Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 23 Pinjam Uang


__ADS_3

Setiap harinya Firma hanya merebus mie instan untuk lauk dirinya kalau lapar , sedangkan Agus lebih sering makan di rumah bibinya , dia tidak peduli Firma sudah makan apa belum , hanya makan mie atau ada lauknya sama sekali dia tidak peduli .


" Dek .. mas lagi pengen ayo dong " . Agus meminta hak nya pada Firma .


" Maaf mas perutku masih sakit tadi keluar flek darah berwarna hitam " . Firma menceritakan yang di alaminya pada Agus .


" Sekarang sudah gak keluar kan ? " .


" Gak tau mas gak kerasa apa - apa selain cuma nyeri di perut " .


" Tapi mas sudah pengen banget dek , kamu dosa loh nolak suami ! " .Lagi - lagi ancaman seperti itu yang di berikan Agus pada Firma supaya mau menuruti apapun yang dia mau .


" Sekali lagi maaf mas aku gak bisa , nanti ya kalau sudah gak nyeri lagi , aku juga takut kenapa - napa sama bayiku mas " .


" Ah alasan terus kamu , kamu mau suamimu ini jajan di luar ? , apa mas di ijinkan punya istri lagi dek ? " .


Firma tak menjawab lagi apapun yang di bilang suaminya , dia memilih memejamkan matanya untuk menahan rasa nyeri yang dia rasa .


" Ada apa mbak ? " . Agus menjawab telepon dari kakak perempuannya di luar kamar tapi Firma masih bisa mendengar karena selain rumah kontrakan tidak terlalu besar pintu kamar juga tidak di tutup .


" Ya nanti aku pinjami , buat apa sih ? " .


Setelah memutuskan sambungan telepon Agus kembali masuk di dalam kamarnya sejam kemudian , Firma sudah terlelap karena sudah merasa lelah bahkan Agus mengusap pipinya pun Firma tak merasakannya .


" Dek mas pinjam gelangnya " . Firma tak mendengarnya dia sudah terlelap dalam mimpinya .


Melihat Firma hanya diam saja , yang tadinya dia hanya berniat membangunkan Firma untuk meminjam gelang dia urungkan . Birahinya kembali membara saat mengetahui ada kesempatan daripada di tolak terus oleh Firma pikirnya .


Di terlentang kan nya pelan - pelan tubuh Firma , tanpa menundanya lagi Agus menggauli Firma tanpa seijinnya .


Di dalam mimpinya Firma merasakan sakit di kandungannya semakin lama semakin terasa ada yang mengguncangnya juga , akhirnya Firma terbangun dari tidurnya , " Mas ... sakit ! " . Firma merintih tapi Agus tak menghiraukannya semakin bersemangat dia menggauli Firma .


" Maaf dek .. aku sudah gak bisa menahannya lagi " . Batin Agus berbicara .


Firma tak kuasa lagi memberontak , dia membiarkan Agus menggaulinya sekalipun perih yang dia rasa semakin menjadi .


" Kukuruyuuuk ..!! " .

__ADS_1


" Astaga sudah siang aja ". Agus terbangun tapi dia sendirian , Firma terlebih dulu bangun " .


Jam 6 pagi semua sudah selesai Firma kerjakan tinggal mengepel dan menjemur baju saja , Firma memang terbiasa bangun lebih pagi sejak menikah dengan Agus karena dia harus menyiapkan bekal untuk di bawa Agus kerja .


" Dek ! mbak Ririn pinjam uang tapi aku gak ada uang , pinjem gelangnya dulu ya nanti kalau ada uang aku gantiin " .


" Pinjam gelangku gimana mas ? " .


" Ya gelang kamu di jual dulu dek buat pinjemin mbak Ririn dia butuh uang cepat katanya " .


" Tapi ini kan gelang pemberian ibuku mas ? " .


" Ya tau nanti kan di gantiin dek kalau sekarang aku gak ada uang mau pinjemin pake apa kalau gak jual gelang kamu ? " .


" Mas bilang aja kalau belum ada uang mas " .


" Ah kamu jadi istri pelit banget masa kakak iparnya butuh uang gak peduli sama sekali ! " .


Firma merasa berat melepas gelang itu karena ibunya pernah bilang , " Fir , ibu gak punya apa - apa selain gelang dan cincin ini untuk hadiah pernikahanmu , kamu jaga baik - baik ya " .


