Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 28 Hamil


__ADS_3

" Terusin yang , enak banget , kamu makin pinter gini sih ! " . Laki - laki tua itu mengerang keenakan sedangkan lawan mainnya tidak juga segera berhenti , bi*** dan li** itulah kata yang cocok untuknya .


Sentuhan demi sentuhan dia berikan hanya untuk mendapatkan kepuasan sendiri karena dia tahu jika dia bisa memuaskan maka dia juga akan terpuaskan .


" Sini kamu harus rasakan senjataku ini sampai besok pagi , kamu mau kan ? " .


Dia tidak menjawabnya tapi hanya menganggukkan kepalanya karena mulutnya penuh dengan senjata laki - laki tua itu .


" Ah sayang , kamu manis banget kalau begini , aku suka cara bermain mu " . Di baliknya tubuh Rina menghadap ke dinding , di raba seluruh tubuhnya Rina merasa keenakan dia sudah tidak peduli statusnya yang masih seorang pelajar, dia hanya ingin terpuaskan .


Tiga jam permainan mereka seolah tanpa lelah , hingga masing - masing tertidur dengan nyenyak nya .


" Mas .. geli ! " . Rina merasa ada yang mengh**** d***nya bukan hanya sebelah tapi keduanya . Belum hilang rasa heran dan takutnya , di bagian bawahnya juga ada yang melum***nya .


" Aah !! , siapa ini ? " . Rina membuka matanya tapi gelap dia hanya melihat samar - samar 4 orang ada di atasnya .


" Gimana sayang rasanya bermain rame - rame ? " .


" Si siapa ka ka ... " . Rina tidak bisa melanjutkan kalimatnya , mulutnya di sumpal dengan mulut laki - laki jelas beda dengan laki - laki tua yang sebelumnya menggaulinya .


Dia bisa merasakan kalau mereka semua adalah laki - laki yang sudah berumur , semuanya berkumis , antara takut dan geli dia juga merasakan keenakan .


" Nikmati saja ya sayang .. " . Kata salah satu laki - laki yang melum*** bagian bawahnya .


Rina terpaksa melayani satu persatu empat laki - laki itu , ada yang meminta sambil berdiri , terlentang , dari belakang bahkan ada yang sambil menggendongnya . Capek luar biasa yang Rina rasakan tapi dia juga tidak bisa bohongi diri sendiri bahwa dia sangat menikmatinya .


Setelahnya Rina di tinggalkan begitu saja , dia sudah tidak berdaya hingga tertidur yang entah sudah berapa jam lamanya .


" Sayang .. bangunlah , makanlah bubur ayam ini " . Laki - laki tua yang biasa tidur dengannya mengusap rambutnya .


" Jam berapa sekarang ? " .


" Baru jam 9 pagi apa kamu masih mau tidur lagi ? " .


" Apa ? aku pasti di cari orang tua ku " .


" Sudahlah makanlah dulu terus mandi biar hilang lelah mu ! " .


Rina menuruti kata laki - laki itu , dia benar kalau dia pulang dengan keadaan seperti itu tentu akan banyak orang di luar sana yang bertanya .


Sorenya di klinik umum , sepasang suami istri dari tadi menggerutu karena mendapat nomer antrian ke 19 . " Masih lama nih , banyak banget sih pasiennya ? " . Liya menggerutu terus .

__ADS_1


" Lha mau di ambil apa enggak kalau enggak ya kita pulang , kesini nya lain kali aja " . Suaminya memberi penawaran .


Liya diam saja sampai akhirnya namanya di panggil dan giliran dia dan suaminya masuk ke ruang dokter .


" Ada yang bisa saya bantu pak bu ? " .


" Ini istri saya mengeluh mual terus dok ! " .


" Baiklah ibu silahkan berbaring dulu biar saya periksa " .


Setelah 10 menit lamanya , " Bapak ibu selamat ya .. ibu sedang mengandung dan dari tes urine tadi juga dinyatakan positif hamil , usia kehamilan masuk di minggu ke tujuh jadi sangat rentan sekali ya pak bu , sebaiknya ibu harus lebih ber hati - hati , jaga pola makan dan kurangi beraktifitas berat " .


