
Aku mempunyai tetangga yang begitu baik nama nya bu Imah . Bu Imah sering membantu ku menyelesaikan masalah - masalah dalam keluarga ku .
Sampai akhir nya bu Imah cerita dia memiliki putra bernama Agus yang 6 tahun lalu memutuskan menikah dengan gadis yang baru lulus sekolah menengah atas .
Dia merasa Firma menantunya gila kerja sampai tidak bisa mengurus Agus anak nya , padahal sudah kodrat nya sebagai istri harus bisa sepenuh nya melayani suami . Mereka juga sudah memiliki anak laki - laki , rumah bahkan mobil sendiri .
Andai Agus bertemu kamu lebih dulu mungkin sekarang sudah banyak anak dan ada yang merawat Agus .
Aku hanya tersenyum sebentar , misalkan aku yang jadi menantu nya apa mungkin sekarang sudah punya banyak anak , rumah bahkan kendaraan ? .
" Dulu aja yang di bangga - banggakan menantu nya sebab sering di kasih uang , sekarang beda lagi yang diucapkan '' . Aku membatin .
" Kamu tau Lus , kalau anakku Agus itu aset nya banyak . Gaji nya juga besar jadi kalau nikah lagi seperti nya gak pa pa , secara dia pasti bisa adil sama istri - istri nya " .
Apapun yang di ceritakan bu Imah selalu tentang uang , harta , semua tentang hal yang duniawi saja .
Sampai akhir nya suatu pagi saat akan berangkat kerja aku melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumah bu Imah .
" Sepertinya anak bu Imah sedang berkunjung " .
Saat tiba di tempat kerja , aku melihat bapak ku dengan senyum yang tidak aku suka .
" Sini kamu !! " . Panggil bapak .
" Apa lagi pak , Lusi sudah gak punya uang , kan uang gaji Lusi sudah di ambil bapak semua ? " .
" Beri bapak uang sekarang juga ! " . Bentak bapak yang sama sekali tidak mengerti posisi ku .
Aku bekerja di sebuah rumah makan , saat bapak membentak ku tentu saja ada banyak pelanggan yang bersiap menikmati makan pagi mereka .
Tidak ada yang peduli saat aku di bentak bapak , mereka hanya berani menonton sampai akhir nya ada yang mencegah bapak melakukan aksi gaduh nya itu .
Tentu saja bapak tidak terima ada yang ikut campur dengan urusan nya . Hingga lami - laki yang menghentikan bapak tersebut memberinya uang .
Setelah mendapatkan uang bapak pun bergegas pergi meninggalkan tempat aku bekerja .
Masih ada rasa perih di wajahku akibat tonjokan bapak . Laki - laki yang menolongku tadi menawarkan mengantar ke dokter .
__ADS_1
" Terima kasih tapi ini sudah mendingan , sebaiknya saya bersihkan dulu luka saya . maaf ! " .
Aku segera berjalan menuju toilet untuk membersihkan luka .
Hari ini rumah makan tempat aku bekerja telah di booking beberapa perusahaan , sepertinya memang ada acara besar .
Saat melewati tempat parkir mata ku tertuju salah satu mobil , " Seperti nya pernah lihat tapi di mana ya ? " .
" Sudah lah gak penting , waktu nya kerja , auuh ! " . masih ada rasa perih di wajah .
Malam hari nya aku bertemu dengan laki - laki yang sudah menolong ku tadi pagi , seperti nya dia baru datang dari masjid , " Laki - laki idaman yang cocok sebagai pemimpin ku " . Aku mendamba dalam hati .
Segera aku tepis pikiran ku , mana mungkin lah aku bersanding dengan orang kaya .
Laki - laki itu penampilan nya saja sepertinya yang di palai dari mulai baju , sepatu , jam tangan bukan lah barang - barang murah .
Sungguh laki - laki idaman pikirku .
