
" Assalamu'alaikum Fir , gimana kabarmu sekarang ? Rasanya susah banget untuk menghubungimu " . Boy mengirim pesan singkat pada Firma , centang dua biru tapi tidak ada tanda - tanda Firma akan memberi jawaban .
Delapan jam kemudian ponsel Boy berbunyi tanda ada pesan baru masuk , dilihatnya di layar tertera nama *Gula* . Boy tersenyum dia pikir hanya dia yang terlalu sibuk ternyata Firma juga tampak sibuk .
" Waalaikum salam , aku sehat Boy , bagaimana kabarmu ? " .
" Aku sehat Fir , teman - teman kita Bowo dan Udin juga sehat , apa aku mengganggumu ?? " .
" Oh ... Enggak kok aku hanya berfikir nomer siapa sebab disini gak ada namamu " .
" Kamu menghapusnya Fir ? " .
" Bukan menghapus Boy tapi ponselku baru selesai di servis kan jadi ke hapus semua nama kontaknya " .
Tentu saja Firma berbohong , tidak mungkin dia bilang kalau suaminya lah yang menghapus semua nomer teman - teman Firma .
" Kamu dimana Fir apa bisa temenin aku makan siang ? " .
" Aku di kios setengah jam lagi aku baru bisa ijin " .
" OK aku jemput ya ? " .
" Gak usah Boy kita ketemuan di tempatnya aja langsung , kita mau makan dimana ? '' .
" Kamu ingat warung rujak cingurnya bulek Yem gak ? " .
" Yang deket alun - alun itu ? " .
" Iiiyaa .. Bisa ? " .
" OK nanti aku kabari kalau mau berangkat " .
" Siiip .. Makasih ya Fir " .
Firma membalas pesan dengan emot tanda OK , kemudian memasukkan ponselnya ke saku dan kembali fokus dengan kerjaannya .
Lima puluh menit berlalu Boy tidak sabar ingin segera melihat Firma yang sekarang , hingga akhirnya mata dia menangkap sosok perempuan menggunakan baju gamis longgar dan berhijab yang semakin mendekat dan berada di hadapan Boy .
"Assalamu'alaikum Boy " .
" Wa Wa alaikum salam , Firma ? " . Tanya Boy memastikan sambil menunjuk Firma .
Firma menganggukkan kepalanya .
". Duduk Fir mau aku pesankan rujak yang pedas atau sedang ? , minumnya apa ? " .
__ADS_1
Firma tersenyum melihat Boy yang dari tadi bertingkah lucu dihadapannya . " Boy kamu baik - baik aja ? Aku pengen rujak yang pedasnya sedang aja , jangan lupa sayur kangkung dan mangganya dibanyakin , minumnya seperti biasa jus tomat mix wortel " .
Boy bukannya segera menjawab tapi hanya diam dan bengong saja . " Boy .. ?? " .
" Ah iya Fir , sebentar ya ?! " .
Sembari menunggu pesanan datang , Firma membuka ponselnya di sana ada notifikasi dari aplikasi kotak berwarna ungu , Firma membukanya di sana terpampang postingan Liya Werdani berada di showroom mobil sembari menggandeng tangan laki - laki tapi tidak ditampakkan sosok laki - lakinya .
" Sejak kapan aku mengikuti akun sosial medianya , tapi tangan itu kayak pernah lihat cincinnya , ah mungkin itu tangan suaminya " . Firma bergumam sendiri .
" Serius amat Fir ! Apa ada masalah ? " . Boy tiba - tiba mengejutkannya dan sudah duduk di kursi samping Firma , kebetulan warung rujak cingur ini menggunakan bangku panjang untuk tempat duduknya dan kebetulan yang kosong di tempat yang mereka berdua duduki .
Tempatnya ramai tapi masih sejuk karena lokasinya yang menghadap ke sawah dan kolam ikan .
" Disini masih selalu ramai seperti dulu ya Boy ? " . Firma mengalihkan pembicaraan .
" Selain rujaknya maknyus tempatnya juga nyaman , tapi ngomong - ngomong Fir kamu kok keliatan agak kurus , sekarang kamu juga pake baju beginian " .
Firma tersenyum ternyata hal inilah yang membuat Boy bengong saat melihatnya tadi . " Aku masih sama kok Boy mungkin karena kamu nya yang makin gemuk terus pas lihat aku kurus jadinya " . Firma tertawa sampai mengeluarkan air mata . Firma memang tidak sepenuhnya tertawa , banyak kesedihan yang dia pendam sendiri tanpa siapapun dibiarkan mengetahuinya .
" Fir ,, makan yuk sudah datang nih rujaknya , kapan - kapan kita ajak bowo sama udin kesini pasti seru " .
" Eh .. Iya ya dimana mereka ? " . Tanya Firma sembari menghapus air matanya .
" Udin sama Bowo kan kerja Fir , mereka pengen kerja dulu katanya belum pengen ribet sama urusan kuliah " .
