuk persendian tulang . Firma sudah merasa sangat mengantuk . Tangannya terikat ke belakang dan badannya juga di ikat menempel ke sebuah pohon .


Dari arah agak jauh terlihat sorot senter , Firma berharap ada orang baik yang melihat dan menolong nya .


Sorot senter tersebut semakin mendekat dan ternyata bukan hanya satu sorot tapi ada beberapa .


" Yaa Allah , siapa lagi yang datang , kalau mereka bukan orang baik yang mau menolong hamba tolong jauh kan mereka dari hamba Yaa Allah " . Mata Firma memanas ada bulir air yang sudah siap mengalir di pipi nya .


" Tunggu , seperti nya di sana ada orang , tapi sedang apa dia di sana " . Ujar seorang perempuan pada orang - orang yang bersama nya .


" Apa iya itu orang ? , pulau ini kan gak berpenghuni " . Sahut yang lain nya yang juga merasa penasaran .


" Ya juga sih , tapi coba liat lagi tuh , dia bersandar di pohon , kaki nya juga sudah terendam air sampai lutut " . Jawab perempuan itu mencoba meyakinkan pada teman - teman nya .


Mereka serempak menyorotkan senter nya ke arah Firma , Firma hanya menunduk terkena silau nya .


" Eh kayak nya betul deh , coba kita deketin kayak nya dia sedang menangis , kalian dengar kan isakan nya ? " . Sahut yang lain .


" Ayo kita ke sana , siapa tau dia butuh bantuan kita " . Ujar yang lain nya lagi .


Mereka bersama - sama mendekati Firma . Firma tampak ketakutan .


" Si siapa ka kalian , tolong jangan sakiti saya " . Firma berkata dengan suara serak nya karena sering menangis .


Salah seorang mengarahkan senter nya ke pohon tempat Firma di ikat . Yang lain nya melepaskan ikatan Firma .


" Siapa yang lakukan ini mbak , kenapa mbak di ikat di pulau tak berpenghuni seperti ini ? " . Perempuan yang melihat Firma pertama kali tadi penasaran .


Setelah tangan dan tubuh Firma terlepas dari ikatan , mereka membawa Firma ke pantai yang tidak terendam air .


" Mbak , jangan takut , kami ini bukan orang jahat , kami di sini memang berlibur dan kebetulan kami melihat mbak terikat di pohon itu jadi kami berniat menolong mbak " . Kata perempuan yang sedari tadi menggenggam tangan Firma karena tahu Firma sedang ketakutan .


" Oya mbak , minum dan makan lah dulu untuk mengisi perut mu " . Kata nya lagi sembari menyodorkan air mineral di dalam botol dan roti dari dalam tas nya .


Firma memang sudah sangat lapar , sudah dua hari perut nya tak kemasukan makanan . Dia makan sangat lahap dan cepat .

__ADS_1


" Nama saya Firma , kalian mau kemana , kenapa kalian berada di pulau ini ? " . Tanya Firma setelah sudah tampak tenang .


" Kenalkan , saya Nisa dan ini teman - teman saya , kami sedang berlibur di pulau ini untuk beberapa hari , mbak sendiri kenapa di ikat seperti tadi ? " . Tanya Nisa dengan tetap berusaha membuat Firma supaya tidak merasa takut .


" Saya di bawa oleh orang jahat ke pulau ini , saya tidak tau sudah berbuat salah seperti apa , mereka sudah memperlakukan saya secara tidak manusiawi " . Firma menceritakan yang telah di alami nya .


" Orang jahat ? , mereka ? , arti nya lebih dari satu orang yang memperlakukan mbak Firma seperti ini " . Gumam teman Nisa .


Firma menganggukkan kepala nya .


" Mbak Firma jangan takut ya , kami semua ini polisi , setelah keluar dari pulau mbak bisa membuat laporan kasus kejahatan yang sudah mbak alami , sekarang sebaik nya kita ke tempat kami menginap " . Teman yang lain juga ikut bersuara .


