
Agus melihat istrinya dengan seksama yang sedang tidur mirip menghadapnya .
" Fir .. Kamu semakin cantik meskipun hanya memakai bedak dan lipstik tipis saja , apa kamu mencintaiku Fir ? " . Gumam Agus dalam hati .
Dia mulai merasakan debar - debar aneh dalam dadanya setiap kali melihat wajah istrinya .
"Apa benar aku bisa mencintaimu lebih dari cintaku pada Liya , Fir .. ? " . Agus masih sibuk dengan pemikirannya .
Agus mengamati setiap inci wajah dan tubuh Firma , Firma bukanlah perempuan yang memiliki bentuk badan yang padat berisi tapi juga tidak kurus . Cukup ideal dengan tinggi tubuh 158 sentimeter .
Sementara dalam tidurnya Firma melihat pemandangan yang buram , sosok laki - laki berbadan tegap tinggi dia berkata " kalau kuat jalani , kalau gak kuat berhentilah dan jangan buang - buang waktumu ! " . Kemudian sosok itu menghilang melebur menjadi angin yang sangat dingin .
Firma terbangun dari tidurnya , dia merasa suara yang ada dalam mimpinya begitu nyata dan tidak asing baginya tapi dia tetap tidak tahu siapa pemilik suara itu .
Sementara didepannya Agus berpura - pura memejamkan matanya karena dia tidak mau kepergok Firma sebab memandanginya yang sedang tidur .
Firma merasa seluruh badannya pegal - pegal entah karena apa .
" Ah sial ! Kenapa aku jadi memikirkan Firma terus ! " . Gerutu Agus tanpa disadari suaranya sempat tertangkap telinga Firma .
" Aku kenapa mas ? " . Firma memberanikan diri bertanya pada Agus .
" Hemmm .. " Agus hanya bergumam .
Mungkin Agus sedang mengigau , pikir Firma .
Firma bergegas bangun , membersihkan diri , sholat dan kemudian melakukan tugas rutin paginya .
__ADS_1
" Tok tok tok !! .. Tok tok tok .. ! " . Suara ketukan pintu belakang terdengar keras , Firma sempat merasa ragu untuk membuka pintu karena belum pernah ada yang mengetuk pintu rumah kontrakannya dari pintu dekat dapur .
" Assalamu'alaikum neng .. Neng Firma ... Assalamu'alaikum .. ! . Suara bu Romlah terdengar lirih .
" Waalaikum salam bu .. Sebentar Firma buka dulu kunci pintunya .. " . Firma menjawab dan tidak ragu lagi untuk membuka pintu karena terdengar jelas itu suara bu Romlah pemilik rumah kontrakan yang dia tempati , tapi dia masih merasa heran tidak biasanya bu Romlah lewat pintu belakang .
" bu Romlah ... Ada apa bu kenapa basah semua baju ibu ? sebentar saya ambilkan handuk kering biar ibu gak kedinginan , ini juga masih jam setengah 5 bu , sebentar ya ibu masuk dulu .. " . Firma mempersilahkan bu Romlah duduk di kursi plastik yang ada di dapurnya , sementara dia mengambilkan handuk kering untuk menutupi badan bu Romlah yang sudah basah kuyup entah karena apa .
" Maafin ibu ya neng pagi - pagi sudah merepotkan begini " .
" Ibu sebentar ya ini dipakai handuknya , saya mau buatkan ibu susu hangat dulu , ibu bisa basah gini apa kran ibu lepas lagi ? " . Firma bertanya demikian karena beberapa hari lalu kran wastafel bu Romlah patah dan airnya menyembur kemana - mana .
Tapi bu Romlah hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menundukkan kepalanya .
" Ya sudah .. Ibu minum pelan - pelan ya susunya biar hangat badannya , Astaghfirullah ibu juga demam ! " . Pekik lirih Firma ketika tanpa sengaja tangannya bersentuhan dengan punggung tangan bu Romlah .
" listrik di rumah ibu tadi padam neng , ibu ketakutan kemudian lari keluar kamar ternyata masuk ke kamar mandi dan terpeleset , ibu juga bingung kenapa lantai kamar mandi ibu licin seperti habis kena siram minyak goreng , ibu tadi cuma teringat sama neng Firma jadi lari kesini begitu bisa keluar rumah , maaf ya neng malah merepotkan neng Firma .. " .
