Masa Lalu Suamiku

Masa Lalu Suamiku
Bab 31 Melahirkan


__ADS_3

" Kamu gimana tho Gus kan kamu tau kalau ibu ini gak punya uang masa iya harus bayarin angsuran motor juga ? " .


" Kemarin kan sudah Agus beri uang muka 15 juta sama angsuran 3 bulan , masa harus Agus lagi bu ? " .


" Lha itu kan sudah tanggung jawab kamu Gus masa iya cuma istrimu aja yang harus nikmati uang hasil kerjamu sementara adikmu minta motor aja harus ibu yang bayar juga ? " .


" Lha kan sudah Agus kasih tinggal lanjutin sisanya bu " .


" Gus , mas mau nanya berapa kamu kasih istrimu sebulan ? " . Wawan jadi penasaran dengan kehidupan Agus .


" Ya sudah banyak pokoknya mas cukup buat penuhi kebutuhannya " .


" Dia itu anak orang lho jangan sampe kamu bisa beliin motor adikmu justru istrimu sendiri kamu telantarkan ! " .


" Ya gak lah mas buktinya mas lihat sendiri dia gak pernah kekurangan kan ? " .


Yang di lihat Wawan juga ortu dan saudara - saudaranya memang Firma tampak hidup berkecukupan . Firma memakai perhiasan lengkap , bajunya juga tampak mewah dan mahal .


" Sudah - sudah kok malah nanya gitu kamu Wan , gimana Gus ibu gak mungkin bayar angsuran motornya , ibu gak mau tau kamu harus bayar sampai lunas atau kalau perlu kamu lunasi bulan depan biar gak ada tanggungan lagi ! " . Bu Imah berkata demikian biar Agus melunasinya sebab bu Imah tidak mau kalau sampai motor yang di pakai Rina sampai di ambil kembali oleh pihak dealer .


Agus semakin pusing saja mendengar Wawan dan ibunya . Firma memiliki perhiasan lengkap bukan karena dirinya tapi itu pemberian orang tuanya sendiri bahkan saat menikah Agus hanya mampu membelikan cincin sebagai pengikat . Baju - baju Firma juga bukan pemberian Agus melainkan sudah koleksinya Firma sendiri sejak belum menikah dengan Agus .


Semenjak menikah dengannya Agus belum pernah membelikan apa - apa buat Firma bahkan pakaian dalam saja belum pernah .Adapun malah Agus berhutang gelang pada Firma untuk di jual demi menjaga gengsi biar bisa meminjami uang pada Ririn kakaknya .


Agus tidak jujur pada keluarganya bahwa selama ini untuk makan saja Firma mencari penghasilan sendiri , uang darinya hanya cukup di gunakan bayar kontrakan , listrik , air dan sebagian kebutuhan Agus .


" Mas , gimana mas Rina gak mau motor ampe di ambil loh ya , Rina nanti sekolah naik apa , Rina gak mau naik angkot panas - panasan lagi " . Rina merajuk pada Agus .


" Sudahlah Rin biar mas pikir dulu " . KAta Agus sembari mengotak - atik ponselnya seolah mencari cara biar bisa melunasi motor atau mengangsur setiap bulannya .


Di rumah Firma sedang gelisah , sudah jam 11 malam Agus belum juga pulang sementara perutnya sudah terasa sakit setiap beberapa menitnya .


" Aku harus minta tolong siapa dari tadi mas Agus di telpon gak di angkat " . Firma bermonolog sembari mengusap perutnya .


" Apa aku telpon bu Romlah saja ya , tapi ini sudah malam , Yaa Allah siapa yang akan aku hubungi " .


Tok tok tok !! tok tok tok !!


" Siapa ya malam - malam gini bertamu ? " . Meskipun takut tetap Firma membukakan pintu karena berharap ada orang yang bisa di minta bantuannya .


" Ka mu ... " . Belum sempat melanjutkan kalimatnya Firma sudah pingsan duluan .


" Bagaimana apa ibu itu sudah sadar ? " . Tanya seorang perempuan pada yang lainnya .


" Belum bu tapi tadi sempat saya lihat jari tangannya gerak sebentar " .


" Mbak .. saya ada di mana ? " . Tanya Firma begitu menyadari bahwa dia ada di tempat lain .

__ADS_1


" Ini di klinik Bidan Melati bu , ibu pingsan jadi di bawa suaminya ke sini " .


" Perut saya mulas mbak sakit rasanya " .


" Sebentar saya panggilkan bidan Melati " .


Firma menahan sakit perutnya semakin menjadi bukan hanya di bagian depan tapi pinggangnya juga merasa pegal seperti usai mengangkut barang - barang berat .


" Bu rileks dulu ya biar saya periksa " . Ujar bidan Melati .


" Apa saya akan melahirkan bu bidan ? " .


