Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 27 Musim Nikah


__ADS_3

" Ya mau gimana lagi Nang , ibumu kan orangnya penurut sama orang tua jadi meskipun sakit hatinya ya tetap ibumu menuruti kemauan mereka " .


" Terus gimana pak pernikahan ibu kok bisa jadi nikah sama bapak ? " .


" Ibumu menggugat cerai suaminya tanpa di ketahui kakek nenekmu bahkan setelah resmi bercerai ibumu mendatangi bapak dan meminta bapak menikahinya setelah masa iddah habis " .


" Kok bisa begitu ya pak , apa itu artinya bapak dan ibu saling mencintai sebelumnya ? " .


" Bukan karena itu Nang " . Bapak Nanang menundukkan kepalanya .


" Terus alasannya apa pak ? " .


" Ibumu meski menjadi istri mantan suaminya tetapi dia belum pernah berhubungan suami istri dengannya , ibumu di ancam akan di perkosa rame - rame setelah resmi bercerai yang menyebabkan ibumu tiba - tiba berlari ke rumah bapak dan menangis meminta bapak menikahinya saat itu juga " .


" Kakek nenek tidak menyetujui dan ampe sekarang yang menyebabkan mereka tidak pernah mau ketemu sama bapak sampai saat ini ? " .


" Iya Nang .. tapi bapak sangat mencintai ibunu , bapak juga sangat menghormati kakek nenekmu " .


" Tapi apa alasan kakek nenek tidak menyukai bapak ? " .


" Karena keyakinan kami beda Nang , sebelum menikah dengan bapak ibumu memutuskan untuk pindah keyakinan dan mengikuti keyakinan yang bapak anut sampai sekarang ini " .


" Maaf ngge pak jadi mengingatkan bapak pada masa lalu yang tidak mengenakkan ? " .


" Gak masalah Nang yang terpenting kamu harus bisa menyikapi masalah yang kamu hadapi dengan dewasa " .


" Apa kamu masih belum mau cerita ke bapak ? " .


" Mau pak tapi Nanang takut yang Nanang lakukan ini salah " .


" Cerita saja Nang mumpung ketemu bapak , mudah - mudahan saja bapak bisa membantu beri solusinya " .


" Nanang sedang jatuh hati sama istri temen pak , awalnya Nanang cuma merasa kasihan karena di telantarkan temen , di jadiin pembantunya , bener - bener ndak di muliakan sebagai istri pak , Nanang kasihan apalagi dia sedang hamil tua " .


" Kalian sudah saling kenal ? " .


" Kami kenal waktu merekah menikah pak , tapi perempuan itu tidak pernah tau kalau selama ini Nanang yang diam - diam memperhatikan dan membantunya " .


" Jadi dia gak tau juga kalau kamu suka padanya ? " .


" Mboten pak " .


" Terus apa yang kamu inginkan sekarang Nang ? " .


" Ndak tau pak , Nanang belum kepikiran " .

__ADS_1


" Ya sudah ayo masuk , besok kita carikan solusinya bersama - sama " .


Nanang merasa sedikit lega setelah menceritakan bebannya pada bapaknya meskipun bapaknya belum tahu banyak hal karena Nanang belum menceritakan semuanya .


" Assholatu khoirum minan naum ... ! Asaholatu khoirum minan naum ... ! " Suara adzan membangunkan Nanang yang memang belum betul - betul nyenyak tidurnya .


" Nang .. kamu ikut bapak ke masjid gak ? " . BApak mengetuk pintu kamar Nanang .


" Ngge pak sebentar Nanang sikat gigi dan wudhu dulu " . Jawab Nanang turun dari tempat tidurnya .


" Tumben sudah bangun le ? " . Tanya ibunya di dapur .


" Mau sholat bu ikut bapak ke masjid " .


" Bagis lah kalau gitu siapa tahu ketemu jodohnya sepulang dari sholat jamaah "


" Ibu ada - ada aja kayak masjid itu tempat nyari jodoh " .


" Namanya jodoh kan gusti Allah yang siapkan le siapa tahu jodoh kamu juga ikut sholat jamaah di masjid " . Ibu Nanang semakin menggoda putranya tapi Nanang berlalu begitu saja karena bapaknya sudah menunggu lama .


Jarak rumah orang tua Nanang ke masjid hanya beberapa rumah saja tapi karena ada kebun pisang sedikit jadi untuk ke masjid harus memutar jalan sehingga kalau jalan kaki bisa di tempuh kurang lebih sepuluh menit , Nanang mengeluarkan motornya takut terlambat jamaah .


" Gak usah ngeluarin motor Nang kita jalan aja , masih keburu kok , itung - itung kita nyari pahala jalan , nyari sehat juga " . Kata bapak yang akhirnya Nanang menyimpan kembali kunci motornya .


