
Lima bulan sudah usia bayi Firma yang di beri nama Saira , bayi yang cantik dan menggemaskan itu selalu mampu membuat orang yang melihat nya merasa bahagia .
Seperti yang telah di rencanakan dan atas bantuan Dini , akhirnya Firma berangkat membawa bayi nya yang terlelap dalam gendongan nya .
Dini membantu Firma mencari alasan supaya Firma bisa keluar rumah dengan tanpa membuat sang mertua merasa khawatir .
Firma memeluk bayi nya dan membawa satu tas berisi pakaian , dia sengaja memilih naik angkot daripada naik taksi online atau di antar Dini .
" Ke alamat itu mau ke rumah siapa mbak ? " . Tanya sopir angkot penasaran yang memang sempat di tunjukkan Firma secarik kertas bertulis sebuah alamat .
" Rumah teman saya pak " . Jawab Firma sekena nya .
Setelah mendapat jawaban sopir angkot itu tidak bertanya lagi , hari semakin siang dan terik , angkot pun semakin penuh dengan penumpang .
Karena asyik melamun Firma tak mendengar sopir angkot memanggil nya .
" Eh iya pak , maaf ya saya baru mendengar nya " . Jawab Firma tergagap " .
" Gak pa pa mbak , alamat yang mbak cari sudah nyampe , nanti mbak tanya ke warung samping gang itu , alamat nya masih masuk ke dalam gang " . Jelas sopir angkot yang merasa kasihan dengan Firma yang panas - panasan membawa bayi juga .
" Sudah nyampe ya pak , terima kasih banyak ya pak " .
" Sama - sama mbak hati - hati turun nya " .
Sesuai arahan sopir dia bertanya pada penjaga warung tentang alamat yang ada di kertas . Penjaga warung menganjurkan Firma naik Ojek saja supaya langsung di antar ke tempat tujuan .
Dengan di antar tukang ojek yang mangkal , Firma jadi tak perlu susah payah mencari lagi terlebih dari gang masuk tadi jarak nya kurang lebih dua ratus meter untuk sampai ke alamat yang dia cari .
Firma seperti tak percaya mendapati rumah Sari yang tak kalah megah nya di banding rumah mama mertua nya . Rumah gaya minimalis dan berlantai dua .
Firma ragu untuk melangkah lagi , akan tetapi tetap mendekat ke pagar rumah . Di dorong nya pelan pagar yang tidak terkunci itu , beberapa kali dia mengucap salam tapi tak ada jawaban . Dia kemudian kembali menutup gerbang dan duduk di lantai luar pagar .
__ADS_1
Saira yang ada dalam gendongannya sesekali menggeliat mungkin bayi itu merasa letih dan juga gerah . Firma menciumi bayi yang lima bulan ini audah mengisi hari - hari nya .
Tak terasa air mata Firma menetes pada pipi Saira , bayi yang tadi nya begitu tenang kini ikut menangis .
" Mas , aku pikir kamu menemaniku dengan ketulusan , ternyata kamu memanjakan perempuan lain dengan begitu mewah nya , aku yang bodoh terlalu mempercayai mu sehingga racun yang kamu beri kan pada ku aku kenali sebagai madu " . Firma sudah berupaya mengusap air mata nya tapi cairan bening itu terus keluar dari sudut mata nya .
Setelah tenang Firma hendak mengucap salam lagi tapi dari dalam terdengar langkah kaki , dan benar saja ada seorang laki - laki berwajah tampan dan berusia sekitar tiga puluh lima tahun berjalan dengan mengenakan pakaian casual .
" Haduh .. merusak pemandangan saja , pagi - pagi sudah ada pengemis " . Laki - laki itu melemparkan selembar uang lima ribuan di hadapan Firma .
Senyum Firma yang tadi nya mengembang langsung surut begitu saja saat mendengar hinaan laki - laki itu .
" Maaf pak , saya bukan pengemis " . Jawab Firma tanpa mengambil uang yang di lempar laki - laki tersebut .
" Kalau bukan pengemis lalu apa , masih untung ya saya ngasih lima ribu bukan seribu perak " .
Firma menunduk dan wajahnya merasa panas mendengar penghinaan laki - laki itu . Tapi Firma sadar penampilan dia yang sekarang memang layak di perlakukan begitu .
" Maaf pak , maksud kedatangan saya karena ini " . Firma menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan alamat rumah itu .
Meskipun dengan wajah tidak suka nya tetapi laki - laki itu menerima kertas yang di sodorkan Firma kemudian membaca nya . Di kertas itu memang tertulis alamat yang di tempati nya .
" Kurang ajar " . Gumam laki - laki itu .
Firma masih diam karena tak mengerti maksud laki - laki itu .
" Siapa yang beri kamu alamat ini ? " . Tanya laki - laki berekspresi tanpa senyum itu .
" Sari , ini rumah Sari kan ? , bayi saya ini juga harus mendapatkan hak yang sama seperti anak Sari " . Firma tak menyadari kalimat yang keluar dari mulut nya saat ini .
Laki - laki di depan Firma memijit pelipis nya , " Sari Sari kenapa bikin ulah " . Gumam nya .
__ADS_1
Firma mendengarkan gumaman itu tapi dia memilih tak menjawab apa - apa .
" Ikut masuk ! " .
Firma mengikuti di belakang laki - laki itu setelah gerbang di buka .
Firma di persilahkan duduk di sofa yang tampak mewah berwarna biru , sedangkan laki - laki itu duduk di seberang nya .
" Mas, mas Roby , ada siapa di luar ? " . Seorang perempuan bertanya daro dalam kamar , dari suara nya seperti seseorang yang sedang sakit .
Laki - laki itu tak menjawab tanya perempuan itu .
" Maaf pak , saya mencari Sari , saya menuntut warisan dari suami saya pada Sari yang juga istri suami saya " . Tegas Firma berterus terang .
" Sari madu kamu ? , kenapa kamu mencari kesini , salah alamat " . Ketus laki - laki yang di ketahui nama nya Roby .
Firma membetulkan posisi duduk nya , " Mohon jangan mempersulit saya , saya ke sini dengan alamat yang di berikan oleh Sari saat suami saya meninggal , sore hari nya Sari datang ke kediaman saya dan mengaku bahwa dia adalah istri dari suami saya dengan membawa seorang anak bernama Dewi " .
Firma menceritakan kebenaran nya tanpa ada yang dia tutupi .
Roby terlihat frustasi dia berkali - kali memijat pelipis nya .
" Tunggu saya , satu jam lagi saya akan kembali " . Ujar nya seraya mengambil kunci mobil dan berlalu dengan mobil nya .
Sepeninggal Roby , Firma mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruang tamu . Dalam hati nya masih ada rasa penasaran .
Di dinding terpajang foto dengan bingkai besar , foto Roby dan di samping nya foto seorang perempuan tapi bukan Sari mungkin itu istri Roby .
" Kalau ini bukan rumah Sari lalu kenapa Sari memberikan alamat ini pada ku ? , terus di mana Sari sebenarnya ? " . Firma bertanya dengan diri nya sendiri .
Saat Firma melihat - lihat , terdengar lagi suara seorang perempuan di dalam kamar yang memintanya untuk masuk .
__ADS_1
Ragu Firma mendekati pintu kamar dan mendorong nya . Firma mendorong nya dengan sangat pelan ternyata pintu tidak terkunci .