
Pernah diantara kita berkeinginan melabrak atau membalas dendam orang yang melukai kita bahkan saat balas dendam kita lakukan ada rasa lega pada diri kita .
Firma , salah satu nya perempuan yang menyimpan dendam akan tetapi masih terkurung dalam ketidak tega an untuk membalas dendam . Hati nya terlalu lembut untuk di sakiti .
" Bagaimana cara ku menjelaskan pada kedua orang tua ku tentang perceraian yang sudah terjadi ini ? " . Firma memang belum memberitahu kedua orang tua nya tentang yang dia hadapi .
Dia hanya ingin menjaga hati kedua orang tua nya supaya tidak merasa bersalah karena telah memaksanya menikah .
Tet tet !
Bel rumah berbunyi , Firma mengintip dari jendela . " Cepat juga dia sampai di sini , apa dia memang di kota ini ? " . Gumamnya .
Dia berjalan santai membuka pagar dan menyuruh tamu nya masuk .
" Masuklah , kamu punya waktu setengah jam untuk mengutarakan maksud kedatanganmu me sini ! " . Firma berkata tegas sebab dia tidak mau berbelit - belit lagi .
" Kenapa gak masuk di dalam aja bu , saya gerah " . Luai protes sebab hanya di persilahkan duduk di kursi teras saja .
Waktu sudah menunjukkan pukul 16.40 tapi hawa nya memang sangat gerah apalagi dari luar .
" Di sini saja sudah cukup , silahkan katakan apa mau mu ? " .
Lusi mendecih dengan kondisi hamil mendekati usia persalinan memang bukan lah hal mudah baginya utk kemana - mana apalagi yang di tempuh juga jauh jarak nya .
" Ibu mertua kita kena stroke , dia di rawat di rumah sakit kota ini " .
" Maksud kamu ? " .
" Ya bantu lah bu biaya rumah sakit nya masa ibu diam aja tau mertua sakit ? " .
" Kenapa harus aku ? " .
" Bu Firma yang terhormat , ibu yang punya uang , mas Agua keluar dari sini tanpa bawa uang sepeser pun , sekarang ibu nya sakit wajar lah kalau bu Firma yang bertanggung jawab atas biaya nya " .
" Dia sudah bukan tanggung jawab ku , kamu lah menantu nya jadi silahkan urus sendiri " .
" Enak aja aku gak mau keluar uang untuk mertua apalagi macam dia sudah pelit bisa nya cuma hamburkan uang aja " .
" Saya rasa sudah cukup , setengah jam sudah lewat silahkan pergi '' .
" APa - apa an ini bu Firma , aku di usir dari rumah suami ku sendiri ? " .
" Ini bukan rumah suami mu , silahkan pergi ! " .
" Dasar gila harta kalau jatuh miskin rasakan nanti akibat nya ! " .
Firma tidak mau ambil pusing , dia mendorong pelan Lusi sampai keluar pagar kemudian mengunci kembali pagar rumah nya .
Lusi memaki - maki Firma yang tentu saja mengundang perhatian orang - orang komplek yang kebetulan banyak yang lewat ataupun sekedar bersantai di teras rumah nya .
Firma mengotak - atik ponsel nya dia ingin mencari tahu kebenaran berita yang dia dapat kan dari Lusi .
Tut tut ! Tut tut !
__ADS_1
" Assalamu'alaikum mbak " . Suara Rina terdengar lirih dari seberang .
" Wa'alaikum salam , Rin benarkah ibu di rawat di rumah sakit ? " .
" Iya mbak betul , mbak tau dari siapa , apa mas Agus yang menghubungi mbak ? " .
" Ah tidak penting dari siapa , gimana kondisi ibu ? " .
" Ibu kena stroke mbak , mulut nya terangkat sebelah , kaki dan tangannya menekuk tidak bisa di lurus kan " .
" Innalillahi , yang sabar ya Rin , sejak kapan ibu di rawat di rumah sakit " .
" Sudah 4 haro mbak tapi perkembangannya sudah lumayan " .
" Rin , aku tidak bisa kesana apa kamu bisa mampir ke rumah ? " .
" Bisa mbak , ada mas Agus di sini " .
" Ya sudah kalau memang bisa kamu ke sini aja dan bermalam di sini " .
" Tapi mbak ? " .
