
Malam hari nya kami berempat menikmati makanan yang sudah tersaji di meja bulat atau lazy susan itu . Perempuan bule itu seperti biasa selalu berulah .
Di meja makan setiap kali aku akan mengambil makanan , perempuan itu selalu dengan sengaja memutar meja nya sehingga aku selalu melewatkan masakan yang akan aku ambil .
Aku memegang lengan suami ku dan memasukkan sendok kosong ke mulut ku , aku menatap nya dan memelas . Suami ku menukar piring nya yang sudah terisi makanan dengan piring ku yang masih kosong .
" Kamu makan ini aja yang " . Ujar suami ku .
" Kita makan sepiring berdua aja ya , aku suapi kamu ? " . Tawar ku .
Tentu saja suami ku tak akan menolak nya dan dengan senang hati dia mendapatkan suapan dari ku .
Aku melirik perempuan bule itu , dia tampak kacau karena upaya nya membuat aku marah tidak berhasil , justru dia malah menyaksikan suami ku yang jadi laki - laki pujaan hati nya justru bersikap romantis pada ku .
" Aww " . Perempuan itu memekik , paha nya yang menggunakan rok pendek tertumpah kuah soto yang masih panas .
William membantu nya tapi perempuan itu merasa risih , " Ih kamu ngapain sih Wil " . Ketus nya .
" Di bantuin malah kayak gitu , nyesel aku sudah berniat membantu " . Gerutu William .
" Aku gak butuh bantuan mu " . Perempuan itu semakin ketus menjawab .
" Den kamu punya salep , kulit ku bisa melepuh kalau di biarkan begini " .
Dasar ulat bulu , di bantu William malah di bentak ini malah masih berani mepet ke suami ku terlebih lagi di hadapan ku .
" Aku gak punya , tenang aja kalaupun nanti luka itu juga masih termasuk luka ringan " . Jawab suami ku santai .
" Sudah jangan manja , buruan habiskan makanan mu " . Kata William meninggikan suara nya .
Jaman sekarang memang sudah banyak cara dari pelakor mencari perhatian pada korban nya bahkan tidak segan juga langsung beraksi di depan istri nya , seperti yang sekarang ada di hadapan ku .
Banyak yang mengatakan bahwa pelakor adalah orang yang paling vokal di balik runtuhnya rumah tangga orang lain . Yang berambisi merampas milik orang lain baik suami orang lain ataupun hartanya .
Pelakor banyak yang hadir dengan tebar pesona , daya tariknya layak nya jala yang di hempas ke lautan untuk menjaring para ikan ( para suami ) .
__ADS_1
Seketika para suami yang tidak bisa menahan diri pasti dengan mudah nya akan terjerat . Dia akan memberi perhatian dan bahkan hartanya pada pelakor tersebut .
Perhatian yang seiring berjalannya waktu terjalin menjadi hubungan gelap sesuai yang pelakor rencanakan .
Hingga sampai tiba pada waktu nya si pelakor akan merebut laki - laki itu daru suami nya dan meminta nya meninggalkan istri nya .
" Den , aku pesankan pizza ya , dulu kamu suka banget makan pizza " . Perempuan bule itu masih memiliki sejuta cara untuk merobohkan benteng amarah ku .
" Itu dulu , sekarang suamiku cinta sama masakan ku apalagi yang pedes - pedes seperti ayam geprek " . Aku menyahut nya cepat dan menggebrak meja layaknya ayam geprek .
Perempuan itu melirik ku , " Kamu serius sekarang suka yang pedas Den , kenapa kamu merubahnya ? , aneh sekali selera mu " .
" Iya , dulu aku suka pizza karena di buru waktu banyak nya tugas kuliah , selain itu aku juga gak bisa masak jadi simpelnya ya beli pizza " . Jawab suami ku ringan .
" Sekarang gizi ku sudah di perbaiki oleh istri ku tercinta , setiap hari aku di masak kan , di beri hidangan yang sehat , enak dan fresh " . Mas Deni tersenyum pada ku .
