Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 17 Firma Hamil , Liya Bahagia


__ADS_3

Banyak kejadian yang sangat sulit bisa di terima Agus , dia merasa kehamilan Firma sumber dari kesialannya . Dia tidak sadar bahwa keberuntungan tidak memihaknya karena kecerobohan dia sendiri .


Agus mendapat surat peringatan pertama dari tempat dia bekerja karena sering datang terlambat dan ijin tidak masuk dengan surat keterangan dokter . Tentu bukan sakit yang sebenarnya melainkan supaya bisa ke luar kota bertemu dengan kekasih hatinya , kalau datang terlambat entah karena apa sebab setiap hari jam setengah 6 pagi dia sudah pergi berangkat ke tempat kerja , paling lambat jam 6 itupun jarak ke tempat kerja masih bisa di tempuh 20 sampai 35 menit masih ada waktu setengah jam sebelum bel masuk .


" Istrimu marahin aku tuh katanya aku sudah merayu mu , menghubungimu tiap waktu dan bilang kalau aku perebut laki orang " . Liya merajuk pada Agus lewat pesan singkat di aplikasi gambar telepon .


" Firma berani menegur mu ?? Tapi dia tahu darimana nomer mu aku gak pernah kasih dia" . Agus mulai terpancing emosi . Padahal wajar saja istri sah menegur seperti itu tapi sepertinya Agus tidak peduli lagi dengan batasannya .


" Ya gak tau mungkin dia ambil pas kamu sedang tidur , marahi itu istrimu ngapain negur aku yang lebih tua darinya , gak ada sopan - sopannya memang dia ! " .


Agus semakin emosi membaca aduan Liya .


" Kamu ngapain pake nelpon Liya , gak ada urusannya kamu sama dia ! " . Tanpa mengucap salam Agus membentak Firma di telepon .


" Tentu aja ada , dia sudah punya suami ngapain juga sibuk nelponin suami orang ?? , telpon suami sendiri kan lebih dapat pahala " . Firma menjawab dengan tegas , sebetulnya ada rasa takut dalam hatinya tapi dia tidak mau diam dan diperlakukan seenaknya terus oleh suaminya . Dia merasa menegur Liya itu adalah hal yang wajib .


Agus kehabisan kata akhirnya sambungan telepon dimatikan sepihak olehnya .


" Huek !! Huek !! " . Untuk pertama kalinya Firma merasakan mual dan sakit di kepalanya . Dia memang belum bisa mencintai suaminya tapi dia sangat sayang dengan janin yang sekarang mulai tumbuh dalam rahimnya .


Firma merasa lemas sebab dari kemarin siang perutnya belum terisi apa - apa , bukan karena tidak bisa makan karena mual , tapi karena memang tidak ada bahan makanan yang bisa diolah selain seikat sawi yang sudah mulai menguning .


Jatah bulanan yang diberi Agus hanya cukup sampai tanggal 12 saja sebab terpotong untuk bayar listrik , air , adik iparnya minta dikirimi uang untuk bayar rekreasi ke Bali lima ratus ribu sedangkan Agus hanya memberi uang satu juta lima ratus setiap bulannya .


Firma sudah sangat merasa lapar , dia hanya meneguk air minum saja seharian tadi .


Tok tok tok !!


" Neng ... Neng Firma .. !! " .


Firma ingin menjawab panggilan bu Romlah tapi suaranya hanya mampu terdengar seperti berbisik saja .


" Bu Romlah .. Masuk bu .. " . Firma membukakan pintu


" Gak usah neng , ini ibu cuma ngantar nasi ayam bakar dari penghuni kontrakan yang baru , tapi minta tolong ibu yang bagi - bagiin , maklum neng masih bujang mungkin malu juga " . Bu Romlah menjelaskan asal nasi ayam bakarnya .


" Terimakasih ya bu , tolong disampaikan juga terimakasih buat penghuni barunya mudah - mudahan betah dan barokah rizkinya " .


" Aamiin .. Yasudah ibu mau bagiin juga ke tetangga lainnya ya , ini masih banyak , baik banget memang si bujang itu " . Bu Romlah berpamitan dan berlalu .

__ADS_1


" Hati - hati bu jalannya masih licin " . Firma mengingatkan .


" Iya terimakasih neng .. ! " .


Firma bergegas masuk dan mencuci tangannya , dia sangat lapar dan ingin segera mengisi perutnya .


" Alhamdulillah matur nuwun Yaa Allah .. , kita makan dulu ya nak maafin ibu kamu sampai ikut menahan lapar , besok ibu akan kerja lagi biar bisa beli makanan ya .. " . Firma mengajak bicara janin yang berusia 6 minggu dalam rahimnya itu .


