
Roby sudah kebingungan dengan tanpa ada kabar dari Sari , dia juga takut kebusukannya terbongkar dan di ketahui oleh Tania .
Dia keluar rumah dengan tanpa membawa mobil , mobil nya di tinggal di rumah pertama saat dia membawa Firma , yang tentu nya sudah di sita Tania tanpa Roby tahu .
Di rumah ada satu mobil lagi tapi itu mobil Tania dan Tania tak akan memperbolehkan Roby membawa mobil milik nya .
Di kamar , Tania terlibat pembicaraan dengan Toni lewat sambungan telepon .
" Bu , apa mobil nya saya antar ke rumah sekarang ? " .
" Gak usah Ton , kamu pakai saja , kalau sewaktu - waktu aku meminta bantuan kamu bisa gunakan mobil itu " . Jawab Tania .
" Baik bu , kapan pun ibu membutuhkan saya , saya siap " .
" Terima kasih banyak Ton " .
" Tania , bagaimana bisa kamu lakukan itu pada ku , kenapa gak kamu biarkan saja anak buah mu mengantarkan mobil ku pada kita " . Tiba - tiba Roby sudah ada di samping Tania .
" Ya terserah aku dong mas , kan aku yang beli mobil nya " . Jawab Tania ringan .
" Tapi Tania , kamu kan tau kalau aku sengaja mengungsikan Firma supaya dia tak membuat kita malu dengan melahirkan bayi nya karena tak punya suami " . Roby masih memprotes Tania .
Tania masih berpegang teguh dengan keputusannya . Dia tak akan mau menuruti bujuk rayu Roby . Bahkan dia sudah tak menganggap Roby sebagai suami nya lagi .
" Dasar laki - laki tak berguna , cepat atau lambat aku akan mendepak mu keluar dari rumah ini " . Tania berkata dalam hati tentunya dengan rasa kesal .
Tidak hanya akan mendepak nya tapi juga akan mempermalukan dengan bekal bukti rekaman cctv yang sudah di kumpulkan oleh Tania .
" Malu , malu karena apa , malu karena suami ku sudah berselingkuh dengan adik ipar murahan nya ? " .
" Tania !! " . Bentakan Roby sama sekali tak membuat Tania merasa takut .
" Apa ? , mau memukul ku , pukul saja , kenapa kamu tak bisa menerima kenyataannya kalau adik ipar mu itu murahan " .
" Tania !! " . Roby membentak nya lagi .
__ADS_1
" Kenapa , kalau mau pukul ya pukul sekarang , gak usah pake bentak segala , telinga ku masih bisa dengar dengan baik dan gak tuli " . Balas Tania dengan sinis .
" Aku ini suami mu " . Protes Roby .
" Ya aku juga tau itu , tapi kamu hanya suami sebatas di buku nikah saja karena ada kamu ataupun gak ada sama sekali gak ada pengaruh nya dalam hidup ku " .
Mereka berdua semakin beradu mulut , Roby merasa dia sebagai suami jadi harus di hormati . Sedangkan dia sudah mengotori mahligai rumah tangga nya dengan banyak sekali kecurangan .
" Kalau saja aku gak butuh dia sudah aku pukul saja istri ku ini " . Roby menggerutu dalam hati .
Setelah tidak ada lagi yang di bicarakan , Tania masuk ke dalam kamar nya . Dia sudah berhasil menyadap ponsel Roby .
" Mbak Firma bersabarlah aku akan segera membebaskan mu ". Tania bermonolog di depan cermin .
Ponsel Roby berdering rupanya ada panggilan masuk dari seseorang .
" Halo " . Sapa Roby begitu menerima panggilan itu .
" Sudah kamu bereskan belum , jangan sampai di habisi dulu karena sakit hati ku belum terbayar semua , aku punya ide lain " . Jawab Sari dari seberang . Obrolan mereka berdua telah di dengar oleh Tania juga .
" Kita pindahkan perempuan itu ke tempat lain " . Sari menyebutkan alamat yang Tania juga mengetahui alamat tersebut .