" Beneran saya hamil dok ? " . Tanya Liya bersemangat


" Iya bu , saya ucapkan selamat untuk bapak dan ibu , oiya ini buku kartu menuju sehatnya setiap bulannya di periksakan untuk mengetahui perkembangan janin " .


" Baik terimakasih dok " . Ucap suami Liya .


" Ibu jangan lupa bulan depan ke laboratorium ya untuk cek darah ibu dan hasilnya bisa di bawa kemari , laboratoriumnya ada di ujung kiri di samping toilet " .


Liya dan suaminya sama - sama bahagianya karena delapan tahun sudah mereka menunggu ada bayi diantara mereka dan akhirnya hadir juga .


" Kenapa melamun gitu ? " Liya terkejut di tanya suaminya .


" Bodo ah biarin aja anak siapa yang penting aku hamil sekarang ini " .


Liya juga memberi kabar pada Agus bahwa dirinya sudah hamil .


" Yaaah gak bisa dapat jatah dong ini perkutut " . Agus menjawab pesan singkat dari Liya " .


" Ya masih bisa lah tengok - tengok sebentar soalnya kan hamil pertama nih belum tahu kuat enggaknya ini janin " .


" Kapan nih boleh tengok ? " .


" Tunggu kalau sudah jalan di bulan ke 4 atau 5 " .


" Lama ah ! kasihan perkutut bentar lagi istri ngelahirin eh pacar juga nyuruh puasa " .


" Cuma sebentar aja puasanya kalau gak kuat kesini aja nanti maen - maen cara yang aman " .


" Beneran boleh ? " .

__ADS_1


" Iya dong asal kalau ngidam ya di turutin maunya " .


" Pasti sayang .. ! " .


Liya tidak membalas lagi karena suaminya sudah pulang dari beli makanan . " Mas .. anak kita nanti di beri nama siapa ya ? " .


" Kita kan belum tahu cewe apa cowo ? " .


" Ya buat siap - siap aja buat dua nama sekaligus " .


" Nanti kapan - kapan kita buat ya , swkarang ayo makan dulu katanya laper " .


Suami Liya adalah suami yang penyayang , dia selalu menuruti apapun kemauan Liya termasuk mengikuti program hamil yang biayanya seharga mobil mewah terkini itu .


Sebetulnya bukan apa - apa hanya saja suaminya sempat berpikir bahwa progamnya akan gagal sedangkan biaya yang di keluarkan juga tidak main - main .


Kembali ke Rina yang sudah pulang di rumah , dia beruntung rumah sedang sepi jadi dia bisa langsung masuk ke dalam rumah tanpa ada yang mengomeli . Rina sampai di rumah jam 12 siang karena masih capek dia melanjutkan tidurnya hingga malam .


" Rin apa kamu gak capek seharian tidur terus ? " . Bu Imah memang tidak mengecek kamar Rina semalam dan pagi langsung ke rumah tetangga ada hajatan jadi dia tidak tahu kalau siang hari anaknya baru pulang .


" Iya bu .. ini mau mandi kok " .


" Jangan kebiasaan mandi malam terus Rin nanti sakit tulang mu " .


" Iya bu " . Rina bergegas ke kamar mandi sebelum ibunya semakin tidak berhenti mengomeli dirinya . Dia merasa badannya sangat capek dan masih saja mengantuk .


" Rin ! ini ****** ***** siapa kok kayak ****** ***** laki - laki ? " .


" Sial , kenapa bisa ketemu ibu ? " . Rina berkata lirih .


" Rin , Rina ! " .


" Ibu nemu di mana ? " .


" Ini di kamar kamu " .


" Mu mungkin punya suami mbak Ririn bu , kan mbak Ririn naruh bajunya dan suaminya di lemari Rina " .


" Lha ibu nemu nya di atas kasur " .


" Mungkin ke tarik keluar waktu Rina ambil baju ganti bu " .

__ADS_1


" Ya sudah kalau gitu ibu masukin di lemari lagi , kok ada - ada saja " .


Rina hanya terdiam tidak menjawab lagi , bagian bawahnya terasa perih hingga dia sangat berhati - hati dan pelan membersihkannya .


__ADS_2