Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 71 Pov. Deni


__ADS_3

Hari ini adalah hari bahagia ku , hari di mana aku akan melamar perempuan yang beberapa lama ini telah menggelayut dalam hati .


Aku dan sanak keluarga akan mendatangi kediaman Firma .


Aku beruntung memiliki adik yang sangat cekatan membantu persiapan seserahan yang sangat singkat ini .


Tapi meskipun begitu aku tetap ingin memberikan seserahan yang istimewa buat Firma .


" Kakak sih jadi gak bisa pake seragam keluarga , buru - buru sih " . Dini menggerutu , ya dia memang sangat antusias menyiapkan segala nya sampai memiliki keinginan membeli seragam untuk keluarga .


" Kata nya di suruh cepat - cepat daripada di embat orang duluan " .


" Sudah - sudah kenapa sih soal seragam kan bisa di pakai kalau resepsi pernikahan " . Sahut mama yang tuba - tiba saja sudah ada di sekitar kami .


" Mas , jodoh itu bukan karena siapa yang cepat dia dapat tapi karena sudah di siapkan Allah sejak kita belum dilahirkan " . Dini menertawai ku .


" Iya iya deh bu ustadzah " . Gurau ku .


" Apa semua nya sudah siap ? " . Tanya mama menunjuk seserahan di atas meja .


" Sudah ma tinggal berangkat nya aja " . Jawab Dini lebih dulu .


" Bagaimana Den , sudah siap nak ? " . Mama menggenggam tangan ku yang mungkin bisa di rasa mama dingin nya .


" InsyaAllah ma , doakan yang terbaik ya ma " .


" Pasti sayang , ayo berangkat " .


Mama memang perempuan yang sangat tenang sehingga bagi orang yang ada di sekitar nya pun juga bisa merasa turut tenang . Aura positif yang di bawa mama memang sangat baik .


Setiba di rumah Firma , " Assalamu'alaikum " . Ucap kami serentak .


" Wa'alaikum salam " .


" Mari - mari masuk " . Pak Royani mempersilahkan kami .


" MasyaAllah akhirnya nak Deni akan menjadi menantu kami " Budhe Retno menyambut ku dengan tersenyum ramah .


Budhe Retno adalah budhe nya mantan suami Firma tapi beliau sangat baik kepada Firma sehingga seperti saudara sendiri .


" Ini pasti Dini , MasyaAllah makin cantik dan anggun sekali kamu nak " . Budhe Retno memeluk adik ku .


Setelah kami bersalaman dengan seluruh keluarga Firma , aku duduk di sebelah budhe Retno .

__ADS_1


" Budhe , Firma mana ? " . Aku berbisik karena malu mempertanyakan ada nya Firma .


" Hahaha , , iya ya masa yang di lamar kok ndak ada " .


Budhe Retno sepertinya sengaja mengeraskan suaranya dan alhasil aku di tertawakan semua orang yang hadir di sini .


" Ish mas Deni gak sabaran amat sih , amat aja bisa sabar " . Ledek Dini yang ikutan menertawai ku .


Untuk pertama kali nya aku melihat rumah Firma begitu ramai dengan hadir nya dua keluarga besar .


Mata ku tiba - tiba berhenti di ruangan tengah , di sana Firma di gandeng ibu nya dan budhe Retno berjalan menuju kami .


Ah sungguh Allah telah menciptakan pemandangan yang indah .


" Mas , ati - ati gak bisa balik berkedip loh " . Adik ku Dini membuyarkan lamunan ku .


Firma tampak tersipu malu dan bahkan kepala nya selalu menunduk terus padahal aku ingin dia menatap ku .


" Yaa Allah hati ini semakin mantab menentukan pilihan , ridho i hamba untuk terus melangkah menuju pelaminan " . Aku tak henti - henti nya berdoa pada yang Maha membolak - balikan hati .


" Jadi begini pak bu , keluarga besar kami mendampingi saya untuk meminang putri cantik dan sangat berharga bapak ibu yaitu Firma " .


