Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 66 Pengakuan


__ADS_3

Firma yang fokus dengan grafik penjualan online nya buyar karena mendengar kegaduhan di luar rumah nya .


" Ada apa ya bu kok berisik banget di luar ? " . Tanya keponakan budhe Retno yang sekarang kerja menjadi ART di rumah Firma .


Usia nya 15 tahun lebih tua dari Firma nama nya Siti , dia memiliki dua anak dan keduanya ada di pesantren .


Suaminya sendiri baru meninggal dua bulan lalu , untuk mencukupi kebutuhan anak - anak nya dan menghibur hati nya dari pada di rumah juga sendirian Siti mencoba mencari pekerjaan yang akhir nya di tawarkan bekerja jadi ART di rumah Firma oleh budhe Retno .


Saat pintu di buka oleh Siti , Firma bisa melihat dengan jelas siapa saja yang ada di depan pintu nya .


Siti menoleh pada Firma , Firma menganggukkan kepala nya untuk mempersilahkan tamu - tamu nya itu masuk .


" Pak Jaja , bu Jaja , ada apa ini ? " . Tanya Firma berharap ada yang menjelaskan .


Terlihat pak Jaja dan bu Jaja berderai air mata , begitu juga dengan anak laki - laki nya yang biasa membantu pak Jaja menggantikan mengantarkan Angkasa ke sekolah .


Tanpa memperdulikan pertanyaan Firma , bu Jaja yang biasa di panggil bulek sama Firma langsung memeluk Firma dan menangis sesenggukan .


" Maafin bulek ya , bulek sudah mengecewakan mbak Firma " .


" Firma tidak pernah merasa di kecewakan sama keluarga bulek , justru selama ini kalian lah yang banyak membantu kelurga saya " .


Bu Jaja melepaskan pelukannya dan pak Jaja memanggil keras pada nama anak bungsu nya .


" Kesini kamu ! " . Dari cara pak Jaja memanggil anak nya dia tahu bahwa pak Jaja sedang emosi .


" Jelaskan pada mbak Firma ! " . Pak Jaja membentak anak nya .


" Mbak Firma , maafin saya sudah berbuat berzina di rumah mbak " . Kata anak pak Jaja .


Bu Jaja semakin keras suara menangis nya saat anak bungsu nya mengakui apa yang sudah di perbuat nya .


Tidak ada orang tua yang waras rela anak nya masuk ke jurang neraka . Hati bu Jaja sangat hancur mengetahui anak kesayangan yang telah di didik dengan penuh perhatian dan pendidikan agama di pesantren telah mengecewakan hati nya dan tentu juga hati pak Jaja sebagai kepala rumah tangga .


" Maafin kami mbak Firma , kami sudah lalai menjadi orang tua " . Pak Jaja menangis sambil menundukkan kepala nya .

__ADS_1


Firma paham mengapa mereka sampai mengarak anak pak Jaja juga Lusi . Pasti karena kasus perzinahan mereka berdua .


Dikubur seberapapun dalam bangkai pasti tetap akan tercium juga .


" Zinah ? " . Firma menautkan alis nya .


" Pak Jaja dan bulek tidak perlu meminta maaf , yang harusnya menjelaskan dan meminta maaf pada saya adalah pelaku zinah nya , kamu berbuat zinah di rumah ku sama siapa ini ? " . Tanya Firma pada anak pak Jaja .


 Tentu dia sudah menduga siapa pasangan zinah nya karena di situ ada Lusi tapi Firma memilih mendengar sendiri pengakuan mereka .


" Dengan Lusi " . Jawab anak pak Jaja lirih , bu Retno dan bu Siti terperangah mendengar jawaban itu .


Bu Retno memang di minta Firma menemani di rumah nya tetapi dia tidak bisa karena harus mengawasi sawah dan ladang peninggalan almarhum suami nya , anak - anak nya sudah punya kesibukan sendiri hingga dia pun hanya tinggal bertiga dengan anak dan ART nya .


Mengetahui akan ada sesuatu Firma buru - buru melakukan panggilan video dengan bu Retno akan tetapi suara dari ponsel bu Retno di senyap kan supaya tidak di ketahui yang lain kalau bu Retno juga mendengarkan .


