
" Cepat ke sini ya aku takut di rumah gak ada orang " . Liya menghubungi Agus yang tentunya hanya akal - akalan Liya saja untuk menjauhkan Agus dari istrinya karena tahu Firma telah melahirkan .
" Kamu gak mau bantu aku yang lagi pendarahan ? aku kesakitan , tolong aku ! " . Liya semakin merajuk dan menambah kebohongannya dengan berpura - pura pendarahan padahal kandungannya baik - baik saja dan kuat .
" Suamiku baru pagi tadi ke Surabaya , dia baru pulang 4 hari lagi , adikku marah padaku dia gak mau ke sini lagi , ayolah ke sini dampingi aku " . Liya berpura - pura terisak - isak menahan sakit .
" Aku gak bisa ke rumah sakit sendirian " .
" Beneran ya ke sini sekarang , makasih sayang " . Suara lembut yang di buat - buat Firma selalu mampu menghipnotis Agus sehingga Agus memilih berangkat ke rumah Lita daripada menemani istrinya yang baru saja melahirkan bayi untuknya .
Kurang lebih lima jam Agus tiba di rumah Liya , rumah yang sudah dua kali dia kunjungi , Bahkan dia sudah mulai hafal tata letak rumah Liya yang tanpa penjaga keamanan itu . Bahkan kamera cctv saja sengaja tidak di pasang supaya Liya dengan leluasa membawa masuk Agus ke rumahnya .
" Sayang .. gimana kandungan kamu masih sakit ? masih pendarahan ? " Tanya Agus khawatir begitu Liya membuka pagar yang menjulang tinggi itu . Tapi Liya tidak menjawabnya dia menarik tangan Agus untuk segera masuk karena takut ada yang melihat Agus masuk ke rumahnya malam - malam meskipun dia yakin tidak ada yang melihat karena letak rumahnya yang berjarak 200 meter dari rumah warga baik kanan dan kirinya .
Setelah sampai di taman depan rumah Liya memeluk Agus , menciumi wajahnya dan membuka jaket Agus . " Sayang , aku tau kamu kangen tapi ini kan di liar rumah " . Agus merasa khawatir meskipun lampu taman remang - remang dan rumah jauh dari tetangga .
Tapi Liya tidak menghiraukan kalimat Agus , Liya membuka kancing kemeja Agus satu persatu hingga terlepas dan melemparkannya di rumput taman . " Aku mau kita lakukan di sini " . Liya berbisik di telinga Agus sembari menuntun tangan Agus untuk meremas d***nya . Agus mengikuti yang di mau Liya sampai dia lupa bahwa dia ke sana karena rengekan Liya yang bilang bahwa dirinya pendarahan .
__ADS_1
Permainan berlanjut dengan tubuh tanpa sehelai kain pun , Liya dan Agus semakin liar menikmati hal yang sudah sering mereka nikmati . " Nah di situ ... nikmat banget , lebih dalam lagi " . Liya semakin menggelinjang Agus bermain - main di bagian bawah Liya . Keahlian Agus itu lah yang membuat Liya kecanduan dengan permainan Agus . Dua jam tanpa henti mereka saling menikmati di taman dan tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka .
" Sudah capek ya ? " . Tanya Agus pada Liya . Liya menganggukkan kepalanya , tanpa aba - aba lagi dengan masih tanpa pakaian Agus menggendong Liya membawa masuk ke dalam rumah menuju kamar Liya dan suaminya .
Terlalu capeknya Liya sudah tertidur pulas dengan di peluk Agus . Sejam kemudian Agus merasa haus dia ingin mengambil minuman di dapur . " Rumah ini besar banget andai saja aku punya rumah sebesar ini pasti sangat asyik bermain di segala tempat , di dapur ini misalnya " . Gumam Agus ber andai - andai . Setelah selesai minum dia berniat akan kembali ke kamar Liya tapi telinganya mendengar sesuatu yang mengundang dia penasaran sekaligus takut , dia penasaran dengan suara yang ada sebab dia tahunya hanya dirinya dan Liya yang berada di rumah itu , dia merasa takut kalau saja suara itu bukan berasal dari suara manusia .
