Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Draft


__ADS_3

Pagi hari nya terdengar suara Agus membentak Lusi di dapur .


Rina yang sudah terlanjur mendengar dan tahu bahwa yang di marahi Lusi akhirnya bergegas keluar kamar dan menghampiri Lusi dan Agus .


" Apaan sih mas pagi - pagi sudah teriak - teriak kayak lagi di pasar "


" Udah sana jangan ikut campur masalah orang ! "


  " Enggak lah ya aku juga harus tau yang terjadi kenapa mas marahi Lusi " . Jawab Rina yang tidak mau di suruh pergi sebab dia terlanjur ingin tahu dengan apa yang telah terjadi .


Agus menjawab dengan kesal , " Kamu tuh kalau gak kepo masalah orang apa bisa pusing kepalamu ? " .


" Lusi cepet katakan siapa yang ada di kamar mu tadi malam ? " . Tanya Firma yang baru pulang dari belanja .


" Bu Firma jangan fitnah saya apa ibu melihat sendiri kalau saya memasukkan laki - laki di kamar saya , mau ngapain saya masukin laki - laki kalau saya sudah punya su ... " .


" Su apa Lus , suami maksud kamu ? " . Tanya Rina .


" Bener kamu punya suami ? " . Lanjut Firma .


" Ma maksud saya calon suami mbak , bu " .


" Sudah - sudah ini peringatan terakhir buat kamu Lus kalau sampai ketahuan kamu berbuat maksiat di rumah ku ini aku sendiri yang akan melaporkan mu ke pak RT dan aku pastikan kamu akan di arak warga keliling kampung tanpa busana " .


Lusi tidak menjawab apa - apa bahkan meskipun untuk sekedar menganggukkan kepala nya saja .


Di meja makan , Agus menggenggam tangan Firma .


" Dek apapun yang terjadi kamu tetap lah berada di sisi mas , jangan pernah tinggal kan mas ya dek , jangan pernah perasaan mu pada mas berubah , mas gak mau kehilangan mu " .


" Semoga Allah memberkahi keluarga kita mas " .


" Mbak temani aku jogging " . Rengek Rina .


" Maaf ya Rin mbak mau belanja , tuh mas mu pengen di masakin ayam bakar " .


Firma menyenggol lengan suami nya , " Sana temani Rina jogging biar ilang buncitnya ! " .


" Ya udah sana mas mau ganti baju dulu , kamu juga siap - siap sana Rin ! " .


Akhir nya Firma bisa leluasa memasak di dapur tanpa gangguan kakak beradik itu .


" Lus .. lusi " .

__ADS_1


" Iya bu " . Lusi menghampiri Firma


" Kamu nyuci aja ya , hari ini biar aku yang masak " .


" Iya bu " .


" Oya Lus belanjaan saya ada yang kurang , saya ke pasar dulu ya sekalian mau beli buah " .


" Iya bu " .


Sejam sudah Firma di pasar , sebetulnya pasar tidak terlalu ramai hanya saja jalan menuju ke pasar kalau pagi sangat macet .


Setibanya di rumah , " Kenapa rumah sepi banget ? " .


Firma berjalan pelan melewati samping rumah dan masuk lewat jendela kamar nya yang tadi memang sudah di buka nya .


Terdengar bunyi bisik - bisik di kamar Lusi . " Lus .. Lusi ! " . Firma sengaja menggedor kamar Lusi .


Lama tidak ada jawaban . Aku berjalan ke pintu utama dan membukanya karena memang di kunci dari dalam .


" Aku yakin ada orang di dalam kamar Lusi tapi siapa " .


Saat Firma kembali ke dapur , Lusi sudah keluar kamar dengan kening yang basah dan rambut nya tidak serapi waktu Firma meninggalkannya .


" Kenapa kamu berkeringat begitu bukankah di kamar kamu ada kipas angin Lus ? " .


Tiba - tiba Firma fokus dengan bekas ****** di leher dan dada Lusi karena kancing baju bagian atas sepertinya terlepas dan jatuh .


