
Usai makan Firma ijin mandi dulu pada bu Retno karena badannya terasa lengket terkena panas , debu dan keringat .
" Budhe maaf bisa saya nitip bayi saya lagi , saya pengen mandi budhe " .
" Sudah gak pa pa di tinggal aja , bayinya juga anteng , sana buruan biar gak gatal - gatal takutnya nanti malah kena bayi mu kan kasian '' .
Firma segera mempercepat langkahnya ke kamar mandi dia takut bayinya terbangun dan menangis karena sudah satu jam bayinya tertidur dan belum minum asi nya .
" Mbak Firma kok cepat mandinya ? " . Tanya tetangga yang membantu memasak untuk acara Aqiqah .
" Ngge budhe takut bayi saya nangis " .
" Mbak Firma maaf saya mau bicara sebentar tapi jangan di sini " . Ucap tetangga berbisik - bisik sambil berjalan ke samping kandang sapi .
" Maaf budhe ada apa kok ajak saya bicara di sini ? " .
" Sebelumnya maaf ya mbak bukannya saya ini kok ikut campur urusan keluarga mbak Firma , saya cuma berharap mbak Firma lebih hati - hati ya sama bu Imah dan semua anaknya termasuk suami mbak Firma " .
" Tapi ada apa ya budhe ? " .
" Kambing kemarin dua ekor itu harganya 3,5 juta mbak karena itu beli di suami saya " .
" Tapi untuk apa mereka bohong budhe ? " .
" Saya gak tau mbak , untuk belanja semuanya ini sudah di tanggung budhe Retno juga " .
" Tapi tadi ibu minta uang ke mas Agus budhe ? " .
" Fir ,, Firma ?? " . Bu Imah berteriak mencari Firma yang ternyata di kamar mandi tidak ada .
" Biar saya yang keluar mbak , mbak Firma nanti saja kalau bu Imah sudah pergi " . Komando tetangga itu dan Firma hanya menganggukkan kepalanya .
Selang lima menit Firma merasa aman akhirnya dia keluar dan segera menuju ke kamar . Bayinya maaih tertidur pulas di pangkuan bu Retno .
" Sudah sholat nduk ? " . Tanya bu Retno pada Firma .
" Sudah budhe , matur nuwun ngge budhe jadi merepotkan budhe " .
__ADS_1
" Cuma gendong aja , gimana nduk apa kamu bahagia ? " .
Firma hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya . Bu Retno melanjutkan kalimatnya .
" Kamu yang sabar ya nduk namanya rumah tangga itu pasti ujiannya sangat besar , ada yang di uji gak bisa punya anak , di uji keluarganya sakit , di uji suaminya yang selingkuh bahkan di uji mertuanya yang suka membuat masalah " .
Firma mengangguk dan tetap mendengarkan dengan seksama .
" Budhe sedikit tau dengan yang kamu hadapi nduk tapi budhe gak bisa berbuat apa - apa " .
" Budhe maaf tapi kenapa budhe membiayai kebutuhan belanja untuk aqiqah bayi saya ? " .
" Budhe ini cuma ngasih sedikit hadiah buat bayimu nduk , budhe ndak bermaksud menghina kamu atau suamimu tidak mampu tapi inilah cara budhe menyambut bayi kamu yang telah lahir " .
" Matur nuwun ngge budhe tapi pemberian budhe ini sangat banyak gimana cara saya mengembalikannya nanti ? " .
" Gak usah mikir itu nduk , pikirin aja bagaimana kamu sama anakmu bisa selalu sehat " .
" Budhe orang baik , sehat terus ngge budhe " .
" Aamiin .. kamu sama bayimu juga ya nduk " .
" Fir ! anak kamu di pangku aja selama acara biar aman ! " . Bu Imah mengingatkan Firma yang baru saja mengganti popok bayinya .
Firma tidak paham maksud kalimat ibunya tetapi Firma tetap menurutinya , bahkan dia dan bayinya tidak boleh berada di dalam kamar .
" Sini nduk duduk di sini ! " . Bu Retno memanggil Firma untuk duduk di sebelahnya .