Setelah makan aku duduk di teras menghirup udara malam , tak berapa lama perempuan bule itu duduk di sebelah ku dan tanpa meminta ijin ku .
" Fir kamu tau gak cinta pertama suami mu ? " . Tanya nya , aku tahu pasti ada yang dia rencanakan lagi .
Perempuan bule itu tidak mendengarkan ku dia malah menunjukkan selembar foto . Di dalam foto itu ada seorang gadis kecil duduk bersama suami ku .
" Dapat dari mana kamu foto itu ? " . Tanya ku penasaran , perempuan itu merebut kembali foto yang di tunjukkan pada ku . Dia hanya tertawa terbahak - bahak .
" Aku sama Deni itu sudah terbiasa saling terbuka jadi gak ada rahasia apapun yang kami sembunyikan " . Tutur nya .
" Kamu tau nama gadis kecil itu ? " . Tanya ku .
" Tau dong tapi aku lupa " . Dia tersenyum sinis pada ku .
" Kamu itu aneh harus nya kamu ingat nama gadis kecil itu kalau kamu memang sangat dekat dengan suami ku " . Aku balas sinis pada nya .
" Alah bilang aja kalau kamu cemburu sebab gak tau apa - apa tentang suami mu Deni ". Perempuan bule itu terus sengaja memancing emosi ku .
" Hahaha , cemburu itu tanda cinta loh , lagian gadis kecil yang duduk di sebelah mas Deni itu aku " . Aku serius mengklaim bahwa itu fotoku .
__ADS_1
Dia menepuk - nepuk pipi nya , " Aku gak sedang bermimpi , bagaimana bisa gadis kecil itu adalah kamu ? beda sekali " . Katanya mengejek ku sambil tertawa dan itu adalah reaksi yang sudah bisa aku tebak .
" Akan aku tunjukkan sesuatu biar kamu percaya " . Aku merasa kesal , seharusnya aku tidak perlu meladeni nya tapi karena sudah terlanjur perang jadi tidak seru kalau tidak menang .
Aku mengambil ponsel ku dan menunjukkan foto gadis kecil bersama mas Deni suami ku .
" Nih silahkan scroll sepuas mu ! " .
Mulutnya menganga tak percaya melihat foto - foto itu .
" Ini gak mungkin " . Lirih nya .
" Apa nya yang gak mungkin , kalau itu memang kenyataannya " . Aku mengambil kembali ponsel ku dari tangannya .
Entah sejak kapan suami ku memperhatikan kami , dia menghampiri dan mengulurkan tangan nya pada ku .
" Ayo yang kita ke kamar " . Ajak mas Deni .
" Iya Des , ini pertemuan kita yang terakhir , jangan pernah mencari kesempatan lagi untuk menemui ku ataupun keluarga ku " .
" Tapi Den kenapa ? " . Rajuk perempuan itu .
" Aku sudah memiliki istri , aku sudah bahagia dengan nya , jangan sampai kamu mengusikku ataupun rumah tangga ku seperti saat ini yang sudah kamu lakukan .
" Aku mencintai mu Den , aku datang jauh - jauh ke sini hanya untuk mu " .
" Des , kadang cinta berlabuh di tempat yang salah , kamu harus bisa menerima kenyataan bahwa aku sudah beristri dan aku tidak akan menyakiti hati istri ku " .
Aku hanya menjadi penonton , aku tersadar bahwa selama ini suami ku sudah menjadi suami yang menjaga marwah ku dan hati nya sendiri .
Mas Deni menggenggam tanganku dan menarik ku ke kamar , sesampainya di kamar aku melepas genggamannya dan memeluknya .
" Terima kasih sudah membelaku , terima kasih sudah menunjukkan pada dunia bahwa aku lah yang layak menjadi pendamping mu mas " . Kataku mengharu .
" Justru aku yang bersyukur karena kamu telah mau menerima pinanganku untuk menjadi istri ku " .
__ADS_1