
Sari menjinjing tas dan menggandeng putri nya , tapi sebelum keluar dari rumah itu dia berpapasan dengan Firma .
" Sari , kamu mendengar pembicaraan kami tadi ? , setelah tau semua nya sekarang kamu mau kabur ? , di mana rasa kasihan mu sebagai sesama perempuan , dasar madu gak guna " . Sindir Firma dengan tatapan sinis .
Sari diam saja sampai akhir nya Firma kembali bersuara , " Aku jadi ragu kalau kamu itu istri mas Deni , aku butuh bukti kalau kamu itu memang istri mas Deni " . Firma mengulurkan tangan nya agar Sari menunjukkan bukti nya .
" Oiya , tinggalkan alamat rumah mu , aku yakin mas Deni juga meninggalkan banyak warisan untuk mu , aku juga butuh banyak biaya untuk rawat bayi ini " . Firma mengelus perut yang di dalam nya ada calon bayi yang di harapkan selalu sehat .
Kali ini Sari betul - betul tak menyangka kalau Firma juga akan berpikiran sama dengan nya .
" Gimana bisa begitu , aku gak di buatkan rumah sama mas Deni , aku juga tinggal di rumah orang tua ku " . Sari beralasan .
" Aku gak mau tau , tulis alamat rumah mu di sini , aku memang bodoh tapi aku bisa mencari rumah mu " .
Firma menyodorkan selembar kertas dan pulpen , akhirnya Sari pun menuliskan sebuah alamat di kertas itu .
" Sekarang kamu bisa pergi meninggalkan rumah ini " . Firma kemudian berlalu dari hadapan Sari .
Firma berjalan ke kamar tamu yang di tempati bu Retno , dia mengadukan semua kenyataan pahit nya .
" Begini nduk , jangan salah paham kalau budhe memberi saran atau mengatakan apapun ya nduk ? " . Bu Retno berusaha berhati - hati dengan ucapan nya .
" Nduk hutang itu bisa di musyawarahkan dengan mama nya Deni selaku orang tua , tapi mengingat keadaan nya seperti itu ada baiknya kamu bermusyawarah dengan nak Dini sebagai adik kandung nya , tentang Sari kalau memang betul dia itu istri Deni , dia juga harus menanggungnya tetapi kita kan belum tau kejelasannya tentang Sari " .
Firma berusaha mencerna apapun yang di katakan bu Retno , tapi renungan itu buyar saat terdengar suara ketukan pintu .
TOK TOK TOK !!
Firma berdiri dan berjalan untuk membuka pintu kamar .
__ADS_1
" Ada tamu mbak di luar , saya juga ndak tau , dia cuma bilang kalau dia teman mas Deni " . Ujar ART di rumah itu .
" Iya mbok makasih ya , saya akan temui " . Jawab Firma tetap dengan sopan nya .
" Siapa nduk ? " . Tanya bu Retno .
" Saya juga ndak tau budhe , dia cuma bilang kalau dia teman mas Deni " .
" Budhe akan ikut temani kamu , ayo " . Bu Retno menggandeng lembut tangan Firma . Bu Retno memang budhe nya Agus mantan suami Firma tapi kasih sayang nya telah membuat mereka semakin dekat dan se erat ini .
Di teras menunggu seorang laki - laki seumuran Deni kurang lebih nya .
Firma mempersilahkan duduk di teras yang menghadap taman supaya tidak terlihat oleh orang yang berlalu lalang di depan pagar , karena pagar Firma terbuka setengah .
" Maaf apa anda mbak Firma istri nya Deni ? " .
" Iya betul saya sendiri , ada apa ya pak ? " .
" Maaf mbak sebetul nya Deni terlibat perjudian yang menyebabkan hutang yang begitu banyak " .
Belum selesai laki - laki itu bercerita , Firma sudah merasa pusing dan rasanya akan segera pingsan .
" Bisa poinnya saja mas cerita nya ? " . Bu Retno menengahi setelah melihat wajah Firma pucat .