" Kenapa aku jadi penakut gini sih " . Agus meraba leher belakangnya yang kemudian membetulkan sarung yang dikenakannya . Suara yang dia dengarkan lama - lama seperti suara obrolan seseorang .
" Siapa yang ada di rumah ini selain kami , jangan - jangan mereka mau mencuri " . Agus berkata dalam hati , dia hendak mengambil kayu yang tadi ada di samping pintu dapur , kayu yang biasa di gunakan akan di gunakan menyangga tanaman yang sudah mulai miring karena tak kuat membawa buah yang tumbuh banyak .
Belum juga kaki Agus melangkah dia mendengar suara erangan lebih tepatnya ******* semakin lama suaranya semakin keras . Dia mulai yakin bahwa itu suara manusia yang sedang keenakan .
Setelah pintu kamar terbuka separuh Agus bisa melihat dengan jelas pergumulan dua orang perempuan dengan tubuh yang dua - duanya sangat menggiurkan bagi Agus . Satu perempuan dengan d*** besar tapi tubuhnya gemuk pendek , yang satu lagi dengan d*** ukuran sedang tapi mempunyai bo**** yang cukup se*** dan tubuhnya lebih tinggi .
Agus yang tadinya merasa segan mengganggu lama - lama dia menyukai pergumulan dua perempuan itu hingga membuat senjata Agus kembali tegak siap bertempur .
Kurang lebih sepuluh menit Agus menyaksikan mereka berdua , di saat dua perempuan itu sudah sama - sama terpuaskan dan berbaring telentang , Agus mendekati mereka . " Rupanya mereka tertidur , yang mereka lakukan sudah membuatku on lagi , mereka harus menuntaskannya sekarang " . Batin Agus .
__ADS_1
Agus mendekatkan mulutnya ke d*** perempuan yang ukurannya lebih besar , tangan kanannya meremas d*** perempuan satunya sedangkan , dia melakukannya dengan sangat lembut sampai mereka kelonjotan menikmatinya .
Begitu mereka sadar siapa yang melakukannya salah satu perempuan itu berteriak tapi Agus membungkam dengan mulutnya . Merasa dapat yang enak mereka berdua melanjutkan pergumulan mereka , Sejam sudah Agus menikmati lubang surgawi dua perempuan yang tidak di kenalnya .
Setelah puas dengan keduanya Agus kembali ke kamar Liya , di sana Liya ternyata masih pulas dalam tidurnya . Seperti belum ada puasnya Agus memasukkan kembali senjatanya pada Liya dan mendapat respon dari perempuan yang selama ini jadi selingkuhannya .
" Malam yang sangat indah " . Pikir Agus merasa sangat beruntung bisa menikmati tiga perempuan dalam waktu semalam .
Tut tut tut !
Agus mendengar ada yang akan menelepon seseorang , " Nanti malam aja ya pagi ini aku capek banget " . Liya menelepon seseorang .
" OK pasti aku siapkan " . Kemudian Liya memutuskan sambungan teleponnya karena melihat di sebelahnya Agus sudah terbangun . Dia cium pipi Agus . " Pagi sayang .. kok sudah bangun , ini masih jam 8 loh " .
" Aku harus pulang , pasti mertuaku mencari ku " . Agus mengutarakan maksudnya agar tidak di marahi mertuanya .
" Nanti sore aja ya ? " .
__ADS_1
" Gak bisa sayang , Firma kan baru melahirkan , orang tua nya pasti nyariin aku " .
Liya memiringkan badannya dan membelakangi Agus yang berusaha merayunya . Padahal dalam hatinya dia merasa senang karena artinya malam ini dia bisa bertemu dengan kekasihnya yang lain .