Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 42 Menyusun Rencana


__ADS_3

" Saya kenapa ? " . Firma bingung melihat semua kerabat ada di sekitarnya .


" Apa yang terjadi nduk , kenapa bisa pingsan ? " . Tanya bu Retno yang memangku Angkasa .


" Saya ndak tau budhe tadi rasanya badan saya sangat dingin , padahal sebelumnya baik - baik saja " .


" Apa kamu melihat sesuatu nduk ? " .


" Mboten budhe , saya sama Angkasa ada di ruang tamu cuma berdua yang lainnya ikut ke makam mengantar jenazah mbah " . Firma tentu saja berbohong dan tentang ibu mertuanya dia pasti akan mencari tahu . Dia yakin bahwa ada rahasia besar yang di simpan ibu mertuanya .


" Nduk nanti siang kalau gak cape ke rumah budge ya , tapi berdua saja sama Angkasa " . Bu Retno mengundang Firma ke rumahnya .


" Ngge budhe " . Firma mengiyakannya sebab dia juga ingin tahu apa yang budhe Retno inginkan .


Setelah mengikuti sholat berjamaah di mushollah depan rumah mertuanya , Firma ijin pada Agus kalau mau main ke rumah budhe .


Setelah mendapatkan ijin Firma segera berjalan ke rumah bu Retno , karena rumahnya agak jauh Firma memilih lewat kebun bambu di belakang kandang hewan milik mertuanya .


Sesampainya di rumah bu Retno , Firma bingung harus masuk apa menunggu saja di samping rumah bu Retno yang tak kalah rindangnya .


" Mbak Firma kok duduk di sini , masuk aja mbak di tunggu ibu di ruang keluarga " . Ujar asisten rumah tangga bu Retno yang sejak tadi juga menunggu kedatangan Firma sesuai perintah bu Retno .


" Rumah ini luas banget bulek sampai saya bingung gimana manggilnya " . Jawab Firma .


" Biasanya orang - orang langsung ke kebun belakang mbak , sebab deket dapur . Saya kan sering di dapur jadi kalau manggilnya di belakang saya bisa tau kalau ada yang nyari bu Retno " .


" Bisa tolong antar saya ketemu budhe bulek ? , saya takut salah ruangan " .


" Mari mbak , kita lewat depan aja kalau lewat kebun banyak nyamuknya kasihan mbak Firma sama anaknya nanti di gigit nyamuk " .


" Budhe sendirian bulek tinggal di sini ? " .


" Ada satu putra beliau mbak yang tinggal di sini tapi kalau jam segini biasanya di kerjaannya , sore baru pulang , itu mbak bu Retno di situ ngasih makan ikan langsung ke situ aja mbak " .


Firma mengikuti arahan asisten rumah tangga itu .


" Assalamu'alaikum budhe " . Sapa Firma menganggukkan kepalanya .

__ADS_1


" Wa'alaikum salam , kesini nduk baringkan anak mu di sofa , kasihan apa tertidur dari tadi ? " .


" Barusan budhe , duduk di kebun samping rumah kok malah merem kena angin sepoi - sepoi " .


" Nduk maaf kalau budhe mengundang mu kesini , ada yang harus budhe sampaikan , kamu siap mendengar ? " . Bu Retno memulai obrolan serius .


" Ngge budhe InsyaAllah siap " . Meskipun ada rasa takut tapi rasa penasaran dalam hatinya juga sangat besar .


" Nduk sebetulnya budhe ndak yakin kamu bisa bertahan di keluarga itu , tapi budhe berharap kamu bisa bertahan " . Bu Retno berusaha berhati - hati dengan setiap kalimatnya .


" Maaf Budhe saya masih belum paham maksud budhe " .


" Keluarga mertua mu dan juga suami mu sebetulnya tidak benar benar baik padamu nduk " .


Firma merasa ada sedikit kelegaan dengan kalimat bu Retno yang ini , dia merasa akhirnya ada yang mengetahui apa yang telah dia alami sejauh ini .


" Budhe tau sesuatu ? " .


Bu Retno menganggukkan kepalanya , " Kamu bahagia nduk dengan pernikahan kalian ? " .


Firma terdiam sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan .


" Orang tua dan anak saya budhe " .


" Nduk .. apa kamu pernah melepas kakung pemberian budhe ? " .