" Di leher dan dada kamu kenapa merah - merah gitu ? " .


" Mungkin gerah tadi bu jadi saya gak sengaja garuk leher dan dada saya " .


Firma semakin curiga dengan apa yang Lusi sembunyikan .


" Lus bapak dan Rina sudah pulang ? " .


 " Loh memang nya bapak sama Rina ke mana bu ? " .


" Lupakan , bantu aku kupas buah pepaya ini , cuci kemudian potong - potong taruh di piring oval ini " . Firma menunjuk meja makan .


" Lus , aku pernah lihat anak tetangga keluar dari rumah ini memang nya ada perlu apa di sini ? " .


" Huk uhuk !! " .

__ADS_1


" Kenapa Lus ? " .


" Mmm .. Anu bu saya kan gak berani pasang gas kebetulan gas abis jadi saya minta tolong di pasang kan " .


" Kamu kenal dia ? " .


" Saya gak tau nama nya bu tapi saya sering lihat dia bersihkan motor depan rumah nya " .


" Lain kali jangan sembarang ajak masuk orang Lus saya gak suka " .


" Iya bu " .


" Ganti baju kamu Lus , kamu bisa menggoda suami ku kalau kamu tetap memakai baju itu . Apa kamu memang sengaja mau menggoda suami ku ? " .


Mendengar kalimat Firma , Lusi bergegas menuju kamar nya dan mengganti baju nya dengan yang lebih longgar .


" Kenapa Lusi memakai baju - baju seperti itu kalau memang berniat untuk bekerja seolah sengaja ingin menggoda mas Agus , atau memang dia gak bisa beli baju yang layak ? " . Firma membatin .


Firma sudah cukup geram dengan tingkah laku ART pilihan ibu mertua nya ini .


" Mentang - mentang yang punya rumah ini jadinya suka ngatur , awas aja kalau aku sudah kuasai rumah ini , aku pastikan kamu jadi gelandangan di luar sana ! " . Lusi semakin membenci yang apapun yang Firma lakukan .


Untuk mengisi kekosongan waktu Firma memutar murottal untuk menenangkan pagi nya yang sudah kacau dengan kelakuan ART nya .


" Kenapa ibu mas Agus memilihkan ART seperti itu ya , apa ada tujuan lainnya ? " . Firma semakin tak tahu dengan jalan pikiran ibu mertua nya .


Firma bukanlah menantu perempuan pertama masih ada lagi yang lainnya bagi bu Imah dan yang sering memberi baik secara finansial dan tenaga adalah Firma , akan tetapi Firma bukan lah menantu kesayangan , dia dan Agus hanya di manfaatkan saja oleh bu Imah dengan berdalih Agus harus patuh kepada orang tua .


Sedangkan anak yang lain tidak di perlakukan begitu olehnya .


Setiap bulan bu Imah meminta jatah belanja , beda lagi uang yang harus keluar untuk nya sakit , biaya sekolah adik Agus , kalau ada kebutuhan bu Imah yang lain nya .


Padahal pada orang tua Firma sendiri dia tidak diijinkan memberi kedua nya , sekali nya dia membantu saat bapak nya di rawat di rumah sakit itupun di ganti setengah nya okeh ibu nya dengan menjual perhiasan .


Sering ada rasa kasihan sama orang tua nya yang juga sama - sama butuh untuk kehidupan sehari - hari nya .


Sejak bapak nya Firma sakit , ibunya lah yang ganti bekerja dengan menjadi asisten rumah tangga .


Tapi sekarang Firma sudah punya uang sendiri jadi setiap bulan bisa membelikan orang tua nya kebutuhan pokok tanpa di ketahui Agus meskipun dia tetap menggunakan nama Agis sebagai pemberi itu .


Lamunan Firma buyar tatkala mendengar suara ketukan dari pintu utama .


" Siapa pagi - pagi gini bertamu " . Pikirnya .

__ADS_1


Tok tok tok !!


Tok tok tok !!!


__ADS_2