Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 54 Terekam Kamera CCTV


__ADS_3

" Selamat pagi bu apa betul dengan saudara Firma " .


" Pagi , ya betul maaf siapa ya ? " .


" Ibu silahkan baca ini " .


" Segera pasang kamera cctv jika ingin tahu banyak hal " . Firma membaca tulisan di lembar kertas yang di berikan laki - laki asing di hadapan Firma .


Kertas yang di terima Firma ada beberapa , kertas kedua dia baca . " Jangan takut aku hanya ingin menolong mu " .


Kertas ke tiga , " Orang di hadapan kamu adalah orang ku yang bisa bantu pasang cctv " .


Kertas ke empat , " Jangan takut cctv dan jasa pasang sudah saya bayar " .


Kertas ke lima , " Segera pasang sekarang sebelum suami kamu pulang " .


Firma seperti terhipnotis dan menyuruh laki - laki itu memasangkan kamera cctv di rumah nya tapi sebelum itu dia menyuruh Lusi pergi ke pasar dulu .


" Lusi , aku lupa beli daging nya tolong kamu ke pasar sekarang , ini uang beli daging , ini uang buat kamu " .


" Buat saya bu ? " . Mata Lusi menyorotkan kesenangan .


" Iya " .


" Bu orang itu siapa ? " . Sambil menunjuk ke arah teras Lusi bertanya pada Firma .


" Saya juga gak kenal tapi dia nawarin paket wifi , jadi sya minta nunggu mas Agus dulu siapa tau dia mau pasang wifi " . Bohong Firma .


" Oh " . Lusi kemudian pergi meninggalkan Firma dengan tamu nya . Dalam hati Lusi hanya ada rasa senang sebab hari ini dia jadi bisa beli baju sebab yang di beri Firma memang lumayan .


Sepeninggal Lusi laki - laki yang datang itu segera menyelesaikan tugas nya . Kamera cctv yang di bawa laki - laki itu ada 4 yang akan di pasang di teras , kamar Lusi , ruang tengah dan dapur . Firma sengaja memilih dapur sebab akhir - akhir ini suami nya sering ke dapur yang tentu mengundang kecurigaan bagi Firma .


Kamera sudah terpasang semua kemudian di sambungkan di hp Firma yang dia beli dari teman nya tapi belum sempat dia gunakan .


" Tugas saya sudah selesai bu " .


" Ini uang unt.... " .


" Eh ndak isah bu saya sudah di bayar lebih sama orang yang bantu ibu " .

__ADS_1


" Siapa orang nya ? " .


" Saya juga belum pernah melihat nya bu , saya cuma di perintahkan saja " .


Seminggu sejak di pasang kamera Firma memang sibuk dengan banyak nya kegiatan di luar rumah sampai dia lupa kalau di rumah nya sudah terpasang kamera cctv .


" Aku kok jadi lupa ya di rumah ada cctv , coba aku cek " . Firma bermonolog dengan diri nya sendiri .


Dari hari pertama menit demi menit Firma memperhatikan baik - baik aktifitas setiap orang di rumah .


Sampai akhirnya beberapa kali Lusi terlihat memasukkan laki - laki ke dalam kamar nya .


Firma tak berhenti beristighfar , dia menutup mata karena malu melihat , adegan demi adegan yang di lakukan Lusi dengan pasangan mesum nya itu .


Firma bingung harus ambil keputusan apa dia marah sebab rumah nya di jadikan Lusi sebagai tempat maksiat .


Firma keluar kamar dia mencari keberadaan Lusi , tampak Lusi sedang menonton televisi di ruang tengah .


" Lusi selama aku tidak di rumah apa yang kamu lakukan di sini ? " . Tanya Firma tanpa basa basi lagi .


" Masak , nyuci dan sebagainya " . Jawab Lusi dengan santai nya .


" Jelas kan lebih banyak lagi ! " .


" Aku melihat kamu membawa masuk laki - laki , siapa laki - laki itu ? " .