Sepulang dari kerja aku ke rumah bu Imah atas permintaannya . Sesampainya di sana aku melihat laki - laki yang menolong ku ada di rumah nya . Seperti nya itu Agus anak bu Imah .
Entah kenapa membayangkan saja aku rasa nya sudah bahagia .
Aku membayangkan menjadi istri mas Agus pasti lah membahagiakan , tentu di rumah nya ada banyak pembantu dan aku tidak perlu bekerja keras lagi .
Kehadiranku di tanggapi cuek saja oleh mas Agus . " Sini Lus ! ," . bu Imah memanggil ku .
" Besok pagi kamu kerja bareng Agus aja , coba kamu dekati dia , kalau berhasil aku akan beri kamu hadiah " . Ujar bu Imah .
Hati ku sungguh bahagia , tentu aku tidak akan menolak apalagi hati ku sudah tertarik pada mas Agus sejak pertama melihat nya .
" Ngge bu , saya akan berusaha dekati nya " . Sejak saat itu aku sudah bertekad akan menjadi orang ke tiga pada hubungan mas Agus dengan istri nya .
Keesokan hari nya sesuai rencana aku berangkat kerja bareng mas Agus . Bapakku sudah menunggu di rumah makan untuk meminta uang seperti biasa nya .
LAgi - lagi mas Agus menolong ku dan memberi bapak uang . Aku jadi semakin tergila - gila dengan pesonanya .
Pulang kerja aku tidak menemukan angkot , " Pasti malam lagi nih nyampe nya " . Gerutu ku .
__ADS_1
Tin tin ..
Tiba - tiba ada mobil mengklakson di depanku . " Mas Agus ? " .
" Masuklah , nunggu angkot masih lama lagi " .
Sepertinya mas Agus mulai tertarik pada ku . Di tengah jalan yang sepi tiba - tiba mobil mas Agus berhenti . Berkali - kali dia berusaha menghidupkan mesin mobil nya tapi mobil tidak juga menyala ..
Tok tok tok !!
Tiba - tiba kaca mobil ada yang mengetuk dengan keras nya . Aku dan mas Agus sama - sama terkejut nya .
Ternyata ketukan itu dari beberapa warga yang mengira kami melakukan tindakan asusila .
Mulut ku terkunci rapat tidak bisa melakukan pembelaan , kami di paksa keluar dan di giring ke balai desa . Sesampai nya di sana warga memaksa kami untuk menikah .
Entah harus sedih atau bahagia dengan keadaanku seperti ini . Akhir nya mas Agus sah menjadi suami ku meskipun kami hanya nikah secara siri .
Aku di bawa pulang ke rumah bu Imah , " Lusi kamu tau sendiri keadaan kita tadi tidak seperti yang di duga warga , aku juga sudah menikahi mu untuk itu sekarang aku akan mental...... " .
Kalimat mas Agus terhenti saat bu Imah tiba - tiba pingsan .
Sejak itu sikap mas Agus sangat dingin padaku . Bahkan dia meninggalkanku dan masuk ke dalam kamar nya .
" Kenapa kamu gak ikut masuk ? " .Kata bu Imah .
" Maaf bu Lusi masih takut " .
" Lusi , kamu harus bisa menaklukkan Agus , buat dia tak bisa lepas dari mu " .
Bu Imah mengajariku membuat kopi untuk mas Agus , dia juga memberiku kesempatan sebulan untuk aku bisa punya anak dari mas Agus .
" Kamu harus bisa membuat Agus merasa bahwa kamu adalah istri yang layak untuk nya , jangan biar kan Agus tidak terbiasa dengan mu , kamu harua bisa menguasai diri Agus " . Bu Imah yang sekarang sudah menjadi mertua ku pun selalu memberi arahan supaya aku bisa menaklukkan hati mas Agus .
Pagi hari kami sudah bersiap menuju rumah mbak Firma yang katanya lama perjalanannya 5 jam .
Masa bodo ah yg penting aku sudah menjadi istri mas Agus . Jujur aku merasa khawatir juga deg - deg an .
__ADS_1