
Hari ini adalah hari bahagia ku , hari di mana aku akan melamar perempuan yang beberapa lama ini telah menggelayut dalam hati .
Aku dan sanak keluarga akan mendatangi kediaman Firma .
Aku beruntung memiliki adik yang sangat cekatan membantu persiapan seserahan yang sangat singkat ini .
Tapi meskipun begitu aku tetap ingin memberikan seserahan yang istimewa buat Firma .
" Kakak sih jadi gak bisa pake seragam keluarga , buru - buru sih " . Dini menggerutu , ya dia memang sangat antusias menyiapkan segala nya sampai memiliki keinginan membeli seragam untuk keluarga .
" Kata nya di suruh cepat - cepat daripada di embat orang duluan " .
" Sudah - sudah kenapa sih soal seragam kan bisa di pakai kalau resepsi pernikahan " . Sahut mama yang tuba - tiba saja sudah ada di sekitar kami .
" Mas , jodoh itu bukan karena siapa yang cepat dia dapat tapi karena sudah di siapkan Allah sejak kita belum dilahirkan " . Dini menertawai ku .
" Iya iya deh bu ustadzah " . Gurau ku .
" Apa semua nya sudah siap ? " . Tanya mama menunjuk seserahan di atas meja .
" Sudah ma tinggal berangkat nya aja " . Jawab Dini lebih dulu .
" Bagaimana Den , sudah siap nak ? " . Mama menggenggam tangan ku yang mungkin bisa di rasa mama dingin nya .
" InsyaAllah ma , doakan yang terbaik ya ma " .
" Pasti sayang , ayo berangkat " .
Mama memang perempuan yang sangat tenang sehingga bagi orang yang ada di sekitar nya pun juga bisa merasa turut tenang . Aura positif yang di bawa mama memang sangat baik .
Setiba di rumah Firma , " Assalamu'alaikum " . Ucap kami serentak .
" Wa'alaikum salam " .
" Mari - mari masuk " . Pak Royani mempersilahkan kami .
" MasyaAllah akhirnya nak Deni akan menjadi menantu kami " Budhe Retno menyambut ku dengan tersenyum ramah .
Budhe Retno adalah budhe nya mantan suami Firma tapi beliau sangat baik kepada Firma sehingga seperti saudara sendiri .
" Ini pasti Dini , MasyaAllah makin cantik dan anggun sekali kamu nak " . Budhe Retno memeluk adik ku .
Setelah kami bersalaman dengan seluruh keluarga Firma , aku duduk di sebelah budhe Retno .
__ADS_1
" Budhe , Firma mana ? " . Aku berbisik karena malu mempertanyakan ada nya Firma .
" Hahaha , , iya ya masa yang di lamar kok ndak ada " .
Budhe Retno sepertinya sengaja mengeraskan suaranya dan alhasil aku di tertawakan semua orang yang hadir di sini .
" Ish mas Deni gak sabaran amat sih , amat aja bisa sabar " . Ledek Dini yang ikutan menertawai ku .
Untuk pertama kali nya aku melihat rumah Firma begitu ramai dengan hadir nya dua keluarga besar .
Mata ku tiba - tiba berhenti di ruangan tengah , di sana Firma di gandeng ibu nya dan budhe Retno berjalan menuju kami .
Ah sungguh Allah telah menciptakan pemandangan yang indah .
" Mas , ati - ati gak bisa balik berkedip loh " . Adik ku Dini membuyarkan lamunan ku .
Firma tampak tersipu malu dan bahkan kepala nya selalu menunduk terus padahal aku ingin dia menatap ku .
" Yaa Allah hati ini semakin mantab menentukan pilihan , ridho i hamba untuk terus melangkah menuju pelaminan " . Aku tak henti - henti nya berdoa pada yang Maha membolak - balikan hati .
" Jadi begini pak bu , keluarga besar kami mendampingi saya untuk meminang putri cantik dan sangat berharga bapak ibu yaitu Firma " .
