Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 46 Bosan


__ADS_3

Dua bulan kemudian pelan - pelan Agus bisa melewati kesulitan nya pasca kecelakaan kerja yang di alami nya .


Dia selamat meskipun kaki kiri nya belum bisa di gunakan untuk berjalan dan dia hanya bisa duduk di kursi roda .


" Makasih banyak ya mas sudah banyak membantu kami " . Ucap Firma pada Nanang yang hampir tiap hari menyempat kan diri mampir ke rumah Agus untuk menjenguk dan melihat perkembangan nya .


Nanang hanya mengangguk , " Gus sekarang fokus dulu sama kesembuhan mu , kalau ada apa - apa dan butuh bantuan ku kamu bilang aja " .


Agus mengangguk , " Makasih banyak Nang " .


Nanang mengangguk , kemudian setelah nya meminum teh dan mencicipi makanan yang di hidangkan Firma , dia pun pamit pulang .


Kemudian Angkasa pun menghampiri Firma yang duduk termenung di teras rumah . Duduk di sini sekarang menjadi kegiatan menyenang kan bagi nya sebab dia membeli akuarium agak besar dengan ikan warna warni yang mampu memanjakan mata nya .


" Ibu .. Ayo makan adek sudah lapar " .


" Iya sayang sebentar ya ibu cuci tangan dulu " .


Tak berapa lama terdengar deru mobil di depan rumah . Mobil putih entah milik siapa berhenti tepat di depan rumah kontrakan Firma . Angkasa pun turun dari kursi meja makan dan menghambur keluar untuk melihat siapa yang datang .


" Tante siapa ? " .


" Hai ganteng mana ayah mu ? " .


" Kenapa tante cari ayah adek ? " .


" Karena ayah nu itu teman tante sayang " .


" Ayah ku laki - laki kenapa teman nya perempuan ? " .


" Sayang tolong panggil kan sekarang ya " .


" Siapa sayang ? " . Firma keluar dari dalam dan bertanya pada Angkasa .


" Kamu ?? " .


" Ya .. Aku , mana suami mu aku mau bertemu dengan nya " .


" Sayang main di dalam dulu ya " . Firma berkata pada anak nya dia tidak ingin anak nya mendengar percakapan orang dewasa apalagi orang seperti Liya .


" Mau apa kamu nyari suami ku ? " .


" Ayolah kamu kan tau sendiri aku dan suami mu tak bisa di pisah kan , sudah dua bulan aku gak ketemu sama dia " .


" Perempuan gak tau malu , yang ingin kamu jumpai itu suami ku bukan suami mu ! " .

__ADS_1


" Ah itu hanya status saja kok kenyataan nya suami mu lebih mencintai aku dari pada kamu , tuh bukti nya dia beliin aku mobil , ups keceplosan " .


" Kalau gitu beri aku nomer telepon suami mu ! " .


" Gak penting " .


" Oh tentu penting , kalau kamu suka bermain dengan suami ku pasti aku juga boleh dong bermain dengan suami mu ? " .


" Dasar gila ! " .


" Kamu yang gila ! Kamu mau pergi sekarang aku teriakin maling biar semua warga memukuli mu di sini ?? " .


Tanpa berkata apa - apa lagi Liya berpaling dan memilih untuk meninggalkan rumah Firma . Saat akan masuk mobil dengan cepat Firma merampas tas Liya dan segera berlari masuk ke dalam rumah serta mengunci nya .


Liya berteriak - teriak di depan rumah , beruntung Agus habis minum obat dan biasa nya akan tertidur lelap untuk dua atau tiga jam setelah nya .


Firma membuka tas mengeluarkan isi nya , dia ambil dompet Liya dan mengeluarkan surat tanda nomor kendaraan nya , dalam surat itu tertera nama suami nya , ya betul nama suami nya bahkan alamat nya juga sesuai alamat yang ada di tanda pengenal nya .


" Mas Agus tega banget lakukan semua ini " .


Firma masuk kan kembali apa yang di keluarkan nya kecuali surat mobil . Saat ponsel Liya yang di pangkuan nya akan di masuk kan , dia penasaran dengan isi ponsel Liya .