" Betul juga ide mu , orang yang aku tugaskan mengawasi perempuan itu tak becus sampai Firma nyaris saja kabur " . Jawab Roby masih dengan emosi .
" Pindahkan sekarang saja gak usah di tunda lagi " . Ujar Sari .
Roby mengakhiri sambungan teleponnya dan hendak menuju ke tempat dia menyekap Firma . Karena tak ada kendaraan yang bisa dia bawa akhir nya dia memilih memesan taksi online saja .
Tania berulang - ulang menghubungi nomer Iwan dan Toni tapi tak ada satupun dari nomer mereka yang aktif .
Akhir nya Tania hanya mengirimkan alamat yang sudah dia dengar tadi agar anak buah nya langsung ke lokasi .
Roby dan Sari masih dalam perjalanan menuju tempat Firma di di asingkan .
" Mas , kapan kamu ceraikan Tania ? aku juga ingin resmi menjadi istri mu , memang nya kamu mau kita kayak gini terus " . Sari tiba - tiba saja membahas soal pernikahan padahal selama ini mereka tak pernah peduli dengan apa yang sudah mereka lakukan .
__ADS_1
" Tentu dong , kita pasti menikah , kamu yang sabar dulu , tapi kamu tahu kan kalau nikah juga butuh banyak biaya , apa kamu mau kita hanya akad nikah saja " . Roby beralasan .
Sari memanyunkan bibir nya , " Seharusnya kamu sidah bisa menguasai perusahaannya mas waktu Tania masih lumpuh , tapi kamu malah cuma ngasih aku sedikit aja padahal tugas ranjang aku yang penuhi " .
Roby sebenarnya bukan tipe laki - laki yang mudah berhasrat kalau melihat tubuh mulus perempuan . Tapi dasarnya Sari yang kegatalan dan sering merayu Roby , ibarat kucing yang di suguhi ikan akhirnya ya di embat juga .
Terlebih lagi Roby tak bisa menuntaskannya dengan Tania .
" Iya makasih sayang , kamu memang yang bikin hasrat ku terpuaskan tapi kamu tak tau kalau Tania tak pernah melepas begitu saja perusahaannya pada ku . Dia selalu memantau keuangan perusahaan bahkan meskipun hanya satu rupiah saja . Jadi aku tak bisa leluasa dan harus mencari banyak alasan saat melakukan transaksi ke rekening pribadi " . Roby juga memberi jawaban yang sangat panjang pada Sari .
Kendaraan yang mereka tumpangi masih berada di jalan raya , perjalanan yang membuat mereka semakin tak sabar karena kemacetan nya .
Tak berapa lama akhirnya mereka bisa bernapas lega karena kemacetan yang sudah hampir setengah jam mereka lalui sudah terurai .
Kendaraan pun sudah masuk ke jalan kecil yang menuju rumah tempat Firma sekarang berada .
Di rumah Tania , dia masih bingung dengan nomer kedua anak buahnya yang masih belum aktif . Tania menghampiri istri Iwan yang sedang memandikan kedua bayi .
" Mbak ,Iwan ada nomer lain gak ? " . Tanya nya ingin segera menghubungi Iwan .
" Ada bu , tapi ada di ponsel yang sama juga , ada apa bu ? " . Tanya istri Iwan merasa khawatir .
" Saya sudah sedari tadi menghubungi Iwan dan Toni tapi nomer kedua nya sama - sama gak aktif " .
Kriiing ! Kriiing !
" Akhir nya Toni menghubungi juga " . Gumam Tania .
" Halo bu , saya sudah siap berangkat maaf hape saya baru selesai di chas " . Ujar Toni .
" Oke , jangan lupa ajak teman , oya Iwan belum bisa di hubungi tolong jemput dia juga " .
" Baik bu " .
Sari dan Roby sudah memasuki kamar Firma , Roby langsung saja menarik tangan Firma dengan kasarnya .
__ADS_1
" Saya mau di bawa kemana lagi ? " . Firma sudah cukup lelah dengan perlakuan Sari dan Roby .