
" Sudahlah nduk , ikhlaskan kepergian suami mu , jangan di ratapi terus kasihan dia , biarkan dia tenang di sana , ayo kita pulang " . Pak Royani membujuk putri satu - satu nya itu agar mau ikut pulang dan tidak berlarut - larut dalam kesedihan .
" Firma masih pengen di sini yah , biarkan Firma menemani mas Deni , kasihan mas Deni pasti kesepian " . Jawab Firma yang duduk bersimpuh di samping gundukan tanah berwarna merah .
Firma mengusap gundukan yang atas nya ditabur kelopak bunga mawar , rajangan daun pandan , bunga kenanga dan beberapa bunga wangi lainnya .
" Nduk , ayo pulang sama budhe kasihan Angkasa sedari tadi menangis di rumah " . Bu Retno turut merayu Firma .
Deni memang ayah sambung bagi Angkasa tetapi kedekatan mereka layak nya ayah dan anak kandung .
Firma tak bergeming , ada rasa sesak yang di rasakan nya saat ini .
Kecelakaan yang terjadi sangat cepat telah merenggut nyawa Deni . Lelaki itu pergi tanpa pesan bahkan sebelum dia melihat buah hati cinta dengan istri nya terlahir ke dunia .
Pemakaman sudah sepi , matahari juga sudah hampir tenggelam .Pak Royani kembali mengajak Firma meninggalkan tempat itu .
" Nduk , hari sudah mulai gelap ayo kita pulang , kasian Angkasa yang sudah menunggu lama di rumah " . Pak Royani menyentuh bahu putri kesayangannya .
" Ayo nduk masih ada hari esok yang harus kalian jalani bersama , kamu harus kuat demi Angkasa dan calon bayi dalam kandungan mu " . Bu Retno turut mengusap kepala Firma .
Ibu nya tidak ikut ke makam dia menemani ANgkasa yang menangis terus menerus di kamar nya .
Angin sore bertiup sepoi - sepoi , kerudung Firma berkibar mengikuti terpaan angin .
Firma kembali menatap ke makam suami nya . Mulai malam nanti dia harus sudah membiasakan diri tanpa kekasih hati yang sudah mendampingi nya 2 tahun ini .
Selama kurun waktu itu banyak kenangan indah yang Firma dapat kan dari sang suami . Menurut Firma , Deni adalah lelaki terbaik yang di kirim Allah untuk mendampingi nya .
Delapan bulan yang lalu Firma merasa kebahagiaan nya semakin lengkap saat Allah menganugerahkan dia hamil buah cinta dari suami tercinta nya .
Deni begitu memanjakannya , apapun yang di mau Firma pasti akan segera di kabulkan oleh Deni .
__ADS_1
Dengan langkah hening setapak demi setapak mereka menyusuri pemakaman hingga ke rumah mertua Firma . Sejak hamil Firma , Angkasa dan suami nya tinggal di sana .
Rumah Firma sementara hanya di tempati oleh ART serta anak dan menantu nya untuk menjaga dan merawat rumah .
Sesampainya di rumah , Firma segera membersihkan diri dan mencari keberadaan Angkasa . Setelah mendapati nya dia kembali menumpahkan kesedihan nya .
Sementara itu di ruang tamu ada seorang tamu yang mencari Firma . Sementara di ruang depan masih banyak bapak - bapak yang membantu persiapan untuk tahlil setelah sholat Isya' .
" Selamat sore , maaf apa saya bisa bertemu dengan istri almarhum Deni ? " . Tanya orang tersebut .
" Tunggu ya mbak , saya panggilkan dulu " . Seru salah satu bapak yang turut membantu .
Tak berapa lama Firma keluar menemui tamu tersebut . Firma menatap penuh tanda tanya terhadap tamu nya , seorang perempuan seusia nya dan di samping nya berdiri seorang gadis kecil berusia sekitar 8 tahun .
Firma tak merasa pernah kenal sebelum nya , dia mempersilahkan perempuan tersebut duduk di karpet yang di siapkan untuk acara tahlil malam nanti .
