
" Yaa Allah mas apa ya bisa se nyenyak itu tidur mu meski tau istrimu ini belum pulang atau gak ada kabarnya ? " . Firma berkata pelan sambil mengelus dadanya .
Agus memang tidak mencari Firma karena sudah biasa Agus tiap malam keluar kemudian ketiduran di depan televisi dan di biarkan menyala sampai pagi , dia hanya akan tidur di kamar jika menginginkan Firma saja .
Sepulang dari rumah kakaknya Agus langsung baringan di depan televisi tanpa menaruh curiga bahwa pintu tidak terkunci , dia hanya berfikir bahwa Firma lupa mengunci pintu saja .
" Dek ! Dek ! kamu gimana sih kok gak bangunin , aku kan masuk pagi ! " . Agus berlalu begitu saja ke kamar mandi tanpa melihat di dalam kamar .
" Ini lagi kenapa kopi sama gorengan belum ada ? " . Setelah mandi Agus masih juga mengomel sendiri .
" Dek ! kamu dengar gak sih ! " .
Setelah menyadari bahwa hanya ada dirinya saja di rumah barulah dia merasa khawatir , di teleponnya Firma tapi ponsel Firma berdering di atas kasur .
" Sialan mana sudah kesiangan Firma ilang juga " .
Agus segera melajukan motornya kencang menuju kantor , dia meminta ijin dua jam kepada staf untuk mencari Firma . Begitu audah mendapatkan ijin dia mencari Nanang di ruangannya .
" Nang gawat Nang !! " .
" Kamu kenapa minum duku tuh kopi baru ! " .
Agus meminum kopi sampai habis seolah dia minum air putih saja . " Gila kamu Gus kamu biasa ikut debus ampe kopi sepanas itu langsung abis ?? " .
" Ah gak penting ada yang lebih penting ! " . Agus menghirup dan melepaskan napas panjang .
" Firma ilang Nang ! " .
" Maksudmu ?? " .
" Firma gak ada di rumah ini tadi " .
" Kan kamu di rumah semalam masak Firma ilang gak tau " .
" Semalam aku di rumah mas ku nganter ibu tapi pulangnya aku langsung liat tv , gak tau ilangnya kapan " .
" Kalau ilang gak mungkin deh coba kamu liat tadi pagi atau semalem ada telpon gak dari Firma ? " .
Agus kemudian mengecek daftar panggilan di ponselnya . " Kamu bener Nang ternyata semalam Firma hubungi aku sampe 28 kali " .
" Telingamu perlu di periksakan ke THT kalau gitu Gus ! " . Nanang ikut merasa kesal pada Agus karena tak menghiraukan telepon dari istrinya .
" Kan aku silent Nang " .
" Buang aja hapemu kalau di heningkan , gak guna banget jadi suami udah tau istrinya hamil tapi gak siaga sama sekali !! " .
" Terus aku harus gimana nih ? " .
" Hape Firma di bawa apa di rumah ? " .
" Di rumah kayaknya ketinggalan " .
__ADS_1
" Dia sudah waktunya lahiran belum sih ? " .
" Oya Nang apa Firma sudah melahirkan ya ? " .
" Ya gak tau Gus aku kan nanya kamu ? " .
" Tadi kayaknya ada nomer baru masuk " .
" Ya itu aja coba hubungi ! " .
Tut tut tut ! Tut tut tut !
" Ya halo , maaf tadi pagi nomer ini hubungi saya ada apa ya ? " .
" Oh itu mungkin bu Firma pak , tadi pinjem hape saya katanya buat hubungi suaminya '' .
" Ya .. saya suaminya mbak " .
" Bapak datang saja ke klinik bidan Melati , bu Firma melahirkan di sini nanti saya kirim alamatnya " .
" Makasih mbak " . Kemudian Agus mendapatkan alamat klinik tempat Firma melahirkan setelah sambungan terputus .
" Firma ngelahirin Nang " .
" Ya udah samperin nunggu apa lagi ?? " .
" Ok aku berangkat dulu ! " .
" Kasihan Firma Gus dia ngelahirin tanpa di dampingi suami apalagi ini pengalaman baru baginya " . Kata Nanang Lirih .
" Sudah sana berangkat buruan ! " . Usir Nanang sudah sangat kesal dengan perilaku Agus .
