Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 33 Pak Royani Marah


__ADS_3

" Ah terserah !! " . Agus tetap pergi meninggalkan Firma yang masih lemah pasca melahirkan .


" Assalamu'alaikum !! " . Pintu di buka dan beberapa orang masuk ruangan Firma .


" Wa'alaikum salam , Kalian kok bisa barengan ? " . Tanya Firma


" Iya ini tadi bapak sama ibu di jemput temen - temen kamu " . Jawab ibu Firma sembari menghampiri cucu nya yang sudah lahir .


" Ganteng sekali kamu nak , MasyaAllah ! " . Lanjut ibu Firma sambil menggendong bayi Firma dan menciuminya .


" Suami mu mana Fir ? . Tanya Boy dan Udin hampir bersamaan .


" Baru aja keluar ada perlu katanya '' .


" Assalamu'alaikum !! " . Bowo yang terakhir datang .


" Wa'alaikum salam " .


" Suami kamu mau ke mana Fir kok buru - buru ketemu di lobi tadi " . Tanya Bowo langsung mencium bayi Firma yang masih terlelap .


" Ada perlu penting katanya tadi , abis dapat telepon langsung pergi " .


" Ya sudah biarin aja mungkin urusan kerjaan " . Ujar Boy .


" Boleh pulang kapan kamu nak ? " . Tanya ibu .


" Kata bidan Melati sudah boleh pulang bu , ini tadi mau pesan taxi online " .


" Terus kalau kami gak datang kami bakalan pulang sendirian gitu ? " . Tanya Bowo mulai merasa kesal .


Yang di tanya hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa memberi jawaban karena bingung harus bilang apa .


Sore ini Firma sudah di ijinkan pulang oleh bidan Melati karena keadaan Firma sudah lebih baik meskipun masih sedikit pucat .


" Ada lagi yang perlu di bawa Fir ? " . Tanya Udin yang hendak mengangkat tas Firma dan perlengkapan bayinya .


" Sudah itu aja kok Din kemarin cm bawa beberapa , itu yang di tas kecil pemberian dari bidan Melati " .

__ADS_1


" Sini nak biar ibu yang gendong bayimu " . Kata ibu Firma mengambil alih bayi yang sudah di gendong Firma .


Bowo yang bertugas menyelesaikan administrasinya , semua biaya Firma sendiri yang mengeluarkan uang dari hasil menjual anting - anting dan cincinnya .


Tadinya teman - teman Firma menawarkan diri membantu biaya persalinan tapi Firma tidak mau dan dia beranggapan bahwa itu sedekah untuk anaknya biar sehat terus dan rejekinya barokah untuk itu Firma menolak di bantu oleh mereka .


Sesampainya di rumah kontrakan Firma , " Gelap banget rumah mu Fir , ke mana suami mu apa belum pulang ? " . Tanya Bowo yang meraba - raba mencari saklar di dinding penyekat ruang tengah .


Begitu lampu menyala tampak pemandangan yang mengejutkan air menggenang di mana - mana . " Air apa ini kenapa banyak air di sini ? " .Tanya Bowo yang kemudian melihat ke kamar mandi .


" Astaga .. pantas aja banjir , ini air dari kran gak di matiin ! " . Sambungnya sembari mengambil alat pel di dapur . Melihat Bowo akan membersihkan air yang ada di mana - mana itu Udin segera mengambil ember dan mencari kain yang bisa di gunakan untuk membersihkan air .


Firma tidak di ijinkan membantu karena baru saja melahirkan terlebih dia harus memulihkan dulu tubuhnya . Bayi Firma di tidurkan oleh ibunya , Boy hanya duduk saja sebab baru sembuh juga kakinya .


Setengah jam sudah kontrakan Firma di bersihkan , sudah tentu mereka menjadi lapar . Untung di lemari es masih ada bahan makanan , ibu berinisiatif memasak untuk mereka semua .


Satu persatu makanan di siapkan di atas meja , Tempe , tahu , terong goreng , telur dadar , sambel dan tumis kangkung .


" Bu nikmat banget masakan ibu , makasih banyak ya bu , sangat kenyang perut ini " . Bowo memuji masakan ibu Firma .


" Maafin teman - teman ngge bu maklum mereka sudah gak makan 3 hari ini " . Ujar Boy yang di sambut Bowo dengan tatapan membunuh , sedangkan Udin hanya tersenyum saja sebab sudah hafal dengan kelakar Boy .