" Firma , aku turut berduka atas meninggal nya mas Deni , maaf aku tidak bisa hadir saat pemakamannya " . Perempuan itu tampak bersedih dan dari sudut mata nya mengalir air bening .
" Tante kenapa ayah tinggalin Dewi , kenapa ayah pergi secepat ini ? " . Gadis kecil yang sedari tadi diam pun ikut bersuara .
" Istri ? anak ? , apa - apa an ini , apa kamu sedang mengelabuhi ku , kenapa aku tak pernah tahu tentang kamu ? " . Firma menuntut penjelasan yang bisa meyakin kan dirinya .
" Iya Fir , nama ku Sari , aku juga istri mas Deni " .
" Yaa Allah , drama apalagi ini ? " .
" Aku ke sini untuk hitung - hitungan warisan dari mas Deni , kamu harus tau kalau Dewi juga butuh biaya sekolah " .
Firma terdiam dia tidak menyangka bahwa Deni yang di banggakan selama ini telah bermuka dua . Kenyataan pahit harus di terima nya di saat kematian Deni dan bahkan baru beberapa jam lalu di kuburkan .
Sementara para bapak yang masih ada di sekitar kami jadi terperangah mendengar pengakuan perempuan bernama Sari itu .
__ADS_1
Mereka tak percaya dengan yang sudah mereka dengar , Di kampung tersebut Deni terkenal sebagai laki - laki yang baik , yang rendah hati dan selalu memuliakan ibu dan adik nya bahkan istri nya yang bernama Firma .
Mereka mau menengahi pun bukan urusan mereka tapi mereka juga kasihan dengan Firma . Mengingat waktu akan memasuki sholat Maghrib mereka pun pamit pulang terlebih dahulu dan meninggalkan Firma dengan tamu nya .
" Oke apapun pengakuan kamu apa yang bisa membuat mu yakin kalau kamu memang betul istri mas Deni dan gadis kecil ini anak kalian ? " . Tanya Firma tegas .
" Aku bisa menjelaskan untuk itu aku datang kemari membahas semua nya , kamu kan tau kalau Dewi juga butuh biaya untuk masa depan nya " .
" Kamu juga tau kalau kuburan suami ku masih basah , bahkan setelah ini aku masih harus urus semua nya termasuk untuk acara tahlil 7 hari ke depan dan selanjut nya , pikirkan itu " .
Firma beranjak dari duduk nya dan masuk ke dalam rumah nya . Melihat itu Sari pun bergegas mengikuti Firma .
Keluarga besar Firma masih banyak yang di dalam rumah , mereka melihat Firma tampak tidak baik - baik saja dan di belakang nya ada seorang perempuan .
" Maaf nak kamu siapa , kenapa mengikuti Firma ke dalam ? " . Tanya bu Retno menyelidik .
" Saya Sari istri nya mas Deni " . Firma yang hendak menjawab pertanyaan bu Retno keduluan dengan Sari .
" Apa itu benar nduk ? " . Tanya bu Retno pada Firma .
" Saya ndak tau budhe , saya belum bisa berpikir " .
Bu Retno pun belum bisa berkata apa - apa lagi dengan pengakuan Sari .
" Fir , rumah ini sangat besar bukan kah kita bisa tinggal bersama di rumah ini ? " . Sari berkata tanpa peduli etika .
" Maksud kamu ? " . Tanya Firma mulai kesal .
" Selama ini kamu tinggal di rumah besar dan mewah ini , bukan kah adil kalau aku juga tinggal di sini ? " .
" Sari , kamu perempuan aku juga perempuan , kamu mengaku sebagai istri nya sedangkan aku ini istri sah mas Deni , apa kamu gak merasa sedih atas meninggal nya mas Deni ? " . Firma sudah terpancing emosi .
__ADS_1
" Jelas aku sedih dong Fir '' . Tapi Sari menampakkan raut cuek dengan kejadian hari ini .
" Baiklah kalau benar kamu istri mas Deni juga , tinggallah di sini selama 7 hari untuk mengikuti tahlil dan sebagai rasa berkabung dengan meninggalnya mas Deni " .