" Sudahlah .. Apa kamu sudah anggap aku ini orang lain ? " .
" Iya mbak maaf , nanti aku kesana abis isya' ya mbak ? " .
" Iya hati - hati , jangan malam - malam naik taksi aja nanti aku yang bayar " .
Meskipun Rina dan bu Imah juga pernah jahat padanya tetap saja Firma tidak pernah tega saat keluarga mantan suami nya dalam kesulitan .
Tepat jam 8 malam Rina tiba di rumah Firma mantan kakak ipar nya itu .
" Rina sebaiknya kamu bersihkan diri dulu , kamu bisa pakai baju ganti di kamar kamu " .
" Ka kamar siapa mbak ? " .
" Kamar kamu Rin " .
" Ta .. " .
" Gak ada tapi - tapian kalau kamu ke sini ya itu kamar kamu , ayo buruan kamu bersihkan diri , ganti pakaian terus kita makan bareng , aku sudah lapar nih " .
" Iya mbak , 20 menit ya mbak " . Rina bergegas menuju kamar mandi yang di dapur , di rumah Firma kamar yang ada kamar mandi nya hanya kamar dia dan kamar Angkasa .
Sambil menunggu Rina dia menidurkan Angkasa yang sedari tadi menguap , " Sehat terus ya sayang " . Firma mengusap kepala Angkasa hingga terlelap .
Setelah di rasa Angkasa sudah nyenyak , Firma segera ke arah meja makan , " Ayo Rin makan dulu " .
Firma sengaja memasak capcay goreng dan udang asam manis kesukaan Rina .
" Mbak masak sendiri ? " .
Firma mengangguk .
__ADS_1
" Makasih banyak ya mbak ? " .
" Tidak gratis Rin , selesai makan kamu harus menceritakan semua nya " .
Mereka berdua tertawa dan kemudian fokus dengan makanan masing - masing .
" Ceritakan pada mbak gimana kondisi ibu , kenapa kok bisa sampai jatuh sakit " .
" Ibu melihat mas Agus dan Lusi tengkar mbak , setelahnya ibu tiba - tiba kejang terus pingsan " .
" Kenapa juga tengkar di hadapan ibu , ah mereka itu " .
" 4 hari di rawat kondisi ibu membaik mbak itu yang membuat kami punya harapan besar , Aku juga berkonsultasi sama dokter kata nya ibu stroke hemoragik atau saat pembuluh darah di otak mengalami kebocoran atau pecah " .
Rina menarik napas dalam - dalam dan menghembuskan kasar .
" Dokter menjelaskan banyak tapi aku gak begitu paham istilah - istilah kedokteran itu mbak , cuma paham yang stroke itu tadi aja " .
" Kapan ibu sudah boleh pulang ? " .
" Lusa katanya mbak ibu sudah boleh rawat jalan " .
" Ya sudah kalau gitu kamu istirahat dulu Rin , kasihan badan kamu pasti capek banget " .
" Iya mbak " .
Semalaman Firma tidak bisa tidur hingga adzan subuh dia masih tetap terjaga .
Karena merasa haus Firma ke dapur , air yang dia bawa ke kamar sudah habis .
" Rina ? " .
" Iya mbak " . Rina menyahut dari dalam kamar mandi .
" Jam segini kok sudah mandi ? " .
" Tadi di telepon mas Agus mbak katanya pagi - pagi mas Agus harus interview di kantor yang baru seminggu ini dia masukkan lamarannya " .
Setelah siap Rina berpamitan pada Firma , " Mbak aku berangkat sekarang ya ? " .
" Sebentar Rin " . Firma masuk ke dalam kamar dan menggenggam amplop berwarna coklat .
" Rin , di dalamnya ada uang 30 juta , kamu gunakan sebaik - baiknya ya , jangan sampai mas Agus dan ibu tau , apalagi Lusi " .
" Kalau bisa kamu mampir ke ATM dulu untuk setor tunai biar aman juga , maaf mbak cuma ada cash " .
" Ya Allah mbak Alhamdulillah , makasih banyak ya mbak " . Rina menangis dan memeluk Firma .
" Sudah - sudah sana berangkat sebentar lagi taxi datang , ingat langsung ke ATM ya " .
" Iya mbak , Assalamu'alaikum " .
" Wa'alaikum salam , hati - hati Rin " .
__ADS_1