Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 9 Penjual Buku


__ADS_3

"Boy , masih ingat bawa tugas kita kemarin kan ?" .


"Aman .." .


"Syukurlah .. Bisa berendam di pancuran kran ini sepatu kalau sampai gak bawa " . Ucap Udin sembari mengelus dada .


Hukuman bagi yang tidak membawa ataupun mengerjakan tugas memang harus lepas sepatu sebelah kemudian diguyur dibawah air kran tempat wudhu selama lima menit dan setelahnya dimasukkan kedalam karung sampai jam pulang tiba .


Bisa dibayangkan dong aromanya bagaimana karena lembab berjam jam .


"Jadi kangen Firma , kamu kangen gak Boy ?" .


"Biasa aja , emang kenapa kamu jadi kangen istri orang , jangan bilang kamu mau jadi pebinor (perebut bini orang) yaa .. ?" .


"Gundul mu Boy !! , bilang kalau cemburu !!". Ledek Udin sambil menoyor kepala Boy .


Boy yang tidak siap sampai hampir terjungkal mendapat serangan tiba tiba dari Udin .


"OK jam kelas saya sudah selesai , terimakasih sudah memperhatikan dan tertib , karena besok saya tidak bisa hadir jadi kelas saya kosong , kalian bisa masuk di jam berikutnya saja , selamat siang Assalamu'alaikum .. !" .


"Selamat siang pak , wa alaikum salaam .. !!!. Jawab Udin paling kenceng .


" Kita ke kontrakan Firma yuk , katanya kamu tau tempatnya Boy ?".


"Ayo , ini juga rencana mau kesana" .


"Hey ,, kalian mau kemana kok buru - buru ?" . Tanya Bowo .


"Mau ke kontrakan Firma , mau ikut ?" . Jawab Udin dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Bowo .


Mereka berangkat dengan naik motor sendiri - sendiri karena mereka berangkat ke kampus berangkatnya tidak barengan .


Setelah melewati perempatan kedua masih jauh dari tempat tinggal Firma , Boy tiba - tiba berhenti .


"Kenapa Boy ?!?" . Tanya Bowo setengah berteriak .


"Mau beli buah buat Firma , kasihan kali aja dia gak stok buah di kontrakannya apalagi panas panas gini dia paling suka jus buah .." .


Firma suka mengkonsumsi buah daripada kue , biskuit atau roti . Waktu masih sekolah ibunya selalu membekalinya dengan jus buah , jus favoritnya adalah tomat di mix dengan wortel .


"Boy .. Firma kan juga suka baca novel , aku mau beliin juga ah , didepan situ ada toko buku kali aja nemu novel yang menarik .." . Ucap Udin sembari menunjuk toko buku lebih tepatnya kios kecil tak jauh dari mereka yang sepertinya masih menyediakan koran dan majalah majalah lawas juga .


Ketika sudah berada didepan kios , Udin fokus dengan penjaga kios yang postur tubuh dan rambutnya seperti dia kenali .

__ADS_1


"Mbak ... Ada novel yang paling menarik ceritanya gak disini ?" . tanya Udin menelisik siapa yang punya postur tubuh familiar itu .


"Banyak mas , silahkan diliat liat dulu disebelah tumpukan koran , sebentar ya mas .. Saya sambil lipat - lipat baju suami yang mau dibawa keluar kota , tadi di rumah gak sempet jadi dibawa kesini .. "


"OK !! Gak masalah .. " .


"Ngomong - ngomong postur tubuh mbak sama suara mbak kok kayak temen saya ya .. ?" .


"Cuma kebetulan aja mungkin mas , saya ini gak pernah kemana - mana setelah menikah jadi mustahil orang hafal dengan saya" .


"Mungkin aja ya mbak" .


"Saya ambil yang ada cover ungunya ya mbak , berapa mbak ??" .


"Yang mana mas .. ?" .


"Firma ??!!" .


"Eh .. Udin , kamu tumben beli novel , buat cewe kamu ya , hayoo ngaku ..!" .


"Buat kamu Fir , tadi kami mau ke kontrakan mu tapi malah ketemu disini" .


"Kami ?? , mana yang lain ?" .


"Tuh !! di toko buah .." .


"Din !! Ayo kamu kelamaan !!" . Seru Bowo yang belum sadar kalau Firma ada disebelah Udin .


"Gak usah ke kontrakan Firma" .


"Payah kamu sudah panas panasan kok malah gak jadi !" .


"Hay Wo .. ?!" . Sapa Firma yang muncul dari arah samping Bowo .


"Loh .. Kamu kok disini Fir ?" . Pertanyaan yang akan dilontarkan Bowo justru malah didahului oleh Boy .