" Mudah - mudahan saja belum ya bu sebab ini masih terhitung 8 bulan 5 hari " .


" Saya ndak kuat bu bidan seperti ada yang mau keluar " .


" Masya Allah cepat banget pembukaannya ini sudah siap di dilahirkan bu bayinya , Mbak tolong di bantu siapkan peralatannya ya ! " .


" Sudah siap bu tadi saya juga sudah menduga ibu ini akan melahirkan " .


" Alhamdulillah kalau begitu bantu saya mbak " .


Proses persalinan memang ada sedikit kendala tapi bisa di lalui , Firma melahirkan secara normal meskipun bayinya sempat terlilit tali pusar dari lutut hingga perutnya .


" Mbak jangan tidur dulu ya ari - ari nya belum keluar " . Asisten bidan berusaha mengajak bicara supaya Firma tidak tidur .


" Iya bu memang begitu kalau usai melahirkan , nanti setelah ari - ari nya keluar saya buatkan susu hangat " .


" Bayi saya sehat mbak ? " .


" Alhamdulillah sehat ganteng juga bu " .


" Alhamdulillah .. tapi bapaknya pasti kecewa " .


" Loh kenapa bu ? " .


" Suami saya pengen punya anak cewe " .


" Mudah - mudah an saja setelah melihat bayinya suami ibu jadi sayang sama anaknya " .


" Aamiin .. mudah - mudahan ya mbak " .


" Oya bu tapi suami ibu tampak senang waktu lihat bayinya tapi dia belum mengadzani nya " .


" Suami saya sudah datang mbak ? " .


" Yang antar ibu ke sini kan suami ibu " .

__ADS_1


" Bukan mbak itu teman saya yang kebetulan nyari suami saya tapi malah lihat saya kesakitan " .


" Kirain suami ibu loh soalnya kelihatan khawatir banget waktu ibu pingsan dan mau melahirkan " .


" Mbak apa teman suami saya masih di sini ? " .


" Masih bu , nanti saya panggilkan kalau sudah di ganti seprei nya " .


" Halo bunda adik sudah lahir " . Sapa bidan Melati sembari menggendong bayi dan meletakkannya di pangkuan Firma " .


" Yaa Allah nak .. ganteng banget anak Sholih nya ibu " . Firma menciumi putra pertamanya yang beberapa menit lalu dilahirkan nya .


" Ibu bayinya belum di beri adzan sebaiknya di beri adzan sekarang " .


" Tapi bapaknya belum datang bu bidan " .


" Saudara yang mengantar itu saja dulu bu nanti kalau bapaknya datang dan ingin memberi adzan bisa mengadzani nya lagi " .


" Baiklah bu bidan " . Firma menurut saja yang di bilang bidan Melati .


" Mbak tolong di panggilkan bapak yang di luar tadi ya ?! " .


" Baik bu " .


" Allahu Akbar Allahu Akbar ... " . Bayi Firma akhirnya ada yang memberi adzan meskipun bukan dari bapak kandungnya .


" Makasih ya mas , makasih sudah menolong saya juga memberi adzan bayi saya " .


" Santai aja Fir kayak sama siapa aja " .


" Baiklah bu Firma silahkan di minum susunya , kami tinggal dulu kalau butuh apa - apa bisa hubungi lewat tombol di meja samping bu Firma " . Sambung bidan Melati sebelum meninggalkan Firma dan Nanang .


Yaa .. Nanang lah yang menolong Firma karena melihat Firma bolak balik keluar masuk rumah dan tampak gelisah . Nanang berinisiatif mendatangi rumah Firma setelah memastikan bahwa Agus tidak ada di rumah . Nanang khawatir Firma akan melahirkan tiba - tiba dan ternyata dugaan Nanang tepat .


" Mas Nanang tau darimana kalau saya mau melahirkan ? " .


" Sebetulnya saya gak tau Fir , saya ke rumah kalian mencari Agus mau ngambil flashdisk buat copy data , eee malah kamu nya pingsan di depan " . Nanang lega karena otaknya bisa berpikir dengan cepat bisa mencari alasan yang pas .


" Maaf ya mas jadi merepotkan " .


" Agus kemana Fir lan dia masuk pagi kerjanya ? " .


" Ke rumah saudaranya mas ngantar ibunya yang baru datang dari kampung , oya mas pura - pura gak tau aja ya kalau saya sudah melahirkan '' .


" Siap Fir , kalau gitu aku pinjamkan ponsel mbak asisten tadi aja ya biar kamu bisa hubungi Agus , lagian ini sudah subuh takutnya Agus malah khawatir " .


" Makasih mas " .

__ADS_1


Tut tut tut ! tut tut tut ! Berkali - kali Firma menghubungi tapi tetap tak ada jawaban .


__ADS_2