" Sebelum menikah dengan mbak Firma , Deni pernah mabuk di salah satu tempat diskotik , kejadiannya juga setelah dia pulang dari luar negeri , dia di tuduh memperkosa seorang gadis yang sekarang anak nya sudah berumur delapan tahun seperti nya " .
Laki - laki itu menarik napas dalam - dalam sebelum melanjutkan bercerita .
" Deni menyangkal pemerkosaan itu , saudara gadis itu tak bisa menerima penolakan Deni yang akhir nya dia diajak bertaruh di perjudian yang jika Deni bisa menang maka dia di biarkan lepas dari gadus itu tapi jika kalah maka dia harus mau menikahi gadis tersebut " .
__ADS_1
" Lanjutkan mas " . Pinta bu Retno .
" Untuk mengikuti perjudian itu Deni kalah banyak dan menyebabkan dia harus berhutang pada bank , meskipun dia berusaha mengalahkan saudara gadis itu tetap saja Deni tak bisa karena dasar nya Deni tak pandai bermain dalam perjudian itu , Deni akhir nya menikahi gadis yang saat itu sudah melahirkan dan bayi nya berumur 2 tahun . Tapi hutang tetap lah hutang , Terlalu banyak nya hutang Deni di masa lampau menyebabkan dia harus terus membayar nya sampai dia bisa melunasi , terakhir dia cerita kalau sebentar lagi hutang nya akan lunas " . Laki - laki itu menceritakan semua yang dia tahu .
" Mas Deni , kenapa harus tutupi masalah besar ini mas " . Firma menangis sesenggukan .
Setelah selesai menyampaikan yang dia tahu , laki - laki tersebut segera undur diri .
" Nduk , Allah mboten sare yang sabar nduk (nduk , Allah tidak tidur yang sabar nduk) " . Bu Retno memeluk tubuh Firma yang di rasa mulai ringkih .
Firma lemas dan tak memiliki gairah hidup dengan masalah yang datang bertubi - tubi sepeninggal Deni suami nya .
Setelah sholat Dhuhur dan menidurkan Angkasa yang masih dalam kesedihannya , Firma ke kamar mertua nya .
Di lihat mertua nya yang sedang tertidur pulas , tak tega dia melibatkan mama mertua nya dengan masalah yang di hadapi nya .
Pelan - pelan dia tutup kembali pintu kamar mertua nya , dia berjalan ke dapur mengambil air minum dan duduk termenung .
" Nduk , Allah tidak menguji hambaNya yang bertaqwa di luar kemampuannya , Allah selalu menyiapkan anugerah untuk setiap ujian yang di berikanNya , tinggal kita yang harus bisa legowo menikmati segala pemberiannya meskipun hal tersulit pun " .
Firma meneguk minumannya dan jarinya memegang lembut tangan tua yang beberapa tahun ini menuntun dan mendampingi nya .
Firma bernapas lega , pikiran nya mulai terbuka , ada anak dan orang - orang terkasih nya yang membutuhkan kehadiran nya , dia berjanji untuk selalu kuat menghadapi setiap ujian ke depan nya .
Tanpa banyak drama rumah mertua nya akhir nya berpindah kepemilikan , Firma memboyong mertua nya untuk tinggal di rumah yang dua tahun ini dia tinggalkan .
Beruntung mama mertua nya bisa menerima kenyataan pahit dari Deni anak nya .
Suatu sore Firma berziarah ke makam suami nya . " Kamu liat mas , ketidak jujuran mu membuahkan penderitaan bagi kami terutama mama mu , apa yang akan kamu lakukan kalau kamu masih hidup mas ? " . Firma terisak di sisi makam Deni .
__ADS_1
Tak berapa lama langit mulai tampak gelap , Firma segera bangkit dan meninggalkan makam , dia teringat jika mama mertua nya di rumah pasti mengkhawatirkan kondisi nya .