
" Nduk , jelaskan sama budhe sekarang ! " . Bu Retno membelalak kan matanya .
" Firma juga bingung budhe mau menjelaskan bagaimana " . Firma menghirup rakus udara dan menghempaskan keras .
" Siapa perempuan ini nduk kenapa dia tadi bilang kalau dia istri nya Agus waktu bukain budhe pintu tadi , bahkan dia juga mengusir budhe untuk tidak masuk rumah ini " .
Bu Retno memandangi Lusi dari kepala hingga kaki seolah memastikan bahwa dirinya sedang berhalusinasi dengan yang dia dengar tadi .
Badan Firma terasa lemas dia saja masih menduga - duga yang sedang terjadi dan belum menemukan bukti apa - apa , justru sekarang budhe nya Agus sendiri yang mendengar langsung dari mulut Lusi .
" Mana Agus nduk ? " . Bu Retno bertanya pada Firma .
" Belum pulang budhe , semalam dia ke kantor dan sampai sekarang belum pulang " . Jelas Firma .
" Keterlaluan memang Agus itu " .
" Budhe , bulek ayo duduk dulu biarkan Lusi menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi " .
Firma juga berusaha membawa dirinya supaya bisa lebih tenang lagi .
Firma sengaja menyuruh semua orang duduk supaya amarah bisa mudah reda .
Sebagaimana Rasulullah berkata jika salah seorang marah ketika berdiri maka hendaklah duduk , jika marah nya tidak hilang maka hendaknya sambil berbaring . Karena berdiri bisa membuat orang bersitegang dan cepat marah , begitu pula orang duduk daripada berbaring .
Firma mengungkapkan apa yang sudah menjadi kecurigaannya yang belum memiliki bukti pada semua orang yang ada di depannya .
Budhe dan bulek mendengarkan dengan seksama , beda lagi dengan Lusi yang tersenyum sinis merasa senang dan menang .
" Lusi bisa kamu jelas kan apa hubungan mu dengan Agus ?? '' . Tanya budhe pada Lusi dengan pandangan mengintimidasi .
Lusi menjelaskan tidak banyak dia hanya bercerita bahwa dia dan Agus sudah menikah secara siri di kampung Lusi yang juga kampung kelahiran Agus . Bahkan sekarang Lusi tengah mengandung .
" Assalamu'alaikum " . Agus mengucap salam
" Wa'alaikum salam " . serempak semua menjawab
" Nah dari mana sebetulnya mas Agus itu , terakhir dia pergi malam berpamitan ke kantor , entah kantor mana yang buka nya malam hari " . Firma membisiki bu Retno .
" Agus duduk lah budhe ingin mengatakan sesuatu " . Bu Retno mempersilahkan Agus untuk duduk dulu .
" Wah ada apa ya budhe kok tumben pagi - pagi budhe sudah nyampe sini , apa ada acara budhe ? " .
" Budhe hanya mampir saja sebab budhe masih ada perlu " .
Agus tidak sadar jika dia memilih duduk di kursi panjang yang di duduki oleh Lusi juga .
" Agus katakan yang sebenarnya apa hubungan mu dengan Lusi , apa dia istri mu ? " .
" Dia memang istri Agus , budhe " . Agus menjawab dengan tenang nya .
Mendengar pengakuan Agus mata bu Retno melotot sedangkan Firma berusaha mati - matian menahan air mata nya supaya tidak lolos begitu saja . Dia tidak ingin menangis di depan Lusi dan Agus .
__ADS_1
" Astaghfirullah Gus , budhe tidak menyangka kamu setega itu jadi suami , apa kamu sudah tau apa akibat nya Gus ? " .
" Sudah budhe seperti sekarang tidak ada manusia yang mampu merubah takdir Allah budhe " .
" Takdir Allah atau nafsu mu Gus ? , tolong jangan bawa - bawa nama Allah dengan keegoisan mu " .
" Bukan kah istri yang mengijinkan suami nya menikah lagi itu surga jaminannya budhe , harus nya dek Firma malah berterima kasih sama saya " .
Agus membela diri karena pendapat nya lah yang dirasa sudah benar .
" Gimana kamu bisa memberikan istri mu surga kalau memuliakan nya saja kamu gak bisa Gus ? , Apapun alasan mu , kamu tidak punya hak menduakan istri mu Gus , andai seorang istri beh menikah lebih dari satu suami dan diam - diam istri mu menikah lagi , kamu juga akan sakit hati Gus , kamu gak akan bisa kuat hati ! " .
Emosi bu Retno audah meluap - luap tak bisa menahan nya lagi . Dia marah pada Agus keponakan nya yang agama nya bisa di bilang cukup baik tapi kenapa tega mendzolimi hati istri nya demi keegoisannya sendiri .
" Firma ikhlas di madu budhe " . Agus menjawab sebab tidak melihat Firma melakukan perlawanan dan diam saja .
" Enak sekali kamu ngomong nya , Firma bisa menerima gundik mu ada di sini karena dia belum tau kalau yang kamu bawa itu bukan ART yang sesungguhnya melainkan istri mu ! " . Bu Retno semakin kesal dengan keponakan nya .
