
Sepanjang perjalanan mas Agus hanya mendiamkan ku dan matanya terus fokus pada jalanan . Mas Agus menghentikan mobil di depan toko perhiasan .
Hatiku bahagia mungkin mas Agus ingin memberikanku perhiasan sebab merasa bersalah sudah cuek padaku selama perjalanan .
Sesaat kemudian mas Agus kembali dengan sebuah bungkusan yang aku pastikan sebuah perhiasan . Bibir ku tersenyum tipis merasa bahagia karena dia memberiku hadiah pertama setelah menikahi ku .
Setengah jam kemudian mobil memasuki komplek perumahan mewah , mata ku terkagum - kagum melihat rumah mewah berlantai dua .
Mobil masuk ke dalam garasi dan terparkir di depan nya . Di situ lah aku melihat istri pertama mas Agus yang memang sangat cantik , dia bertutur kata lembut dan penuh kasih sayang .
Istri mas Agus mempersilahkan ku masuk ke dalam rumah , mataku tak berhenti memandangi setiap sudut rumah dan semua perabotnya .
Aku kagum dengan interior rumah ini , aku berpikir jika aku aku sudah hamil pasti rumah ku juga tak kalah bagus nya dengan rumah yang di miliki bu Firma .
Akan tetapi pemikiran ku telah sirna , kedatangan ku di sini hanya di kenalkan sebagai asisten rumah tangga bukan sebagai istri kedua mas Agus .
Seminggu sudah aku jadi ART di rumah ini , aku memang mendapatkan kemewahan dari mas Agus tapi aku terbebani dengan tugas harian yang di berikannya padaku .
Hingga suatu hari ibu mertua meneleponku , dia menanyakan tentang kehamilan ku . Memang sangat keterlaluan menikah baru dua minggu sudah di beri pertanyaan tentang kehamilan .
Sementara dia memberi waktu sebulan untukku bisa hamil supaya dia bisa punya cucu lagi .
Aku hanya harus bersabar kalau aku hamil sudah pasti anakku juga jadi pewaris aset mas Agus yang begitu banyak .
Mataku berbinar tiap kali aku membayangkan tentang kekayaan ini .
Makanan yang bisa menyuburkan kandungan , obat - obatan sudah aku konsumsi tapi tidak juga ada tanda kehamilan .
Aku pikir mas Agus lah yang tidak subur , karena baru bergoyang sebentar saja dia sudah loyo . Oleh karena itu aku mempunyai ide gila , aku mencari ayah pengganti yang lebih OK dari mas Agus sebab aku harus bisa segera hamil .
Aku menemukan target dia adalah laki - laki sempurna yang pantas mendonorkan benih nya pada ku .
Aku terus berusaha merayu nya , dia adalah anak dari pak Jaja sopir antar jemput sekolah Angkasa anak mas Agus dan bu Firma . Dia terjerat pada perangkap ku dan mau berhubungan badan dengan ku .
Aku dan anak pak Jaja sama - sama sangat menikmati nya . Hanif membutuh kan tubuh ku dan aku pun membutuhkan benihnya .
Sering kami melakukannya di tiap ada kesempatan hingga muncul garis dua pada testpack .
Aku sangat bahagia sebab hasil kerja keras ku membuahkan hasil . Aku memberitahukan mas Agus bahwa aku hamil , aku juga tidak tahu benih siapa yang ada dalam kandungan ku aku tidak peduli yang penting aku bisa hamil sesuai kemauan bu Imah mertua ku .
Mas Agus dan ibu mertua ku sangat bahagia mengetahui aku hamil . Ibu mertua menyuruh ku banyak istirahat tapi dia tidak memberikan solusi bagaimana dengan tugas - tugas harian ku yang di berikan bu Firma .
__ADS_1
Tentu dia tidak ingin ada apa - apa dengan kehamilan ku .
... °°°°°°°...
Suatu hari mas Agus memberitahu ku bahwa semua aset nya di pindah nama atas nama bu Firma . Mata ku terbelalak tercengang mendengarkan pengakuan nya .
Sebegitu bodoh nya sampai dia tidak memikirkan masa depan anak yang aku kandung .
" Nggak pa pa dek bentar lagi kan kita punya anak , kita masih bisa bahagia dengan anak kita " .
Aku mengumpat mas Agus dalam hati , aku mau hamil supaya bisa jadi istri yang kaya dan aku tidak perlu susah payah bekerja , tapi ini dia serah kan semua aset kekayaan pada istri pertama nya . Apa yang akan terjadi kalau istri pertama nya mengusir nya tanpa di beri apa - apa . Aku tidak mau hidup luntang lantung seperti dulu .
Ibu mertuaku sangat pelit jangan kan harta kekayaan , hadiah atas kehamilanku atau perhatian pada ku saja tidak dia lakukan .