Pandangan Firma pada Lusi makin tidak positif dia memandangnya dengan tatapan sinis dan memang sengaja di tunjukkan oleh Firma .


" Aku sangat yakin anak pak Jaja melakukan itu pasti karena bujuk rayu Lusi " . Firma menekan kan tuduhan nya .


" Sejak kapan kamu berduel kenikmatan dengan Lusi , apa untung nya buat kamu , yang ada kamu malah merusak masa depan kamu dan menghancurkan diri kamu sendiri " . Firma semakin mencerca .


" Jawab jangan diam kamu ! " . Pak Jaja membentak anak nya .


" Sejak mengganti tabung gas mbak , saya di provokasi sama Lusi " . Anak pak Jaja membela diri .


" Tapi ah aku pusing " . Firma memegang kepala nya belum bisa mencerna kata - kata anak pak Jaja .


" Lusi bilang kalau dia adalah istri kedua mas Agus ,pengakuan nya jelas membuat ku marah , dia bilang cara balas dendam ke mas Agus ya dengan membuat Lusi hamil anak orang lain jadi kami buat kesepakatan " .


" Jadi anak yang di kandung Lusi itu anak kamu ? " . Pak Jaja menegaskan cerita anak nya .


" Iya pak karena kata Lusi mendiang ibu mas Agus menginginkan Lusi segera hamil sedangkan mas Agus ndak segera bisa buat Lusi hamil " .


" A apa .. mendiang ? maksud kamu ibu nya mas Agus sudah meninggal ? " . Tanya Firma terkejut , dia bahkan belum menjenguk ibu dari mantan suami nya itu .

__ADS_1


" Iya mbak Bu Imah sudah meninggal " .


" Inalillahi wa inna ilaihi raji'un " . Firma dan bu Siti serentak mengucapkan nya .


" Kamu yakin Lusi hamil anak kamu ? " . Firma kembali bertanya .


" Saya tidak terlalu yakin sih tapi sejak Lusi berzinah dengan saya dia bisa hamil " .


" Apa mas Agus tahu hal ini ? " .


" Tahu mbak , saya sendiri yang bilang mas Agus saat tengkar sama dia , saya ndak rela mas Agus menyakiti mbak Firma terus menerus " .


" Kamu tau ? bukan hanya untuk bertanggung jawab atas anak mu tapi kamu juga harus siap karena saya akan melaporkan kamu secara hukum dengan pasal perzinahan " .


" Saya setuju " . Jawab pak Jaja .


" Tapi pak ... " . Bu Jaja ingin menentang .


" Bu ini salah satu nya hukuman yang pantas buat anak kita , kalau di kota lain yang memberlakukan hukum rajam sudah pasti mereka berdua akan di rajam " .


Bu Jaja menangis sesenggukan tidak rela kalau anak nya sampai alami hukuman seperti itu .


" Tapi gimana sama kuliah ku mbak ? " .


" Jadilah orang yang bertanggung jawab , berani melakukan berani menerima resiko nya " .


Anak pak Jaja berlutut di depan Firma memohon agar perbuatan nya tidak di laporkan .


" Maaf , keputusan saya sudah bulat terlebih saya juga sudah punya banyak bukti nya , jadi kamu harus tetap di proses sesuai hukum , ini semua demi diri kamu dan Lusi " .


Anak pak Jaja hanya bisa diam dan menangis di pelukan ibu nya , beda lagi dengan Lusi saat Firma berdiri dia mendorong Firma dengan kuat hingga punggung Firma membentur sudut meja yang ada di ruang tamu .


" Firma ! jangan mentang - mentang kamu banyak duit lalu kamu berniat memeras kami ! " . Lusi berteriak marah - marah .


Bu Siti menolong Firma tangan Firma terluka terkena pecahan gelas minum nya yang tersenggol dari atas meja .

__ADS_1


" Dasar perempuan picik , kamu mau aku melahirkan di penjara gitu ? " . Lusi masih saja berteriak , anak pak Jaja menghalangi Lusi yang akan menyerang Firma lagi , dia kecewa dengan sikap Lusi yang seperti itu .


__ADS_2