" Saya gak ngapa - ngapain selain ngerjain tugas saya bu " .


" Allah menyuruh hamba Nya untuk berlomba - lomba berbuat kebaikan dan memerangi kebatilan , jadi kalau ada kemaksiatan di rumah ini maka harus di tegur , di beri peringatan dan kalau perlu di beri hukuman sesuai perbuatan nya , kamu paham kan Lusi ?! " .


" Maksud ibu saya sudah melakukan maksiat ? " .


Firma mengangkat kedua bahu nya , " Hanya Gusti Allah yang Maha Tau dan diri kamu sendiri " . Firma menunjuk dada Lusi .


Lusi mendongak ke atas seolah mencari tahu keberadaan kamera .


" Hahahaha .. Kamu takut ada cctv ya di rumah ini ? " . Firma meledek kekhawatiran Lusi .


" Selama saya gak salah ngapain saya takut ? " . Lusi justru malah menantang .

__ADS_1


" Ya sudah kalau memang gak takut , toh tetangga di sini juga banyak , rumah juga berdempetan , kalau pun ga ada cctv di dalam rumah ini , mereka kan juga tau siapa saja orang lain yang masuk rumah ini dan jam berapa nya , apalagi ibu - ibu komplek lebih tajam loh mulut nya " .


Firma merasa senang melihat ekspresi wajah Lusi yang pucat dan malah menakut - nakuti nya .


" Terserah ibu mau ngomong apa yang penting saya benar , lagian ini jam istirahat saya bu saya mau nikmati jam istirahat saya '' .


" Ternyata benar , kalau sudah banyak maksiat yang di lakukan maka semakin gelap hati nya akan nasehat orang lain " .


" Ibu bilang gitu karena iri aja kepada saya ." . Lusi ganti meledek Firma .


" Lah .. Memang nya apa yang saya iri kan pada mu ? " .


" Badan saya lebih seksi daripada ibu " .


" Hahahaha .. Tapi kamu kalah cantik dari saya Lus , kamu juga gak bisa masak , apa yang harus di iri ? " .


" Bukti nya ibu aja gak bisa ngurus rumah sampek nyari pembantu " .


" Tapi saya punya uang Lus , saya bisa gaji kamu , bahkan sebelum ada kamu kerja di sini juga saya bisa kerjakan semua sendiri , sebetul nya saya gak terlalu butuh ART sih , cuma ngikuti kemauan mertua aja maka nya kamu yang di jadiin ART di sini " .


Lusi terdiam dan memilih masuk ke dalam kamar nya .


" Suatu saat aku akan bongkar kemaksiatan mu ini Lus , aku gak sudi rumah ku di jadikan tempat berzinah terus menerus " .


Di dalam kamar , " Sialan tau dari mana dia tentang ku , aku harus cari tau dari mana dia dapat kan info itu , Tapi aku juga gak mungkin ada di rumah ini terus , aku harus pindah " .


Lusi juga mencari - cari kalau saja ada kamera tersembunyi di kamar nya .


Lama dia mencari tapi tidak di ketemukan nya juga , " Aku harus keluar dari rumah ini , dia harus mau mencarikan ku tempat baru seperti yang di janjikannya " .


Tut .. tut .. tut ..


" Halo , gimana tentang janji nya ? " .


" Aku gak mau tau , aku harus keluar dari rumah ini , itu si Firma sudah curiga tentang ku , aku malas kalau tiap saat harus ketemu sama dia apalagi masih harus di sindir - sindir nya " .


" Aku juga cape kerja di rumah ini , kasian kandungan ku , aku pengen anak ku sehat terus , sudah waktu nya aku berhenti jadi ART , paling lambat minggu depan aku harus keluar dari rumah ini ! " .


" Besok aku mau belanja baju , baju ku sudah gak muat " .

__ADS_1


" Terserah pokok semua nya harus segera selesai " .


Lusi memutus sambungan teleponnya .


__ADS_2