Dia buka dan ternyata sandi yang di gunakan adalah tanggal lahir Angkasa , Firma sendiri tiba - tiba ingin membuka dengan tanggal lahir anak nya setelah beberapa kali gagal .


Terbesit dalam pikiran Firma bahwa diri nya harus mencari bukti dari ponsel Liya tentang hubungan nya dengan suami nya .


Di buka nya album poto di ponsel Liya , tidak ada poto sama sekali . Firma putus asa , dia bongkar kembali tas Liya bahkan menuang nya kali ini ada kertas yang jatuh dan mencuri pandang Firma .


Tulisan email dan password nya , " Ini email siapa ? " . Firma memfoto nya dia berpikir mungkin suatu saat di butuhkan nya .


" Fir kembalikan tas ku ! " . Liya terus berteriak di depan rumah bahkan mengundang perhatian beberapa warga .


Firma berjalan dengan santai kemudian membuka pintu dan melemparkan tas Liya tepat di wajah Liya , kemudian dia buru - buru mengunci kembali pintu nya .


Firma masih bisa mendengar jelas Liya menggerutu tapi dia tidak peduli dengan perempuan yang telah merusak rumah tangga nya itu .


 tadi terus berteriak bu , adek takut " .


" Sayang jangan pernah takut dengan orang yang jahat pada kita , jadi lah pemberani dan lawan dengan berani juga " .


" Tante tadi siapa bu kenapa mencari ayah , kata nya tante itu teman ayah apa ayah punya teman perempuan bu ? " .


" Punya sayang adek kan juga punya teman perempuan di sekolah ? " .


" Tapi aku gak suka bu mereka cengeng " .

__ADS_1


" Sayang perempuan memang lemah dan laki - laki lah yang bertugas menjaga " .


" Ibu perempuan jadi harus adek jaga " .


" Makasih ya sayang " .


" Sama - sama bu ! " .


Firma memeluk anak nya yang semakin pintar dan mengemas kan .


" Dek ! dek ! " . Agus berteriak dari dalam kamar nya begitu lah dia keseharian nya selalu marah - marah dengan alasan sudah bosan ada di rumah terus tapi Firma tak pernah menghiraukan nya .


" Ya mas ? " .


" Lama banget kalau di panggil itu gerak yang cepat kenapa sih ? " .


" Maaf mas " .


" Beliin rujak yang di dekat jembatan layang ! " .


" Jauh banget loh itu mas , gak bisa kalau ninggalin Angkasa lama - lama " .


" Ya di ajak sana ! " .


" Yaa Allah maa ini jam dua siang , kasian anak kita " .


" Ah cerewet bilang aja gak mau beliin susah banget nurut sama suami , kalau di suruh ya langsung berangkat jangan banyak omong ! " .


" Ya sudah mana uang nya ? " .


" Gila kamu ya suami gak kerja masih minta uang ! " .


" Mas gak kerja kan masih dapat utuh mas tiap bulan nya " .


Agus hanya diam saja , Firma mencari cara bagaimana biar bisa mengambil uang gaji dari ATM Agus . Di saat mata nya melihat bawah bantal tidak sengaja melihat kartu tersebut .


Firma berpura - pura mengambil gelas kosong di atas nakas begitu kartu di dapat dia segera keluar . " Password nya apa ya ? " .


Firma tidak yakin bakal bisa mengambil uang gaji Agus dari ATM milik Agus .


Saat di jalan dia mampir untuk mencoba kartu tersebut , tanggal lahir suami salah , tanggal lahir Angkasa salah . Dia menimang - nimang kembali kartu nya jika salah lagi pasti tidak ada kesempatan lagi .


Firma menarik napas dalam - dalam dia ketik kan tanggal pernikahan mereka . Firma melonjak bahagia akhir nya dia bisa membuka nya .


Mata Firma melotot melihat saldo yang tertera 108 juta rupiah , dia mengecek uang yang masuk bulan ini sebesar 13 juta rupiah . " MasyaAllah mas Agus membohongiku selama ini , kamu sudah mempermainkan pernikahan kita , kamu juga sudah mendzolimi aku dan anak mu , kamu akan menerima pembalasan ku mas " .

__ADS_1


__ADS_2