
Ini adalah hari kedua pak Royani masih belum sadarkan diri . Hari ini dokter memeriksa bapak dan perawat pun menyuntikkan obat ke selang infus .
Hampir setengah jam akhir nya ada keajaiban pak Royani menggerakkan jari - jari tangan nya , dia sudah mulai sadar kembali .
Dokter keluar ruangan dan kami pun menghampirinya . " Alhamdulillah pasien sudah mulai kembali pulih kesadarannya tapi untuk saat ini pasien masih belum stabil kesehatan nya , namun saya masih harus berkoordinasi dengan dokter saraf dan dokter jantung untuk menentukan langkah selanjut nya , jadi saya harap semuanya bisa membantu pasien untuk menjaga kondisi beliau supaya tidak setres , jika ingin menjenguk pasien salah satu saja yang masuk " .
Setelah dokter dan perawat pergi , ibu nya Firma masuk ke dalam ruangan dengan pakaian APD .
Firma hanya bisa melihat bapak dan ibu nya mengobrol tanpa bisa mendengar apa yang mereka obrolkan .
" Apa yang terjadi ? " . Deni bertanya pada Firma yang di sebelahnya juga ada suami nya . Entah kemana saja suami nya selama ini yang sama sekali tidak peduli mertua nya ada di rumah sakit .
Cukup lama ibu Firma berada di dalam hingga pintu ruangan pak Royani di rawat terbuka .
" Bu .. Gimana kondisi bapak ? " . Tanya Deni yang mendahului Firma .
Ibu Firma menatap nya sendu dengan air mata yang mulai menetes deras .
" Kenapa bu ? " . Firma mengulang pertanyaan Deni .
" Bapak bilang capek tp bapak masih ingin melihat anak - anak nya bahagia " .
" Bapak bilang dada nya sesak , tangan nya sakit , kaki nya sakit , ibu ikhlas kalau memang bapak sudah tidak kuat lagi , ibu juga ndak tega lihat bapak seperti ini " .
" Bu .. Kita tidak boleh mendahului takdir Allah " . Firma berusaha menguatkan hati ibunya .
°°°°°°°
POV. Firma
Tiga tahun kemudian ...
Setelah seminggu dinas di luar kota tentu aku sangat senang mendengar suamiku akan segera pulang . Mas Agus dua tahun ini memang sudah berubah , dia jadi suami penyayang pada istri .
Kami sudah memiliki rumah dan bahkan memiliki mobil , meskipun dia akhir - akhir ini harus sering keluar kota .
Kehidupan kami belum bisa di bilang kaya , mobil ini kami beli agar bisa di sewakan dan uang dari hasil sewa kami gunakan untuk membayar angsuran mobil yang masih setahun lagi .
Segala sesuatu sudah aku persiapkan baik untuk kepuasan perut ataupun di bawah perut suami ku mas Agus .
Bahkan siang tadi aku melakukan perawatan di klinik kecantikan dari ujung kaki sampai ujung rambut yang baru kaki ini aku melakukan nya karena memang sebelum - sebelum nya sangat sayang keluar uang untuk keperluan seperti ini .
Aku mendengar suara mobil mas Agus di depan rumah . Aku bergegas membuka pintu dan menyambutnya .
Kulihat kedua pintu mobil dan aku melihat seorang perempuan keluar dari kursi depan samping mas Agus .
__ADS_1
Perempuan dengan d*** yang besar dan umurnya ku rasa lebih mudah dari ku .
" Siapa mas ? " .
" Hadiah buat kamu dek " .
" Hadiah ? " .
" Iya .. Kamu kan kasihan urus rumah terus , sudah saat nya kamu fokus dengan Angkasa dan diri kamu sendiri aja " .
" Maksud mas ? " .
" Sudah yuk masuk , aku jelaskan di dalam " .
" Kamu ingat yang kamu bilang ingin bisa fokus urus Angkasa ? "
" Nah ini hadiah buat kamu dek , kenalin ini Lusi ART baru kita " .
Sebetulnya aku tidak terlalu membutuhkan ART karena selama ini aku bisa menghandle sendiri tugas rumah .
