
Agus meluapkan emosinya pada Firma , sebetulnya bukan hanya karena cemburu pada Firma tapi dia jiga cemburu pada Liya yang membuat dia uring - uringan sepulang dari kantornya .
" Kamu masih ingat kan kalau kamu tuh sudah jadi istriku ? , statusmu bukan lagi gadis yang bebas kesana kemari ! " .
Firma hanya bisa diam , dia bukan tak mampu memberi jawaban tapi Firma sudah terlanjur capek hati dan pikiran tang membuatnya malas mendebat lagi tuduhan - tuduhan Agus yang dianggapnya tidak penting . Bahkan dia juga sudah tidak peduli jika Agus harus memberi tamparan ataupun menghajarnya .
" Kamu dengar gak sih dek ? " .
" Iya mas " . Akhirnya Firma memberi jawaban .
" Lain kali awas aja kalau kamu ketahuan selingkuh dariku dek ! " .
Firma tak memberi jawaban apapun selain berbicara di hati , " Kamu yang selingkuh kenapa takut di selingkuhi mas " . Firma merasa Agus memang sangat egois , dia bisa melakukan apapun semaunya tetapi dia tidak membiarkan istrinya melakukan apa yang istrinya mau .Dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum dia beristirahat sebentar dari pada menghiraukan marah suaminya .
" Dek ! dek ! " . Agus membangunkan Firma yang baru setengah jam memejamkan matanya , begitulah Agus dia tidak akan rela melihat Firma beristirahat bahkan hanya sekedar memegang ponsel . Dia beranggapan di rumah Firma hanya bersantai - santai sedangkan dirinya yang bersusah payah bekerja .
Agus lupa bahwa kewajiban suami memanglah mencukupi kebutuhan istri , yang memiliki kewajiban mengurus rumah dan anak adalah tugas suami juga . Tapi laki - laki tidak semuanya paham akan tugasnya , bahkan banyak yang mendzolimi istrinya seperti yang Agus lakukan terhadap Firma .
" Apa mas ? " . Firma memegang kepalanya yang pusing sebab kaget di bangunkan Agus dengan cara di teriaki dan di goyang - goyangkan kakinya .
" Bikinin kopi dong ! " .
" Mas .. kopinya sudah di belikan , mas kan bisa buat sendiri ? " .
" Kamu itu dek ada suami minta di buatin kopi malah di tolak , dosa kamu dek ! " .
Firma dengan berat hati akhirnya bangun juga , " Mas Agus bener - bener keterlaluan selalu menjadikan hal kayak gitu sebagai alasan , padahal istri yang berdosa kan yang gak pernah mau patuh pada suami , sedangkan mas Agus tadi malah bangunin istri yang lagi tidur cuma karena pengen minum kopi " . Firma berkata lirih dan mendengus kesal tapi tetap saja dia rebus air untuk membuat kopi .
" Dek bikinin mie juga dong ! " . Agus berteriak dari ruang tamu yang membuat Firma sering merasa malu takut kalau - kalau di dengar oleh tetangga .
Di saat merebus air lagi untuk memasak mie , Perut Firma tiba - tiba terasa mulas beberapa saat kemudian hilang lagi . " Kenapa lagi sayang , lapar ya ? ibu buatin susu ya .. " . Firma berbicara dengan bayi dalam kandungannya seraya mengelus perutnya .
" Dek mau bikin apa tuh ? " . Agus mendekat ke dapur .
" Bikin susu " . Jawab Firma lirih .
" Mie nya udah ? " .
__ADS_1
" Belum selesai " .
" Tambahi sayuran kalau ada kol tapi kol nya jangan banyak - banyak , cabe nya ada ? tiga aja tapi di rebus " .
Begitulah Agus selalu mengatur apapun yang selalu dia mau tanpa membiarkan Firma mempunyai kesempatan dan kenyamanan . Sebetulnya yang di minta kali ini masih wajar tapi sering banyak mengaturnya sehingga membuat Firma serasa tidak memiliki hak apapun untuk hal yang dia butuhkan atau di sukainya sendiri .
Pernah Firma memasak soto dengan bumbu khas nya sendiri tapi mendapat komplain dari Agus . " Harusnya di kasih santan biar ada rasa gurih nya " . Agus bahkan tidak peduli yang dia suka itu pasti di suka Firma atau tidak jadi semuanya terserah yang di inginkan Agus .
