
POV. TEJO
" Lus , kita sudah nyampe rumah , ayo turun " . Kata ku pada Lusi yang sekarang sudah sah menjadi istri ku .
" Eh sudah nyampe ya , yang mana pak rumah nya ? " . Tanya Lusi mengikuti ku turun daru angkot yang aku sewa .
" Nah , lupa kan , panggil nya mas jangan pak dong " .
" Iya maaf , rumah nya yang mana mas , apa ini yang kuning , wah rumah nya tingkat ternyata " .
" Bukan yang ini , ini sih rumah orang " . Jawab ku .
" Terus yang mana mas rumah nya ? "
Aku tak menjawab dan tetap berjalan , Lusi mengikuti di belakang ku dengan celingukan ke kanan ke kiri mungkin mencari - cari rumah ku yang mana .
" Mas , rumah nya di mana kok lewati gang - gang sempit begini ? " .
" Ya gak pa pa yang penting kan rumah nya nyaman dan aman " . Aku langsung menggandeng Lusi supaya berjalan agak cepat lagi .
Lusi menolak aku gandeng mungkin dia merasa masih malu . Maklum saja dia gadis yang baru di sentuh oleh tangan ku jadi masih kaku . Aku jadi semakin tak sabar menunggu malam pertama ku dengan Lusi .
Sesampainya di depan teras rumah aku mengajak Lusi masuk .
" Ayo Lus masuk , kita sudah nyampe di rumah ku " .
" Yang bener mas ? " .
" Iya masa bohong sih " .
" Rumah nya gelap gini , gak ada pagar nya , rumput nya juga tinggi - tinggi , serem mas , jangan - jangan ini rumah kosong ya ? " .
"Kok rumah kosong , kan aku tiap hari tinggal di sini , kalau rumah nya gak terawat ya wajar kan aku gak punya istri , apalagi ini kan sudah malam jadi pasti nya gelap dong Lus " .
Aku membuka pintu dan mengajak Lusi masuk ke dalam rumah .
" Lampu nya buruan di nyalakan mas biar terang " .
" Yang ada lampunya cuma kamar , teras sama dapur aja , yang lain nya sudah putus " .
" Ya di beliin dong mas biar gak kayak rumah hantu gini , serem banget deh " .
" Yang sering di pake kan cuma kamar sama dapur jadi ya biarin aja yang lainnya gelap , lagian kan lumayan bisa hemat tagihn listrik juga " .
__ADS_1
" Lha itu kan pas belum punya istri , sekarang sudah ada istri masa iya gelap - gelapan gini , takut mas " .
" Iya nanti bisa di atur , ayo masuk kamar , mana tas kamu biar aku taruh di kamar " .
" Anterin aku mandi dulu , ini gerah banget " .
Aku mengantarkan Lusi ke kamar mandi .
Krekk !
" Mas , gak ada air nya kran nya juga gak nyala , gimana ini " . Lusi berteriak .
" Ambil air di sumur dulu Lus pake timba di aini gak ada mesin pompa air jadi kalau mau mandi ya nimba dulu " .
" Mas nya dong yang nimba " . Lusi meminta .
" Nimba aja kok gak mau , kamu isi dulu lah bak nya sampai penuh nanti aku juga mau mandi , sekarang mau mengunci pintu depan dulu takut ada orang jahat masuk " . Setelah mengunci pintu aku rebahkan badan ku di kamar , aku mau istirahat dulu sebelum bertempur dengan Lusi , obat kuat pun juga sudah aku konsumsi .
" Mas , bangun buruan mandi sana keringet nya bau tuh panas - panasan di angkot tadi " .
Aku terbangun dari tidur ku oleh suara Lusi yang memanggil .
" Iya bentar , aku mau mandi kok ini " .
Ternyata enak juga punya istri jadi bosa di suruh - suruh , aku juga jadi punya waktu untuk bersantai - santai .
Selesai mandi aku langsung masuk ke dalam kamar , aku lihat Lusi sedang memainkan ponsel nya .
" Sudah siap ? " . Tanya ku pada Lusi .
" Siap apa mas , harus nya aku yang nanya mas sudah siap belum penuhin janji - janji nya ? " . Tanya Lusi balik .
" Udah dong , maka nya puaskan aku dulu baru nanti di kasih janji nya " . Aku segera melepas kan baju dan menggunakan kolor saja .
Aku dekati Lusi dan langsung memeluk nya .
" Apaan sih mas maen nyosor aja , mana dulu janji nya baru aku mau layani sepuas nya " .
" Puas kan mas nya dulu , baru nanti dapat bonus nya " .
" Ya terserah mas nya aku gak mau layani kalau gak dapat janji nya , mas nya dari tadi gak modal , sudah gak ada gaun buat nikah , naik nya angkot , kotak nasi juga cuma nasi uduk sama tahu " . Gerutu Lusi .
" Ya udah aku ambilkan dulu di lemari , nanti kalau udah dapet pasti kanu langsung bersemangat layani aku nya " .
__ADS_1
" Buruan mas " .
" Ini bonus nya , semua nya buat kamu nanti kalau kamu bisa puaskan aku , aku tambah lagi dengan bermacam model perhiasan " .
" Ini cuma perhiasan , uang 20 juta nya mana sama motor nya juga ? " .
" Kamu kan tau kalau mas ini sangat sibuk , sabar lah dulu gantian yang di kasih , kamu kan minta perhiasan itu mas lebihkan perhiasan nya biar bisa kamu jual buat beli motor " .
" Beneran ini buat aku ya ? , jangan di curi , jangan di minta lagi " .
" Mas janji gak bakal minta perhiasan kamu apalagi ampe ngambil , itu semua sudah jadi milik kamu " .
" Kalau giti makasih sudah tepati janji , besok - besok jangan lupa kasih lagi bonus nya biar aku makin cinta sama mas Tejo " . Ujar Lusi tampak bahagia .
" Iya pastinya , ayo kita mulai dulu , udah gak tahan nih kelamaan nahan nya " .
" Ya udah ayo mas jangan lama - lama aku juga pengen segera bisa tidur " .
" Ya harus lama dong , malam pertama kan harus di nikmati kalau cuma bentar mana enak , kalau kamu ngantuk ya tidur aja biar aku yang maen sendiri " .
" Ya udah terserah mas aja deh " .
Aku tak peduli Lusi mau protes apa saja , aku sudah tidak kiat terus - terus menahan nafsu ku . Hasrat ini harus segera di tuntas kan .
Aku memulai aksi ku , aku lihat Lusi hanya biasa saja , wajah nya juga datar - datar aja , sedangkan keringat ku pun sudah banjir di tubuh ku .
Akhir nya aku pun menyudahi aksi ku dan duduk di pinggir ranjang .
" Kenapa mas , sudah capek ya ? " .
" Lus kenapa aku gak bisa rasain apa - apa ya , cuma capek aja tapi gak ada rasa apa - apa , ini enak enggak tapi capek iya , lutut ku sudah pegal rasa nya " .
" Udah nih mas ? kalau udah aku mau mandi aja , ngantuk mau tidur " .
" Payah sudah minum pil masih gak bisa rasain apa - apa , kamu kurang greget Lus , sebenarnya kamu nasih gadis kan ? " .
" Ya masih lah mas , udah ah mau mandi " .
" Ya udah mandi sana penuhi juga bak nya aku juga mau mandi " .
" Tadi kan sudah di penuhi memang nya sudah abis ? " .
Aku tak menjawab dan pura - pura tertidur .
__ADS_1