Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 48 Bantuan


__ADS_3

Firma sudah seharian berada di rumah mama Deni . Dia juga sudah menyiapkan segala kebutuhan mama Deni biar saat di tinggal tidak kesulitan memerlukan apa - apa .


" Assalamu'alaikum " .


" Wa'alaikum salam " . Firma terbata menjawab salam dari Deni . Firma memalingkan mata nya ke arah bawah untuk menghindari kontak mata dengan Deni .


" Fir , kamu sudah mau pulang ? " .


Firma mengangguk kan kepala nya pelan .


" Ini aku tadi beli martabak telur dan manis , kamu bawa pulang " .


" Kami cuma bertiga mas , itu aja Angkasa masih kecil ndak mungkin abisin sebanyak ini " .


Deni hanya tersenyum dan itu justru membuat Deni semakin terlihat rupawan .


" Eh makasih banyak mas tapi saya jadi ndak enak merepotkan mas Deni seperti ini " .


Lagi - lagi Deni hanya tersenyum . Bagi Deni membelikan makanan seperti ini bukan lah hal besar . Namun tetap saja Firma merasa tidak enak dalam hati .


" Sudah anggap saja itu hadiah kecil dari saya . Oh ya tadi saya gak sengaja liat kamu keluar dari rumah sakit , Apa ada yang sakit ? " .


" Bapak saya mas , kecelakaan motor " .


" Bagaimana kondisi beliau sekarang ? "


" Tadi saya menghubungi adik saya tapi belum tersambung mas , terakhir tersambung katanya adik bapak mengalami luka yang cukup serius dan harus di operasi secepat nya .


Firma masih menunduk tidak berani menatap Deni . Pikiran nya masih frustasi seperti tadi .


" Lalu kamu akan ke sana lagi kapan ? " .


" Malam ini mas " .


" Hmmm ... Boleh aku lihat ? " .


Firma terdiam dia terkejut Deni benar mau ikut atau hanya bercanda saja .


" Maaf saya hanya bercanda saja " .


" Maaf kalau boleh tau mas Deni jam segini kok sudah pulang ? " .


" Oh ya tadi saya mau menemui sahabat saya dia di sekitar sini jadi sekalian lihat mama dulu " .


Tak berapa lama ponsel Deni berdering dan wajah nya begitu masam .

__ADS_1


" Maaf saya terima telpon dulu ya " . Deni pamit sebentar untuk menjawab panggilan telepon dari ponsel nya .


Setelah beberapa menit kemudian Deni kembali menghampiri Firma .


" Maaf barusan telepon dari teman " .


" Maaf mas apa boleh kami pulang sekarang sebab saya bergantian sama ibu untuk jaga bapak " .


" Oh OK silahkan , apa perlu di antarkan ? " .


" Ndak perlu mas , saya kan sudah bawa motor mas Deni " . Tolak Firma sopan . Sebetul nya Firma tidak menaruh curiga pada maksud Deni , dia tahu Deni orang yang baik . Bahkan dari gaya bahasa nya juga sopan .


Firma dan Angkasa sudah beberapa waktu yang lalu meninggal kan rumah orang tua Deni tapi Deni masih saja duduk di ruang tamu sambil merenung kan sesuatu .


                                                 °°°°°°°


Setelah sholat Maghrib Firma dan adik nya tengah berdiskusi soal biaya operasi bapak mereka .


" Gimana dek tabungan mbak sudah abis buat perawatan yang kemarin dan hanya cukup untuk tebus obat saja " . Ucap Firma penuh rasa putus asa .


" Aku juga bingung mbak , jual motor ku aja juga belum cukup untuk biaya operasi bapak " .


Mereka duduk sementara di teras mushollah sembari berdiskusi .


Tak lama kemudian ponsel Firma berdering . " Sebentar mbak terima telepon dulu " .


" Iya mbak tapi jangan lama - lama ya soal nya aku masuk malam hari ini " .


Firma mengangguk kan kepala nya kemudian bergegas meninggalkan mushollah .


Dia menuju kafe dekat dengan rumah sakit .


" Fir ,sini ! " . Deni melambai kan tangan nya .


" Silahkan duduk ! " . Deni mempersilahkan Firma .