" Gimana dek ? " .
" OK panggil saja saya bu Firma , berapa usia mu ? " .
" Eh anu bu umur saya 17 tahun " . Jawab Lusi
" Iya bu , saya cuma lulusan SMP " .
Aku menganggukkan kepala , " Lusi kamu duduk di sini dulu saya ingin bicara sama suami saya " . Aku mengajak mas Agus berdiskusi di dalam kamar
" Mas .. Mas yakin akan jadiin dia ART kita ? " .
" Itu ibu yang nyariin dek " .
Mas Agus memelukku dan menciumiku , aku melepaskan pelukannya pelan - pelan .
" Kenapa dek ? " .
" Aku liat kayak ada yang ngintip kita " .
Mas Agus melihat ke arah pintu , " Mana ? , mungkin cuma perasaanmu saja dek " .
" Ya sudah mas mandi dulu biar aku tunjukkan tugas Lusi " .
Aku menunjukkan kamar Lusi dekat dengan dapur , dia menyeret koper nya dengan lesu sebab sepertinya dia kurang suka dengan kamar itu .
__ADS_1
Aku lihat jam sudah jam sepuluh , '' Ayo mas tidur " .
Aku melihat Lusi keluar kamar dengan kaos ketat dan rok pendek yang tentu saja membuat mata laki - laki ingin menyentuhnya .
Aku menghampiri Lusi dan mengingatkan untuk tidak berpakaian seperti itu , tapi dia menatap mas Agus yang menyebabkan kecurigaanku padanya bahwa dia menyukai mas Agus .
Saat di dalam kamar , " Mas sepertinya Lusi suka sama mas " .
" Ya wajar lah mas kan ganteng dek " .
" Ih pede banget " .
Aku membuka baju dan mengenakan lingerie , " Mas capek dek " .
" Mas yakin gak mau ? " .
Dia mengangguk , aku memang kecewa tapi aku berusaha memahami lelah nya dia yang baru tiba di rumah .
Di tengah malam aku merasa haus , air di botol yang biasa aku bawa di kamar sudah habis . " Kemana mas Agus kok gak ada apa dia di dapur ? " .
Aku melihat mas Agus keluar dari dapur membawa sebotol minuman , rambutnya acak - acakan , kancing piyamanya juga asal memasukkan .
" Mau kemana dek ? " .
" Mau ke dapur mas ambil air ".
" Ini sudah mas ambilkan " . Dia mengangkat dua botol sekaligus di tangan nya .
Akhirnya aku juga kembali ke kamar bersama mas Agus , tapi tadi saat melewati kamar Lusi sepertinya Lusi sedang mandi .
" Mungkin dia mau sholat tahajud maka nya mandi jam segini " . gumamku .
Entah kenapa aku masih ingin mengetahui apa yang di lakukan Lusi di jam segini dan sudah mandi .
Saat aku berjalan ke dapur aku di kejutkan dengan Lusi yang keluar kamar mandi hanya dengan handuk kekecilan sebagai penutup tubuh nya .
" Astaghfirullah Lusi , lain kali jangan seperti ini ! " .
" Maaf bu tadi saya pikir gak ada orang jadi langsung pakai handuk saja dan ganti baju di kamar " .
" Lusi di rumah ini juga ada bapak yang bisa sewaktu - waktu keluar kamar , jadi jangan lakukan lagi kayak begini , baju kamu juga jangan seperti yang semalam ya ! " . Aku menegasi Lusi meskipun aku tidak marah .
Pagi hari nya ternyata Lusi sangat bersihan orang nya dia bisa belajar dengan cepat apa yang aku beri tahu kan pada nya tentang tugas - tugas nya .
" Dek buatkan aku kopi " . Lusi mengambil gelas tapi aku segera merebut gelasnya , " Biar saya aja yang bikinin bapak kopi " .
__ADS_1
Lusi tampak kesal dengan yang aku lakukan , aku tidak peduli , di sini akulah yang jadi majikannya dan mas Agus juga suami ku bukan suami Lusi .