" Eh ada bu Romlah ternyata , Fir aku berangkat duluan sudah telat aku lupa kalau pagi ini aku ada jadwal luar kota untung diingatkan temen tadi " . Agus yang sudah bersiap - siap berangkat menyapa bu Romlah .
" Lho mas gak sarapan dulu ? Nasi gorengnya sudah matang ini , apa di bawa bekal aja ?? .. " . Firma sudah tidak heran melihat suaminya selalu begitu tiap harinya .
" Gak usah , aku nanti sekalian bareng temen sarapannya ini sudah kesiangan takut macet kalau jam segini " . Agus memang sering menolak kecuali Firma sudah menyiapkannya di kotak bekal , Firma sudah terbiasa makan sendirian bahkan sering juga Firma tidak makan karena takut uang belanja dari suaminya tidak cukup jadi dia masak hanya untuk makan suaminya saja .
" Mari bu Romlah saya berangkat dulu , Assalamu'alaikum .. ! " .
" Waalaikum salam .. Iya mas Agus silahkan , hati - hati ! " . Jawab bu Romlah .
__ADS_1
Agus merasa ada yang kurang pagi ini , tentu saja biasanya Firma melepas Agus berangkat kerja dengan senyuman hangatnya tapi hari ini biasa saja dan cenderung banyak menundukkan pandangannya .
" Duh !! , Lihat - liat dong jalannya ! , sudah bener jalan hadap depan tapi masih meleng juga matanya !! " . Gerutu Nanang sambil menoyor kepala Agus pelan .
" Isssh ! Biasa aja bos tangannya ! " . Agus mulai tersadar dari lamunannya .
" Lapo ?? Mikir Firma ?? , salah e dewe duwe bojo ayu kok ditinggal terus ! (Kenapa ?? Mikirin Firma ?? , salah sendiri punya istri cantik kok ditinggal terus ! ) " .
" Wes aaah .. !! " . Agus gak suka Nanang selalu membahas istrinya entah karena cemburu atau apa .
" Bos ! Kalau aku yang jadi suami Firma , kemana - mana aku ajak kalau perlu kerja satu kantor biar bisa jagain juga bukan malah dibiarin kerja diluar panas - panasan " . Sindir Nanang yang pernah melihat Firma kerja di kios buku pinggir jalan .
" Hah ?? Kerja diluar panas - panasan maksudmu ? " .
" Kamu suami macam apa bos ? Istri nyari uang sendiri kok gak tau , jangan - jangan kamu gak ngasih dia uang nafkah ya ke Firma ? " . Nanang makin membuat panas hati Agus .
" Sudahlah aku ngasih dia uang belanja , listrik , air , kontrakan sudah aku yang bayar " . Bela Agus
" Berapa kamu ngasih uang belanjanya ? "
" Satu juta lima ratus kan sudah banyak buat makan sebulan ? "
" Kamu kepedean Gus mana ada uang segitu cukup buat belanja ? " .
" Kamu hitung nih , beli sayur sama lauk 50 ribu sehari , LPG , air galon , minyak goreng , beras , gula , garam , sabun cuci , sabun mandi , belum lagi kalau kamu minta di kulkas ada camilan atau minuman ringan , kamu bisa matematika gak Gus ?? " . Nanang menoyor lagi kepala Agus tapi lebih keras .
" Otakmu gak beres Gus !! Ngapain kamu nikah kalau istri kamu malah dijadiin pembantu gratisan buat kamu , makan dicukupi enggak , kebutuhannya pun kamu gak peduli , suatu saat kalau ada cowo yang mau perhatian dan muliakan istri kamu jangan nyesel kamu Gus !! " .
__ADS_1
Agus mulai memikirkannya , benar juga kata Nanang , tapi dia butuh uang buat menyenangkan hati Liya , dia gak mungkin ketemuan sama Liya tanpa bawa apa - apa .
Seharian pikiran dan hati Agus merasa bimbang karena ungkapan Nanang ada benarnya . Nanang jadi merasa kesal dengan cara Agus memperlakukan Firma , Firma yang sudah capek - capek melayani Agus tapi gak dihargai sedikitpun oleh Agus .