" Mari mbak Firma saya bantu jalan ' . Ujar Nisa .


" Apa tempat nya masih jauh , saya sudah sangat lemas rasa nya " . Jawab Firma .


" Jalan pelan - pelan saja ya mbak , kita harus pergi dari sini , siapa tau orang yang sudah jahat sama mbak akan kembali ke sini , apalagi di sini tak ada tempat untuk mbak berlindung , nanti sesampainya di tempat kami menginap kita akan membuat perapian supaya tubuh mbak Firma hangat " . Nisa terus sebisa mungkin merayu Firma .


Firma akhir nya mengikuti Nisa dan teman - teman nya menuju tempat mereka menginap . Kurang lebih setengah jam barulah mereka tiba di tempat rombongan Nisa berada .


Setelah mengganti pakaiannya , Firma keluar dan duduk di samping Nisa .


" Mbak Firma mau makan nasi ? " . Tanya nya . Firma hanya menggelengkan kepala .


" Mbak Firma mau cerita siapa yang sudah melakukan kejahatan pada mi mbak ? " . Tanya teman laki - laki Nisa bernama Hardi .


Firma menangis sesenggukan , mata nya menerawang jauh ke depan . Dia sendiri bingung dengan yang sudah terjadi dan tah tahu harus bercerita dari mana .


Sementara Iwan dan Toni masih bingung memikirkan cara untuk menyeberang ke pulau tempat Firma di bawa Sari dan Roby .


Terlebih satu - satu nya speed boat yang ada saat ini tak mau mengantar mereka ke sana karena sudah di suap oleh Sari dan Roby supaya tak mengantar mereka .


" Aku akan bayar mahal kamu tapi dengan satu syarat " . Ujar Roby pada pemilik speed boat .


" Syarat apa pak ? " .

__ADS_1


" Kamu jangan menyeberangkan orang ke pulau itu kecuali kami yang menyewa mu lagi , kalau orang itu meminta di seberang kan ke sana kamu harus mencari alasan untuk menolak nya , kalau dia memaksa pukul saja " .


" Baiklah saya mau tapi asalkan saya di bayar sepuluh kali lipat " .


" Ini , uang ini jumlahnya lebih dari sepuluh kali lipat " . Roby memberikan segepok uang pada pemilik speed boat itu .


Tentu saja uang itu di terima dengan sangat senang nya . Untuk itu lah kenapa Iwan dan Toni tak di antarkan menyeberang meskipun mereka memaksa .


" Ton , gimana ini kita kesulitan menyeberang ke sana " . Iwan sudah kehabisan cara .


" Kita hubungi bu Tania saja , siapa tau beliau punya cara lain " . Ujar Toni .


" Kalau gitu hubungi sekarang saja " . Iwan kemudian merogoh kantong celana nya mengambil ponsel untuk menghubungi Tania .


Tuuuut .. tuuut .... tuuuuut ...


" Ya halo " . Jawab Tania di seberang telepon .


" Maaf bu kita sedang ada kendala " . Kemudian Iwan menceritakan yang telah terjadi .


" Oke kalau begitu saya akan ke sana , kalian tunggu " . Tania kemudian memutuskan sambungan telepon nya .


" Mbak , kita harus pergi dari sini , kamu bisa kan jaga anak - anak ? , aku akan menyetir mobil sendiri " . Ujar Tania pada istri Iwan yang sedari pagi membantu menjaga kedua bayi di rumah Tania .


" Kita mau ke mana bu ? " .


" Kita akan ke tempat ibu nya Saira yang sudah di sembunyikan oleh ayah nya Reyhan " .


" Di sembunyikan kenapa bu ? " .


" Panjang cerita nya mbak , kita harus segera ke sana menyelamatkan nya , saya takut terjadi apa - apa kalau terlambat " .


" Baik bu " .


" Oya mbak pakailah jaket dan tolong pakaikan baju yang tebal dan hangat untuk mereka berdua , saya akan bantu menyiapkan baju ganti nya " .

__ADS_1


__ADS_2