Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 25 Ipar Oh Ipar


__ADS_3

Rina bergegas menuju belakang rumah sembari membawa banyak baju kotor Agus untuk di cuci , di kamar mandi dia melihat ada beberapa baju kotor milik ibu mertuanya , di jemuran belakang juga ada tumpukan baju kotor milik bapak mertuanya . " Kenapa gak di jadiin satu sih baju kotornya apa selama ini mereka nyuci baju sendiri - sendiri ? " . Gumam Firma .


Firma lebih terkejut lagi ternyata bak untuk mencuci baju juga penuh dengan baju kotor saudara - saudara iparnya . Kalau baju mereka tidak di cuci tidak ada tempat lagi untuk baju kotor sebab bak cuma ada dua , maklum lantai samping sumur masih berupa tanah yang tadi lumutnya di bersihkan Firma .


Akhirnya semua baju di cuci oleh Firma , Firma mendengar satu persatu anggota keluarga sudah pulang dari acara . Meskipun begitu tak ada satupun dari mereka yang membantu Firma bahkan pura - pura tidak tahu bahwa Firma juga mencucikan baju mereka , mereka hanya melewati Firma saja jika ke kamar mandi .


Dua jam sudah Firma baru bisa menyelesaikan cuciannya , duduk lama dengan perut yang besar betul - betul menguras tenaganya .


" Yaa Allah rasanya sakit banget pinggang ini tapi kalau gak di jemur sekarang bisa bau bajunya " .


Firma tetap memaksakan diri untuk menjemur semua pakaian , terdengar dari samping rumah semua saudara ipar dan ibu mertuanya bersenda gurau di ruang tamu . Sama sekali tidak ada rasa kasihan mereka untuk Firma yang sudah kelelahan dan kandungannya juga sudah besar .


" Assalamu'alaikum .. ! " . Suara seseorang dari teras rumah .


" Wa'alaikum salam .. ! " . Serempak mereka menjawab dari ruang tamu .


" Waaa ada mbak Liya , dari mana mbak ? " . Terdengar suara ibu mertua Firma begitu nyaringnya dan bahagia .


" Ayo mbak duduk dulu , repot - repot bawa apaan nih banyak banget " . Seru Ririn kakak ipar Firma .


Firma yang mengetahui bahwa yang datang adalah Liya sama sekali tak membuatnya berhenti menyelesaikan menjemur baju - baju yang begitu banyak dan berat karena tebal bahannya .


" Ah gak banyak kok lagian tadi pas lihat di jalan kok banyak yang jual " .


Rina yang sejak tadi diam mengundang ke kecurigaan pada ibunya padahal biasanya dia yang paling antusias kalau ada Liya yang datang ke rumah mereka .


" Rin gimana kabarnya kok keliatan pucat gitu ? " .


Merasa dia yang di tanya dengan malasnya dia menjawab , " Biasa aja kok mbak cuma ngantuk ini tadi baru pulang dari reuni keluarga " .


" Oo gitu ya .. ? " . Jawab Liya seolah menertawakan Rina .


" Mmm manis loh ini duriannya , kamu gak mau Rin ? " . Tanya Ririn kakak perempuannya .


" Nanti kalau sudah berkurang kenyangnya , lagian mbak itu apa ya gak kenyang abis makan banyak di acara kok masih muat aja makan durian ? " . Balik bertanya pada kakaknya .

__ADS_1


" Beda lah dek kalau durian kan gak bikin kenyang justru malah pengen nambah lagi " . Jawab Ririn membela diri


" Terserah mbak lah abisin tuh semua awas aja kalau besok pagi mengeluh mulas perutnya " .


" Ah kamu dek jangan di doain gitu lah ... " .


Rina tak menghiraukannya dia memilih masuk ke dalam kamar .


Hampir satu jam lamanya Firma menjemur pakaian , " Capek nya .... aku mau tidur lebih awal aja nanti , rasanya sudah gak kuat kepala ku juga sudah mulai pusing dari tadi " .


Baru juga Firma melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah lewat pintu depan , ibu mertuanya sudah memanggilnya . " Fir .. sudah selesai kamu jemur bajunya ? , kalau sudah kamu buatin mbak Liya es teh biar seger badannya , dia pasti capek jauh - jauh datang ke sini " .


Tanpa menjawab apa - apa Firma pun terpaksa harus kembali ke dapur untuk membuatkannya minuman untuk Liya .


Firma hanya berani berpikir kenapa harus menyuruh dirinya padahal di ruang tamu juga ada menantu perempuan yang lain .