" Dan kamu Lusi ! Seperti apapun latar belakang mu bagaimana bisa kamu membangun kebahagiaan diatas penderitaan perempuan lain ?? , cuma perempuan rendah yang bisa melakukan itu " .
Agus menggenggam tangan Lusi untuk saling menguat kan .
" Maaf budhe , saya salah " . Ucap Lusi .
" Saya tidak menyalahkan kamu , saya cuma heran kenapa kamu mau saja di nikahi Agus yang jelas sudah punya istri , kamu pasti punya alasan entah karena ekonomi mu atau apapun itu , tapi kamu salah pilih target " .
Mata budhe memperhatikan perut Lusi , " Berapa bulan kandungan mu ? " .
" Berapa lama kamu tinggal di sini ? " .
" Lima bulan budhe " .
" Dua ratu di dalam satu rumah sudah pasti tidak akan ketemu nyaman nya , kapan kamu ceraikan Firma Gus ? " .
" Saya tidak akan menceraikan Firma budhe " .
'' Kalau gitu ceraikan Lusi ! " .
" Saya tidak mau kehilangan kedua nya budhe " .
" Jangan rakus kamu Gus ! " .
" Budhe " . Firma membuka suara .
" Nduk jangan potong pembicaraan budhe , biarkan budhe bicara , kamu jangan mau - mau nya di manfaatin Agus terus menerus , kalau Agus gak mau ceraikan kamu , kamu yang harus menggugat cerai pada nya ! " . Bu Retno sudah kalap dan tidak bisa menahan rasa kecewa nya pada Agus .
" Lusi , kamu haus belaian kasih sayang atau doyan terong Agus ? , kamu lihat baik - baik image agamis dalam wujud Agus itu hanya kedok saja , orang tua mu tau soal ini Gus ? " .
" Ibu yang tau budhe yang menyuruh nikah dan menyuruh membawa Lusi ke sini juga ibu " .
" Astaghfirullah , ibu model apa ibu mu itu kok bisa nyuruh anal nya untuk memadu istri nya sendiri " .
__ADS_1
Bu Retno merasa sakit kepala akibat terlalu emosi . Dia memilih mencari penginapan dan pulang ke kampung keesokkan hari nya .
" Kamu kenapa ceroboh sekali Lus " Kata Firma .
" Bu Firma gak bilang kalau budhe mau datang ke sini " .
Firma menggelengkan kepalanya , dia juga sudah pusing dengan kejadian yang baru saja di alaminya .
°°°°°°°
Keesokan hari nya Firma berencana akan keluar rumah untuk menghindari luapan emosi nya , saat dia membuka pintu . " Budhe kok ndak masuk sejak kapan budhe di sini ? " .
" Nduk kamu jangan mau jadi sapi perah mereka berdua ! " .
" Masuk dulu budhe " .
" Tolong panggil kan Agus nduk " .
Belum sempat di panggil ternyata Agus sedang menyuapi Lusi buah , ini adalah pemandangan yang perih buat Firma sebab dulu sewaktu dia hamil , dia tidak pernah di perlakukan Agus seperti itu .
" Gus , kamu tau kan mertua dan menantu perempuan itu tidak bisa di satukan , apalagi dua istri dalam satu rumah dan satu atap " .
Firma dapat menangkap arah pembicaraan bu Retno .
" Maksud budhe ? " . Agus minta penjelasan .
" Kamu tau kan Firma sudah mendampingi mu selama 7 tahun , rumah ini di bangun juga dengan uang orang tua Firma dengan tujuan suatu saat rumah ini untuk Firma dan anak - anaknya " .
" Tapi rumah ini atas nama saya budhe " .
" Harus nya kamu tau diri Gus , kamu yang menciptakan masalah , kamu harus cari jalan keluar nya sendiri , artinya orang baru yang harus keluar dari rumah ini " .
" Maksud budhe Agus di usir ? " .
" Budhe tidak mengusir tapi itulah keputusan yang harus kamu ambil Gus ! " . Bu Retno menekan kalimat nya di akhir .
" Baiklah kalau gitu saya sama Lusi keluar dari rumah ini dan tidak akan mengganggu Firma lagi budhe " .
" Alhamdulillah akhir nya kamu mengerti " .
" Dasar wanita gila harta " . Maki Lusi pada Firma .
" Biarin aja aku gila harta karena memang ada harta nya kok , lha kamu gila harta tapi jerumusin diri masuk di rumah tangga orang " .
Lusi menghentakkan kaki nya saat Agus mengajak nya pergi .
" Nduk budhe pulang dulu ya , urusan budhe sudah selesai " .
" Inap di aini dulu lah budhe beberapa hari , budhe pasti capek " .
" Budhe ndak betah di kota nduk , lebih nyaman di kampung bisa lihat sawah kalau pagi , malam juga bisa denger suara kodok sama jangkrik " . Bu Retno tertawa .
__ADS_1