
Sesaat setelah membaca suasana yang memungkin kan untuk berbicara , akhirnya Firma pun memulai lagi pembicaraan tentang tujuan nya .
" Maaf bu , sebetulnya saya jauh - jauh datang ke sini karena di beri alamat oleh Sari , dia datang ke kampung saya di saat suasana berkabung . Dia membawa Dewi dan mengaku kalau dia telah menikah dengan almarhum suami saya beberapa tahun yang lalu dan Dewi sebagai anak dari suami saya , kedatangan dia bukan hanya untuk memberi pengakuan sebagai istri mas Deni tetapi untuk meminta warisan dari mas Deni " .
Firma berhenti sejenak untuk menarik napas dalam - dalam .
" Tapi nasib saya sedang tidak beruntung , rumah kami di sita oleh bank untuk melunasi hutang mas Deni yang menggunung . Untuk itu saya meminta alamat pada Sari saat dia pamit pulang karena mendengar mas Deni terlilit hutang . Tapi sesampai nya di sini ternyata bukan alamat rumah Sari , mungkin dia berbohong pada saya tentang alamat rumah ini " . Firma menjelaskan dengan tetap berusaha untuk tidak meneteskan air mata .
" Ja jadi Sari datang ke kampung nya Deni ? " . Tanya Tania hampir tak percaya .
" Iya bu , Sari memang datang ke kampung kami " .
" Kalau saja saya tau dia akan ke sana , pasti saya akan melarang nya " .
" Rumah sudah di sita bank , saya ke sini bermaksud untuk tinggal di rumah yang mungkin dari pemberian mas Deni , sebab ada hak Saira anak saya juga dari warisan mas Deni " .
Sementara di tempat lain Roby masih enggan keluar dari rumah itu dan masih ingin berlama - lama dengan perempuan yang berstatus adik ipar itu .
" Ayo sekarang kamu ikut ke rumah , sekarang kanu tanggung jawab sebab sudah ngasih alamat rumah ku pada perempuan kampung itu " . Roby mengajak Sari .
" Huh , panas - panas gini aku malas mas keluar rumah " . Sari berniat menolak .
" Udah ayo buruan bersiap , kamu harus jelasin ke perempuan itu " . Roby mendesak Sari .
Sari bukannya bergegas bersiap , dia malah menempelkan dada nya ke tubuh Roby .
" Jangan gini lah , kalau aku minta lagi gimana , dah pengen nih " . Ujar Roby sembari menunjuk ke pangkal paha nya .
" Issh .. ***** banget sih , sini deketin telinga nya " . Sari membisikkan sesuatu pada Roby dan tampak Roby memangut - mangutkan kepala nya .
" Ooh , gitu ya , tapi ngapain juga pake bisik - bisik " .
" Ya ini kan rahasia dari pada nanti ada orang lain yang denger " .
" Jadi aku pulang nih ? " .
__ADS_1
" Iya buruan sana pulang tapi jangan lupa transfer uang nya " .
" Oke nanti di transfer " .
Roby segera menuju mobilnya dan melaju cepat membelah padat nya jalan raya .
Sementara di rumah Tania , " Mbak Firma , anak mu pasti capek sudah di gendong terus selama perjalanan , sebaiknya tidurkan dulu di box yang kosong itu " . Tunjuk Tania pada box yang diletakkan di samping jendela .
Ada dua box bayi di kamar Tania , satu di samping ranjang nya , satu lagi dekat dengan jendela .
" Ndak pa pa bu , saya takut nanti malah merepotkan " . Ujar Firma .
" Gak pa pa mbak Firma , saya senang menolong hanya saja sekarang saya sedang tidak berdaya " .
" Maaf bu , boleh kah saya tau penyebab kondisi ibu jadi seperti ini ? " .
" Usai melahirkan saya pernah jatuh , dan jatuh nya saya menyebabkan kedua kaki saya lumpuh , dokter bilang kemungkinan sembuh hanya sedikit " . Mata Tania berkaca - kaca .