Sesampainya di bidan Melati , " Mana bayinya dek cewe apa cowo ? " .
" Alhamdulillah cowo mas " . Jawab Firma .
" Kok cowo bukannya cewe ?? " .
" Mas .. anak kan rejeki mau cowo ataupun cewe sama aja kan ? yang penting sehat , normal " .
" Ya iya sih tapi kan aku maunya cewe " .
Kring !! Kring !!
" Assalamu' alaikum Fir , aku denger kamu sudah melahirkan gimana kabarmu ? " . Boy menelepon yang Firma juga belum mengetahui Boy dapat kabar dari mana sedangkan orang tua Firma saja belum Firma kabari .
" Wa'alaikum salam iya betul ini masih di bidan Melati InsyaAllah sore sudah di ijinkan pulang " .
" Orang tua mu sudah tau belum Fir kalau belum biar aku yang kabari sekalian maen ke sana sudah lama gak ngobrol sama bapak ibu " .
" Kalau mau maen ke sana aja biar aku sendiri yang beri tau mereka , tapi apa kamu sudah sehat ? " .
__ADS_1
" OK kalau gitu baik - baik di sana , aku sudah sehat tinggal terapi - terapi aja biar lemas sendi - sendinya " .
" Makasih banyak ya , Assalamu' alaikum " . Firma memutuskan sambungan teleponnya.
" Kebiasaan kamu Fir orang lain yang telepon dia nya yang matiin sambungannya " . Gumam Boy seraya tersenyum .
" Siapa dek kok lama amat teleponnya ? " . Tanya Agus mulai merasa cemburu .
" Si Boy mas mau maen ke rumah bapak " .
" Mau maen nya ke sana kok telepon ke kamu , mau cari muka dia biar di kira bisa deket sama bapak ibu gitu ? " .
Firma malas mendengarkan apalagi sampai berdebat dengan suaminya , dia baru saja selesai melahirkan anaknya tapi sebagai seorang suami mengucapkan terima kasih atau bertanya kabar tentang keadaan istrinya saja tidak di lakukan oleh Agus .
Kring !! Kring !!
Tidak menunggu waktu lama Agus segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menerima telepon .
" Yaa .. astaga kok bisa apa kamu abis jatuh ? " .
" Sekarang di mana ? " .
" OK aku ke sana ! " .
Agus terlihat panik saat menerima telepon , entah siapa yang sudah menghubunginya yang jelas sudah membuat raut wajah Agus terlihat lebih khawatir dari pada saat mengetahui Firma tidak di rumah dan ternyata sudah melahirkan .
" Mau kemana mas ? " . Tanya Firma melihat suaminya menghubungi kembali seseorang dan sepertinya sedang memesan kendaraan sewa .
" Aku ada perlu penting , aku harus ke sana sekarang ! " .
" Mas mau ke mana ? " .
" Liya pendarahan aku harus temeni " .
" Tapi aku kan baru melahirkan mas ? " .
" Minta tolong aja sama orang tua kamu buat datang ke sini ! " .
" Mereka belum di beri tau mas " .
" Ya kamu telepon sekarang masa harus aku yang telepon ? " .
" Liya lebih penting dari istrimu sendiri mas ? " .
" Gak usah lebay deh , di sini kamu banyak yang bantuin sedangkan Liya gak ada yang bantu " .
" Dia masih punya orang tua , punya banyak saudara bahkan punya suami mas , kenapa harus mas yang repot - repot urus dia . Apa dia hamil anakmu mas ? " . Firma meluapkan emosinya , sudah lama dia menahannya dan rasa sesak di dadanya sudah semakin menumpuk .
" Jaga mulutmu dek ! " . Bentak Agus tanpa peduli bahwa mereka masih berada di bidan Melati , beruntung masih sepi dan ruangan Firma berada di paling ujung .
" Kenapa ? kamu gak suka aku ngomong gini mas ? " .
__ADS_1
" Omonganmu gak masuk akal ! " .
" Setiap hari teleponan sampai ber jam - jam , istri hamil di abaikan , istri baru aja melahirkan malah khawatir sama istri orang lain yang lagi pendarahan , apa itu juga masuk akal ?? " . Firma sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya .