
POV. LUSI
Seperti biasa sesampai nya di toko aku langsung bersih - bersih . Sepagi ini ada 6 orang pelanggan yang berdatangan dan membeli beberapa perlengkapan pertanian .
Mudah - mudahan saja pelanggan semakin banyak berdatangan hari ini , aku membatin .
Seperti hal nya pemilik toko lain nya tentu aku juga ingin toko suami ku laris manis dagangan nya . Supaya aku di belikan lagi banyak emas .
Aku menimang - nimang perhiasan yang di berikan mas Tejo , aku sengaja membawa semua perhiasan ke toko sebab aku takut kalau di tinggal di rumah akan di curi maling atau bisa jadi mas Tejo mengambilnya lagi .
" Aku harus segera menjual perhiasan - perhiasan ini biar aku bisa cari tempat kontrakan " . Aku bermonolog tapi akhir nya aku menutup mulut ku dengan tangan .
Ceroboh nya aku bagaimana kalau mas Tejo mendengar nya . Tapi setelah aku keluar dari kamar aku lihat mas Tejo tampak biasa - biasa saja .
AKu bernapas lega itu arti nya mas Tejo tak mendengar ku tadi .
Siang hari di jam istirahat setelah memasak kan makan siang buat mas Tejo aku berpamitan keluar sebentar .
" Mas , aku keluar dulu ya " . Aku minta ijin pada mas Tejo .
" Mau kemana Lus " .
" Bentar aja kok mas ada kebutuhan pribadi yang harus aku beli " .
" Jangan boros - boros aku gak mau nambah lagi uang belanja nya " .
" Tenang aja aku gak pake uang dari mu mas " . Sahut ku kesal . Bisa - bisa nya aku punya suami yang pelit nya ampun deh .
Ojek online yang aku pesan sudah datang aku bergegas naik dan berangkat ke tujuan ku , aku tak mau menunda - nunda waktu lagi .
Lima belas menit kemudian aku sudah sampai di pelataran toko emas . Toko tampak sepi , " Baguslah jadi orang gak lihat kalau aku menerima banyak uang nanti " .
" Mau cari perhiasan apa mbak ? " . Tanya salah satu karyawan toko .
" Mbak , saya mau jual perhiasan , harga emas sekarang berapa ya ? " . Tanya ku pada perempuan cantik dan berwajah Tionghoa itu .
__ADS_1
" Emas yang mau di jual berapa karat mbak , soal nya harga nya beda tiap karat nya " . Tanya nya balik .
" Berapa karat ya saya juga kurang tahu , tapi saya bawa kok barang nya , saya mau jual cincin sama gelang " .
" Coba saya lihat dulu mbak emas nya " . Ujar karyawan toko itu lagi .
" Ini cincin nya kata nya kurang lebih 40 jutaan , yang gelang nya 20 jutaan , lebih mahal cincin sebab ada berlian nya " .
" Sini saya mau cek dulu , surat - surat nya ada ? " .
" Surat nya ada di suami saya soal nya dia yang belikan , kalau harga nya cocok nanti saya jual di aini tapi kalau gak cocok ya saya mau nyari toko yang lain aja " . Aku menyodorkan gelang dan cincin untuk di periksa .
Karyawan toko itu berbisik dengan teman nya entah apa yang di bicarakan mungkin mereka kagum pada cantiknya perhiasan ku .
Aku tak sabar lagi untuk segera mengetahui berapa banyak uang yang akan di tawarkan untuk harga cincin dan gelang ku .
Akhir nya karyawan itu datang lagi dengan bos nya menghampiri ku .
" Mbak , mbak tahu kan ini toko perhiasan emas ? " . Tanya bos toko emas ini .
" Maksud mbak akan menjual perhiasan imitasi mbak ke toko emas kami ? " . Tanya nya lagi dengan satu alis terangkat .
Aku terperangah , kaget dan malu campur aduk menjadi satu . Aku bingung harus menjawab apa , pelanggan toko entah kapan datang nya sebab toko yang tadi nya sepi sekarang sudah berdatangan banyak orang .
" Mbak ? " . Tanya karyawan toko .
" Maaf saya juga gak tahu kalau itu imitasi , suami saya yang beri dan bilang harganya segitu " .
" Aneh banget , percaya aja sama suami nya , anak kecil aja tau mbak kalau ini perhiasan imitasi " . Ujar karyawan toko tersebut dengan sinis .
" Parah banget hari gini gak bisa bedain yang imitasi sama yang emas asli " . Salah satu pelanggan menyerukan kalimat yang semakin membuat ku malu .
" Jangan - jangan mbak memang sengaja ingin mengelabuhi kami ya ? " . Tanya bos toko nya .
" Saya beneran gak tahu kalau ini imitasi , yang ngasih suami saya ya saya percaya aja " .
__ADS_1
Karyawan toko memberikan lagi cincin dan gelang yang di pegang nya pada ku . Kemudian meminta satpam toko membawa ku keluar .
Aku benar - benar kesal sudah di permalukan dengan perhiasan imitasi , masih juga di hujat dan jadi tontonan pelanggan lain nya .
" Kurang a*** memang mas Tejo , bisa - bisa nya aku di bodohi nya dengan perhiasan palsu kayak gini , yang ini aja palsu apalagi perhiasan yang lainnya , aku akan membalas mu mas " . Aku bermonolog .
Aku segera memesan ojek online lagi dan meminta untuk bergegas menuju toko mas Tejo .
Sepanjang perjalanan aku hanya termenung memendam kekesalanku pada mas Tejo dan rasa nya aku ingin menghabisi nya hari ini juga .
Setelah sampai dan turun dari ojek aku melihat ke arah toko .
" Loh toko nya kok tutup ? " . Tanya ku lirih .
" Firasat ku merasa gak enak , apa mas Tejo kabur ya ? bukti nya masih jam segini toko sudah tutup , tapi gak mungkin dia kabur , toko nya bisa bangkrut kalau dia tutup toko terus " . Aku sibuk berpikir .
Tut .. tut .. tut ..
Nomer ponsel mas Tejo tidak aktif , berulang kali di hubungi tetap saja nomer tidak aktif . Akhir nya aku berinisiatif tanya pada warung di sebelah nya .
Aku masuk ke warung dan langsung bertanya pada karyawan nya .
" Mbak , mau nanya saya yang kerja di toko pertanian sebelah , mbak nya liat nggak bapak berkumis itu menutup rolling door ? soal nya saya tadi ijin keluar sebentar tapi pas balik kok sudah di tutup " .
" Saya lihat sih sejam yang lalu , sempet nanya juga masih jam segini kok sudah tutup , kata nya saudara nya ada yang sakit jadi buru - buru tutup toko " .
" Saudara nya sakit ? saudara nya yang mana ya mbak apa dia pulang ke rumah ya ? " .
" Wah gak tau ya mbak soal nya orang nya juga pendiam kalau beli makan di sini ya gak pernah cerita - cerita cuma sekedar makan aja " .
" Apa sebelum nya dia pernah tutup toko jam segini ya mbak ? " .
" Kayak nya belum pernah sih , biasa nya kalau tutup kan sore jam 4 atau jam 5 tapi sering nya tutup jam 5 , nama nya toko pertanian kan ya gitu itu mbak kalau pas musim tanam atau anak sekolah ada prakarya baru lah rame " .
" Mbak mbak yang kerja di sini ada yang pernah deket gak sama orang nya , kayak gimana sih orang nya ? " .
__ADS_1