" Maaf bu , mudah - mudahan ada mukjizat ke depan nya untuk kondisi ibu " . Ucap Firma tulus .
Firma berpikir , kenapa bisa Tania yang begitu lembut dan sangat baik bisa memiliki suami yang kasar seperti perlakuan terhadap nya .
Sambil membatin Firma menidurkan Saira di box yang kosong .
" Jangan kaget ya mbak , anak saya memang terlahir kembar , yang satu nya telah meninggal dunia saat lahir " . Tania menceritakan tentang kenapa ada dua box bayi dalam kamar nya .
Di luar terdengar suara mobil Roby berhenti di halaman rumah . Rumah ini memiliki halaman depan yang cukup untuk parkir tiga mobil .
" Itu mas Roby suami saya yang datang , mungkin Sari juga ikut ke sini " .
Tidak berapa lama Roby masuk ke kamar istri nya .
" Sari mana mas ? " . Tanya Tania begitu melihat suami nya masuk .
Bukan nya menjawab dia malah melotot pada Firma .
__ADS_1
" Kenapa dia ada di kamar ? " . Bentak Roby dengan tetap melihat ke arah Firma .
" Aku yang menyuruh nya masuk mas , aku minta tolong pada nya untuk membuat kan susu anak kita " . Tania memberikan alasan .
Roby diam dengan tanpa ekspresi .
" Sari mana mas ? , lagian kamu juga aneh ada tamu gak di suguhi minum malah di tinggal , kamu jemput Sari kan tadi , sekarang mana dia , bukan nya dia juga punya rumah dari suami nya , mbak Firma ke sini untuk meminta hak yang sama dengan nya " .
" Ya tapi sayang , rumah Sari juga di sita bank , sekarang Sari keluar negeri untuk cari tambahan hidup buat masa depan Dewi " .
" Sari ke luar negeri ? , terus di mana Dewi ? " . Tanya Tania terkejut .
" Sari sekolah dan tinggal di asrama " . Jelas Roby .
" Jadi sekarang maksud kamu datang kemari untuk apa ? " . Tanya Roby beralih pada Firma .
Firma terdiam , dia juga tidak terpikirkan kalau Sari akan nekat ke luar negeri mencari pekerjaan . Tujuan dia ke kota ini mencari alamat Sari memang untuk meminta hak anak nya .
" Hey , kenapa malah diam ? " . Bentakan Roby mengejutkan lamunan Firma .
" Sudah lah mas , biar lah mbak Firma beristirahat dulu , apa salah nya kita bantu dia dulu " . Tania menyela tanya Roby karena Firma tak juga memberi jawaban .
" Menampung orang asing maksud kamu ? , kamu gak takut kalau dia akan berbuat jahat padamu dan juga anak kita , kita bahkan gak mengenal siapa dia " . Ketus Roby .
Firma merasa ada yang salah dalam rumah tangga ini , Tania begitu baik dan tulus sedangkan Roby sangat kasar dan arogan , sungguh bertolak belakang sifat kedua nya , apa Tania tertindas di rumah tangga ini , pikir Firma .
" Hey kamu ! , kamu ke sini mau mengemis kan ? , kamu sudah pengaruhi istri saya buat percaya sama kamu , biar aku juga mau kasihan pada mu kan ? " .
Firma menunduk sengaja tak menatap mata Roby bukan karena takut tapi dia tak ingin Tania terus - terusan membela nya .
" Cukup mas , kamu jangan terus - terusan merendahkan nya , aku yang mengijinkan dia untuk tinggal di sini di rumah ini " . Terang Tania tanpa Firma duga .
" Kalau ada apa - apa kamu sendiri yang nanggung sebab kamu bersikeras menampung dia di sini " . Roby makin emosi mendengar keputusan istri nya sembari meninggalkan kamar .
" Maafkan mas Roby ya mbak Firma , mbak Firma tinggallah di rumah ini dulu , kalau tidak keberatan tolong jadi lah pengasuh untuk anak saya juga " . Tania menawarkan pekerjaan pada Firma .
__ADS_1