Dari dalam rumah kontrakan di seberang Nanang memperhatikan Firma yang menikmati makanan darinya dengan lahap , Firma duduk diruang tamu dan membiarkan pintu terbuka . Nanang masih bisa melihat dari arah samping posisi Firma duduk .


" Kasihan kamu Fir , kamu sampai harus menahan lapar sedangkan diluar suamimu bisa membuat kenyang mantan kekasihnya " . Nanang merasa ada yang perih dalam hatinya.


" Dimana ? OK aku kesana .. " . Nanang menjawab telepon dari seseorang , dia bergegas memakai helm dan mengendarai motor kesayangannya .


°°°°°°°


" Yang bener ? Kamu tahu darimana Rin ? " . Liya terkejut dengan cerita Rina . Hari ini mereka memang sengaja janji bertemu untuk sekedar makan siang saja , kebetulan Liya juga habis belanja di dekat sekolah tempat Rina menjadi murid di sana . Rina pulang sekolah jam 1 jadi ada waktu untuk bertemu dengan Liya sebelum pulang ke rumah .


" Beneran lho mbak , mas Agus sendiri yang cerita ke ibu di telpon semalam " . Rina meyakinkan Liya .


" Mbak aku boleh pesan mie ayam satu lagi buat ibu gak ? " .


" Bapak gak usah lah , jarang mau makan kalau dibeli - beliin jadinya males kalau mau bawain makanan " .


" Ya Udah terserah kamu aja deh ! " .


" Mbak aku boleh nanya gak ? " .


" Tanya aja , kayak sama siapa aja " .


" Mbak Liya masih cinta ya sama mas Agus ? , kalau masih cinta kenapa gak nikah aja mbak ? " .


" Huss !! Kamu itu Rin gimana aku nikah sama Agus kalau aku sudah punya suami ?? " . Liya berpura - pura kesal padahal hatinya senang karena ternyata mendapat dukungan dari adiknya Agus .


" Yaa cerai aja mbak ! Upsst !! Maaf mbak " .


" Kamu itu Rin , kalau aku cerai sama suamiku terus Agus gak mau nikahi aku gimana ?? " .


" Tenang aja mbak , ada aku sama ibu yang dukung mbak Liya nikah sama mas Agus " .

__ADS_1


" Terus bapak gimana ? Bapak kan gak suka sama aku ? " .


" Bapak sih gampang mbak , awalnya nolak nanti lama - lama juga mau nerima kok " . Jawab Rina penuh keyakinan .


" Nanti deh aku pikirin , soalnya kalau cerai sama suamiku pasti ditentang sama ibuku , lagian nanti aku beralasan apa biar bisa cerai ma dia ? " .


'' Nanti aku tanyain ibu deh mbak kali aja ibu punya ide yang keren " .


" OK terserah aja deh , Rin kamu bawa motor gak ? " .


" Bawa mbak tuh di depan " .


" Mbak bareng ya , nanti mbak turun perempatan besar dekat rumah mbak " .


" Aku anterin sekalian mbak " .


" Jauh loh masuknya , nanti kamu dicariin sama ibu kamu " .


" Ya kan bawa mie ayam mbak pasti tanya dapet dari siapa " .


" iya deh ,, makasih kalau gitu " .


Rina dan Liya memang dari dulu sudah dekat hanya saja putus komunikasi sejak Liya menikah dengan laki - laki yang menjadi suaminya sekarang .


Sesampainya di rumah , suara bu Imah nyaring terdengar dari luar seperti sedang marah - marah .


" Bela aja terus itu menantumu yang pelit , sudah gak pernah ngasih apa - apa , di mintai buat bayar rekreasi Rina cuma di kasih lima ratus ribu , dia pikir rekreasi gak butuh uang saku apa ? , berangkat terus cuma bengong aja gitu di sana ? " .


" Sudahlah bu Firma kan gak kerja , ibu dikasih segitu bukannya bersyukur kok malah menghina " . Pak Solikin suami bu Imah mulai merasa kesal dengan istrinya .


" Ah bapak mentang - mentang menantunya cantik dibelain terus , jangan - jangan bapak suka ya sama dia " .


" Bukan belain Firma bu , tapi kita kan tahu kalau Firma cuma mengandalkan uang dari Agus " .


" Buktinya menantu kita yang satunya juga sama gak kerjanya tapi dia sering ngasih ibu uang " .


" Yang ngasih anak kita bu , kebetulan gaji dia banyak makanya bisa ngasih lebih ke ibu , hanya saja lewat tangan istrinya " .


" Sama aja kan pak , ah bapak selalu gitu , percuma ngobrol sama bapak ! " . Bu Imah semakin merasa kesal bukan hanya kesal dengan Firma tapi juga dengan pak Solikin .

__ADS_1


__ADS_2