Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 51 Keinginan


__ADS_3

Ini adalah hari kedua pak Royani masih belum sadarkan diri . Hari ini dokter memeriksa bapak dan perawat pun menyuntikkan obat ke selang infus .


Hampir setengah jam akhir nya ada keajaiban pak Royani menggerakkan jari - jari tangan nya , dia sudah mulai sadar kembali .


Dokter keluar ruangan dan kami pun menghampirinya . " Alhamdulillah pasien sudah mulai kembali pulih kesadarannya tapi untuk saat ini pasien masih belum stabil kesehatan nya , namun saya masih harus berkoordinasi dengan dokter saraf dan dokter jantung untuk menentukan langkah selanjut nya , jadi saya harap semuanya bisa membantu pasien untuk menjaga kondisi beliau supaya tidak setres , jika ingin menjenguk pasien salah satu saja yang masuk " .


Setelah dokter dan perawat pergi , ibu nya Firma masuk ke dalam ruangan dengan pakaian APD .


Firma hanya bisa melihat bapak dan ibu nya mengobrol tanpa bisa mendengar apa yang mereka obrolkan .


" Apa yang terjadi ? " . Deni bertanya pada Firma yang di sebelahnya juga ada suami nya . Entah kemana saja suami nya selama ini yang sama sekali tidak peduli mertua nya ada di rumah sakit .


Cukup lama ibu Firma berada di dalam hingga pintu ruangan pak Royani di rawat terbuka .


" Bu .. Gimana kondisi bapak ? " . Tanya Deni yang mendahului Firma .


Ibu Firma menatap nya sendu dengan air mata yang mulai menetes deras .


" Kenapa bu ? " . Firma mengulang pertanyaan Deni .


" Bapak bilang capek tp bapak masih ingin melihat anak - anak nya bahagia " .


" Bapak bilang dada nya sesak , tangan nya sakit , kaki nya sakit , ibu ikhlas kalau memang bapak sudah tidak kuat lagi , ibu juga ndak tega lihat bapak seperti ini " .


" Bu .. Kita tidak boleh mendahului takdir Allah " . Firma berusaha menguatkan hati ibunya .


                                                 °°°°°°°


POV. Firma


Tiga tahun kemudian ...


Setelah seminggu dinas di luar kota tentu aku sangat senang mendengar suamiku akan segera pulang . Mas Agus dua tahun ini memang sudah berubah , dia jadi suami penyayang pada istri .


Kami sudah memiliki rumah dan bahkan memiliki mobil , meskipun dia akhir - akhir ini harus sering keluar kota .


Kehidupan kami belum bisa di bilang kaya , mobil ini kami beli agar bisa di sewakan dan uang dari hasil sewa kami gunakan untuk membayar angsuran mobil yang masih setahun lagi .


Segala sesuatu sudah aku persiapkan baik untuk kepuasan perut ataupun di bawah perut suami ku mas Agus .


Bahkan siang tadi aku melakukan perawatan di klinik kecantikan dari ujung kaki sampai ujung rambut yang baru kaki ini aku melakukan nya karena memang sebelum - sebelum nya sangat sayang keluar uang untuk keperluan seperti ini .


Aku mendengar suara mobil mas Agus di depan rumah . Aku bergegas membuka pintu dan menyambutnya .


Kulihat kedua pintu mobil dan aku melihat seorang perempuan keluar dari kursi depan samping mas Agus .

__ADS_1


Perempuan dengan d*** yang besar dan umurnya ku rasa lebih mudah dari ku .


" Siapa mas ? " .


" Hadiah buat kamu dek " .


" Hadiah ? " .


" Iya .. Kamu kan kasihan urus rumah terus , sudah saat nya kamu fokus dengan Angkasa dan diri kamu sendiri aja " .


" Maksud mas ? " .


" Sudah yuk masuk , aku jelaskan di dalam " .


" Kamu ingat yang kamu bilang ingin bisa fokus urus Angkasa ? "


" Nah ini hadiah buat kamu dek , kenalin ini Lusi ART baru kita " .


