Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 32 Pendarahan


__ADS_3

" Yaa Allah mas apa ya bisa se nyenyak itu tidur mu meski tau istrimu ini belum pulang atau gak ada kabarnya ? " . Firma berkata pelan sambil mengelus dadanya .


Agus memang tidak mencari Firma karena sudah biasa Agus tiap malam keluar kemudian ketiduran di depan televisi dan di biarkan menyala sampai pagi , dia hanya akan tidur di kamar jika menginginkan Firma saja .


Sepulang dari rumah kakaknya Agus langsung baringan di depan televisi tanpa menaruh curiga bahwa pintu tidak terkunci , dia hanya berfikir bahwa Firma lupa mengunci pintu saja .


" Dek ! Dek ! kamu gimana sih kok gak bangunin , aku kan masuk pagi ! " . Agus berlalu begitu saja ke kamar mandi tanpa melihat di dalam kamar .


" Ini lagi kenapa kopi sama gorengan belum ada ? " . Setelah mandi Agus masih juga mengomel sendiri .


" Dek ! kamu dengar gak sih ! " .


Setelah menyadari bahwa hanya ada dirinya saja di rumah barulah dia merasa khawatir , di teleponnya Firma tapi ponsel Firma berdering di atas kasur .


" Sialan mana sudah kesiangan Firma ilang juga " .


Agus segera melajukan motornya kencang menuju kantor , dia meminta ijin dua jam kepada staf untuk mencari Firma . Begitu audah mendapatkan ijin dia mencari Nanang di ruangannya .


" Nang gawat Nang !! " .


" Kamu kenapa minum duku tuh kopi baru ! " .


Agus meminum kopi sampai habis seolah dia minum air putih saja . " Gila kamu Gus kamu biasa ikut debus ampe kopi sepanas itu langsung abis ?? " .


" Ah gak penting ada yang lebih penting ! " . Agus menghirup dan melepaskan napas panjang .


" Firma ilang Nang ! " .


" Maksudmu ?? " .


" Firma gak ada di rumah ini tadi " .


" Kan kamu di rumah semalam masak Firma ilang gak tau " .


" Semalam aku di rumah mas ku nganter ibu tapi pulangnya aku langsung liat tv , gak tau ilangnya kapan " .


" Kalau ilang gak mungkin deh coba kamu liat tadi pagi atau semalem ada telpon gak dari Firma ? " .


Agus kemudian mengecek daftar panggilan di ponselnya . " Kamu bener Nang ternyata semalam Firma hubungi aku sampe 28 kali " .


" Telingamu perlu di periksakan ke THT kalau gitu Gus ! " . Nanang ikut merasa kesal pada Agus karena tak menghiraukan telepon dari istrinya .


" Kan aku silent Nang " .


" Buang aja hapemu kalau di heningkan , gak guna banget jadi suami udah tau istrinya hamil tapi gak siaga sama sekali !! " .


" Terus aku harus gimana nih ? " .


" Hape Firma di bawa apa di rumah ? " .


" Di rumah kayaknya ketinggalan " .

__ADS_1


" Dia sudah waktunya lahiran belum sih ? " .


" Oya Nang apa Firma sudah melahirkan ya ? " .


" Ya gak tau Gus aku kan nanya kamu ? " .


" Tadi kayaknya ada nomer baru masuk " .


" Ya itu aja coba hubungi ! " .


Tut tut tut ! Tut tut tut !


" Ya halo , maaf tadi pagi nomer ini hubungi saya ada apa ya ? " .


" Oh itu mungkin bu Firma pak , tadi pinjem hape saya katanya buat hubungi suaminya '' .


" Ya .. saya suaminya mbak " .


" Bapak datang saja ke klinik bidan Melati , bu Firma melahirkan di sini nanti saya kirim alamatnya " .


" Makasih mbak " . Kemudian Agus mendapatkan alamat klinik tempat Firma melahirkan setelah sambungan terputus .


" Firma ngelahirin Nang " .


" Ya udah samperin nunggu apa lagi ?? " .


" Ok aku berangkat dulu ! " .


" Kasihan Firma Gus dia ngelahirin tanpa di dampingi suami apalagi ini pengalaman baru baginya " . Kata Nanang Lirih .


