
" Kamu , kamu tamu mas Roby ? , aku Tania istri mas Roby , perempuan yang tampak tak berdaya di atas ranjang itu memperkenalkan diri .
" Saya Firma dari luar kota bu , saya ke sini karena mencari alamat rumah yang di berikan Sari " . Firma berjalan mendekat ke arah Tania dan mengulurkan tangan nya .
Firma jadi yakin kalau perempuan itu adalah istri Roby sebab dia sudah melihat foto nya di ruang tamu . Apalagi barusan Tania mengakui sebagai istri Roby .
Tania menarik napas panjang , " Sari itu adik saya , dia pernah cerita kalau menikah di bawah tangan dengan laki - laki bernama Deni di luar kota " .
Dia kembali menarik napas panjang , " Tapi pernikahan itu sudah cukup lama sekarang anak nya sudah berusia delapan tahun , suami siri nya sudah pergi meninggalkannya sejak anak mereka belun berusia satu tahun " .
Firma berusaha menguatkan hati nya mau bagaimanapun Sari sudah di nikahi terlebih dulu oleh Deni daripada diri nya .
Di dekat ranjang Tania ada seorang anak kecil yang tidur di box , tiba - tiba Saira menangis .
" Maaf , anak saya rewel , saya akan menyusui nya dulu " . Firma segera menyusui bayi nya sambil berdiri .
" Duduklah mbak di sofa itu , tidak baik menyusui sambil berdiri " . Ujar Tania .
Firma mengangguk dan segera duduk di sofa , untung Saira anak yang tenang , asal di susui saja sudah berhenti dari tangis nya .
Ada rasa tidak enak pada Tania , kalau saja dia tidak percaya dengan Sari , dia tidak akan mencari nya sampai ke kota ini .
Dia hanya mendengar kalau Sari dan Deni menikah di bawah tangan bukan nikah secara resmi seperti yang di katakan Sari , tapi dia juga tidak mendengar mereka sudah cerai atau tidak .
...°°°°°°°...
Roby memarkirkan mobil nya di depan rumah yang tak terlalu besar .
" Sari .. Sar .. Sari .. " . Roby meneriaki penghuni rumah .
" Apa sih mas kok buat keributan di sini " . Tanya Sari yang tergopoh - gopoh berlari untuk membuka kan pintu .
" Apa maksud mu memberikan alamat rumah ku pada orang lain ? , nyusahin orang aja bisa nya " .
__ADS_1
Sari masih berpikir , siapa yang di maksud Roby , orang lain siapa yang mendapat kan alamat Roby dari nya .
" Heh jawab ! jangan pura - pura bego kamu , kamu sudah ngasih alamat rumah ku ke siapa ? , beberapa bulan lalu kamu pergi ke mana tanpa pamit sampai berhari - hari , pergi sama siapa kamu ? " . Roby sudah mulai kesal dan membentak nya .
Sari masih belum mengerti arah pembicaraan Roby dan berlagak pura - pura bingung .
" Kamu dari kampung nya Deni kan ? , ngapain kamu ke sana ? , bikin kesel aja kamu ini " . Roby masih terus menekan kan setiap kalimat nya , dia belum bisa meredam emosi nya .
Karena ulah Sari , Firma jadi menuntut hak atas rumah Roby untuk anak Firma .
" Oh itu mas , kamu tenang dulu dong biar aku jelasin , kamu juga gak akan direpotkan kok , mas kamu datang marah - marah apa kamu gak kangen sama ini , sama ini , juga sama ini ? " . Sari menunjuk bagian - bagian sensitif nya pada Roby .
Roby tahu maksud Sari tapi dia juga takut kalau ketahuan Dewi .
Sari menggandeng tangan Roby dan mengajak nya ke kamar , kamar yang sudah wangi dan rapi .
Di rumah itu Sari hanya tinggal berdua dengan Dewi , dan di jam seperti ini Dewi belum pulang dari sekolah nya karena sekolah Dewi termasuk sekolah full day .
Di dalam kamar Sari bagai singa betina yang buas di hadapan mangsa . Dia sangat agresif memberikan rangsangan - rangsangan pada Roby .
Roby yang seperti singa jantan kelaparan tak melewatkan sedikit pun untuk membalas serangan - serangan Sari .
Sudah seminggu lebih lama nya Roby tidak beraktifitas di atas ranjang , itu di karenakan Tania sakit . Selama ini yang di jadikan pelampiasan oleh Roby adalah Sari , Sari yang mengobati nya dengan nikmat - nikmat sorga duniawi .
Selain mereka sama - sama kesepian , di dukung juga oleh kesempatan yang selalu ada .
Tidak puas hanya bertempur satu kali , mereka pun mengulang nya lagi hingga Roby terkapar kelelahan .
Sari memunguti pakaian nya dan segera mandi , setelah mandi dia membuatkan Roby secangkir kopi .
" Jam berapa sekarang ? " . Tanya Roby pada Sari .
" Jam 1 mas " .
__ADS_1
Roby memaksa membuka mata nya dan berjalan ke kamar mandi . Lima belas menit dia membersihkan diri , setelah keluar dia menghampiri Sari .
" Kamu harus ikut ke rumah , jelas kan pada Tania tentang istri nya Deni itu " . Roby berkata sembari menyeruput kopi yang di hidang kan Sari .
Sementara di rumah Roby setelah menyusui Saira , Firma segera bangkit dan menuju ke pintu .
" Mbak mau kemana ? " . Tanya Tania pada Firma .
" Maaf bu , saya kan tamu rasa nya ndak enak kalau terlalu lama ada di dalam kamar " . Ujar Firma sopan .
" Maaf mbak apa saya boleh minta tolong buatin susu buat anak saya ? " . Tania meminta tolong karena anak nya sudah terbangun di box nya .
" Iya bu , maaf biasa nya di asuh siapa bu ? " .
" Sebelum nya ada pengasuh untuk bayi saya , tapi dia ijin pulang kampung dan bilang kalau tidak akan balik lagi , biasa nya mas Roby yang bantu buatin susu " .
" Mudah - mudahan segera dapat pengasuh baru lagi ya bu , kasihan obu dan anak ibu kalau tidak ada pengasuh " .
" Suami saya mas Roby kata nya masih nyari tap gak tau nyari di mana " .
" Seperti nya anak kita seumuran ya bu ? " .
" Anak saya baru lima bulan , saya menunggu lama hadir nya anak ini , tiga belas tahun baru saya bisa hamil " .
" Alhamdulillah sekarang sudah punya ya bu , anak saya juga baru berumur lima bulan " . Firma menyusukan susu yang sudah di seduh di botol untuk bayi Tania .
Anak Tania berjenis kelamin laki - laki , wajah nya sepenuh nya mirip Tania dari mulai rambut , mata , hidung dan bibir bahkan kulit nya pun bersih seperti kulit Tania .
" Sebulan lalu saya terjatuh dan menyebabkan kelumpuhan , tapi dokter bilang kalau lumpuh pada kaki saya masih bisa di sembuhkan meskipun butuh waktu yang cukup lama " .
" Saya turut prihatin ya bu , mudah - mudahan kaki ibu segera sembuh " .
Keasyikan ngobrol dan mendengar curhatan Tania , Firma jadi lupa dengan tujuan nya ke alamat itu . Bagaimana dia akan mengutarakan tujuan nya kalau tuan rumah nya saja begitu lemah .
__ADS_1