
Aku sudah berusaha berjalan sekuat tenaga tetapi tetap tidak bisa , tubuh ju terasa sangat lemas . Malam ini tidak sesuai ekspektasi ku , aku gagal memiliki malam istimewa karena kecerobohan ku sendiri .
" Mas , masih lemas ya , hemm hari terakhir di sini malah tumbang " . Firma menatap sendu mata ku .
" Maaf " . Ujar ku lirih .
" Tak apa lah yang penting sudah naik bianglala " . Kata nya lagi .
Tok Tok Tok !
Pintu kamar di ketuk , Firma membukakan pintu dan kembali membawa makanan dan minuman .
" Mas , makan dulu baru istirahat , jangan minum obat dalam keadaan perut kosong terus - terusan " . Firma menasehati ku , aku tahu akan hal itu tapi aku senang arti nya Firma perhatian pada ku .
" Se cerewet apapun seorang istri tidak lah seharusnya seorang suami merasa tersinggung . Istri itu cerewet karena dia ingin suami nya menjadi jauh lebih baik bukan berarti bermaksud menggurui suami , oleh karena itu jangan sekali - kali berdecak atau tidak bisa menerima nasehat dan perhatian istri melalui sifat cerewet nya tersebut . Ingat cerewetnya istri adalah kasih sayang nya , jika istri sudah tidak cerewet lagi jangan lagi berharap doa - doa baik nya " . Ujar ustadz yang aku dengarkan saat pengajian di masjid dekat rumah .
Mata ku sudah sangat mengantuk , aku sudah tidak bisa lagi menemani Firma mengobrol .
Pagi hari nya ,
Kami check out hari ini , Firma sudah membereskan semua barang kami . Di dalam mobil aku membuka ponsel ku , ada pesan masuk dan sudah terbalas dari nomer yang tidak di kenal .
Aku menoleh ke sebelah kanan , Firma tampak asyik juga dengan ponsel nya seperti biasa dia suka sekali menonton cak pe**** .
" Yang , semalam kamu membalas pesan dari siapa ? " . Aku berpura - pura tidak tahu .
" Sama perempuan gatal bibit pelakor , kenapa ? gak suka ya kalau aku yang jawab " Tanya Firma ketus .
" Sangat terima kok dan aku juga sangat seneng , seperti itulah terus jadi jangan beri kesempatan " .
POV. FIRMA
Setelah bulan madu aku dan mas Deni pulang ke rumah orang tua nya . Senyum mama mertua ku menyambut kedatangan kami dengan bahagia nya . Kami mengobrol sebentar kemudian aku berpamitan untuk masuk kamar .
__ADS_1
Aku rasa nya sangat lelah sehingga ingin segera beristirahat di kamar .
Perempuan gila itu seperti yang sudah aku duga kalau dia memiliki rasa pada mas Deni suami ku .
" Mas , liat ini kamu telah di masukkan ke grup , kamu pasti yang sudah ngasih nomer kamu ke dia , tau dari mana dia nomer ini kalau bukan kamu yang ngasih ? " . Aku mulai lagi dengan kilatan marah nya lebih tepat nya cemburu aku rasa .
" Enggak lah yang , dia pasti dapet dari salah satu temen ku " . Mas Deni membela diri .
" Memang nya grup apaan sih ? " . Tanya nya .
" Reuni , Ternyata kamu dari dulu satu sekolah dan satu kampus sama dia , wuih tujuh tahun ternyata kamu bersamanya , aku gak yakin kalau kamu sama dia gak ada rasa apa - apa " . Sindir ku .
" Otak ku penuh dengan kamu dan pelajaran , kamu kira kuliah di bidang arsitektur itu gampang ? .. rontok rambut ku , kalau ada waktu luang ya aku ke perpustakaan untuk mencari referensi " . Jawab nya sambil mencubit pipi ku .
" Awas jangan macem - macem ada dua jenis perempuan di dunia ini bagi laki - laki , yang pertama perempuan yang bisa menjadi kekuatan dan penyempurna agamanya yaitu istri , yang kedua perempuan yang bisa menjadi kelemahan dan kehancuran agamanya yaitu perempuan yang bukan mahram dan perusak rumah tangga " . Aku menjelaskan panjang lebar .
" Iya sayang ku , sebelum kamu menjadi istri ku kamu sudah menjadi motivasi atau kekuatan terbesar dalam hidup ku " . Mas Deni berusaha mengutarakan isi hati nya .
" Huh , jangan samakan aku dengan orang lain , gini ya mas ibarat nya sebuah novel tokohnya sama tapi kalau penulis nya beda sudah tentu ending nya juga gak sama " . Lanjut nya .
" Hahaha .. mana yang susu nya ? " . Mas Deni tertawa terbahak - bahak .
Klunting !
Di saat kami saling bersenda gurau terdengar suara pesan masuk di ponsel mas Deni .
Perempuan itu mengirim pesan lagi dengan bahasa inggris yang arti nya , { Den , kamu bisa datang kan ke reuni sekolah kita ? , di kota apel loh kalau kamu ikut boleh kan aku nebeng kamu } .
Dasar perempuan yang memang harus di garuk , dia masih juga mepet terus ke suami ku mas Deni .
Padahal aku sudah memperingatkan nya semalam , tapi ini masih juga berusaha nempel . Seharusnya dia jaga jarak , aku harus membuat benteng pertahanan untuk rumah tangga ku .
{ Reuni apaan kok di grup gak ada undangan , gak ada tang bahas juga , kamu yakin ada reuni dan teman kita bakal hadir semua ? } . Jawab ku tetap masih berpura - pura menjadi mas Deni .
__ADS_1
Dengan cepat nya bibit pelakor ini membalas pesan yang aku kirim .
{ Kamu belum baca undangan yang aku kasih ke kamu waktu acara resepsi ? , wah jangan - jangan istri mu sudah membuang nya biar kamu gak datang , jangan mau di kekang sama istri mu Den } . Balas nya .
Dasar ulat bulu bentuk undangan nya saja aku tidak tahu sekarang malah di fitnah sudah membuang undangan reuni dan mengekang suami .
Aku mencari - cari undangan yang di maksud oleh perempuan bule itu .
" Nyari apa sih yang ? " . Tanya mas Deni .
" Undangan reuni sekolah nya mas , di taruh mana ? " .
" Hah , undangan reuni ? " .
" Iya , yang di kasih perempuan bule waktu resepsi itu undangan reuni nya " .
" Ya aku gaj tau yang , aku buang sembarangan aja , lagian gak penting juga " .
" Sekarang penting , mas harus hadir di reuni sekolah mas itu dan aku ikut " .
' A apa kamu serius yang , mau ikut ? " . Tanya mas Deni dengan mata berbinar .
" Iya " . Aku menganggukkan kepala .
Mas Deni dengan antusias nya ikut mencari dan akhirnya undangan reuni itu di temukan .
{ Undangan reuni sudah aku pegang , aku akan datang tapi maaf aku gak bisa beri tumpangan } .
{ OK gak masalah yang penting kamu bisa hadir aku sudah senang } . Balas ulat bulu itu .
{ Maksud aku , kami senang kamu bisa hadir } . Kata nya meralat pesan sebelum nya .
Aku tak akan membiarkan suami ku di pepet ulat bulu itu , lihat saja apa yang akan aku lakukan pada nya nanti kalau masih berani mepet - mepet ke suami ku .
__ADS_1
Aku harus mempersiapkan diri sebelum menghadapi bibit pelakor seperti nya .