
"Opo maneh mbak blanjane ? (Apa lagi mbak belanjanya ?" .
"Sampun Niki mawon sampean hitung .. (Sudah itu saja kamu hitung .. " .
" Ok .. Patang puluh pitu mbak .. (OK .. Empat puluh tujuh mbak ..)" .
"Monggo mbak .." .
"Matur Nuwun .. Monggo Monggo .." .
Rutinitas Firma setelah sholat subuh dengan belanja di toko kelontong yang berjarak kurang lebih seratus meter dari kontrakannya .
"Iya .. Kapan - kapan akh kesana lagi kok" . Terdengar oleh Firma suara suaminya sedang menelepon seseorang .
"Assalamu'alaikum maas ..!" . Firma mengucap salam pada suaminya .
"Wa'alaikum salam" . Agus menjawab dan hanya melirik sebentar ke arah istrinya .
Firma melihat jam dinding , masih jam lima pagi tapi suaminya sudah sibuk dengan ponselnya .
Tanpa berbicara apa - apa lagi Firma menuju dapur dan memulai mengolah bahan yang sudah dibelinya tadi .
Jam 7.10 Firma selesai dengan aktifitasnya di dapur , "rumah sudah bersih , sebaiknya mandi dulu sajalah ..." . Pikirnya sembari menyambar handuk yang tergantung di hanger dekat pintu belakang .
Kurang lebih setengah jam Firma selesai membersihkan dirinya , dia melihat suaminya di kamar masih asyik dengan ponselnya .
"Mas .. Masakan sudah matang , kalau sudah selesai telponnya tolong panggil aku ya , biar aku siapkan makannya , aku mau nyuci baju dulu" .
Suami Firma hanya melirik dan tetap asyik dengan ponselnya .
Firma tak habis pikir sebetulnya siapa yang ditelpon suaminya dari jam empat subuh tadi sampai hampir jam delapan ini apa suaminya itu sama sekali tidak bisa membantu istrinya meskipun hanya sekedar potong sayur , kupas bawang atau menyapu dan mengepel .
Aktifitas suaminya kalau masuk sore atau hari libur ya selalu sama seperti itu .
Seolah Firma dinikahi hanya untuk dijadikan asisten rumah tangga dan teman tidur saja .
Firma baru selesai mencuci dan menjemur baju sejam kemudian .
"Maas .. Masih belum selesai telponnya ?" .
"Apaan sih , ganggu aja !!" .
"Aku cuma mau nanya mas kapan makannya ?" .
"Aku sudah makan tadi !" .
__ADS_1
"Astaghfirullah .. Aku sudah nahan lapar biar bisa makan bareng , dianya malah makan duluan gak ngajak - ngajak" . Tentunya cuma dalam hati saja Firma berkata seperti itu .
Firma yang tadinya sangat lapar jadi merasa kenyang karena sikap suaminya .
Untuk mengurangi rasa kecewanya , Firma berpamitan ke suaminya untuk pergi berkunjung ke rumah orang tuanya yang berjarak kurang lebih 12 kilometer dari tempat dia mengontrak .
"Neng Firma .. Mau belanja neng kok sendirian aja ?" .
Sapa bu Romlah (ibu yang punya kontrakan yang ditinggali Firma dan suaminya , tanpa sengaja bertemu di depan minimart tidak jauh dari kontrakan .
"Eh bu Romlah , maaf bu saya tidak melihat ada ibu , ngge ini mau belanja sembako mau dibawa ke rumah orang tua saya" .
"Ah neng Firma anak sholehah ya , kalau anak ibu mah boro - boro ngasih ibu sembako , bawain kue aja belum pernah , yang ada pulangnya malah minta uang buat tambahan belanja .." . Bu Romlah terlihat sedih pada raut wajahnya .
"Bu Romlah ,, dido'akan saja ya bu , mungkin kali ini belum bisa beri karena memang sedang banyak kebutuhan" . Firma mengelus punggung Firma karena merasa tak enak hati .
"Neng Firma nanti hati - hati dijalan , saya lupa kalau di rumah ada tamu .." . Bu Romlah tertawa mengingat terlalu asyiknya mereka mengobrol padahal didepan minimart .
"Ibu juga hati - hati ya .. Banyak kendaraan yang kebut - kebutan kalau jam segini apalagi hari Minggu banyak yang baru pulang dari car free day .." . Sambung Firma .