Meskipun dengan hati yang masih berdebar akhir nya aku bisa menyampaikan niat baik ku di hadapan dua keluarga besar ini .
Pak Royani berbicara dengan bibir bergetar dan aku tau ada perasaan getir dalam hati nya sehingga membuat beliau meneteskan air mata .
" Bagaimana Fir , apa kamu menerima lamaran saya ? " . Meskipun aku sudah tahu apa jawaban Firma tapi tetap saja hati ku deg deg an khawatir dia akan berubah Pikiran dan menolak lamaran ku .
" Aku menerima lamaran ini mas " . Firma menjawab dengan tegas .
" Alhamdulillah " . Jawab semua serentak .
Mama memeluk ku , kemudian beliau menyematkan cincin di jari manis Firma .
" Semoga kamu selalu bahagia ya nak " . Doa mama pada Firma kemudian memeluk nya .
Aku tersenyum bangga dengan penerimaan Firma atas lamaran ku .
Aku berharap kebahagiaan seperti ini selalu terulang selama nya .
Setelah ramah tamah mama membahas tentang pernikahan kami .
" Bagaimana Fir kalau bulan depan kalian menikah ? " .
__ADS_1
" Apa ndak kecepetan tho jeng , kan masih harus mengabari keluarga besar dulu ? " .
" Budhe , Firma kan janda jadi acara nya yang sederhana saja cukup sanak kerabat yang di undang " .
" Yaa terserah pengantin nya juga kalau begitu , bagaimana pak bu ? " . Budhe Retno tersenyum bertanya pada kedua orang tua Firma .
" Kami terserah sama putri kami saja bu , tugas kami hanya membantu dan mendoakan saja " .
" Alhamdulillah , mudah - mudahan acara nya nanti lancar dan sakral , mohon doa nya juga ya pak bu supaya saya bisa hadiri pernikahan putra pitri kita " . Mama tiba - tiba mengucapkan kalimat yang membuat ku takut .
" Mama .. " .
" Sayang .. kamu kan tau mama ini sering kambuh sakit nya mudah - mudahan saja di hari H sakit mama sudah ndak kambuh lagi " .
" Aamiin " . Jawab kami semu serentak .
Aku mencium kedua tangan mama , hati ini tak akan sanggup kalau sampai kehilangan orang tua satu - satunya .
Papa meninggal di saat usiaku masih 7 tahun dan adikku 2 tahun . Papa meninggal karena kecelakaan lalu lintas .
Mama yang saat itu tidak memiliki kerjaan pun jadi bingung harus meninggalkan kami di rumah sendirian untuk mencari kerja .
Mencuci pakaian orang itu lah pekerjaan yang akhir nya mama lakukan . Tapi untung papa memiliki rumah sendiri dari sebelum menikah dengan mama jadi mama tidak perlu membayar kontrakan rumah .
Saat aku kelas 2 Sekolah Menengah Atas mama memiliki modal untuk jualan sembako di rumah , dari penghasilan itu lah mama juga bisa menguliahkan aku dan adik ku .
Saat aku dan adik ku audah memiliki penghasilan kesehatan mama malah menurun dan akhirnya sampai sempat terkena stroke .
Mama , belum sempat mama bahagia dan kami membahagiakan mama , mama malah harus merasakan sakit terus menerus .
" Mas " . Firma menegur ku .
" Eh iya ? " .
" Kenapa mas , apa mas menyesal melamar ku ? " .
" Kenapa harus menyesal ? aku sangat bahagia Fir , terima kasih sudah mempercayai ku , terima kasih sudah menerima ku " .
" Kamu terlihat sedih mas ? " .
" Maaf ya , aku hanya sedang memikirkan kalimat mama tadi " .
" Mas , kita doakan mama selalu sehat ya " .
__ADS_1
Aku hanya menganggukkan kepala menjawab kalimat Firma .