Sebetulnya aku tidak terlalu membutuhkan ART karena selama ini aku bisa menghandle sendiri tugas rumah .


" Gimana dek ? " .


" OK panggil saja saya bu Firma , berapa usia mu ? " .


" Eh anu bu umur saya 17 tahun " . Jawab Lusi


" Iya bu , saya cuma lulusan SMP " .


Aku menganggukkan kepala , " Lusi kamu duduk di sini dulu saya ingin bicara sama suami saya " . Aku mengajak mas Agus berdiskusi di dalam kamar


" Mas .. Mas yakin akan jadiin dia ART kita ? " .


" Itu ibu yang nyariin dek " .


Mas Agus memelukku dan menciumiku , aku melepaskan pelukannya pelan - pelan .


" Kenapa dek ? " .


" Aku liat kayak ada yang ngintip kita " .


Mas Agus melihat ke arah pintu , " Mana ? , mungkin cuma perasaanmu saja dek " .


" Ya sudah mas mandi dulu biar aku tunjukkan tugas Lusi " .


Aku menunjukkan kamar Lusi dekat dengan dapur , dia menyeret koper nya dengan lesu sebab sepertinya dia kurang suka dengan kamar itu .

__ADS_1


Aku lihat jam sudah jam sepuluh , '' Ayo mas tidur " .


Aku melihat Lusi keluar kamar dengan kaos ketat dan rok pendek yang tentu saja membuat mata laki - laki ingin menyentuhnya .


Aku menghampiri Lusi dan mengingatkan untuk tidak berpakaian seperti itu , tapi dia menatap mas Agus yang menyebabkan kecurigaanku padanya bahwa dia menyukai mas Agus .


Saat di dalam kamar , " Mas sepertinya Lusi suka sama mas " .


" Ya wajar lah mas kan ganteng dek " .


" Ih pede banget " .


Aku membuka baju dan mengenakan lingerie , " Mas capek dek " .


" Mas yakin gak mau ? " .


Dia mengangguk , aku memang kecewa tapi aku berusaha memahami lelah nya dia yang baru tiba di rumah .


Di tengah malam aku merasa haus , air di botol yang biasa aku bawa di kamar sudah habis . " Kemana mas Agus kok gak ada apa dia di dapur ? " .


Aku melihat mas Agus keluar dari dapur membawa sebotol minuman , rambutnya acak - acakan , kancing piyamanya juga asal memasukkan .


" Mau kemana dek ? " .


" Mau ke dapur mas ambil air ".


" Ini sudah mas ambilkan " . Dia mengangkat dua botol sekaligus di tangan nya .


Akhirnya aku juga kembali ke kamar bersama mas Agus , tapi tadi saat melewati kamar Lusi sepertinya Lusi sedang mandi .


" Mungkin dia mau sholat tahajud maka nya mandi jam segini " . gumamku .


Entah kenapa aku masih ingin mengetahui apa yang di lakukan Lusi di jam segini dan sudah mandi .


Saat aku berjalan ke dapur aku di kejutkan dengan Lusi yang keluar kamar mandi hanya dengan handuk kekecilan sebagai penutup tubuh nya .


" Astaghfirullah Lusi , lain kali jangan seperti ini ! " .


" Maaf bu tadi saya pikir gak ada orang jadi langsung pakai handuk saja dan ganti baju di kamar " .


" Lusi di rumah ini juga ada bapak yang bisa sewaktu - waktu keluar kamar , jadi jangan lakukan lagi kayak begini , baju kamu juga jangan seperti yang semalam ya ! " . Aku menegasi Lusi meskipun aku tidak marah .


Pagi hari nya ternyata Lusi sangat bersihan orang nya dia bisa belajar dengan cepat apa yang aku beri tahu kan pada nya tentang tugas - tugas nya .


" Dek buatkan aku kopi " . Lusi mengambil gelas tapi aku segera merebut gelasnya , " Biar saya aja yang bikinin bapak kopi " .

__ADS_1


Lusi tampak kesal dengan yang aku lakukan , aku tidak peduli , di sini akulah yang jadi majikannya dan mas Agus juga suami ku bukan suami Lusi .


__ADS_2