" Mbak Firma mau ngapain ? " . Tanya Rina yang mengejutkan Firma .


" Ini Rin lagi buatin es teh mbak Liya , kamu juga mau di buatin ? " . Jawab Firma sambil merebus air panas yang dia ambil dari kuali besar .


" Kamu yakin Rin ? " .


" Iya mbak sekalian aku juga mau buat " .


" OK kalau gitu mbak tinggal ya Rin " .


" Iya mbak " . Tanpa menjawab apa - apa lagi Rina tau apa yang harus dia lakukan .


Rina membuat es teh dari air mentah yang dia ambil dari kamar mandi , setelah di campurkan teh dengan gula dia kemudian membawanya ke ruang tamu dan menyuguhkannya pada Liya .


" Minum mbak , pasti haus kan ? " . Rina mempersilahkan Liya untuk minum teh buatannya .


" Makasih Rin " . Liya meminumnya dengan cepat tanpa merasa curiga , dia begitu sangat haus . Rina tersenyum dengan sangat puas .


Setelah waktu sholat maghrib bu Imah menyuruh Firma main ke rumah budhenya Liya karena ada Liya yang juga ke sana .

__ADS_1


" Mumpung lagi ada mbak Liya di rumah budhenya , kamu ke sana loh " . Bu Imah memerintahkan Liya dan Agus untuk main ke rumah budhe Liya .


" Buat apa maen ke sana saudara bukan kenal juga enggak kalau mantan mas Agus sih iya tapi apa maksudnya ibu mertua menyuruh maen kesana ? " . Namun Firma hanya mengatakannya dalam hati .


" Ayo dek ke sana " .


" Ngapain ke sana mas aku kenal budhenya juga enggak ? " . Firma berusaha menolaknya .


" Ya nanti kenalan di sana , ayo buruan takutnya nanti dia sudah pulang " . Agus menyetujui perkataan ibunya yang akhirnya mereka berangkat ke rumah budhe Liya .


" Assalamu'alaikum .. " . Agus mengucapkan salam , rumah tampak sepi tapi kemudian keluarlah seorang laki - laki dengan perawakan tinggi besar .


" Wa'alaikum salam ! , nyari siapa ? , uwalah mas Agus tho ? masuk aja mas ! " . Laki - laki tersebut mengenali Agus dengan baik .


" Dek ! dek ! ,, ini loh ada mas Agus ! " .


Dari dalam keluarlah Liya yang langsung menyalami Agus dan Firma . " Masuk yuk , duduk sini ! " .


Liya mempersilahkan Agus dan Firma duduk tapi Agus memilih duduk di tikar saja lebih santai katanya yang di ikuti dengan Liya yang duduk di sebelah Agus .


Laki - laki yang membukakan pintu tadi memilih duduk di teras dengan alasan lagi nunggu telepon dari teman kerjanya . " Saya tinggal di depan ya mas mbak ada urusan kerjaan gak enak nanti kalau malah mengganggu "


Laki - laki tersebut ternyata suami Liya sepertinya dia sengaja memberi waktu untuk istrinya leluasa berbincang - bincang dengan temannya lebih tepatnya dengan masa lalunya . Karena suami Liya sudah mengetahui jika Agus adalah masa lalu Liya . Saat sebelum melamar Liya sudah ada yang memberitahunya bahwa Agus adalah mantan kekasih Liya .


" Gimana mas kerjaannya di sana , sering lembur ya ? " .


" Ya lumayan sih , kalau cuma ngandelin gaji aih gak cukup " .


" Kok bisa gitu mas kan gajinya banyak ? " .


" Justru karyawan bisa cepat kayanya kalau sering ada lemburan " .


" Berapa mas sekaki lembur dapetnya ? " .


" Kalau lembur hari biasa cm dapet 100 ribu kalau lembur hari Minggu gak mesti kadang dapat 300 ribu kadang 500 ribu " . Tanpa sadar Agus membeberkan yang dia sembunyikan selama ini dari Firma , yang artinya selama ini Agus bisa mendapatkan penghasilan minimal 10 juta setiap bulannya tapi yang di berikan pada Firma hanya 1,5 juta saja itupun masih sering di bagi dengan pengeluaran selain belanja termasuk jika bu Imah atau Rina meminta dikirimi uang untuk bayar sekolah .

__ADS_1


Firma seperti obat nyamuk saja bagi mereka berdua karena tidak di ajak ikut serta dalam obrolan mereka , Firma hanya bisa diam dan mendengarkan setiap yang mereka obrolkan .


__ADS_2