Kring !! Kring !!


Ponsel Firma berdering dari dalam kamar , Udin berinisiatif mengambilkannya sebab kasihan Firma yang belum sehat betul usai melahirkan , sedangkan bayi Firma tidur pulas di pangkuan Firma .


" Makasih ya Din ! " . Firma tersenyum sembari menerima ponselnya .


" Assalamu'alaikum pak ! " . Firma menjawab telepon yang terhubung dengan bapaknya .


" Belum di bersihkan pak , mas Agus belum pulang " .


" Ngge pak , bapak hati - hati di jalan jangan lupa pake kacamatanya " . Firma mengingatkan bapaknya yang sudah mulai berkurang penglihatannya jika sudah malam .


" Bapak mau ke sini Fir ? " . Tanya ibu .


" Ngge bu ari - ari nya kan belum di bersihkan " .

__ADS_1


" Fir kalau boleh biar aku yang bersihkan , aku pernah bersihkan biar nanti bapak tinggal mengubur dan mendoakannya " . Udin menawarkan diri .


" Memangnya gak pa pa Din ? " .


Udin menganggukkan kepalanya dan segera membersihkan ari - ari bayi Firma . Bowo membantu Udin , Bowo menghubungi orang tuanya yang sejak tadi mengkhawatirkannya .


Firma tertidur setelah membaringkan bayinya , dia sangat merasa lelah hari ini . Ibunya membantu membersihkan dapur Firma yang tadi sudah di gunakan memasak .


" Assalamu'alaikum ! " . Suara pak Royani di ruang tamu .


" Wa'alaikum salam " . Jawab Boy yang ada di ruang tamu , Boy menghampiri pak Royani dan mencium tangannya .


" Nak Boy makasih banyak ya sudah bantu ibu dan Firma " .


" Bukan saya pak yang bantu tapi mereka berdua " . Jawab Boy sambil menunjuk kedua temannya . Bowo dan Udin menghampiri pak Royani dan mencium tangannya .


" Ari - ari nya sudah kami bersihkan pak , bapak tinggal menguburnya saja " . Bowo berbicara pada pak Royani . Pak Royani tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada mereka .


Selesai mengubur dan mendoakannya pak Royani membersihkan tangan kemudian berjalan menghampiri teman - teman Firma di teras rumah .


" Bapak sudah makan pak ? " . Tanya Boy ber basa basi .


" Bapak sudah makan di rumah tadi , bagaimana dengan kalian pasti capek sudah bantu Firma dan ibu dari siang tadi ? " .


" Kami malah senang bisa bantu pak , sudah lama kami ndak ketemu Firma " . Jawab Udin yang baru selesai memasang lampu untuk tempat ari - ari bayi sebagai tanda bahwa ada bayi yang baru di dilahirkan dan supaya tidak di dekati binatang .


" Kemana Agus ini , istri melahirkan kok malah keluar bukannya bantuin , beruntung ada kalian yang bisa bantu ini tadi , bapak ndak habis pikir apa kerjaan Agus ndak bisa di tunda dulu , apa lagi ini anak pertama mereka " . Pak Royani mulai emosi , tak ada lagi di antara mereka bertiga yang berani bersuara atau memberi jawaban pada pak Royani .


Kriiing !! Kriiing !!


" Maaf saya jawab telepon sebentar ya pak " . Ujar Boy meminta ijin dan pak Royani mempersilahkannya .


" Iya ini sudah mau pulang , mama jangan khawatir ya ? " . Boy menenangkan mamanya yang panik karena Boy pergi dari rumah sejak pagi sampai jam 10 malam tidak ada kabar dari putranya itu .


" Maaf pak saya mau pulang dulu , Wo , Din kalian gimana ? " . Boy bertanya pada teman - temannya .


" Sebaiknya kalian pulang saja kasihan orang rua kalian pasti sangat khawatir , Ibu dan bapak yang akan temani Firma , salam dari bapak buat mereka ya nak ! " . Pak Royani berpesan pada mereka bertiga , akhirnya mereka bertiga pamit pulang , Boy diantarkan Bowo dengan mobil Boy yang kebetulan dekat dengan rumah Bowo , sedangkan Udin naik ojek online untuk bisa sampai ke tempat kos nya .

__ADS_1


__ADS_2