Selesai berbelanja Firma segera melajukan motornya meski dengan kecepatan sedang , Firma sibuk memikirkan suaminya yang betah berlama - lama dengan ponselnya daripada komunikasi dengan istrinya , entahlah siapa yang suaminya telpon itu kok sampai berjam jam lamanya .
Bukannya merasa cemburu , Firma hanya ingin segera menyudahi pernikahannya jika dia menemukan alasan yang kuat untuk bisa lepas dari Agus suaminya .
°°°°°°°
"Maaf ngge yah .. Mas Agus sedang sibuk jadi tadi diijinkan kesini sendirian" .
"Sibuk apa aja sih suamimu itu , masa nganter istri sebentar aja gak sempat , apalagi ini hari Minggu kalau memang dia kerja kan bisa ngantar kamu sekalian berangkat , nanti pulangnya jemput kamu lagi .. Suami kok gak ada kasihannya ke istri malah istrinya disuruh berangkat sendiri .." . Pak Royani merasa kecewa dengan menantunya .
Firma hanya diam tak berani menatap sang ayah , ayahnya saja kecewa apalagi taatnya ke suaminya yang sudah diabaikan terus .
"Lho mbak karo sopo sampean mrene .. ? (Lho mbak sama siapa kamu kesini .. ?" . Tanya sepupu Firma .
Selama ini Firma memang tidak pernah kemana - mana sendirian , selalu ada yang mengantar apalagi naik motor .
Bukan karena manja tapi karena Firma takut kemana - mana sendirian .
Firma ini bukan anak orang kaya tapi dia diperlakukan sangat baik oleh kedua orang tuanya , bukan bermaksud memanjakan anak tapi kedua orang tuanya mendidik anak - anak mereka berdisiplin tapi tanpa merasakan adanya kekerasan dan tetap merasakan kasih sayang .
"Fir .. Kamu sudah makan ? Kalau belum makan dulu sana , ibumu masak sayur asem dan sambel teri tadi !" .
"Ngge yah .. Nanti Firma ambil" .
Seperti itulah pak Royani bagi anak - anaknya selalu menunjukkan perhatiannya meskipun tanpa disuruh makan kalau lapar ya Firma atau adiknya pasti langsung ambil sendiri hahahaha ...
__ADS_1
Hal yang wajar bukan ??
"Yah .. Firma mau tidur dulu ya , dari tadi rasanya ngantuk banget , nanti tolong bangunkan Firma kalau sudah adzan dhuhur .." . Pinta Firma pada ayahnya .
"Iya tidurlah yang nyenyak , pintunya ditutup saja biar gak kebisingan suara motor lewat ..!" .
Rumah Firma memang berada di samping jalan lewatan motor .
Di dalam kamar Firma tidak betul - betul tidur , dia hanya ingin baringan dan menyendiri .
Dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan seputar suaminya , bagaimana bisa suaminya itu bersikap berbanding terbalik 180 derajat antara yang sekarang dengan yang sebelum menjadi suaminya .
Sampai akhirnya dia tertidur dengan sendirinya .
"Fir , kenapa kamu menikah dengannya , apa sudah habis laki - laki di sini ?" . tanya Bowo .
"Entahlah , aku juga gak berencana , semua sudah diatur kedua orang tuaku .." .
"Tapi kan kamu bisa menolaknya ? " .
"Aku gak berdaya Wo ..." .
"Kamu mencintai suamimu ?" .
"Belum , aku masih berusaha menempatkan diri menjadi seorang istri" .
"Kamu yakin bisa bertahan dengan keadaanmu yang sekarang ?" .
"Mm ma maksud kamu ?" .
"Kamu bisa membohongi banyak orang tapi kamu gak akan bisa bohongi diri sendiri Fir .." .
"Apa kamu tahu semuanya Wo ?" .
Bowo menganggukkan kepalanya .
"Fir ... Kamu sudah sholat belum nak .. ?" .
Firma mendengar panggilan dari ayahnya tapi dia masih malas untuk membuka mata , dia merasa sangat susah membuka matanya .
"Aku cuma mimpi ? , kenapa terasa nyata sekali ..." .
Firma bergegas meraih handuk , dia berniat mandi dulu sebelum melaksanakan tugas wajibnya . Dia tidak jauh beda dengan pak Royani ayahnya bisa di bilang sifat dan sikap ayahnya telah menurun hampir seratus persen padanya .
"Kalau sudah selesai sholat langsung makan dulu nak .. Jangan dibiasakan telat makan ..!" .
__ADS_1
"Ngge yaah ...." .