Setelah selesai sholat berjamaah Nanang duduk di serambi masjid sambil menunggu bapak yang ke toilet dulu .


" Wa'alaikum salam .. ngge pak saya Nanang anaknya pak Tatang " .


" Pak Tatang tukang jagal yang rumahnya deket kebun pisang ? " .


" Ngge pak " .


" Waah sudah dewasa ya anaknya , kenalkan nama saya Suseno , dulu pak Tatang itu teman bapak merantau di Kalimantan tapi setelah menikah beliau memilih tinggal di kampung aja , oya titip salam buat pak Tatang ya mas , bapak ndak bisa lama - lama lima menit lagi harus sudah berangkat , Assalamu'alaikum " . Pak Suseno terburu - buru setelah melirik jam yang ada di dinding serambi masjid .


" Wa'alaikum salam ngge pak " . Nanang menjabat dan menciumnya tangan pak Suseno dengan sopan .


Seperginya pak Suseno bapak Nanang kembali dari toilet . " Maaf ya Nang tadi tiba - tiba perut bapak mules banget " .


" Ngge pak , oya pak tadi ada pak Suseno dapat salam dari beliau ".


" Loh mana orangnya ? " .


" Sudah buru - buru mau berangkat katanya pak jadi nitip salam aja ke bapak " .


" Wa'alaikum salam , pak Suseno itu teman bapak neski dia kaya tapi sangat luar biasa baik orangnya " .

__ADS_1


" Rumahnya di mana pak ? " .


" Disana deket sekolah kamu SMK dulu " .


" Lumayan jauh loh pak tapi sholatnya di sini ya pak ? " .


" Dari kecil tidurnya di masjid ini , masjid ini dulunya cm terbuat dari bambu , itu juga cuma kecil lebih tepatnya musholah darurat tapi pak Suseno lah yang membuat mushollah ini jadi masjid yang indah ini . Warga jadi betah juga berlama - lama di masjid " . Cerita pak Tatang dengan mata berbinar - binar ikut merasa bangga dengan kesuksesan dan kebaikan pak Suseno .


" Hebat ya pak beliau itu ? " .


" Iya tapi pak Suseno sudah gak tinggal di kampung ini Nang " .


" Loh kenapa pak ? " .


" Biasa Nang saudara - saudaranya saling memperebutkan hak waris dari orang tua mereka padahal ibu pak Suseno masih hidup " .


" Kasihan kalau gitu pak ibunya pak Suseno " .


" Oleh karena itu pak Suseno beli tanah dan membangun rumah di Surabaya biar dekat dengan tempat kerjanya juga " .


" Ibu Pak Suseno tinggal dimana pak ? " .


" Ya tentu di ajak pak Suseno tinggal di rumahnya , siapa lagi yang mau merawat kalau bukan pak Suseno dan istrinya " .


" Oya pak Nanang mau dong di ajak jalan - jalan di kampung sini mumpung masih pagi masih sejuk udaranya " .


" Ayo bapak temani siapa tau ketemu jodohmu di jalan nanti " .


" Ah bapak udah kayak ibu aja pagi - pagi bahas jodoh " . Pak Tatang hanya tertawa saja , rasanya sudah sangat lama mereka tidak merasakan kedekatan seperti ini lagi sejak Nanang bekerja di kota .


" Eh pak Tatang , sama anaknya ya pak ? " . Sapa salah seorang ibu yang bersama rombongan ibu - ibu mau ke sawah .


" Ngge bu , mumpung libur anaknya " .


" Walah sudah segede ini anaknya , apa sudah ada calonnya pak ? " . Canda ibu lainnya .


" Belum bu , anaknya aja masih fokus nyari uang buat bekal nafkahi anak orang " . Gurau pak Tatang menanggapi ibu - ibu .


" Saya kenalin sama keponakan saya mau pak ? " . Ibu yang lainnya bergurau juga .


" Ah kepinakan ibu masih duduk di sekolah menengah pertama gitu masih kelamaan bu nunggu lulusnya " . Pak Tatang dan ibu - ibu tertawa , hanya Nanang saja yang tersenyum malu karena di ledekin .


" Sudah siang pak mau ke sawah mari pak " . serentak ibu - ibu itu berpamitan .


" Pak .. kenapa ibu - ibu tadi seneng banget bahas jodoh bahkan ibu di rumah juga gitu " .

__ADS_1


" Hahahaha .. lagi musim nikah Nang di sini , tuh lihat jarak dua rumah aja sama - sama pasang tarub , untung acaranya selisih sehari " . Pak Tatang tertawa sambil menunjuk rumah - rumah yang halaman depannya terpasang tarub yang sepertinya baru besok acaranya .


__ADS_2