
Malam hari Firma terbangun dari tidurnya sebab tiba - tiba dia merasakan mulas yang luar biasa dalam perutnya .
Dia berusaha bangun dan duduk tapi kakinya juga terasa tak bisa di gerakkan . Tangan nya meraba bagian kasur di sebelahnya , setelah menemukan yang dia cari , segera dia mencari nomer Dini .
Tut tut tut .....
Tut tut tut .....
" Assalamu'alaikum mbak " . Sapa Dini di seberang .
" Wa wa'alaikum salam Din , tolong aku " . Suara Firma terbata - bata .
" Halo mbak , mbak Firma aku gak denger jelas suara mbak Firma . Dini memanggil - manggil Firma tapi hanya terdengar suara krusak krusuk saja .
Tanpa pikir panjang Dini dengan baju piyama nya menyambar jaket dan kerudung sekenanya . Setelah mendapati kunci mobil nya , dia segera melajukan ke rumah Firma yang juga ada mama nya tinggal di sana .
Dini melirik jam yang ada di mobil , " Jam 1 , ada apa mbak Firma menelepon , jangan - jangan dia sudah mau melahirkan , sebaiknya aku hubungi dokter nya saja " .
Tuuut tut tuuut ..
" Assalamu'alaikum mbak Dini " . Sapa dokter kandungan langganan keluarga orang tua Dini yang juga masih ada hubungan kerabat jauh itu .
" Wa'alaikum salam , dok maaf mengganggu istirahat nya , saya jemput dokter ya 10 menit lagi saya tiba di rumah dokter , tadi mbak Firma telepon sepertinya dia mau melahirkan " .
" Baik mbak , bukan masalah saya akan bersiap - siap " .
Setelah memutuskan sambungan teleponnya Dini melanjutkan kembali perjalanannya. Dia tadi sengaja berhenti dulu di depan masjid yang di sekitarnya masih ramai pedagang makanan .
Tak butuh banyak waktu akhirnya Dini yang sudah menjemput dokter tiba di kediaman Firma .
Cukup lama memanggil si bibi ART yang kamar nya ada di belakang , bel rumah yang biasa berfungsi dengan baik malam ini sama sekali tak mengeluarkan suara .
Dini berlari ke samping rumah untuk membangunkan bibi , beruntung Dini nasih memegang kunci pagar rumah yang pernah di titipkan Deni pada nya .
" Bi , bibi bibi " . Dini agak berteriak supaya ART yang sudah pulas dalam tidurnya bisa mendengar .
" Ngge mbak , mbak Dini kah ? " . Tanya ART mama nya yang bernama bi Inah yang juga di boyong Firma untuk merawat mama nya .
__ADS_1
" Iya bi tolong bukakan pintu depan ya sekarang " . Pinta ku berharap tak menunggu lama .
" Ngge mbak " .
Beberapa saat kemudian pintu utama sudah di buka , Dini mengajak dokter tersebut langsung ke kamar Firma .
ART yang melihat jadi kebingungan sebab Dini juga belum menjelaskan apa - apa .
" Mbak , mbak Firma " . Dini memanggil dan mengetuk pintu Firma tapi tak ada jawaban .
Pintu Firma di kunci dari dalam , kebiasaan Firma jika tidur memang begitu . Dia merasa lebih nyaman jika tidur dengan mengunci kamar .
" Bi Siti duplikat kunci pintu ada di mana ? " . Tanya Dini pada ART Firma yang juga terbangun .
" Ada mbak , itu di laci meja " . Bi Siti segera membuka laci meja kecil yang berada di koridor dekat kamar Firma .
Begitu kamar Firma sudah di buka , tampak Firma duduk meringis di lantai samping ranjang tidurnya .
" Mbak Firma kenapa ? " . Tanya Dini panik , dia begitu menyayangi Firma seperti kakak kandung nya , dia tidak mau terjadi hal buruk pada Firma terlebih sepeninggal Deni kakak nya .
" Tolong siapkan air mendidih , mbak Firma akan segera melahirkan " . Dokter meminta salah satu ART untuk membantu menyiapkan yang di butuhkan untuk proses persalinan .