Sekarang malah suaminya sendiri yang menyuruhnya menjual gelang tersebut terlebih suaminya bilang dirinya pelit dengan tidak mau membantu saudara iparnya yang sedang butuh uang .


Ririn adalah kakak perempuan Agus anak kedua dari orang tua nya . Dia sudah menikah dan memiliki dua orang anak perempuan dan laki - laki , pernikahannya dengan suaminya sudah menginjak usia ke 16 tahun tapi masih tinggal di rumah kontrakan . Kakak Agus pernah bilang buat apa susah payah beli rumah kalau suaminya punya jatah hak waris lebih banyak dari saudara perempuannya .


Meskipun masih sama - sama mengontraknya tapi Firma memang punya hati yang sangat baik , dirinya sendiri saja kekurangan makan tapi dia memilih mau meminjami uang saudara iparnya dengan menjual gelangnya .


Tok tok tok !! tok tok tok !!


Firma mengerutkan keningnya , " Siapa yang ketuk pintu kalau bu Romlah biasanya ucap salam dulu " .


Tok tok tok !! tok tok tok !!


Terdengar suara ketukan lagi tapi tanpa ada yang mengucapkan salam . Firma mendekat ke arah pintu dan membukanya secara perlahan . Setelah pintu terbuka mata Firma terbelalak melihat seseorang yang ada di hadapannya .


" Santai aja kenapa sewot gitu , kamu kan lagi hamil , nih aku bawain buah - buahan yang seger biar sehat calon bayimu ! " .


" Mau ngapain ke sini ? " .

__ADS_1


" Aku gak di suruh masuk nih ? " .


" Masuk aja kalau memang penasaran mbak ! " . Firma memanggilnya mbak karena memang usia Liya seumuran dengan Agus suaminya .


Liya melenggang masuk begitu Firma memberi ijin , dia mengamati semua perabot yang ada di dalam rumah kontrakan Firma yang memang tidak banyak , bahkan Firma belum pernah beli perabot baru . Semua yang ada di kontrakannya adalah bawaan dari orang tuanya kecuali ranjang , kasur , lemari baju , kursi dan meja memang di beri fasilitas oleh bu Romlah .


" Kamu betah Fir tinggal di sini ? " .


" Iya .. Aku nyaman di sini mbak " .


" Tapi rumah kontrakan ini kan sempit , rumah bangunan lama juga " .


" Gak masalah mbak mau gimana lagi suamiku baru bisa mengontrak belum bisa beli rumah sendiri " .


" Kamu yakin suamimu gak mampu beli rumah sekalipun mengangsur ? " . Firma hanya diam mendapat pertanyaan seperti itu , karena dia sendiri belum pernah tahu berapa pendapatan suaminya tiap bulan . Dia hanya menerima yang suaminya beri padanya saja .


" Oya Fir aku punya tawaran buat kamu tapi aku juga gak yakin sih kamu mau menerimanya " . Liya dengan angkuhnya berjalan mendekat ke arah Firma .


" Apa mbak ? " .


" Kamu ingin punya pekerjaan atau langsung punya uang banyak ? " .


" Maksudnya mbak ? " .


" Kamu gak tau apa pura - pura gak tau Fir ? " .


" Aku memang gak tau maksudnya mbak Liya apa ? " .


" Pilihan pertama kamu mau punya pekerjaan yang kedua apa langsung punya uang banyak ? " .


" Gak ngerti aku mbak sebaiknya mbak pulang aja sebentar lagi aku mau ke rumah orang tua ku " .


" Fir aku tau kamu sedang kesulitan uang kalau kamu butuh uang aku bisa bantu tapi imbalannya kamu harus rela aku tetap bebas ketemuan sama suami kamu Agus " .


" Kamu gila mbak , memangnya mbak begitu sangat kesepian ya sampe suami orang mau di miliki juga ? " .


" Jaga mulutmu Fir !! " . Liya meneriaki Firma yang tanpa dia sangka akan mendapat kalimat menyakitkan dari Firma .

__ADS_1


" Gak ada yang perlu di jaga mbak dari mulutku , mbak itu yang harus bisa jaga tubuhnya dari yang namanya jual diri !! Upss itukan bukan jual diri ya mbak orang gratisan kok ! " . Ucap Firma semakin membuat Liya marah .


Tanpa berkata apa - apa lagi Liya meninggalkan rumah Firma dengan rasa marah sampai - sampai dia menghempaskan pintu hingga berbunyi sangat keras karena terbentur dinding .


__ADS_2