" Ngomong - ngomong ada apa mas Deni memanggil saya di sini ? " .


" Kamu pesan apa Fir , Deni mengalihkan dengan pertanyaan .


" Ndak usah mas Deni makasih tawaran nya " .


" Begini , sebenarnya saya tadi ngikutin kamu dan mendengar kan juga pembicaraan mu dengan adik kami di mushollah " .


Firma terkejut dengan pernyataan Deni tersebut .

__ADS_1


" Jadi begini bisa kamu kirim kan nomer rekening mu ? "


" Memang buat apa rekening saya mas ? " .


" Saya akan transfer uang 30 juta di rekening kamu , kalian pake saja dulu untuk tambahan biaya operasi bapak kalian " .


" Apa ?? " .


Deni hanya tersenyum pada Firma .


" Tapi kami pasti akan sangat lama mas mengembalikan nya , bahkan ndak tau sampai berapa lama nya ".


" Sekalipun tidak di kembalikan juga gak masalah , yang terpenting operasi bapak kalian lancar dan bapak segera sehat kembali " .


Sesantai itu Deni memberi kan uang pada Firma untuk pengobatan bapak nya . Bahkan uang sebesar itu tidak berarti bagi nya . Di mata nya mengembalikan senyum Firma dan keluarga yang dianggap nya penting .


" Oh ya kata bapak bahwa bapak tidak akan membiarkan siapapun menyakiti putri nya , kalau boleh tau siapa yang telah menyakiti putri nya ? " .


Firma ingin mencerita kan yang di ketahui bapak nya tapi dia ingat bahwa cerita rumah tangga nya bukan lah konsumsi cerita atau dongeng untuk orang lain .


" Saya ndak tau mas " . Firma menjawab sekena nya tapi Deni memicingkan mata nya seolah tahu ada yang Firma sembunyi kan .


" Firma , ngapain kamu di sini ? " . Tak di duga - duga dia bertemu suami nya di kafe ini dan di belakang nya ada Liya yang tersenyum licik .


Semua orang menatap Agus kemudian melihat ke arah Firma dan Deni .


" Mas Deni maaf saya undur diri dulu , terima kasih banyak bantuan nya " . Firma segera berdiri membungkuk kan tubuhnya dan pamit pada Deni , dia tidak ingin ada keributan di tempat umum seperti itu jadi Firma memilih unyuk meninggal kan kafe tersebut dan mengabaikan suami nya yang telah di gandeng Liya .


Ada rasa perih dalam hati Firma saat mengetahui sendiri bahwa suami nya tidak malu menunjuk kan kemesraan nya dengan Liya di depan umum .


" Firma !! ". Agus kembali berteriak akan tetapi Firma sudah berjalan dengan cepat keluar dari kafe dan menuju rumah sakit tempat bapak nya di rawat .


Sampai lah Firma di halaman rumah sakit . " Tega - tega nya mas Agus malah bersenang - senang sama pelacur itu " . Firma merasa geram dengan kelakuan suami nya yang semakin melewati batas .


Firma menuju ruang konsultasi untuk mengetahui kelanjutan penangan bapak nya sebelum dan sesudah operasi .


Setelah mendapat kan yang dia ingin ketahui , Firma menuju ruang administrasi untuk mengurus jadwal operasi bapak nya .Semua biaya perawatan dan operasi segera di bayar kan oleh Firma .


" Baiklah sekarang sudah selesai ya bu , nanti akan kami pindahkan kamar dan kami informasi kan jadwal operasi atas nama pasien pak Royani " .


" Firma " . Tiba - tiba di belakang nya ada Deni yang memanggil nya .


" Maaf saya ada perlu sedikit jadi saya pamit pulang dulu ya , maaf tentang di kafe tadi kalau suami kamu salah paham . Tapi saya harap kamu mau bercerita tentang yang kamu alami sebab saya juga melihat dia di gandeng wanita lain di sana tadi " .


" Jangan di pikir kan mas , saya baik - baik saja . Terima kasih banyak segala bantuan nya " .

__ADS_1


Setelah nya Deni beranjak meninggal kan Firma yang masih mematung memikir kan bagaimana Deni bisa tahu kalau yang di kafe tadi adalah suami nya .


__ADS_2