Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 38 Kembali Ke Kios


__ADS_3

" Sayang ayo maem dulu , kalau sudah selesai boleh mainan lagi " . Firma berusaha meminta anaknya agar menurut untuk makan dulu .


Usia anak Firma sudah 2,5 tahun dia tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan pintar . Di usianya yang belum ada 3 tahun itu dia sudah bisa berbicara dengan baik meskipun masih cadel .


" Ibu adek mau sekolah kayak temen - temen " . Anak Firma bernama Angkasa dia berbicara dengan khas cadelnya .


" Iya sayang nanti kita daftar sekolah ya ? " . Usai menyuapi anaknya Firma membonceng anaknya dengan sepeda ontel ke sekolah playgroup . Awalnya dia hanya akan mengajak anaknya melihat - lihat saja tetapi kepala sekolah mengijinkan Firma untuk mendaftarkan Angkasa ke sekolah tersebut .


Akhirnya di daftarkannya Angkasa di sekolah tersebut . Angkasa sangat senang karena hari itu di ijinkan langsung mengikuti kelas . Firma tampak khawatir karena ini pertama kalinya Angkasa untuk beberapa lama tidak berada di pangkuannya .


Sebentar - sebentar dia mengintip ke jendela kelas . Di sana tampak Angkasa dengan mudahnya mengikuti yang bu guru sampaikan .Dia hanya khawatir bahwa Angkasa mengalami kesulitan dengan usianya yang masih sangat kecil .


" Mbak Firma ,, ! " . Tiba - tiba ada yang menepuk ringan bahunya .


" MasyaAllah Dini , kamu di sini ? " . Belum selesai Dia terkejut karena kehadiran Dini di belakang Dini ternyata ada juga Deni .


" Kalian kok ada di sini ? " . Firma masih bertanya - tanya .


" Duduk di sana yuk mbak ! ". Ajak Dini sembari menggandengnya ke taman kecil di luar sekolah , ada bangku panjang di sana , Deni mengikuti mereka di belakang .


" Gak nyangka bisa ketemu di sini ya mbak ? , noner mbak Firma sangat susah di hubungi " . Dini memulai perbincangan .


" Maaf ya Din , nomerku sudah gak ada " . Jelas Firma sembari menundukkan kepalanya ada rasa sedikit perih di hatinya .


" Ponselnya hilang atau gimana mbak ? " . Dini masih penasaran .


" Ponselnya di banting mas Agus ampe gak bisa di aktifkan lagi , sedangkan nomernya dia patahkan dan di buang " .


" Jahat banget suaminya mbak , oya mbak aktifitas mbak apa ? " .


" Cuma jaga Angkasa aja " . Firma tersenyum getir .


" Mas ! mas Deni ih diem aja , ngomong apa kek ! " . Firma mengejutkan Deni yang sedari tadi memperhatikan Firma .

__ADS_1


" Gimana kabarmu Fir ? " . Tanya Deni akhirnya .


" Alhamdulillah baik mas " .


" Mbak Firma kok keliatan kurus sih sekarang pasti repot banget ya mbak rawat Angkasa sendirian , atau kurang istirahatnya mbak ? " . Dini berterus terang karena sudah tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya .


" Alhamdulillah Angkasa anak yang penurut jadi dia gak merepotkan , mmmm ... kalian kok bisa ada di sini ? " .


" Ooh tadi nganterin keponakan mbak sekelas sama anak mbak deh kayaknya tadi " . Firma menjawab .


" Maaf ya aku harus lihat Angkasa , masih belum tega sebab pertama kalinya dia mengikuti aktifitas di sekolah " .


" Silahkan mbak , ini juga mau berangkat ke kantor , ayo mas ! " . Dini menarik tangan Deni dengan kuatnya sampai hampir terjungkal .


Ada rasa bangga dalam hati Firma , dia menyaksikan sendiri bahwa anaknya bisa dengan cepat beradaptasi dengan guru dan teman - temannya .


" Kamu anak ibu yang hebat sayang ,, " . Tak terasa Firma meneteskan air matanya , sebetulnya dia bingung untuk sekolah anaknya nanti bagaimana biayanya , dia berpikir keras untuk bisa mendapatkan penghasilan sendiri .


Firma berkumpul dengan para ibu yang juga mengantar anak mereka , ada saja pembahasan yang mereka perbincangkan .