" Belum pernah budhe , kalung ini masih terap saya pakai sejak pertama kali budhe memasangkan di leher saya , apa ada sesuatu budhe ? " .


" Jangan pernah lepas kalung itu apapun yang terjadi nduk , Kalung itu menyukaimu , kalung itu yang akan menjagamu " .


" Saya belum paham budhe " .


" Kalung itu ada isinya nduk , tidak semua orang bisa memakainya " .


" Tapi kalung ini kalung budhe sebelumnya " .


" Memang betul itu kalung budhe tapi dia ingin menjaga mu sekarang nduk , biarlah kalung itu ikut dengan mu , dia ndak akan meminta apa - apa , dia cuma ingin menjaga mu " .

__ADS_1


" Budhe sebetulnya apa yang terjadi dengan keluarga suami saya ? " .


" Ibu mertua mu ndak pernah menyukai mu nduk , bukan karena kamu ndak cantik atau apa , tapi karena kamu di anggap ndak kaya , mertua mu hanya ingin punya menantu yang kaya " .


" Tapi kenapa dulu mendukung anak nya melamar saya budhe ? " .


" Dia mendukung karena saat itu Agus sedang dalam keadaan patah hati , dia menangis pada ibu nya untuk di nikah kan dengan mu dengan alasan biar bisa lupa dengan pacar nya yang dulu " .


" Maksud budhe mbak Liya ? " .


" Kamu sudah tau nduk ? " .


" Tadi nya saya ndak tau budhe , tapi sejak awal menikah , mas Agua sering menelepon perempuan itu bahkan sehari bisa menelepon sampai ber jam - jam tanpa peduli dengan kehadiran saya " .


" Keterlaluan Agus itu , sama sekali ndak bersyukur punya istri seperti kamu , dia akan menyesal kalau sampai kehilangan kamu " .


" Ibu nya mas Agus juga pernah bilang katanya rumah tangga kami sebetulnya hitungan harinya ndak cocok , kalau ndak cerai mati ya cerai hidup nantinya " .


" Mertua macam apa dek Imah itu kenapa mendoakan rumah tangga anak nya seperti itu " . Geram bu Retno pada adik iparnya itu .


" Budhe maaf sebetulnya ada rahasia apa yang ndak saya ketahui dalam keluarga suami saya , saya harap budhe mau menceritakan nya pada saya " .


Bu Retno mempersilahkan Firma minum terlebih dahulu teh buatan asisten rumah tangga nya sebelum melanjutkan cerita yang ingin Firma ketahui dan memang ingin bu Retno sampaikan .


" Minum dulu nduk ! " .


" Ngge budhe matur nuwun " .


Beberapa saat kemudian setelah menyesap teh hangat . " Agus seperti itu sebetulnya dari orang tua nya sendiri " .


Bu Retno menyesap kembali teh melati kesukaannya , " Bapak nya Agus adalah laki - laki yang bisa di bilang jarang memberi nafkah materi pada istri nya , dulu tidak ada yang setuju mereka berdua menikah , tapi mereka pacaran sembunyi - sembunyi bahkan beberapa kali ketahuan melakukan zinah di kandang sapi milik bapak Agus " .


Firma mendengarkan dengan seksama dan berusaha mencerna dengan baik - baik tujuan bu Retno menceritakan nya .


" Meskipun beberapa kali ketahuan tapi mereka tidak segera di nikahkan sampai akhirnya di nikahkan sendiri oleh orang tua bapak nya Agus , orang tua dek Samiun susah menyetujui pernikahan mereka sebab dek Imah dianggap bukan lah perempuan baik - baik " .


" Bukan perempuan baik - baik piye budge apa karena ketauan itu apa ada hal lain nya ? " . Firma mulai ber antusias ingin mengetahui segala nya .

__ADS_1


" Sewaktu masih pacaran dek Imah pernah minta di berikan sepetak tanah alasannya untuk membuktikan keseriusan dek Samiun , setelah menikah dek Imah juga merebut jatah waris adik - adik perempuan dek Samiun " .


" Tapi maaf budhe kalau memang betul begitu kenapa keadaan rumahnya biasa saja bahkan leboh kaya saudara yang lain nya dan bisa di bilang keluarga mertua saya yang paling ndak punya apa - apa " .


__ADS_2