Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 24 Reuni Keluarga


__ADS_3

Assalamu'alaikum Wr. Wb .


Salam sejahtera


Bertepatan dengan 10 tahun meninggalnya almarhum mbah kakung Sudiro Husodo dan 4 tahun meninggalnya almarhumah mbah putri Sulasmi , maka untuk sambung rasa dan silaturahim kami mengundang seluruh anggota keluarga besar mengikuti reuni keluarga yang Insya Allah akan di selenggarakan pada :


Hari / tanggal : Minggu , 14 Januari 2023


Tempat : Rumah Joglo alm. Mbah Sudiro Husodo


Jam : 09.00 - selesai


Donasi per kepala keluarga : Rp 200.000,00


Demikian kami mengucapkan terimakasih .


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Panitia Keluarga Besar


Susilo Husodo


Begitulah yang tertulis di grup w******* keluarga dari ponsel Agus yang kemudian di lanjutkan ke Firma . Firma memang sudah termasuk anggota keluarga besar tapi oleh Agus nomer Firma tidak di masukkan di grup tersebut .


" Mas bisa hadir ? " . Tanya Firma kemudian .


" Hemm " . Agus hanya menjawab dengan berdehem .


" Mas kenapa nomer ku gak di masukin aja ke grup biar aku bisa tau kalau ada berita apa - apa " .


" Gak usah , nomer ku aja udah cukup '' .


Firma tidak melanjutkan lagi debatnya dia merasa sudah cukup dengan jawaban Agus barusan .


Hari yang di persiapkan untuk reuni keluarga akhirnya tiba juga . Acara di selenggarakan di rumah induk mendiang almarhum mbah Sudiro Husodo lebih tepatnya di kampung halaman Agus , sedikit cerita mbah Sudiro Husodo semasa hidupnya sangat di segani penduduk kampung .


Dia memiliki 3 orang istri , istri pertama memiliki 7 putra , istri kedua memiliki 1 putra , istri ke 3 memiliki 2 putri dan 2 putra . Ibu Agus adalah putri dari istri ketiga . Meskipun begitu 3 istri mbah Sudiro Husodo hidup rukun sampai akhir hayat . Sekarang mereka sudah meninggal dan hanya tinggal anak , menantu dan cucu - cucunya saja .


Acara demi acara tertata rapi oleh kekompakan keluarga besar mereka . Acara terakhir di isi dengan berfoto masing - masing keluarga . Kini giliran keluarga bu Imah yang terdiri pak Samiun sebagai suaminya , 4 anaknya dengan pasangan masing - masing dan anak - anaknya kecuali Rina karena cuma Rina yang masih sekolah .


Usai acara mereka semua di persilahkan menikmati hidangan yang berasal dari donasi patungan mereka sendiri . Agus memilih menikmati hidangan dengan berkumpul dengan sepupu - sepupunya . Bu Imah sibuk membantu di dapur dengan saudaranya yang lain , pak Samiun seperti biasa lebih suka menyendiri , saudara ipar Firma membaur dengan saudara yang lain , hanya Firma sendirian yang tak tahu harus lakukan apa baginya acara keluarga seperti itu justru membuatnya merasa tersiksa karena wujud dirinya ada tapi seperti tak ada bagi yang lainnya .


" Mbak Firma kok sendirian ayo ikut gabung ke sana mbak " . Ajak seorang wanita paruh baya sambil menunjuk ke arah rumah yang di sebelah rumah joglo .


" Ngge bu " . Jawab Firma menganggukkan kepalanya sembari mengikuti wanita paruh baya itu yang kini menggandengnya .


" Maaf ya mbak budhe ajak ke sini , mbak Firma kok sendirian Agus nya kemana ? " .


" Mas Agus lagi sama sepupu - sepupunya budhe " .


" Gimana tho Agus itu istrinya baru kenal saudara - saudara kok di tinggal , saudaranya Agus kok ya sama aja " .

__ADS_1


Firma hanya tersenyum tanpa memandang ke arah wanita itu , Firma lebih memilih menundukkan kepalanya .


" Mbak Firma yang sabar ya , maafin ibu mertua dan saudara ipar mbak Firma " .


" Sudah biasa kok budhe Insya Allah selalu di maafin " .


" Jadi mbak Firma sudah biasa di perlakukan begitu ? " .


Firma menganggukkan kepalanya , sebetulnya Firma bukan tipe orang yang suka mengadu jika alami hal apapun tapi karena dia mendapat pertanyaan dan yg bertanya pun juga masih kerabat suaminya tentu dia mengiyakan perkataan budhenya . Terlebih dia yakin jika budhenya itu orang baik dan bijak .


" Maaf budhe , budhe itu dari saudara ibu yang mana ? " .


" Ooh ... budhe ini kakak ipar ibu mertua mbak Firma , jadi budhe menikah dengan kakak laki - lakinya pertama dari istri pertama mbah Sudiro " .


" Berarti budhe menantu pertama ngge ? " .


" Betul mbak , budhe punya 6 anak laki - laki semua tapi yang menikah baru 4 yang 2 masih sibuk fokus sama kerjaannya " .


" Gitu ya budhe , kerja di mana budhe kok sampe belum punya keinginan menikah ? " .


" Yang kakaknya seorang abdi negara di Jakarta sana mbak usianya 32 tahun , yang adiknya di Surabaya kalau yang adiknya ini lebih suka berdagang usianya 27 tahun " .


" Jarak umurnya jauh budhe " .


" Iya mbak budhe dulu lama hamilnya , menikah sudah 8 tahun baru di percaya punya anak tapi ya gitu selisih tahunnya juga ndak ada yang deket , makanya usia anak yang terakhir masih segitu" .


" Maaf ngge budhe kalau saya nanya - nanya " .


