
Dua bulan kemudian pelan - pelan Agus bisa melewati kesulitan nya pasca kecelakaan kerja yang di alami nya .
Dia selamat meskipun kaki kiri nya belum bisa di gunakan untuk berjalan dan dia hanya bisa duduk di kursi roda .
" Makasih banyak ya mas sudah banyak membantu kami " . Ucap Firma pada Nanang yang hampir tiap hari menyempat kan diri mampir ke rumah Agus untuk menjenguk dan melihat perkembangan nya .
Nanang hanya mengangguk , " Gus sekarang fokus dulu sama kesembuhan mu , kalau ada apa - apa dan butuh bantuan ku kamu bilang aja " .
Agus mengangguk , " Makasih banyak Nang " .
Nanang mengangguk , kemudian setelah nya meminum teh dan mencicipi makanan yang di hidangkan Firma , dia pun pamit pulang .
Kemudian Angkasa pun menghampiri Firma yang duduk termenung di teras rumah . Duduk di sini sekarang menjadi kegiatan menyenang kan bagi nya sebab dia membeli akuarium agak besar dengan ikan warna warni yang mampu memanjakan mata nya .
" Ibu .. Ayo makan adek sudah lapar " .
" Iya sayang sebentar ya ibu cuci tangan dulu " .
Tak berapa lama terdengar deru mobil di depan rumah . Mobil putih entah milik siapa berhenti tepat di depan rumah kontrakan Firma . Angkasa pun turun dari kursi meja makan dan menghambur keluar untuk melihat siapa yang datang .
" Tante siapa ? " .
" Hai ganteng mana ayah mu ? " .
" Kenapa tante cari ayah adek ? " .
" Karena ayah nu itu teman tante sayang " .
" Ayah ku laki - laki kenapa teman nya perempuan ? " .
" Sayang tolong panggil kan sekarang ya " .
" Siapa sayang ? " . Firma keluar dari dalam dan bertanya pada Angkasa .
" Kamu ?? " .
" Ya .. Aku , mana suami mu aku mau bertemu dengan nya " .
" Sayang main di dalam dulu ya " . Firma berkata pada anak nya dia tidak ingin anak nya mendengar percakapan orang dewasa apalagi orang seperti Liya .
" Mau apa kamu nyari suami ku ? " .
" Ayolah kamu kan tau sendiri aku dan suami mu tak bisa di pisah kan , sudah dua bulan aku gak ketemu sama dia " .
" Perempuan gak tau malu , yang ingin kamu jumpai itu suami ku bukan suami mu ! " .
__ADS_1
" Ah itu hanya status saja kok kenyataan nya suami mu lebih mencintai aku dari pada kamu , tuh bukti nya dia beliin aku mobil , ups keceplosan " .
" Kalau gitu beri aku nomer telepon suami mu ! " .
" Gak penting " .
" Oh tentu penting , kalau kamu suka bermain dengan suami ku pasti aku juga boleh dong bermain dengan suami mu ? " .
" Dasar gila ! " .
" Kamu yang gila ! Kamu mau pergi sekarang aku teriakin maling biar semua warga memukuli mu di sini ?? " .
Tanpa berkata apa - apa lagi Liya berpaling dan memilih untuk meninggalkan rumah Firma . Saat akan masuk mobil dengan cepat Firma merampas tas Liya dan segera berlari masuk ke dalam rumah serta mengunci nya .
Liya berteriak - teriak di depan rumah , beruntung Agus habis minum obat dan biasa nya akan tertidur lelap untuk dua atau tiga jam setelah nya .
Firma membuka tas mengeluarkan isi nya , dia ambil dompet Liya dan mengeluarkan surat tanda nomor kendaraan nya , dalam surat itu tertera nama suami nya , ya betul nama suami nya bahkan alamat nya juga sesuai alamat yang ada di tanda pengenal nya .
" Mas Agus tega banget lakukan semua ini " .
Firma masuk kan kembali apa yang di keluarkan nya kecuali surat mobil . Saat ponsel Liya yang di pangkuan nya akan di masuk kan , dia penasaran dengan isi ponsel Liya .