" Kios gak ada yang jaga nih , adikku sudah mulai kuliah " . Kata ibu pemilik kos .


" Coba cari aja karyawan lain kalau mau " . Saran salah satu ibu wali murid .


" Maunya sih gitu soalnya aku gak bisa jaga sendiri , antar jemput anak yang pertama sama kedua juga " .


Firma akhirnya memberanikan diri bertanya meskipun belum kenal , " Maaf bu saya tidak sengaja mendengarkan pembicaraan ibu - ibu , ibu lagi butuh karyawan untuk jaga kios apa bu ? " .


" Gini mbak saya punya kios koran , majalah , buku tapi saat ini belum nemu karyawan baru , mbak mau kerja di kios saya ? " .


" Saya mau bu , saya pernah jaga kios buku juga , maaf bu untuk jam nya bagaimana ya , anak saya sekolah di sini " .


" Itu gampang mbak kios bisa di buka jam 7 atau setelah antar anak mbak sekolah , kalau jemput sekolah juga bisa di tinggal dulu , kiosnya deket kok mbak 1 kilometer lah dari sini " . Jelas ibu pemilik kios .

__ADS_1


" Terimakasih bu , saya bisa mulai kapan ? " .


" Mulai besok gak pa pa mbak , jam 7 sampai jam 2 ya mbak , jam berikutnya sampai malam ada tetangga saya yang gantiin jaga " .


" Iya bu , boleh saya lihat kiosnya bu sepulang anak - anak sekolah nanti ? " .


" Boleh , nanti sekalian saya kasih tau tempat ambil kuncinya " .


Firma merasa sangat senang hari ini meskipun kerjaan belum di jalani dan belum mendapat penghasilan tapi Firma sudah merasa ada secercah harapan besar di depan .


Sepulang sekolah anaknya , Firma mengikuti ibu pemilik kios meskipun hanya dengan menggunakan sepeda ontel , setibanya di kios ibu tersebut menjelaskan bahwa gajinya tidak banyak , perminggunya hanya 200 ribu saja .


Firma tidak mempermasalahkan hal itu , yang terpenting baginya dia bisa membelikan anaknya baju seragam dan sepatu untuk anaknya sekolah .


" Alhamdulillah sayang , ini rejeki mu nak sekolah yang rajin jadi anak yang kuat , penurut dan ceria ya sayang '' . Firma memeluk anak semata wayangnya itu dengan kasih sayang .


Sebagai hadiah anaknya pintar saat di sekolah , Firma membelikan es krim untuk anaknya . " Ibu aku mau es cokelat " . Angkasa masih khas dengan cara bicara anak - anak yang cadel makin menggemaskan bagi Firma .


" Iya sayang ,, mau beli berapa es krimnya ? " .


" Satu ibu aku gak mau gigiku di gigit cokelat " . Firma dan penjual es krim tertawa bersamaan mendengar jawaban Angkasa .


Angkasa memang anak yang menggemaskan pipinya chuby , rambutnya hitam lurus dan sedikit panjang , setiap orang akan mengira bahwa Angkasa adalah anak perempuan karena wajahnya memang seperti anak perempuan dengan bulu mata lentik dan bibir mungil .


" Ayo bu pulang , aku sudah ngantuk " . Angkasa menarik tangan Firma .


Firma hanya tersenyum dan membantu anaknya menaiki sepeda ontel , di belakang Firma dia tidak pernah berhenti menyanyi layaknya kendaraan yan full musik sebelum tiba di rumah .


Semenjak melahirkan Angkasa , hiburan Firma hanya Angkasa saja , Angkasa juga lebih dekat ke Firma daripada Agus ayahnya . Agus memang tidak pernah mengharapkan kehadiran Angkasa , dia menginginkan memiliki anak perempuan sehingga pada Angkasa dia tidak terlalu mau dekat padahal Angkasa sering merengek meminta bermain dengan Agus .


" Alhamdulillah sampai .. sayang baju nya di lepas langsung mandi terus makan terus bubu , OK ? " .


" Tapi es krimku kapan minumnya ? " .

__ADS_1


" Oiya sekarang juga boleh , tapi di lepas dulu bajunya ya , sayang kan pake kaos singlet jadi jangan malu " . Firma mengecup kening Angkasa . Angkasa menganggukkan kepalanya menuruti kata ibunya .


__ADS_2