Dini membangunkan mama nya , dia tahu pasti kalau mama nya juga ingin mendampingi Firma saat melahirkan .
Satu jam kemudian terdengar suara bayi menangis , Dini yang berada di luar kamar sedikit terkejut .
" Bi , saya seperti mendengar tangis bayi " . Ujar nya sambil mengerutkan kening , dia ragu dengan pendengaran nya sendiri
" ngge mbak saya juga mendengar nya , tapi kok ndak ada lagi suara nya " . Jawab bu Siti .
Bi Inah menganggukkan kepala nya tanda sependapat dengan jawaban bu Siti .
" Owek .. oweek .. " .
" Nah dengar lagi kan bi ? " . Tanya Dini sembari mengangkat telunjuk kanan nya .
Setelah beberapa saat kemudian , asisten dokter yang datang karena di hubungi dokter untuk membantu persalinan tersebut membuka pintu kamar Firma .
__ADS_1
" Mbak Dini bisa tolong masuk dulu , mama mbak Dini memanggil " . Pinta nya .
Dini menganggukkan kepala dan mengekor di belakang nya .
" Iya ma ? " . Tanya Dini pada mama nya yang memeluk seorang bayi mungil lucu .
" Di sini sudah tidak ada laki - laki , tolong kamu hubungi kakek nya untuk mengadzani bayi ini " .
" Kakek ? " .
" Sayang , maksud mama ayahnya Firma , cepetan beri kabar kalau kakak mu ini sudah melahir kan " .
Tak menunggu lama Dini segera memacu mobil nya setelah menelepon kedua orang tua Firma . Dia ingin menjemput sendiri kedua orang tua tersebut apalagi tahu kalau ayah Firma memiliki pandangan yang kabur pada mata nya kalau malam begini .
Tok tok tok !
" Assalamu'alaikum " . Rumah orang tua Firma tanpa pagar jadi bisa langsung mengetuk pintu utama .
" Wa'alaikun salam , nak Dini kok malah yang jemput " . Ujar pak Royani .
" Ndak papa yah biar cepat nyampenya , lagian ayah dan ibu pasti capek kalau naik motor apalagi malam - malam begini , ayah dan ibu bisa istirahat sebentar nanti di mobil " . Dini memang di minta memanggil ayah dan ibu supaya seperti anak mereka sendiri .
Setelah siap semua mereka bergegas ke kediaman Firma , orang tua Firma bertanya dari mana Dino tahu kalau Firma akan melahirkan . Di perjalanan Firma sambil menceritakan semua nya .
Pak Royani mengucapkan terima kasih dan merasa bangga seba Dini memiliki kepekaan yang kuat dengan apa yang telah terjadi sehingga dia langsung menghubungi dokter kandungan yang biasa merawat Firma .
" Ayah ibu hati - hati turun nya , pelan - pelan saja Insyaallah mbak Firma dan bayi nya sehat semua " . Dini mengingatkan setelah melihat kedua orang tua Firma tergesa - gesa saat turun dari mobil .
Sesampainya di dalam rumah mereka di sambut mertua Firma , sementara Firma dan bayi nya di pindah ke kamar tamu yang ada di bawah yang biasa di tempati Dini kalau menginap . Sedangkan kamar Firma di bersihkan terlebih dahulu .
Kedua orang tua Firma belum tahu menahu perihal prahara yang di alami Firma , mereka hanya tahu bahwa Deni telah meninggal dunia saja .
Tentang kehadiran mertua Firma dan ART nya yang tinggal di rumah Firma adalah hal yang biasa , mereka tak mempermasalahkan hal itu . Justru mereka merasa senang karena putri mereka jadi tidak kesepian .
" Nduk , selamat ya putri kamu cantik wajah nya perpaduan wajah mu dan almarhum ayahnya , jaga kesehatan mu demi anak - anak ya nduk , jangan mudah berkecil hati , tetap jaga kesehatan mental juga " . Nasehat ibu nya Firma .
" Satu lagi nduk , jika butuh apa - apa jangan sungkan meminta pada ayah , sekarang ini ayah memang tidak punya apa - apa tapi ayah janji akan selalu siap membantu semua kesulitan mu " . Pak Royani turut menguatkan hati Firma .
__ADS_1