" Mbak !! Aku gak suka mbak Liya jadi pe***** kayak gitu !! " Protes Miftah adik Liya .
" Apaan sih ! Agus sendiri kok yang mau beliin , kamu gak perlu deh ngurusin mbak ! " .
" Mbak Firma itu hamil lho mbak ! Anaknya mas Agus , masak mbak tega sih ??! " .
" Sudahlah dek gak usah ikutan urusan mbak , biarin aja mbak lakukan hal yang mbak sukai toh mbak juga gak pernah campuri urusanmu ! " .
" Terus gimana suami mbak ? Mbak sudah selingkuh darinya mbak !! " . Miftah semakin kesal dengan pola pikir dan kelakuan kakak perempuan satu - satunya .
Mendengar adiknya menasehati dirinya , Liya merasa panas hati dan kesal , telinganya tidak mau mendengar nasehat - nasehat adiknya lagi .
Dia memilih pergi berlalu begitu saja ke kamarnya dan menutup pintunya .
Miftah menggelengkan kepalanya tidak tau lagi harus berkata apa , sementara di luar ada suara pintu di ketuk seseorang .
" Permisi !! Bu .. Pak .. Permisi .. " . Seorang petugas dari dealer mengetuk pintu .
" Engge mas , cari siapa ? " . Miftah bertanya setelah pintu terbuka .
__ADS_1
" Apa betul ini rumah bu Liya ? " .
" Iya betul mas , bu Liya itu kakak saya " .
" Maaf mas saya ditugaskan mengantarkan 1 unit mobil atas nama bu Liya Werdani " .
" Tapi atas nama siapa yang beli ya mas ? " .
" Yang bertanggung jawab bapak Agus mas " .
" Kredit atau cash ? " .
" Kredit mas , tapi sudah dibayarkan sampai 3 bulan ke depan " .
" Terimakasih mas , saya saja yang terima kuncinya , kakak saya masih istirahat di kamarnya " .
" Baiklah mas ini kuncinya , silahkan tanda tangan dulu , maaf saya foto dulu ya mas untuk laporan tanda bukti sudah di terima " .
Miftah menganggukkan kepalanya . Dia berfikir keras bagaimana bisa Agus membelikan kakaknya sebuah mobil , " Kasihan istri mas Agus sudah di curangi oleh mereka , ini malah dibelikan mobil segala , aku gak boleh diam terus , aku akan cari tahu bagaimana istri mas Agus sebenarnya , kenapa suaminya sampai rela mengeluarkan uang yang banyak buat mbak Liya " .
Miftah mengeluarkan motornya dia tidak sabar lagi untuk mencari tahu tentang istri Agus . Tidak salah lagi , dia nekat berangkat ke rumah orang tua Agus untuk alasan itu tapi entahlah bagaimana cara dia akan mencari tahunya . Dia akan memikirnya nanti kalau sudah berada di rumah orang tua Agus .
Sejujurnya dlu dia berharap Agus menjadi kakak iparnya karena melihat kebaikan hati Agus , kesopanannya , bahkan sifat pekerja kerasnya .
Tapi sekarang , dia tidak akan pernah mendukung yang Agus dan kakaknya lakukan .
Baginya kelakuan mereka sangat tidak manusiawi , sama - sama memiliki pasangan tapi malah mengkhianati pasangannya .
Miftah jadi semakin memiliki keinginan yang sangat besar untuk menghentikan perselingkuhan mereka tapi tanpa ada yang tahu bahwa dia lah yang melakukan semua itu .
" Ah sepertinya ini rumahnya , coba ketuk sajalah mudah - mudahan bener ini rumahnya " .
Belum sempat Miftah mengetuk pintu dia mendengar ada yang sedang mengobrol di dalam .
" Rin , gimana apa Firma sudah ngasih kamu uang lagi ? " . Bu Romlah terdengar emosi dari nada bicaranya .
" Mbak Firma gak punya uang lagi bu " .
" Rekreasi kamu kan bayarnya 500 ribu masak iya cuma di kasih 500 ribu , terus uang sakumu pake apa , kamu mau di sana plonga plongo gak beli apa - apa ?? " .
" Ya gak gitulah bu , tapi kita kan abis minta di beliin motor baru " .
" Ah kamu itu Rin !! itu motor bekas bukan baru , harganya juga cuma 11 juta " .
" Terserah ibulah yang penting aku sudah punya motor sendiri daripada naik angkutan umum , sering gak kebagian tempat jadinya harus nunggu angkutan umum berikutnya " . Rina menjawab dengan santai .
__ADS_1
Mendengar itu semua Miftah jadi tahu kalau ibu dan adik Agus memperlakukan Firma secara tidak baik , kini kakaknya juga akan merusak mental Firma secara perlahan . " Kasihan Firma .. " . Dia kemudian meninggalkan rumah orang tua Agus sebelum ada yang menyadari keberadaannya .