Meskipun dengan hati yang masih berdebar akhir nya aku bisa menyampaikan niat baik ku di hadapan dua keluarga besar ini .


Pak Royani berbicara dengan bibir bergetar dan aku tau ada perasaan getir dalam hati nya sehingga membuat beliau meneteskan air mata .


" Bagaimana Fir , apa kamu menerima lamaran saya ? " . Meskipun aku sudah tahu apa jawaban Firma tapi tetap saja hati ku deg deg an khawatir dia akan berubah Pikiran dan menolak lamaran ku .


" Aku menerima lamaran ini mas " . Firma menjawab dengan tegas .


" Alhamdulillah " . Jawab semua serentak .


Mama memeluk ku , kemudian beliau menyematkan cincin di jari manis Firma .


" Semoga kamu selalu bahagia ya nak " . Doa mama pada Firma kemudian memeluk nya .


Aku tersenyum bangga dengan penerimaan Firma atas lamaran ku .


Aku berharap kebahagiaan seperti ini selalu terulang selama nya .


Setelah ramah tamah mama membahas tentang pernikahan kami .


" Bagaimana Fir kalau bulan depan kalian menikah ? " .

__ADS_1


" Apa ndak kecepetan tho jeng , kan masih harus mengabari keluarga besar dulu ? " .


" Budhe , Firma kan janda jadi acara nya yang sederhana saja cukup sanak kerabat yang di undang " .


" Yaa terserah pengantin nya juga kalau begitu , bagaimana pak bu ? " . Budhe Retno tersenyum bertanya pada kedua orang tua Firma .


" Kami terserah sama putri kami saja bu , tugas kami hanya membantu dan mendoakan saja " .


" Alhamdulillah , mudah - mudahan acara nya nanti lancar dan sakral , mohon doa nya juga ya pak bu supaya saya bisa hadiri pernikahan putra pitri kita " . Mama tiba - tiba mengucapkan kalimat yang membuat ku takut .


" Mama .. " .


" Sayang .. kamu kan tau mama ini sering kambuh sakit nya mudah - mudahan saja di hari H sakit mama sudah ndak kambuh lagi " .


" Aamiin " . Jawab kami semu serentak .


Aku mencium kedua tangan mama , hati ini tak akan sanggup kalau sampai kehilangan orang tua satu - satunya .


Papa meninggal di saat usiaku masih 7 tahun dan adikku 2 tahun . Papa meninggal karena kecelakaan lalu lintas .


Mama yang saat itu tidak memiliki kerjaan pun jadi bingung harus meninggalkan kami di rumah sendirian untuk mencari kerja .


Mencuci pakaian orang itu lah pekerjaan yang akhir nya mama lakukan . Tapi untung papa memiliki rumah sendiri dari sebelum menikah dengan mama jadi mama tidak perlu membayar kontrakan rumah .


Saat aku kelas 2 Sekolah Menengah Atas mama memiliki modal untuk jualan sembako di rumah , dari penghasilan itu lah mama juga bisa menguliahkan aku dan adik ku .


Saat aku dan adik ku audah memiliki penghasilan kesehatan mama malah menurun dan akhirnya sampai sempat terkena stroke .


Mama , belum sempat mama bahagia dan kami membahagiakan mama , mama malah harus merasakan sakit terus menerus .


" Mas " . Firma menegur ku .


" Eh iya ? " .


" Kenapa mas , apa mas menyesal melamar ku ? " .


" Kenapa harus menyesal ? aku sangat bahagia Fir , terima kasih sudah mempercayai ku , terima kasih sudah menerima ku " .


" Kamu terlihat sedih mas ? " .


" Maaf ya , aku hanya sedang memikirkan kalimat mama tadi " .


" Mas , kita doakan mama selalu sehat ya " .

__ADS_1


Aku hanya menganggukkan kepala menjawab kalimat Firma .


__ADS_2