" Sudah sana berangkat buruan ! " . Usir Nanang sudah sangat kesal dengan perilaku Agus .


Sesampainya di bidan Melati , " Mana bayinya dek cewe apa cowo ? " .


" Alhamdulillah cowo mas " . Jawab Firma .


" Kok cowo bukannya cewe ?? " .


" Mas .. anak kan rejeki mau cowo ataupun cewe sama aja kan ? yang penting sehat , normal " .


" Ya iya sih tapi kan aku maunya cewe " .


Kring !! Kring !!


" Assalamu' alaikum Fir , aku denger kamu sudah melahirkan gimana kabarmu ? " . Boy menelepon yang Firma juga belum mengetahui Boy dapat kabar dari mana sedangkan orang tua Firma saja belum Firma kabari .


" Wa'alaikum salam iya betul ini masih di bidan Melati InsyaAllah sore sudah di ijinkan pulang " .


" Orang tua mu sudah tau belum Fir kalau belum biar aku yang kabari sekalian maen ke sana sudah lama gak ngobrol sama bapak ibu " .


" Kalau mau maen ke sana aja biar aku sendiri yang beri tau mereka , tapi apa kamu sudah sehat ? " .

__ADS_1


" OK kalau gitu baik - baik di sana , aku sudah sehat tinggal terapi - terapi aja biar lemas sendi - sendinya " .


" Makasih banyak ya , Assalamu' alaikum " . Firma memutuskan sambungan teleponnya.


" Kebiasaan kamu Fir orang lain yang telepon dia nya yang matiin sambungannya " . Gumam Boy seraya tersenyum .


" Siapa dek kok lama amat teleponnya ? " . Tanya Agus mulai merasa cemburu .


" Si Boy mas mau maen ke rumah bapak " .


" Mau maen nya ke sana kok telepon ke kamu , mau cari muka dia biar di kira bisa deket sama bapak ibu gitu ? " .


Firma malas mendengarkan apalagi sampai berdebat dengan suaminya , dia baru saja selesai melahirkan anaknya tapi sebagai seorang suami mengucapkan terima kasih atau bertanya kabar tentang keadaan istrinya saja tidak di lakukan oleh Agus .


Kring !! Kring !!


Tidak menunggu waktu lama Agus segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menerima telepon .


" Yaa .. astaga kok bisa apa kamu abis jatuh ? " .


" Sekarang di mana ? " .


" OK aku ke sana ! " .


Agus terlihat panik saat menerima telepon , entah siapa yang sudah menghubunginya yang jelas sudah membuat raut wajah Agus terlihat lebih khawatir dari pada saat mengetahui Firma tidak di rumah dan ternyata sudah melahirkan .


" Mau kemana mas ? " . Tanya Firma melihat suaminya menghubungi kembali seseorang dan sepertinya sedang memesan kendaraan sewa .


" Aku ada perlu penting , aku harus ke sana sekarang ! " .


" Mas mau ke mana ? " .


" Liya pendarahan aku harus temeni " .


" Tapi aku kan baru melahirkan mas ? " .


" Minta tolong aja sama orang tua kamu buat datang ke sini ! " .


" Mereka belum di beri tau mas " .


" Ya kamu telepon sekarang masa harus aku yang telepon ? " .


" Liya lebih penting dari istrimu sendiri mas ? " .


" Gak usah lebay deh , di sini kamu banyak yang bantuin sedangkan Liya gak ada yang bantu " .


" Dia masih punya orang tua , punya banyak saudara bahkan punya suami mas , kenapa harus mas yang repot - repot urus dia . Apa dia hamil anakmu mas ? " . Firma meluapkan emosinya , sudah lama dia menahannya dan rasa sesak di dadanya sudah semakin menumpuk .


" Jaga mulutmu dek ! " . Bentak Agus tanpa peduli bahwa mereka masih berada di bidan Melati , beruntung masih sepi dan ruangan Firma berada di paling ujung .


" Kenapa ? kamu gak suka aku ngomong gini mas ? " .

__ADS_1


" Omonganmu gak masuk akal ! " .


" Setiap hari teleponan sampai ber jam - jam , istri hamil di abaikan , istri baru aja melahirkan malah khawatir sama istri orang lain yang lagi pendarahan , apa itu juga masuk akal ?? " . Firma sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya .


__ADS_2