" InsyaAllah delapan bulan budhe "


" Uwalah bentar lagi lahiran , sehat terus ya mbak ibu dan bayinya , inget kalau sudah mau masuk waktu Maghrib jangan keluar rumah " .


" Ngge budhe , ibu kontrakan tempat kami tinggal juga sering mengingatkan " .


" Syukurlah kalau begitu , oya mbak maaf ya kalau budhe ndak satu keyakinan sama yang lain termasuk keluarga mertua mbak Firma , hanya pakde budhe sekeluarga saja yang beda , dulu mbah Sudiro asalnya juga sama seperti kami sampai mbah Sudiro mengajak istri dan semua anaknya pindah agama hanya kami sekeluarga yang ndak pindah " .


" Budhe itu kan haknya budhe sekeluarga , keyakinan kan ndak bisa dipaksakan budhe . Kalau dipaksakan malah menjalaninya semaunya sendiri " . Firma menjawab dengan tersenyum .


" Iya mbak memang yang di bilang ada benarnya tapi kadang kami merasa seperti sendirian , merasa asing dengan yang lainnya , tau sendiri lah nduk kebanyakan orang kalau ketemu yang beda keyakinan sikapnya di tunjukkin sinis nya atau merasa diri mereka lebih suci atau apalah " .


" Tapi saya ndak begitu budhe , budhe yang sabar ngge ? , teman - teman saya mayoritas juga beda keyakinan budhe tapi kami baik - baik aja justru malah saling menasehati dan mengingatkan untuk ndak ingkar keyakinan sendiri " .


" Syukurlah mbak berarti penilaian budhe terhadap mbak Firma ndak salah , mbak Firma anak yang baik tapi mbak Firma malah masuk di keluarga dek Imah " .


" Maaf budhe kenapa ? " .


" Budhe ndak bisa cerita tapi mbak Firma mulai sekarang harus bisa membedakan mana orang baik mana yang pura - pura baik , mbak Firma diam dulu ada dek Imah kemari " .


Memang betul dari arah dapur bu Imah menghampiri mereka berdua . " Kayak nya seru ngobrolin apa ? " .


" Nanya - nanyain tentang kandungan menantu kamu aja dek " . Jawab budhe sambil melirik ke arah Firma .

__ADS_1


" Oo kirain bahas apa , sudah makan kamu Fir ? " .


" Sudah kenyang makan kue sama buah bu " . Jawab Firma yang memang dari tadi cuma itu yang dia makan .


" Itu ada lontong kikil kamu gak mau coba ? " .


" Sudah kenyang bu , saya cuma pengen pulang aja kalau di ijinkan " .


" Agusnya mana , suruh Agus nganterin kamu pulang ! " .


" Iya bu " .


" Ya udah saya mau balik ke dapur nanti kalau pulang kuncinya ada di bapak " . Jelas bu Imah sembari melangkahkan kakinya kembali ke dapur .


" Mbak Firma mau pulang sekarang ? " .


" Ngge budhe pinggang saya audah mulai terasa panas capek juga budhe " .


" Laiya ibu hamil juga kebanyakan gitu mbak , budhe sampe lupa kalau yang di depan budhe lagi hamil besar malah diajak berdiri lama " .


" Ndak papa budhe , saya memang sering begini tapi mas Agus dimana ngge budhe kok ndak keliatan " .


" Di telpon aja mbak ! " .


" Ponsel saya di bawa mas Agus budhe " .


" Agus ini kok ya ada - ada saja , wes ayo biar di anterin keponakan budhe aja itu dia numpung bawa motor " . Kata budhe sambil menunjuk ke arah perempuan yang masih sangat muda dan usianya lebih muda dari Firma .


" Matur nuwun ngge budhe " .


" Halah kayak sama siapa aja , ati - ati itu membonceng mbak Firma nya kasihan kandungannya " . Budhe mengingatkan keponakannya untuk lebih berhati - hati .


Kurang lebih sepuluh menit untuk sampai di rumah mertua Firma . " Makasih ya mbak sudah repot nganter " .


" Sama - sama mbak , mbak langsung tak tinggal balik lagi ya soalnya mau nganter makanan ke pakdhe budhe yang sudah pulang duluan " .


" Iya mbak monggo , ati - ati " . Firma melambaikan tangannya .


Firma melangkah masuk kedalam rumah , rumah terbuka tapi masih sangat sepi , dia rasanya ingin mandi dulu supaya kembali segar badannya .


" Fir , kamu pulang sama siapa ? " . Tanya pak Samiun yang mengejutkan Firma .


" Diantar sepupu tadi belum tau namanya pak " .


" Oo .. bapak mau keluar dulu pintunya dibiarin buka apa di tutup ? " .


" Di tutup aja pak , matur nuwun " . Firma buru - buru jalan ke kamar mandi yang ada di belakang rumah induk sampai kakinya terpeleset tapi untung nya masih bisa menahan berat tubuhnya dengan tangannya .


" Yaa Allah lumut sebanyak ini apa gak ada yang bersihin ? " . Firma berkata pelan dia yang tadinya ingin segera mandi jadi harus bersihkan lumut - lumut itu , setengah jam lebih Firma berusaha membersihkannya tapi hanya sebagian yang baru bisa dia bersihkan .


" Ah gini aja dulu yang penting yang biasa di lewati sudah bersih gak ada lumut " .

__ADS_1


Setelahnya Firma melanjutkan kegiatan mandinya yang tertunda . Setelah mandi , sholat dia ingin berbaring sebentar tapi saat matanya melihat di dinding kamar banyak sekali baju kotor yang berjajar di gantung di paku . Membuatnya risih dan tak nyaman , dia berinisiatif mencuci mumpung matahari masih terik apalagi mencucinya tidak di bantu mesin .


__ADS_2