Dengan ada nya ibu mertua di rumah ini aku jadi tidak bisa bertemu dengan anak pak Jaja . Aku sedang merindukannya .
Suatu malam karena aku tidak bisa menekan hasrat ku , aku memasukkan anak pak Jaja ke dalam rumah . Kami saling melepas rindu , anak pak Jaja sangat menawan apalagi kalau sedang berc**** .
Tapi sayang nya kami tidak bisa berlama - lama . Keesokan hari nya bu Firma memberitahukan jika dia mengetahui sesuatu . Bahkan dia mengancam akan menunjukkan bukti kalau aku melakukannya lagi .
Mas Agus memang tidak tegas akhir nya aku memintanya untuk membelikan rumah sendiri . Aku sudah tidak nyaman tinggal bersama bu Firma , belum lagi pertemuanku dengan anak pak Jaja akan semakin susah nanti nya .
Di tambah lagi dengan kedatangan budhe Retno , aku terusir sebelum rencana ku menguasai rumah ini berhasil .
Bu Firma semakin waspada dengan keadaan sekitar . Bahkan kamar nya selalu terkunci jika dia keluar rumah . Sehingga aku tidak bisa mengambil sertifikat rumah atau surat aset lainnya di kamarnya .
Aku sudah menduplikat kunci kamar nya tapi sial ternyata dia sudah lebih dulu melangkah .
Dia mengganti kunci kamar dengan kode yang hanya dia sendiri yang bisa mengaksesnya . Aku gagal lagi memang sial .
Setelah aku dan mas Agus terusir dari rumah , mas Agus memulai usaha dari nol . Aku meminta kebijakan dari ibu mertua untuk memberi modal pada mas Agus tapi tidak di hiraukan nya .
" Mas ampe kapan kita gini terus , kalau aku stres bisa berpengaruh pada anak kita nanti nya " .
" Kamu yang sabar ya , ibu cuma punya perhiasan dan itu juga kesenangan ibu kalau ibu gak ngasih ya biarkan saja jangan kita otak atik " .
Hidup nyaman dan enak tinggal impian saja semuanya sudah musnah .
Mas Agus bekerja di ojek online , gaji nya tidak seberapa tapi ibu mertua gaya nya selangit apa - apa minta harus di penuhi .
" Mana uang dari Agus , kamu gak punya hak menerima nya sana bersih - bersih rumah ! " . Ujar ibu mertua sembari merebut uang nafkah dari mas Agus .
__ADS_1
Tapi aku tidak mendengarkannya , aku masuk ke dalam kamar memainkan ponsel mas Agus . Ada pesan masuk dari budhe Retno kalau bu Firma sakit di rumah sakit .
" Baguslah biar cepat mati " . Gerutuku .
Kalau dia mati kan aku jadi dapat warisannya juga secara mas Agus kan suami nya yang tentu kelimpahan warisan .
Aku menghapus semua pesan dari budhe Retno dan bersikap seolah tidak ada apa - apa .
Aku juga memblokir nomer budhe Retno supaya terputus komunikasi dia dengan mas Agus .
" Dek aku mau ngojek , kamu liat hape ku gak ? " .
" Terakhir mas simpen di mana ? , aku gak liat hape mas dari pagi , jangan teledor dong mas masak apa - apa harus aku yang nyimpen " .
Usia kandungan ku semakin besar tapi ibu mertua ku bukan nya menyuruh ku beristirahat malah menjadikan ku pembantu gratisan di rumah nya .
" Bu , Lusi hamil nya sudah besar jangan di suruh ngucek baju lah bu " . Mas Agus memohon pada mertua ku .
" Jangan di manja Gus kan biar lancar tuh lahiran nya , lagian kalau nyuci pake mesin cici nanti yang bayar listrik nya siapa kalau abis banyak , kan gaji kamu juga pas - pas an Gus " .
Aku tak punya pilihan lain selain tetap tinggal di aini daripada terus - terusan di hajar bapak ku dan di paksa jadi sapi perah nya .
Tok tok tok !
" Nyari siapa pak ? " .
" Ini mbak ada paket buat pak Agus " .
" Terima kasih pak " .
" Sama - sama mbak " .
Aku buka amplop coklat tersebut ternyata surat panggilan sidang dari pengadilan agama .
Aku memberikannya pada mas Agus dan mas Agus marah , dia hendak pergi tapi aku cegah . Akhirnya dia mengajakku ikut serta ke rumah bu Firma .
Sesampai nya di sana mas Agus memelas agar mereka tidak cerai tapi keputusan sudah final dan bu Firma tetap menggugat cerai .
Ibu mertua menuntut mas Agus untuk meminta pembagian gono gini tapi mas Agus bilang itu tidak mungkin sebab mas Agus sudah terlanjur menandatangani perjanjian pra nikah .
Aku merasa apes sudah gagal jadi istri orang kaya , sekarang malah jadi pembantu gratisan mertua sendiri .
__ADS_1