" Duduk di sini saja ya nduk , kalau nanti ada yang memanggil entah itu ibu bapak mertuamu , suamimu bahkan budhe sendiri , jangan beranjak dari tempat duduk ini , tetap fokus baca istighfar sampai acara selesai " .
Firma meskipun penasaran tapi dia tidak berani bertanya , yang dia tahu bahwa budhenya sedang melindunginya saja .
" Fir ! Firma ! " . Bu Imah memanggil Firma dari pintu ruang tengah yang menghubungkan dengan koridor menuju dapur .
" Jangan di hirau nduk ingat pesan budhe tadi " . Bu Retno menepuk paha Firma untuk menyadarkan Firma .
Firma terkejut kemudian melihat ke arah pintu lagi tapi tidak ada siapa - siapa . Firma menyusuri ruangan satu persatu dengan mata nya untuk mencari keberadaan ibu mertuanya .
__ADS_1
Tepat di sudut ruang tengah dekat kamar bu Imah , bu Imah kembali memanggilnya , kali ini lebih keras panggilannya . Firma masih mengingat pesan budhe nya beberapa saat kemudian panggilan itu tidak ada lagi dan sosok ibu mertuanya hilang begitu saja .
Acara berjalan dengan lancar , dan setelah acara Firma di dekati oleh bu Retno .
" Nduk terima kasih sudah menuruti yang budhe ucapkan " .
" Tapi budhe kenapa bisa ada hal seperti tadi ? " .
" Itu hal biasa terjadi di sini nduk , untung kamu nurut yang di bilang budhe " .
" Tadi ibu memanggil dua kali budhe , saya sempat mau berdiri kalau ndak ingat pesan budhe " .
" Bahaya nduk kalau sampe di ikuti panggilan tersebut , lain kalai kalau ada acara seperti ini harus tetap fokus ya jangan ngelamun perbanyak istighfar " .
" Ngge budhe " .
" Oya nduk budhe punya sesuatu buat kamu " . Bu Retno menyerahkan benda yang di bungkus kain dan plastik .
" Maaf ini apa ngge budhe ? " . Tanya Firma merasa takut . Bu Imah yang sejak tadi memperhatikan Firma dan bu Retno pun akhirnya mendekat karena ingin tahu apa yang di berikan bu Retno pada Firma .
" Ni hadiah buat kamu nduk , waktu kalian menikah kan budhe sakit ndak bisa hadir di acara kalian , kamu buka saja " .
Firma membuka plastik dan kain yang di jadikan pembungkusnya . Bu Imah berteriak pelan , " astaga itu bagus banget , mbak Retno ngapain ngasih Firma kalung sebagus itu , pasti mahal banget ya mbak ? " . bu Imah yang memang silau akan harta merasa iri dengan apa yang di berikan kakak tirinya itu kepada Firma .
" Untuk harga memang lumayan tapi bukan itu yang penting nduk , budhe harap kamu bisa menjaga pemberian budhe , dulu budhe juga mendapatkannya dari budhenya budhe , sekarang budhe berikan kalung dan liontinnya buat kamu nduk " .
" Mbak kok di kasihkan Firma , keponakan mbak akan ada Rina yang asli keponakan kenapa di kasihkan Firma yang jelas - jelas orang lain " . Bu Imah masih tidak bisa menerima yang di lakukan oleh bu Retno .
" Firma pantas menerimanya aku yakin Firma bisa menjaganya , Firma perempuan yang baik dan tulus , dia sudah melahirkan dan bayi yang dilahirkan laki - laki , jadi Firma memenuhi persyaratan menerima kalung dan liontin itu " .
" Tapi orang lain loh itu mbak ? " .
" Sudahlah Imah buat apa kamu merasa kehilangan gitu , Firma itu anak menantumu harusnya kamu bangga anak menantumu mendapat hadiah yang layak dan pantas seperti itu , aku juga ikhlas kok ngasihnya " . Bu Retno berkata dengan tegas supaya bu Imah tidak protes lagi .
" Matur nuwun ngge budhe , saya akan selalu menjaganya " .
" Sama - sama nduk " .
__ADS_1
Sepanjang malam bu Imah masih merasa kesal dan terus menggerutu karena tidak punya kesempatan memiliki kalung dan liontin bermata hijau dari bu Retno .