"Ayo duduk dulu , maaf yaa kalian jadi panas panasan disini  , mau minum apa .. ?" .


"Gak usah repot Fir , kami sudah dari kantin tadi" . Sahut Bowo .


"Fir , cerita donk kok bisa kamu ada disini ??" . Jiwa ke kepoan Udin meronta .


Firma tersenyum tipis kemudian menghirup nafas dalam dalam dan mengeluarkannya pelan - pelan sebelum menjawab pertanyaan temannya , dia ingin berhati - hati memberi jawaban pada mereka .

__ADS_1


"Aku kerja disini" .


"Hah ???!!" . Boy , Bowo dan Udin serentak terkejut . Bagaimana bisa seorang Firma kerja di kios buku pinggir jalan raya selain panas , banyak debu dan asap kendaraan ,, belum lagi kalau hujan , baru duduk sebentar saja mereka bertiga sudah kegerahan apalagi Firma yang sampai berjam jam .


"Cerita Fir , jujur sama kami jangan sampai ada yang kamu sembunyikan dari kami" . paksa Boy .


"Kalian jangan khawatir , aku kerja di kios ini karena aku bosan di kontrakan sendirian gak ada teman ngobrol , kalau disini paling tidak aku kan bisa melihat banyak orang yang lalu lalang , ada hiburan tersendiri bagiku daripada di kontrakan cuma menumpuk belek (kotoran mata) .


"Kamu yakin sedang baik - baik saja Fir ?" . Boy masih tak percaya .


"Aku sangat baik - baik saja kok , matur nuwun (terimakasih)" .


"Tapi kamu terlihat lebih kurus dan pucat Fir ..?" . Udin menyetujui pendapat Boy .


"Percayalah aku baik - baik saja , aku pucat mungkin karena kurang tidur aja , kalian kan tau kalau aku sangat susah tidurnya kalau malam .."


"Oya Fir ini ada buah buat kamu , tadi Boy yang beliin .." . Sambung Bowo sambil menyerahkan dua kantong kresek ke hadapan Firma .


"Kalian sangat baik , makasih ya ..." . Tanpa Firma sadari ada bulir - bulir bening melintasi pipinya .


"Hey .. Kok kamu nangis , apa kami ada yang salah Fir ??" .


"Ah enggak kok , justru aku sangat terharu punya teman sebaik dan sepeduli kalian , mudah - mudahan Allah selalu mempermudah segala urusan kalian" .


"Kamu gak jujur Fir , aku tau kamu sedang tidak baik - baik saja , aku akan selalu mencari tau apapun masalah yang kamu hadapi , aku berjanji akan slalu melindungi mu Fir meskipun kamu tak pernah tau siapa yang telah ada di belakangmu" . Boy membatin .


"Maaf Fir kami gak bisa lama - lama disini , kami dapat tugas yang belum selesai , sehat terus ya ?!" . Pamit boy dengan menyikut lengan Bowo dan menginjak kaki Udin .


"Makasih ya .. Maaf kalau menjamu kalian disini ... Lain kali telpon saja kalau mau main di kontrakan" .


Boy , Bowo dan Udin serempak mengacungkan jempol tanda bahwa mereka setuju dengan tawaran Firma .


"Kami tinggal dulu ya Fir , jaga diri kamu , Assalamu'alaikum .. " . Pamit Bowo .


Sepeninggal teman - temannya Firma menangis sesenggukan , dia merasa teman - temannya selalu peduli degannya sejak tiga tahun lalu , Firma berdoa mudah - mudahan suatu saat bisa membalas baik budi ketiga temannya  .


Bukan tanpa alasan kenapa Firma bisa bekerja di kios kecil ini , selama 10 bulan pernikahannya dengan Agus , Firma hanya diberi uang belanja satu juta rupiah .


Suaminya bilang itu cukup kalau hanya digunakan untuk makan sebulan , padahal suaminya selalu minta makanan yang baru setiap dia makan , sehari makan tiga kali ya harus masak tiga kali dan beda menunya .


Padahal kenyataannya uang satu juta hanya sampai untuk 2 minggu saja mengikuti menu makam suaminya .


Pernah Firma memprotes Agus tentang uang belanja tapi justru Firma dimarahi karna dianggap menjadi pembangkang bagi suami .

__ADS_1


Firma terpaksa menutupinya dari orang tuanya kenyataan tentang sifat asli suaminya . Dia tidak ingin orang tuanya merasa sedih dan bersalah karena perjodohan itu .


Oleh karena itu Firma berusaha mencari pekerjaan yang akhirnya bisa menutup kekurangan belanja meskipun harus berpanas - panasan .


__ADS_2