Dia buka dan ternyata sandi yang di gunakan adalah tanggal lahir Angkasa , Firma sendiri tiba - tiba ingin membuka dengan tanggal lahir anak nya setelah beberapa kali gagal .
Terbesit dalam pikiran Firma bahwa diri nya harus mencari bukti dari ponsel Liya tentang hubungan nya dengan suami nya .
Di buka nya album poto di ponsel Liya , tidak ada poto sama sekali . Firma putus asa , dia bongkar kembali tas Liya bahkan menuang nya kali ini ada kertas yang jatuh dan mencuri pandang Firma .
Tulisan email dan password nya , " Ini email siapa ? " . Firma memfoto nya dia berpikir mungkin suatu saat di butuhkan nya .
" Fir kembalikan tas ku ! " . Liya terus berteriak di depan rumah bahkan mengundang perhatian beberapa warga .
Firma berjalan dengan santai kemudian membuka pintu dan melemparkan tas Liya tepat di wajah Liya , kemudian dia buru - buru mengunci kembali pintu nya .
Firma masih bisa mendengar jelas Liya menggerutu tapi dia tidak peduli dengan perempuan yang telah merusak rumah tangga nya itu .
tadi terus berteriak bu , adek takut " .
" Sayang jangan pernah takut dengan orang yang jahat pada kita , jadi lah pemberani dan lawan dengan berani juga " .
" Tante tadi siapa bu kenapa mencari ayah , kata nya tante itu teman ayah apa ayah punya teman perempuan bu ? " .
" Punya sayang adek kan juga punya teman perempuan di sekolah ? " .
" Tapi aku gak suka bu mereka cengeng " .
__ADS_1
" Sayang perempuan memang lemah dan laki - laki lah yang bertugas menjaga " .
" Ibu perempuan jadi harus adek jaga " .
" Makasih ya sayang " .
" Sama - sama bu ! " .
Firma memeluk anak nya yang semakin pintar dan mengemas kan .
" Dek ! dek ! " . Agus berteriak dari dalam kamar nya begitu lah dia keseharian nya selalu marah - marah dengan alasan sudah bosan ada di rumah terus tapi Firma tak pernah menghiraukan nya .
" Ya mas ? " .
" Lama banget kalau di panggil itu gerak yang cepat kenapa sih ? " .
" Maaf mas " .
" Beliin rujak yang di dekat jembatan layang ! " .
" Jauh banget loh itu mas , gak bisa kalau ninggalin Angkasa lama - lama " .
" Ya di ajak sana ! " .
" Yaa Allah maa ini jam dua siang , kasian anak kita " .
" Ah cerewet bilang aja gak mau beliin susah banget nurut sama suami , kalau di suruh ya langsung berangkat jangan banyak omong ! " .
" Ya sudah mana uang nya ? " .
" Gila kamu ya suami gak kerja masih minta uang ! " .
" Mas gak kerja kan masih dapat utuh mas tiap bulan nya " .
Agus hanya diam saja , Firma mencari cara bagaimana biar bisa mengambil uang gaji dari ATM Agus . Di saat mata nya melihat bawah bantal tidak sengaja melihat kartu tersebut .
Firma berpura - pura mengambil gelas kosong di atas nakas begitu kartu di dapat dia segera keluar . " Password nya apa ya ? " .
Firma tidak yakin bakal bisa mengambil uang gaji Agus dari ATM milik Agus .
Saat di jalan dia mampir untuk mencoba kartu tersebut , tanggal lahir suami salah , tanggal lahir Angkasa salah . Dia menimang - nimang kembali kartu nya jika salah lagi pasti tidak ada kesempatan lagi .
Firma menarik napas dalam - dalam dia ketik kan tanggal pernikahan mereka . Firma melonjak bahagia akhir nya dia bisa membuka nya .
Mata Firma melotot melihat saldo yang tertera 108 juta rupiah , dia mengecek uang yang masuk bulan ini sebesar 13 juta rupiah . " MasyaAllah mas Agus membohongiku selama ini , kamu sudah mempermainkan pernikahan kita , kamu juga sudah mendzolimi aku dan anak mu , kamu akan menerima pembalasan ku mas " .
__ADS_1