Firma memang tidak pandai masak sebelumnya tapi dia sudah sering membantu budhenya memasak dan tentunya sudah hafal resep masakan . Dia memasak dengan resep masakan yang sudah dia ketahui tentunya jadi setiap Agus mengomplain nya ada rasa tidak terima dalam hatinya apalagi dari kalimat Agus selalu menekankan seolah Firma tidak bisa memasak dan resep dari Agus lah yang seharusnya di gunakan .
Setelah memasak mie Firma menyiapkannya dan meletakkan di hadapan Agus . Karena sangat lelah dia kembali ke kamar merebahkan tubuhnya .
" Dek ! dek ! " . Suara Agus terdengar keras dari teras rumah .
Firma sebetulnya malas untuk bangun lagi tapi Agus tidak akan berhenti berteriak memanggilnya kalau dia tidak menghampiri Agus .
" Apa mas ? " .
" Buatin es teh sekalian bawain kopi mas ke sini ! " .
Firma tak habis pikir dengan suaminya , kenapa suaminya suka sekali menyuruhnya sekalipun dia bisa melakukannya sendiri .
" Hmm " . Agus hanya berdehem .
Selalu seperti itu jawaban yang di berikan Agus jika malas memberi jawaban .
Firma kembali ke dalam kamar tapi kali ini dia hanya duduk bersandar sembari membuka ponselnya , Firma memang jarang membuka sosial media dia hanya membuka ponsel untuk bermain game saja .
Klunting !! klunting !! dua pesan masuk di ponselnya dari nomer yang tidak di kenal .
Pesan pertama : " Adik iparmu sudah bukan gadis lagi " .
Pesan kedua : " Bersiaplah keluar dari keluarga suami mu ! " .
Belum sempat Firma membalas ternyata nomer sudah terblokir .
" Siapa orang itu yang kirim pesan kayak gini ?? " . Firma bertanya - tanya dalam hatinya .
__ADS_1
" Assalamu'alaikum !! " . Suara orang mengucap salam berkali - kali dari pintu depan .
" Wa'alaikum salam " . Firma menghampiri dan membuka pintu .
" Hey mbak mas Agus mana ? " . Rina tiba - tiba menyerobot masuk begitu pintu di buka , dia tidak sendirian tapi ada bu Imah di belakangnya .
" Agus mana Fir kok sepi ? " . Tanya bu Imah mencari - cari sosok anaknya .
" Tadi duduk di teras bu " .
" Panggilkan Agus ibu gak mau nunggu lama abis ini mau langsung ke rumah Wawan " . Wawan adalah nama kakak pertama Agus .
" Ngge sebentar bu " .
Setelah mencari di luar rumah beberapa menit kemudian Firma kembali masuk ke dalam rumah di ikuti Agus di belakangnya .
" Gus anterin ibu ke rumah mas mu ! " . perintah bu Imah tanpa basa basi lagi .
" Ibu kapan nyampe nya ? " .
" Ya barusan tadi telpon kamu gak di jawab - jawab jadi langsung ke sini " .
" Ibu itu ya aneh kalau tujuannya ke rumah kakak ipar ngapain malah ke sini bukannya langsung ke sana begitu nyampe padahal lebih deket sama terminal " . Pikir Firma .
Firma juga tidak nyaman jika sudah bertemu dengan ibu mertua dan iparnya .
" Ayo mas anterin sekarang ! " . Rina menimpali .
" Langsung bonceng bertiga ya gak bisa bawanya tho Rin ada tas ibu sama bawaan juga " .
" Aku naik ojek aja mas pesenin ". Seenaknya Rina menjawab .
" Kenapa gak naik taxi online aja sih tadi ? " .
" Ya udah kalau gitu mas pesenin biar aku sama ibu naik taxi , mas buruan ke sana juga ! " .
Firma hanya diam saja tanpa ikut pembicaraan mereka .
__ADS_1
" Fir kamu di rumah aja , nanti Agus mau ibu aja musyawarah sama mas nya " .
Firma tidak menjawab tapi dia juga tidak menganggukkan kepalanya . Dia hanya diam saja ibu mertuanya memberi arahan .